Aku saat ini masih bertarung dengan komandan Dayne dan senior Vyn.
~Mana Strike~
Aku nendang senior Vyn yang baru saja nghampiriku untuk nyerangku. Aku nendangnya dengan nggunakan Mana yang lapisi kaki kananku. Senior Vyn pun langsung terhempas setelah terkena tendanganku. Senior Vyn terhempas hingga nghantam pohon yang ada di belakang. Setelah nghantam pohon itu, senior Vyn pun langsung bangkit kembali. Terlihat ada retakan yang cukup besar pada armor yang dikenakan oleh senior Vyn. Retakan itu berada pada bagian perut armor yang baru saja terkena tendanganku.
"Seperti yang aku duga, jika aku ningkatkan Mana ku ketika nyerang reka berdua, serangan yang aku lancarkan akan berpengaruh pada armor reka," pikirku.
Sebelumnya aku berencana untuk nggunakan ~Light Magic~ agar bisa secepatnya ngalahkan reka. Tetapi setelah aku pikir-pikir kembali, sepertinya nggunakan ~Light Magic~ di tempat ini bukanlah keputusan yang tepat. Nona Violetta yang saat ini sedang bertarung dengan Duchess Arnett di salah satu jalan penghubung mang belum kembali, tetapi aku harus tetap waspadai orang lain yang kemungkinan juga akan datang ke tempat ini. Di tempatku berada saat ini, ada 3 jalan penghubung yang nghubungkan ke tempat lain yang ada di labirin ini. Selain itu ada 1 jalan juga yang sebelumnya aku, Charles dan Chloe lalui sebelum datang ke tempat ini. Ada kemungkinan ada orang lain yang akan datang ke tempat ini lalui salah satu jalan itu. Jika orang lain itu datang disaat aku sedang nggunakan ~Light Magic~, itu akan sangat gawat bagiku. Makanya sampai saat ini aku belum nggunakan ~Light Magic~ skipun aku sedang terburu-buru.
"Jika aku nggunakan ~Light Magic~, itu akan sangat ncolok karena setiap serangan sihir ini akan ngeluarkan cahaya yang sangat terang. Jika aku nggunakan sihir ini dan disaat yang sama ada orang yang akan datang ke tempat ini dengan lewati salah satu jalan penghubung itu, reka akan dapat lihat cahaya yang berasal dari ~Light Magic~ dari jalan itu tanpa harus tiba di tempat ini terlebih dahulu. Aku ingin nggunakan sihir ini tetapi di satu sisi aku tidak ingin ketahuan saat aku nggunakan ~Light Magic~ karena dulu kakek pernah bilang untuk jangan nunjukkan sihir ini di depan umum. Benar-benar dilema," pikirku.
Setelah aku mikirkan itu, komandan Dayne langsung nghampiriku dan nyerangku dengan pedangnya yang saat ini telah dialiri oleh sihir angin yang bercampur dengan sihir kegelapan. Jadi pedang itu kali ini diselimuti oleh aura sihir berwarna hitam yang berhembus seperti angin. skipun komandan Dayne nyerangku dengan pedang yang diselimuti dengan sihir angin dan sihir kegelapan, aku dapat dengan mudah nahan serangan itu dengan pedangku. Pedang kami pun saling beradu. Lalu saat pedang kami saling beradu, aku ngangkat kaki kananku dan langsung nendang komandan Dayne dengan kuat.
~Mana Strike~
Aku nendang komandan Dayne sama seperti aku nendang senior Vyn sebelumnya, yaitu dengan nggunakan Mana yang lapisi kakiku. Komandan Dayne pun langsung terhempas hingga nghantam dinding yang berada cukup jauh di belakangnya. Setelah aku nghempaskan komandan Dayne, sebuah pedang yang manjang tiba-tiba lesat dengan cepat ke arahku. Pedang yang manjang itu diselimuti oleh api yang berwarna hitam. Aku pun dengan cepat langsung nghindari pedang yang manjang yang lesat ke arahku itu. Setelah nghindari pedang yang manjang itu, aku lalu lihat ke arah datangnya pedang itu. Ternyata yang nyerangku dengan nggunakan pedang yang manjang itu adalah senior Vyn.
