"Teknik itu terdengar konyol bagiku," ucap wanita itu.
Setelah itu, wanita itu terus lihat ke arah Duchess Arlet. Setelah itu, tiba-tiba Duchess Arlet lesat dengan cepat ke arah wanita itu dan langsung nebasnya. Duchess Arlet nebas wanita itu dengan cepat sampai tidak terasa kalau sekarang Duchess Arlet telah lewati wanita itu dan kini Duchess Arlet telah berada di belakang wanita itu. Setelah itu, sebuah bongkahan es yang cukup tebal muncul secara tiba-tiba dari tubuh wanita itu. Bongkahan es itu manjang lurus dari ujung kepalanya hingga ke bawah perutnya. Wanita itu pun langsung berlutut dengan kedua lututnya setelah bongkahan es itu muncul secara tiba-tiba di tubuhnya itu. Wanita itu hanya berlutut saja dengan nundukkan kepalanya tanpa njatuhkan dirinya ke tanah.
Setelah berhasil nyerang wanita itu, Duchess Arlet pun noleh ke belakang untuk lihat wanita itu. Wanita itu terlihat masih berlutut, namun tidak lama kemudian wanita itu mulai bangkit kembali.
"Serangan ini mirip dengan serangan yang kamu gunakan ketika mbekukan tubuhku sebelumnya, tetapi kekuatan sihir es pada serangan ini lebih kuat dari serangan sebelumnya. Kelihatannya teknik ~Armor of Ice Spirits~ yang kamu gunakan itu mbuat kekuatan sihir esmu itu ningkat lebih banyak dari yang sebelumnya. Teknik yang ngesankan, ski begitu teknik itu masihlah konyol bagiku. Kenapa seorang manusia nggunakan nama Roh es pada teknik itu ?," tanya wanita itu sambil berdiri kembali secara perlahan.
Setelah berdiri, wanita itu ngcengkeram bongkahan es yang nempel di tubuhnya mulai dari ujung kepala hingga bagian bawah perutnya. Tidak lama kemudian, bongkahan es yang nempel di tubuhnya itu langsung hancur berkeping-keping setelah dia cengkeram. Setelah itu, wanita itu pun noleh ke belakangnya untuk lihat ke arah Duchess Arlet.
"Serangan yang barusan itu cukup bagus, tetapi serangan itu tidak cukup untuk ngalahkank-," ucap wanita itu.
Tetapi sebelum wanita itu nyelesaikan perkataannya, Duchess Arlet dengan cepat langsung lancarkan tebasan jarak jauh dengan nggunakan rapiernya. Sebuah tebasan es berwarna putih pun muncul dari tebasan yang dilancarkan Duchess Arlet. Tebasan es itu langsung ngenai wanita itu dengan telak dan langsung nghempaskannya ke belakang hingga nghantam beberapa bebatuan dan bongkahan es yang ada di belakangnya.
*BUMMMMM
Suara benturan pun terdengar akibat wanita itu yang nghantam bebatuan dan bongkahan es. Selain itu, debu asap berwarna putih juga bermunculan di sekitar tempat wanita itu nghantam bebatuan dan bongkahan es. Kemudian, skipun Duchess Arlet sudah nghempaskan wanita itu hingga nghantam bebatuan dan bongkahan es, Duchess Arlet terus lancarkan serangan jarak jauh secara bertubi-tubi ke arah tempat wanita itu nghantam bebatuan dan bongkahan es. Tebasan es beruntun terus dilancarkan ke arah wanita itu dan mbuat suara benturan terdengar berkali-kali di tempat itu.
*BUMMMM *BUMMMM *BUMMMM
Debu asap yang nyelimuti tempat itu pun mulai bertambah banyak dari yang sebelumnya. Beberapa nit kemudian, Duchess Arlet nghentikan serangan beruntunnya itu. Duchess Arlet lalu lihat ke arah tempat wanita itu yang sedang diselimuti oleh debu asap berwarna putih. Terlihat Duchess Arlet sudah sedikit terengah-engah saat lihat ke arah tempat wanita itu. Mulut Duchess Arlet juga ngeluarkan asap putih lebih banyak dari yang biasanya saat dia sedang nghembuskan nafas.
