Font Size
15px

Para bangsawan pun langsung berdiri dan bertepuk tangan setelah ndengar perkataan Duke Remy. reka bertepuk tangan dengan sangat riah.

"Rencana yang luar biasa, tuan Remy,"

"Anda benar-benar hebat,"

"mbunuh Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia tentu bukanlah hal yang mustahil setelah ndengar rencana anda,"

"Dengan rencana anda itu, sudah dapat dipastikan kalau anda dapat rebut kerajaan ini dengan mudah," ucap para bangsawan itu.

Para bangsawan itu terus mberikan kata-kata pujian kepada Duke Remy.

"ski aku cukup yakin dengan kekuatan para bidakku dalam mbuat kerusuhan di seluruh kerajaan ini, namun aku masih butuh bantuan kalian. Aku minta kalian untuk mbantu dalam lakukan kerusuhan dan pemberontakan di kerajaan ini saat rencanaku mau dijalankan nanti," ucap Duke Remy.

"Tenang saja, tuan. Kami pastinya akan mbantu anda,"

"Iya, tentu saja kami akan mbantu anda,"

"Itu benar," ucap para bangsawan itu.

Para bangsawan itu nyetujui permintaan Duke Remy untuk mbantu dalam lakukan kerusuhan dan pemberontakan di kerajaan nanti.

"Bagus, mari kita sama-sama berkerja sama untuk rebut kerajaan ini," ucap Duke Remy.

Para bangsawan itu pun terus bertepuk tangan dan semakin lama, tepuk tangan reka semakin riah. Beberapa nit kemudian, reka secara perlahan mulai berhenti bertepuk tangan sampai akhirnya seluruh bangsawan itu pun tidak bertepuk tangan lagi.

Keadaan di tempat itu pun kembali njadi sunyi. Saat keadaan sudah sunyi, tiba-tiba ada seorang bangsawan yang ngangkat tangan. Bangsawan itu adalah bangsawan yang sama dengan yang ngangkat tangan sebelumnya. Para bangsawan yang lain dan juga Duke Remy pun lihat ke arah bangsawan yang sedang ngangkat tangannya itu.

"Ada apa ? Kenapa kamu ngangkat tanganmu lagi ?," tanya Duke Remy.

"M-maaf kalau saya ngganggu, tuan. T-tetapi saya ingin nanyakan sesuatu," ucap bangsawan itu.

"nanyakan apa ?," tanya Duke Remy.

"T-tuan sangat yakin kalau tuan dapat mbunuh Yang Mulia Ratu dan juga seluruh keluarga San Lucia pada rencana kali ini. T-tetapi bagaimana dengan Rid Archie ? K-keberadaannya saat ini sangat ngancam karena sebelumnya dia telah ngagalkan rencana tuan. B-bukankah tuan harus lakukan sesuatu kepadanya terlebih dahulu karena mungkin dia juga dapat nggagalkan rencana tuan kali ini," ucap bangsawan itu.

Para bangsawan yang lain pun terdiam selama beberapa saat. Kemudian reka saling berbisik dengan orang yang ada di samping reka. reka berbisik tentang apa yang dikatakan oleh bangsawan itu adalah benar, Duke Remy harus lakukan sesuatu kepada Rid Archie terlebih dahulu karena dia rupakan ancaman yang mungkin juga dapat nggagalkan rencana kali ini.

Duke Remy pun terdiam setelah ndengar perkataan bangsawan itu. Namun beliau hanya terdiam selama beberapa saat, setelah itu beliau pun mulai berbicara.

"Kamu tidak perlu khawatir," ucap Duke Remy.

Para bangsawan yang masih sedang berbisik pun mulai diam dan lihat ke arah Duke Remy.

"Aku sangat paham tentang potensi ancaman Rid Archie. Perkataanmu itu benar, dia bisa saja nggagalkan rencanaku kali ini. Tetapi, aku miliki alasan lain kenapa aku rintahkan para budak terkuatku untuk nyerang akademi. Selain untuk mbunuh Yang Mulia Ratu, tuan Louis dan kedua Duke yang baru nanti, aku juga akan rintahkan para bidak terkuatku untuk mbunuh Rid Archie. Aku ragu kalau dia bisa bertahan saat lawan para bidak terkuatku yang ingin mbunuhnya. Namun, apabila dia bisa bertahan, maka...," ucap Duke Remy.

