Kembali ke lantai 1 akademi, tempat Rid, nona Karina, nona Violetta dan Ratu Kayana berada.
Aku baru saja selesai nceritakan tentang apa yang terjadi dengan Duke Remy sebelum beliau tewas. Ditambah dengan percakapanku dengan nona Leirion dan munculnya para Malaikat.
"Jadi komandan iblis itu berencana rebut kerajaan ini secara diam-diam agar kerajaan ini njadi salah satu wilayah kekuasaan Raja Iblis sekaligus tambahan kekuatan bagi ras Iblis untuk berperang dengan ras Malaikat nanti. Dan tuan Remy rupakan perantara dari komandan Iblis itu untuk rebut kerajaan ini," ucap Ratu Kayana.
"Benar, Yang Mulia Ratu," ucapku.
"Aku tidak nyangka akan hal ini. Aku juga tidak nyangka kalau para Malaikat akan datang ke kerajaan ini setelah tuan Remy lancarkan sihir kegelapan tingkat tinggi. Sebelumnya di tempatku berada juga muncul beberapa pohon berwarna hitam berukuran besar, tetapi tidak lama kemudian pohon-pohon itu langsung hilang. Jadi pohon-pohon itu rupakan sihir kegelapan tingkat tinggi yang dilancarkan oleh tuan Remy," ucap Ratu Kayana.
"Iya, nona. Tuan Duke Remy berniat nggunakan sihir itu untuk nyerang seluruh ibukota San Estella. Dengan jangkauannya yang luas itu, mang tidak salah untuk ngkategorikan sihir itu sebagai sihir tingkat tinggi. Tetapi sebelum sihir itu dilancarkan dengan sempurna, komandan iblis itu langsung nusuk tubuh tuan Duke Remy dan nghentikannya untuk nggunakan sihir itu," ucapku.
"Komandan iblis itu mutuskan untuk nghentikan sihir yang dilancarkan oleh tuan Duke Remy agar para Malaikat tidak datang ke kerajaan ini. Seperti yang dikatakan olehmu tadi, komandan iblis itu berniat rebut kerajaan ini secara diam-diam tanpa diketahui oleh ras Malaikat yang nguasai dunia ini. Tetapi apa yang dilakukan oleh tuan Duke Remy dengan nggunakan sihir kegelapan tingkat tinggi akan ngacaukan rencana komandan iblis itu untuk rebut kerajaan ini secara diam-diam karena dapat mancing para Malaikat untuk datang ke kerajaan ini. Para Malaikat yang dulu sering berperang dengan ras Iblis, miliki kepekaan yang sangat besar terhadap sihir kegelapan. Apabila reka rasakan adanya sihir kegelapan khususnya sihir kegelapan tingkat tinggi yang dilancarkan di benua Utara yang dikuasai oleh reka, reka pasti akan langsung datang ke tempat dilancarkannya sihir kegelapan itu dan mungkin akan langsung mburu pengguna sihir itu. Contohnya seperti yang terjadi pada kerajaan Framtida. Para Malaikat sampai nghancurkan kerajaan itu untuk mburu dan mbunuh salah satu komandan Iblis yang nyusup dan ngacau di kerajaan itu," ucap nona Karina.
"Itu benar, nona," ucapku.
"Tetapi ski komandan iblis itu berhasil nghentikan tuan Duke Remy untuk lancarkan sihir itu, para Malaikat tetap datang ke kerajaan ini karena reka sempat rasakan kekuatan sihir yang dilancarkan oleh tuan Duke Remy skipun hanya sesaat," ucap nona Karina.
"Benar, nona. Aku sempat lihat para Malaikat itu saat aku sedang berada di atap gedung tengah. Tetapi saat reka sudah berada dekat dengan gedung tengah, reka tiba-tiba langsung berbalik dan pergi kembali nuju ke tempat reka muncul sebelumnya. Sepertinya reka mutuskan kembali ke tempat asal reka, tetapi aku tidak tahu apa yang nyebabkan reka kembali ke tempat asal reka. Namun saat reka sedang nuju ke tempat ini, reka tiba-tiba langsung berhenti dan terdiam. Disaat reka sedang berhenti dan terdiam, di hadapan reka ada sebuah cahaya yang bersinar lebih terang daripada para Malaikat itu. Sepertinya cahaya itu rupakan pemimpin dari para Malaikat itu. Beberapa saat setelah para Malaikat itu terdiam di hadapan Malaikat itu, para Malaikat itu langsung berbalik dan pergi ke tempat asal reka. Setelah itu, malaikat yang bersinar lebih terang itu pun juga ikut pergi. Sepertinya Malaikat itu lah yang rintahkan para Malaikat itu untuk kembali tetapi aku tetap tidak tahu alasan kenapa reka mutuskan kembali," ucapku.