Lalu, saat Duchess Arlet sedang lihat ke arah tempat wanita itu yang sudah diselimuti debu asap, tiba-tiba muncul serangan anak panah dari dalam debu asap itu. Serangan anak panah itu dengan cepat langsung ngarah ke Duchess Arlet, tepatnya ke arah kepalanya. Tetapi, Duchess Arlet dengan cepat langsung nghindari serangan anak panah itu dengan nggerakkan kepalanya ke samping. Namun, serangan anak panah itu sangat cepat dan mbuat Duchess Arlet tidak bisa nghindari serangan itu sepenuhnya. Pipi kanan Duchess Arlet pun terkena serangan anak panah itu dan mbuat pipinya itu terluka. Setelah itu, Duchess Arlet lihat ke arah tempat wanita itu kembali. Dari arah tempat wanita itu yang masih diselimuti oleh banyak debu asap, muncul serangan anak panah lagi yang diarahkan ke Duchess Arlet. Anak panah itu kembali lesat dengan cepat ke arah Duchess Arlet, tetapi Duchess Arlet dengan sigap langsung nahan serangan anak panah itu dengan nggunakan rapiernya. Duchess Arlet milih untuk nahan serangan anak panah itu dengan nggunakan rapiernya karena nurutnya akan berbahaya apabila dia mutuskan untuk nghindar setelah sebelumnya dia malah terluka akibat nghindari anak panah itu. Setelah berhasil nahan serangan anak panah itu, datang serangan anak panah lagi ke arah Duchess Arlet dan serangan anak panah itu datang secara terus nerus satu persatu. ski serangan itu terus datang secara terus-nerus, Duchess Arlet dapat nahan semua serangan yang datang ke arahnya itu secara satu persatu.
Beberapa nit kemudian, serangan anak panah itu pun berhenti. ski begitu, Duchess Arlet masih terlihat bersiaga apabila ada serangan lagi yang datang ke arahnya. Debu asap yang nyelimuti tempat itu pun secara perlahan mulai nghilang. Setelah debu asap itu nghilang, terlihat wanita itu sedang berjalan ke arah Duchess Arlet sambil gang busur panah yang terbuat dari es. Busur panah itu terlihat mirip dengan busur panah yang wanita itu gunakan saat nembakkan anak panahnya ke arah para prajurit Duke San Lucia. Selain itu, terlihat wanita itu tidak ngalami luka sedikitpun skipun sebelumnya Duchess Arlet telah nyerangnya dengan telak nggunakan tebasan es dan nyerangnya terus dengan tebasan es bertubi-tubi. Duchess Arlet tidak terlihat terkejut ketika lihat hal itu.
"Seperti yang diduga, serangan yang aku lancarkan belum berhasil untuk lukainya skipun aku sudah nggunakan teknik ini. Serangan yang sebelumnya aku gunakan bukanlah sebuah serangan dengan daya hancur yang kuat, sepertinya kali ini aku harus nggunakan sebuah serangan dengan daya hancur yang kuat untuk ngalahkan wanita itu. ’Teknik itu’ sepertinya cocok untuk digunakan, apalagi jika ’teknik itu’ digunakan saat aku nggunakan teknik ini, daya hancurnya akan semakin kuat. Tetapi aku harus ncari mon yang tepat untuk nggunakan teknik itu agar bisa ngenai wanita itu dengan telak," pikir Duchess Arlet.
Duchess Arlet mikirkan hal itu sambil lihat ke arah wanita itu. Wanita itu terus berjalan untuk ndekati Duchess Arlet.
"Serangan yang kamu lancarkan tadi benar-benar kuat. Aku tidak nyangka kamu akan nyerangku secara bertubi-tubi begitu. Tapi yah, serangan itu tetap tidak berdampak apa-apa kepadaku karena seranganmu itu berasal dari sihir es. Aku ini adalah pemimpin dari Naga es, jadi serangan yang berasal dari es tidak berdampak apa-apa bagi tubuhku karena aku miliki ketahanan terhadap sihir es," ucap wanita itu.
"Begitu ya, aku tidak nyangka kalau kamu akan mberitahuku tentang hal itu," ucap Duchess Arlet.
"Aku mberitahumu tentang itu untuk mpermudahmu dalam ngalahkanku. Jadi kalau kamu ingin ngalahkanku, setidaknya gunakan sihir lain selain sihir es. ski begitu, sihir lain itu belum tentu juga dapat ngalahkanku," ucap wanita itu.
"Sayangnya aku tidak miliki sihir lain yang lebih kuat ataupun setara dengan sihir es yang kumiliki," ucap Duchess Arlet.
"Aku tahu itu, para ’manusia berambut putih’ yang aku lawan sebelumnya juga hanya nggunakan sihir es ketika lawanku. Karena itu, reka tidak bisa ngalahkanku, begitupun juga kamu saat ini," ucap wanita itu.