Setelah itu, aku nggenggam pedang yang manjang itu yang kini masih berada di dekatku. Api berwarna hitam yang nyelimuti pedang itu pun langsung mbakar tanganku. Tanganku pun juga terluka karena nggenggam pedang yang tajam itu tetapi aku tidak mperdulikan hal itu. Setelah nggenggam pedang itu, aku lalu narik pedang itu dengan sangat kuat. Senior Vyn yang masih gang pedang yang manjang itu pun langsung terbawa dan lesat ke arahku setelah aku narik pedang itu. Ketika senior Vyn sedang lesat ke arahku, aku lalu bersiap untuk nebas senior Vyn dengan nggunakan pedangku. Tidak lupa juga aku ningkatkan Mana yang nyelimuti pedangku agar kali ini aku dapat nembus armor yang dikenakannya itu dan ngalahkannya. Setelah senior Vyn sudah berada dalam jarak yang dekat denganku, aku pun langsung nyerangnya.
"Serangan yang aku lancarkan ini berbeda daripada yang sebelumnya, senior. Kali ini seranganku ini pasti akan dapat ngalahkanmu," ucapku.
~Secret Sword Art - Dragon Slayer Technique : Dragon Slayer Slash~
Aku langsung ngayunkan pedangku ke arah leher senior Vyn yang sedang lesat ke arahku. Namun ketika pedangku hampir ngenai lehernya, tiba-tiba dari bawah tempatku berpijak muncul pilar besi tajam yang berukuran cukup besar. Pilar besi yang tiba-tiba muncul itu hendak ingin nusuk perutku. Aku pun dengan cepat langsung nghindari pilar besi itu dengan berpindah ke tempat yang aman. Karena aku berpindah tempat untuk nghindari pilar besi itu, pedang yang aku ayunkan ke leher senior Vyn pun jadi berpindah arah ke badannya. Setelah berhasil berpindah tempat untuk nghindari pilar besi itu, aku lalu lihat ke arah senior Vyn yang kini telah berdiri tegak kembali setelah sebelumnya terbawa dan lesat ke arahku akibat aku yang narik pedangnya. Terlihat ada goresan yang sangat besar pada bagian depan armor yang dikenakannya itu. Goresan yang sangat besar itu diakibatkan oleh serangan yang aku lancarkan barusan. Lalu, pada goresan itu juga terlihat ada cukup banyak darah yang keluar. Dengan darah yang keluar itu sudah cukup mbuktikan kalau tebasan yang aku lancarkan barusan tidak hanya berhasil nggores armornya, tetapi juga berhasil nembus armornya dan lukai tubuhnya.
"Jika serangan yang aku lancarkan tadi ngenai senior Vyn, sudah pasti leher senior Vyn akan langsung terpotong dan senior Vyn pun akan langsung tewas. Seperti yang aku duga kalau aku masih bisa ngalahkan reka dengan ningkatkan Mana yang aku gunakan setiap aku nyerang reka. nggunakan ~Light Magic~ sangatlah beresiko karena sihir itu sangat ncolok," pikirku.
Setelah itu, aku nyembuhkan tanganku yang terluka dan terbakar akibat nggenggam pedang milik senior Vyn.
~Full Healing~
Luka pada tanganku pun langsung nghilang. Kemudian aku terus lihat ke arah senior Vyn yang saat ini juga sedang lihat ke arahku. Tidak hanya senior Vyn saja, aku juga lihat ke arah komandan Dayne yang berada tidak jauh di samping senior Vyn. Terlihat ada retakan pada armor yang dikenakan oleh komandan Dayne setelah aku nendangnya sebelumnya.
"ningkatkan Mana yang digunakan untuk nyerang reka manglah berpengaruh, tetapi sepertinya aku masih mbutuhkan ~Light Magic~ untuk ngalahkan reka. Apa tidak ada cara untuk mbuat sihir itu tidak ncolok agar aku bisa nggunakannya ?," pikirku.