"Hmm ini hanya pendapatku saja, mungkin reka kembali karena kerusakan yang diakibatkan oleh sihir kegelapan tingkat tinggi yang dilancarkan oleh tuan Remy masih sangatlah kecil. Berbeda dengan apa yang terjadi di kerajaan Framtida, komandan iblis yang ngacau disana mbuat kerusakan yang sangat besar dengan sihirnya yang dahsyat. Maka dari itu, para Malaikat sampai harus nghancurkan kerajaan itu hanya untuk mburu dan mbunuh komandan iblis itu," ucap Ratu Kayana.
"Yah anda benarnya, mungkin karena itu para Malaikat itu mutuskan untuk kembali. Bisa dibilang, secara tidak langsung komandan iblis itu nyelamatkan kerajaan ini dari serangan para Malaikat dengan lebih dulu nyerang dan nghentikan tuan Duke Remy," ucap nona Karina.
"ski begitu, hal itu tidak ngubah fakta kalau dia berusaha untuk rebut kerajaan ini. Daripada itu, apa ada informasi lainnya selain yang baru saja kamu katakan itu, Rid ?," tanya Ratu Kayana.
"Tidak ada, Yang Mulia Ratu. Semua informasi yang saya dapatkan baik ketika saya masih lawan tuan Duke Remy sampai setelah beliau tewas sudah saya sampaikan semua, Yang Mulia Ratu," ucapku.
"Baiklah kalau begitu," ucap Ratu Kayana.
"Apa informasi itu akan anda sebar luaskan ke seluruh kerajaan ini, Yang Mulia Ratu ? Saya tidak mpermasalahkan apabila anda akan nyebar informasi itu, tetapi apabila informasi itu tersebar, orang-orang di kerajaan ini pastinya akan sangat terkejut dan panik. Apalagi kalau reka tahu kalau salah satu komandan pasukan iblis dan juga para Malaikat telah datang ke kerajaan ini," ucapku.
"Tenang saja, aku tidak akan nyebarkan tentang informasi ini. Aku juga tahu resikonya apabila aku nyebar informasi ini. Aku tidak mau mbuat rakyatku diselimuti ketakutan dan kegelisahan apabila reka tahu tentang informasi ini. Aku hanya akan nyebarkan informasi kalau tuan Remy lah yang nyebabkan semua kekacauan yang terjadi di akademi ini dan juga seluruh kerajaan ini," ucap Ratu Kayana.
"Baguslah kalau begitu, Yang Mulia Ratu," ucapku.
"Selain itu, skipun tuan Remy bukan dibunuh olehmu, Rid, kita tetap harus nsyukuri hal ini karena dengan terbunuhnya tuan Remy, kekacauan di kerajaan ini pun akhirnya telah berhenti," ucap Ratu Kayana.
"Iya, Yang Mulia Ratu," ucapku.
"Sekarang karena pembicaraan rahasia ini telah selesai, lebih baik kita kembali ke tempat jasad tuan Remy. Aku harus rintahkan beberapa prajurit untuk ngamankan jasadnya karena jasadnya itu masih dibutuhkan untuk beberapa keperluan. Violetta, kamu tidak keberatan kan apabila aku akan nggunakan jasadnya untuk beberapa keperluan ? Karena itu, aku tidak akan segera makamkan jasad tuan Remy," ucap Ratu Kayana.
"Saya tidak keberatan, Yang Mulia Ratu. Silahkan saja gunakan jasad orang itu sepuasnya, lagipula orang itu sudah tidak miliki hubungan dengan saya," ucap nona Violetta.
"Apa kamu yakin, Violetta ? Aku lihat kamu sedikit renung saat lihat jasad tuan Remy tadi, jadi aku pikir kamu masih mikirkan tuan Remy," ucap Ratu Kayana.
"Tadi saya renung karena saya tidak berhasil mbunuh orang itu dengan tangan saya sendiri, Yang Mulia Ratu. Saya bukan renung karena sedih atas kematian orang itu. Saya sudah tidak peduli lagi dengan orang itu, apalagi setelah apa yang dia lakukan terhadap ibunda dan adikku," ucap nona Violetta.
"Baiklah kalau begitu," ucap Ratu Kayana.
"Iya, gunakan saja sepuasnya, Yang Mulia Ratu. Ke depannya anda tidak perlu minta izin dariku apabila anda ingin lakukan sesuatu dengan jasad orang itu," ucap nona Violetta.