"Benarkah ? Kalau begitu mungkin aku akan njadi orang pertama sekaligus orang terakhir yang akan ngalahkanmu dengan nggunakan sihir es," ucap Duchess Arlet.
"Coba saja jika kamu bisa. Kalau begitu, mari kita lanjutkan," ucap wanita itu.
Wanita itu kemudian nembakkan beberapa anak panah yang terbuat dari sihir es ke arah Duchess Arlet. Duchess Arlet langsung nahan beberapa anak panah itu dengan rapiernya dan kemudian Duchess Arlet dengan cepat lesat ke arah wanita itu. Duchess Arlet lesat sambil ngarahkan dan nyeret ujung rapiernya ke permukaan tanah. Kemudian, Duchess Arlet ngibaskan rapiernya itu ke arah wanita itu. Setelah itu, sebuah bongkahan es yang besar muncul dari permukaan tanah tempat Duchess Arlet nyeret rapiernya. Bongkahan es itu dengan cepat ngarah ke wanita itu. lihat bongkahan es yang sedang ngarah ke arahnya, wanita itu ngubah busur panah yang dia pegang njadi sebuah pedang. Wanita itu pun nahan bongkahan es itu dengan pedangnya itu.
Saat wanita itu sedang nahan bongkahan es yang ada di hadapannya itu, Duchess Arlet kembali ngarahkan ujung rapiernya ke tanah. Kemudian, Duchess Arlet kembali ngibaskan rapiernya itu dari bawah ke atas. Setelah itu, sebuah bongkahan es kembali muncul dari bawah tanah. Bongkahan es itu kali ini muncul dari bawah tanah tempat wanita itu berdiri. Karena wanita itu saat ini masih sedang nahan bongkahan es yang ada di depannya, wanita itu tidak bisa berbuat apa-apa terhadap bongkahan es yang tiba-tiba muncul dari bawahnya. Wanita itu pun terkena bongkahan es itu dan dia pun terhempas hingga ke atas.
"Selain ningkatkan kekuatan sihir es miliknya, sepertinya dia juga bisa manipulasi es atau salju yang ada di sekitar tempatnya berada dengan lebih mudah daripada sebelumnya," pikir wanita itu.
Wanita itu nampak tenang skipun sedang terhempas ke atas. Wanita itu terus lihat ke arah Duchess Arlet yang terlihat sedang lakukan sesuatu. Duchess Arlet terlihat sedang ngarahkan tangan kanannya ke atas. Wanita itu yang sebelumnya lihat ke arah Duchess Arlet, langsung lihat ke atas karena dia rasakan ada sesuatu yang muncul di atas. Dan benar saja, di atas wanita itu kini ada sebuah pedang besar yang terbuat dari es yang siap untuk nghujam wanita itu.
~Ice Magic : Create Magic Weapon : Giant Ice Sword of Ymir~
Setelah itu, pedang besar itu langsung lesat ke bawah untuk nghujam wanita itu yang sedang berada di bawahnya. Wanita itu terlihat santai ketika lihat pedang besar itu yang siap untuk nghujamnya. Saat lihat pedang besar itu, sebuah asap berwarna putih terlihat berhembus keluar dari mulut wanita itu. Lalu, saat pedang besar itu sudah berada dekat dengan wanita itu, wanita itu langsung mbuka mulutnya dan nyemburkan sebuah semburan es yang sangat besar.
~Ice Dragon’s Roar~
Semburan es yang dilancarkan wanita itu sangat besar, bahkan lebihi ukuran pedang besar yang dibuat oleh Duchess Arlet. Semburan es itu pun ngenai pedang besar itu dengan telak dan langsung nghancurkan pedang besar itu tanpa tersisa sedikitpun. Lalu, setelah nyemburkan semburan es itu, wanita itu pun kembali nutup mulutnya, tetapi asap berwarna putih terlihat masih keluar dari mulutnya itu.
"Hampir saja, jika aku terkena pedang besar itu, mungkin tubuhku akan hancur. Yah skipun hal itu bukanlah masalah yang besar," ucap wanita itu.
"Kenapa kamu bilang kalau itu bukanlah masalah yang besar apabila tubuhmu akan hancur ?," ucap Duchess Arlet yang tiba-tiba sudah berada di samping wanita itu.
Wanita itu terlihat tidak terkejut dengan Duchess Arlet yang tiba-tiba muncul di sampingnya. Setelah itu, Duchess Arlet langsung nyerang wanita itu dengan nggunakan rapiernya. Namun, wanita itu dengan cepat langsung nahan serangan itu dengan kedua tangannya. Serangan dari Duchess Arlet pun berhasil ditahan oleh wanita itu, tetapi wanita itu langsung terhempas ke bawah setelah nahan serangan Duchess Arlet.