Setelah lihat dan mperhatikan penampilan reka, aku lalu lihat ke pedang yang dipegang oleh reka berdua. Pedang milik senior Vyn yang sebelumnya manjang terlihat masih diselimuti oleh api berwarna hitam, sedangkan pedang komandan Dayne masih diselimuti oleh angin yang juga berwarna hitam.
"~Dark Magic~ bisa nyatu dengan sihir elen yang lain, begitupun juga dengan ~Light Magic~. Penyatuan ~Dark Magic~ dengan elen lain akan mbuat elen yang lain itu mpunyai warna berwarna hitam pekat. Sentara untuk penyatuan ~Light Magic~ dengan elen yang lain akan mbuat elen yang lain itu mpunyai warna berwarna putih atau emas yang bercahaya terang. Jadi jika aku nyatukan ~Light Magic~ dengan sihir elen yang lain, sihir itu akan tetap ncolok karena tetap akan ngeluarkan cahaya terang,"
"Tetapi itu berlaku jika perpaduannya nggunakan 50% untuk ~Dark Magic~ atau ~Light Magic~ dan 50% untuk sihir elen yang lain. Jika aku nggabungkan ~Light Magic~ dengan sihir elen lain dengan persentase 10% untuk ~Light Magic~ dan 90% untuk sihir elen lain, mungkin sihir itu tidak akan berubah warna njadi putih atau emas karena penampilannya akan ngikuti penampilan sihir elen lain yang persentasenya lebih besar. Sihir itu pun juga tidak akan ngeluarkan cahaya terang jadi tidak akan ncolok. Di sisi lain, skipun persentase ~Light Magic~ nya sedikit, sihir gabungan itu akan tetap miliki kekuatan ~Light Magic~ yang seharusnya berpengaruh pada armor yang dikenakan oleh reka,"
"Kelemahan ~Dark Magic~ adalah ~Light Magic~ sedangkan kelemahan ~Light Magic~ adalah ~Dark Magic~. Kedua sihir itu saling lemahkan satu sama lain tergantung dengan kekuatan sihir siapa yang lebih kuat. Jika kekuatan sihir ~Light Magic~ku lebih kuat dari armor yang terbuat dari perpaduan sihir besi dan ~Dark Magic~ milik reka, maka ~Light Magic~ku akan mampu untuk nembus dan nghancurkan armor milik reka. Sepertinya aku harus ncoba cara ini untuk ngalahkan reka dan disaat yang sama aku tidak perlu khawatir akan kemungkinan adanya orang yang datang ke tempat ini," pikirku.
-
Sentara itu, di lantai 1 gedung tengah.
Terlihat ada beberapa prajurit dan beberapa murid yang telah terbaring dengan kondisi tubuh yang bersimbah darah di tempat itu. Duke Remy yang berada di bagian tengah tempat itu terlihat sedang lihat dan mperhatikan reka semua yang sudah tumbang.
"Aku tidak nyangka kalau kalian akan nyerangku untuk nyelamatkan Ratu kalian. Tetapi yang kalian lakukan itu sia-sia saja karena kalian semua tidak akan bisa ngalahkanku. Kalian pun juga tidak bisa nyelamatkan Ratu kalian. Sekarang lebih baik kalian diam saja dan tunggulah kematian kalian dengan tenang. Dengan banyak darah yang keluar dari tubuh kalian, hanya tinggal nunggu waktu saja sampai kalian mati. Itulah akibatnya jika kalian nggangguku," ucap Duke Remy.
Setelah itu, Duke Remy berbalik dan berjalan secara perlahan ke depannya. Setelah beberapa langkah berjalan, Duke Remy pun nghentikan langkahnya.
"Karena pengganggu itu sudah dibereskan, mari kita selesaikan urusan di antara kita berdua, Yang Mulia Ratu," ucap Duke Remy.
Di hadapan Duke Remy, terlihat Ratu Kayana yang sedang terbaring di lantai tempat itu. Tidak diketahui apakah Ratu Kayana masih sadar atau sudah tidak sadarkan diri. Namun yang pasti, Ratu Kayana saat ini sedang terbaring dengan kondisi tubuh yang sudah dipenuhi oleh banyak luka.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)