"Baiklah. Ya sudah, sekarang lebih baik kita kembali ke tempat jasad tuan Remy berada," ucap Ratu Kayana.
Setelah itu, kami berempat pun langsung ninggalkan tempat itu untuk kembali ke tempat jasad tuan Remy berada.
-
Sesampainya di tempat jasad tuan Remy berada, aku langsung minta izin kepada Ratu Kayana untuk ninggalkan reka karena ada sesuatu hal yang harus aku lakukan.
"Yang Mulia Ratu, aku minta izin untuk pergi ke luar gedung tengah," ucapku.
"Ada apa mangnya, Rid ?," tanya Ratu Kayana.
"Aku ingin nyembuhkan komandan Oliver yang tangan kanannya telah terpotong. Sebelumnya aku sudah berjanji untuk nyembuhkan tangan beliau apabila tuan Duke Remy sudah berhasil dikalahkan," ucapku.
"Kamu bisa nyembuhkan tangan tuan Oliver yang telah terpotong ? Tidak, mungkin nyembuhkan bukan kata yang tepat, lebih tepatnya kamu bisa numbuhkan tangan tuan Oliver yang terpotong ?," tanya Ratu Kayana yang sedikit terkejut.
"Aku tidak bisa numbuhkan tangan komandan Oliver yang telah terpotong, Yang Mulia Ratu. Tetapi aku bisa nyambungkan tangannya yang telah terpotong kembali seperti semula dengan nggunakan sihir penyembuhanku. Maka dari itu sebelumnya aku minta nona Karina untuk mbawa tuan Oliver keluar dari gedung tengah sekalian dengan bagian tangannya yang telah terpotong. Jika bagian tangannya yang telah terpotong tidak ada, tentu aku tidak akan bisa lakukan itu," ucapku.
"Begitu ya. ski begitu, nyambungkan tangan yang telah terpotong kembali seperti semula tetaplah sangat ngejutkan. Tidak semua sihir penyembuhan bisa lakukan hal itu. Lagi-lagi kamu mbuatku terkejut, Rid. Ya sudah kalau kamu mau pergi untuk nyambungkan tangan tuan Oliver, kamu pergi saja. Aku akan tetap disini sambil lihat dan riksa jasad tuan Remy dengan lebih dekat," ucap Ratu Kayana.
"Baik, Yang Mulia Ratu," ucapku.
Setelah itu, aku langsung bergegas pergi untuk ninggalkan gedung tengah. Setelah berhasil keluar dari gedung tengah, aku berjalan sebentar nuju tempat orang-orang yang sebelumnya berkumpul di depan gedung tengah. Sebagian besar dari orang-orang yang sebelumnya berkumpul di tempat itu kini telah masuk ke dalam gedung tengah untuk lihat Duke Remy yang telah tewas, lalu sisanya masih berkumpul di tempat itu. lihat sebagian orang masih berkumpul di tempat itu, aku pun langsung nghampiri reka. Setelah berada dekat dengan reka, aku lihat komandan Oliver yang sedang duduk sambil manjangkan kakinya di tanah. Di samping komandan Oliver, terlihat ada Elaina yang sedang nemani beliau. Aku lalu langsung nghampiri reka berdua.
"Elaina," ucapku.
Elaina yang sebelumnya sedang lihat ke arah komandan Oliver langsung noleh ke arahku begitu ndengar suaraku.
"Senior Rid ?," ucap Elaina yang terlihat sedikit terkejut saat lihatku.
"Jadi kamu sudah ada disini ya, aku pikir kamu masih berada di tempat sebelumnua," ucapku.
"Sebelumnya aku mang berada di tempat kita bertemu sebelumnya. Tetapi setelah labirin pohon yang muncul di akademi ini telah nghilang, aku langsung pergi ke gedung tengah akademi yang kembali terlihat jelas setelah labirin pohon itu nghilang. Kemudian, ketika aku mau masuk ke gedung tengah akademi, aku secara kebetulan lihat ayahandaku disini, tepat di depan gedung tengah akademi. Ketika lihat ayahandaku, aku langsung nghampiri beliau dan kemudian aku terus nemaninya hingga saat ini," ucap Elaina.
"Begitu ya," ucapku.
"Tuan muda Rid, aku dengar kamu telah nyembuhkanku ketika aku terluka parah akibat bertarung dengan tuan Remy. Aku ucapkan terima kasih karena telah nyembuhkanku, tuan muda Rid," ucap komandan Oliver yang tiba-tiba berbicara.
"Terima kasih karena telah nyembuhkan ayahandaku, senior Rid," ucap Elaina.
"Sama-sama, Elaina, komandan Oliver," ucapku.