*BUMMMM
Suara benturan pun terdengar akibat wanita itu yang terhempas ke bawah dan nghantam permukaan tanah. Tempat itu pun juga langsung diselimuti oleh debu asap. Setelah itu, Duchess Arlet pun langsung turun ke bawah. Setelah sudah turun ke bawah, Duchess Arlet terlihat sedang bersiap untuk lancarkan serangan selanjutnya.
"Teknik ini sangat berbahaya apabila digunakan dalam waktu yang lama karena jantung penggunanya bisa mbeku sepenuhnya. Saat ini, aku bisa rasakan kalau sebagian jantungku telah mbeku. Aku harus segera ngakhiri ini," pikir Duchess Arlet.
Kemudian, wanita itu pun keluar dari debu asap yang nyelimuti tempatnya berada. Wanita itu lalu berjalan untuk ndekati Duchess Arlet sambil gang sebuah pedang es di tangan kanannya.
"Kamu kelihatannya sangat terburu-buru, sepertinya teknik yang kamu gunakan itu miliki batas waktu. Entah batas waktu penggunaan atau batas waktu aman untuk digunakan," ucap wanita itu.
Wanita itu nyadari hal itu karena wanita itu lihat Duchess Arlet yang nampak sudah terengah-engah. Asap putih dalam jumlah banyak juga terus keluar dari mulut Duchess Arlet setiap dia nghembuskan nafasnya.
"Itu benar, teknik ini mang miliki batas waktu. Karena itu, aku akan segera ngakhiri ini," ucap Duchess Arlet.
Duchess Arlet lalu ningkatkan kekuatannya. Terlihat sebuah aura sihir es yang sangat pekat sedang nyelimuti rapiernya. Aura sihir es itu, lebih pekat dari yang sebelumnya ketika Duchess Arlet baru nggunakan teknik ~Armor of Ice Spirits~ miliknya. Kemudian, setelah ningkatkan kekuatannya, Duchess Arlet dengan cepat langsung nyerang wanita itu. Wanita itu pun dengan sigap langsung berusaha nahan serangan Duchess Arlet dengan nggunakan pedangnya. Tetapi saat pedang wanita itu mulai bersentuhan dengan rapier milik Duchess Arlet, pedang wanita itu langsung terbelah hingga njadi dua. Setelah pedang wanita itu terbelah njadi dua, rapier Duchess Arlet langsung ngarah ke tangan kanan wanita itu dan langsung motong tangan kanan wanita itu. Serangan yang dilakukan Duchess Arlet itu mulai dari motong pedang milik wanita itu hingga tangan kanan wanita itu berlangsung sangat cepat.
Setelah lakukan serangan itu, Duchess Arlet kini sudah berada di belakang wanita itu. Wanita itu pun terkejut ketika lihat pedang dan tangan kanannya telah berubah njadi dua. Selain itu, wanita itu juga terkejut saat ngetahui kalau Duchess Arlet sudah lewatinya dan kini sudah berada di belakangnya.
"Apa-apaan serangan itu ?! Serangan itu lebih cepat dan lebih kuat dari yang sebelumnya," pikir wanita itu.
Kemudian wanita itu noleh ke belakang. Namun, saat wanita itu baru noleh ke belakang, Duchess Arlet langsung motong tangan kiri wanita itu dengan cepat. Wanita itu pun terkejut ketika lihat tangannya sudah layang karena baru saja dipotong oleh Duchess Arlet.
"Kedua tanganmu mungkin sudah terpotong, tetapi hal itu pastinya belum cukup untuk ngalahkanmu. Aku akan ngalahkanmu dengan serangan terakhir ini," ucap Duchess Arlet.
Setelah itu, 6 buah rapier es tiba-tiba muncul dan leyang ngelilingi Duchess Arlet dan juga wanita itu.
"Karena kamu adalah pemimpin Naga es yang rupakan seorang Naga, seharusnya serangan ini akan berdampak besar kepadamu," ucap Duchess Arlet.
~San Lucia Art Secret Technique : Ice Dragon Slayer’s Seven Slashes~
Duchess Arlet langsung nyerang wanita itu dengan rapiernya, diikuti oleh 6 rapier es yang ngelilinginya. Wanita itu pun terkena serangan itu dengan telak dan beberapa bagian tubuhnya pun langsung terpotong setelah terkena serangan Duchess Arlet.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)