"Lalu, lihat labirin pohon yang sebelumnya muncul di akademi ini telah nghilang seluruhnya, apa itu berarti tuan Remy sudah dikalahkan, tuan muda Rid ?," tanya komandan Oliver.
"Iya, tuan Duke Remy sudah berhasil dikalahkan, komandan Oliver," ucapku.
"Begitu ya. Apa kamu yang telah ngalahkan tuan Remy, tuan muda Rid ?," tanya komandan Oliver.
"Tidak, yang ngalahkan tuan Duke Remy bukanlah aku, komandan Oliver. Tetapi aku tidak bisa mberitahu anda siapa yang telah ngalahkan tuan Duke Remy. Namun aku sudah mberitahunya kepada Yang Mulia Ratu. Mungkin Yang Mulia Ratu nanti akan mberitahunya kepada anda," ucapku.
"Begitu ya, kalau begitu aku tidak akan nanyakan tentang ini lagi. Daripada itu, Yang Mulia Ratu masih ada di dalam gedung tengah ya ?," tanya komandan Oliver.
"Iya, komandan. Yang Mulia Ratu saat ini sedang lihat dan mperhatikan jasad tuan Duke Remy dari dekat. Sepertinya beliau ingin lakukan sesuatu terhadap jasad tuan Duke Remy," ucapku.
"Hmmm begitu ya. Ngomong-ngomong, mungkin aku telat untuk nanyakan ini, kamu datang kemari untuk keperluan apa, tuan muda Rid ? Kamu pasti tidak hanya sekedar untuk berbicara denganku dan Elaina saja," ucap komandan Oliver.
"Iya, aku datang kesini mang bukan hanya untuk berbicara dengan anda dan Elaina saja, komandan. Aku datang kesini untuk nyambungkan lengan anda yang telah terpotong," ucapku.
"nyambungkan lenganku ?," tanya komandan Oliver yang terlihat terkejut.
Elaina pun juga terlihat terkejut setelah ndengar perkataanku.
Kemudian, aku lalu lihat dan mperhatikan sekelilingku. Lalu, aku lihat ada potongan lengan yang berada di samping tubuhnya.
"Komandan Oliver, apa itu potongan lengan milik anda ?," tanyaku sambil lihat ke potongan lengan itu.
"Potongan lengan ? Aku baru nyadari kalau ada potongan lengan disini. Jika dilihat dari bentuknya, sepertinya mang adalah potongan lengan milikku," ucap komandan Oliver.
"Baiklah kalau begitu," ucapku.
Kemudian, aku lalu ngambil potongan lengan itu dan kemudian mberikannya kepada Elaina.
"Elaina, tolong sambungkan potongan lengan ini ke lengan komandan Oliver yang terpotong. Kemudian, terus pegang potongan lengan ini agar tidak terpisah atau terjatuh disaat aku sedang nyambungkannya," ucapku.
"Baiklah," ucap Elaina.
Elaina langsung nuruti perkataanku tanpa ragu-ragu. Dia kemudian langsung nyambungkan potongan lengan itu ke lengan komandan Oliver yang telah terpotong. Potongan lengan itu pun berhasil disambung. Elaina lalu terus gang potongan lengan itu agar tidak terpisah ataupun terjatuh. Setelah itu, aku langsung ngarahkan tangan kananku ke arah komandan Oliver. Kemudian, aku lalu lancarkan sihir penyembuhan kepada komandan Oliver.
~Full Healing~
Aku lancarkan sihir penyembuhan kepada komandan Oliver selama beberapa detik. Setelah aku sudah lancarkan sihir penyembuhanku, aku lalu nurunkan tangan kananku yang sebelumnya di arahkan ke komandan Oliver. Setelah itu, aku langsung ngatakan sesuatu kepada Elaina.
"Sudah selesai, Elaina. Kamu sekarang bisa lepaskan tanganmu dari lengan komandan Oliver," ucapku.
"Baiklah," ucap Elaina.
Elaina pun langsung lepaskan tangannya dari lengan komandan Oliver. Setelah Elaina telah lepaskan tangannya, aku lalu ngatakan sesuatu kepada komandan Oliver.
"Coba sekarang anda gerakkan lengan anda, komandan Oliver," ucapku.
Komandan Oliver kemudian langsung nggerakan lengannya itu setelah ndengar perkataanku. Lengan kanan komandan Oliver yang sebelumnya terpotong pun kini bisa digerakkan kembali oleh komandan Oliver. Komandan Oliver terlihat sangat terkejut setelah lihat lengannya bisa digerakkan kembali.
"Lenganku yang sebelumnya terpotong kini telah tersambung dan dapat digerakkan kembali ?!," ucap komandan Oliver.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)