-

Sentara itu, beberapa saat sebelumnya di ruangan kepala akademi.

"Silahkan duduk, Rid," ucap Ratu Kayana.

Aku yang baru saja sampai di ruangan itu pun langsung dipersilahkan untuk duduk oleh Ratu Kayana. Aku pun langsung duduk di kursi yang berada di sebelah nona Karina. Di ja tempatku duduk saat ini, terdapat banyak makanan dan minuman yang disediakan. Dengan adanya makanan dan minuman itu, sepertinya Yang Mulia Ratu ingin lakukan pembicaraan santai denganku dan nona Karina.

"Ada perlu apa anda datang kemari, Yang Mulia Ratu ?," tanyaku.

"Sudah, tidak perlu buru-buru begitu. Aku tahu kamu penasaran tentang alasanku datang kemari, tetapi sebelum itu lebih baik kita makan terlebih dahulu," ucap Ratu Kayana.

"Baiklah, Yang Mulia Ratu," ucapku.

Lalu kami bertiga pun mulai makan makanan yang tersedia di ja. Beberapa nit kemudian, kami pun telah selesai makan. Lalu Yang Mulia Ratu mulai berbicara setelah minum minuman yang ada di ja.

"Pertama, alasan aku datang kemari karena aku ingin nyampaikan ungkapan duka cita kepadamu, Rid. ski aku lah yang mberitahu Karina tentang penyerangan di desa Aston, tetapi aku belum nyampaikan ungkapan duka cita kepadamu. Aku berduka cita atas apa yang terjadi dengan desa Aston dan seluruh warganya," ucap Ratu Kayana.

"Iya, terima kasih, Yang Mulia Ratu," ucapku.

"Aku tidak nyangka kalau desa Aston njadi target serangan. Apalagi desa itu diserang disaat para prajurit yang aku utus sedang mberikan hadiah yang kamu minta untuk dibagikan ke warga desa Aston. Karena itu, para prajurit yang sedang mberikan hadiah itu pun juga diserang dan tewas," ucap Ratu Kayana.

"Apa Yang Mulia Ratu sudah tahu siapa yang lakukan penyerangan ke desa Aston ?," tanyaku.

"Belum, tetapi aku nduga kalau pelaku yang lakukan penyerangan ke desa Aston adalah pelaku yang sama dengan yang lakukan penyerangan ke penjara San Sabaneta. Pelaku tersebut juga adalah pelaku yang rencanakan pembunuhan terhadapku dan seluruh keluarga San Lucia. Karina sudah mberitahumu tentang dugaanku ini kan ?," tanya Ratu Kayana.

"Sudah, Yang Mulia Ratu. nurut dugaan Yang Mulia Ratu, pelaku tersebut kemungkinan dendam kepadaku karena sebelumnya aku telah nguak dan nggagalkan rencananya. Pelaku tersebut lalu mbalaskan dendamnya itu dengan nyerang desa Aston dan mbunuh seluruh warga disana alih-alih nyerangku dan mbunuhku," ucapku.

"Iya. Karena kamu saat ini sedang berada di akademi dimana akademi ini sangat dijaga ketat oleh para prajurit yang dikomandani oleh Violetta, pelaku tersebut sepertinya juga akan berpikir kembali untuk nyerang dan mbunuhmu. Selain itu, pelaku tersebut pastinya ngakui kekuatanmu jadi dia tidak mau nyerang langsung dirimu. Maka dari itu pelaku tersebut milih untuk mbalas dendam dengan mbunuh para warga desa Aston yang dekat denganmu. Pelaku tersebut mungkin berpikir kalau kamu mungkin akan terkena serangan ntal dengan terbunuhnya para warga desa Aston yang dekat denganmu, tetapi lihatmu yang baik-baik saja saat ini, sepertinya apa yang pelaku itu lakukan tidak berhasil," ucap Ratu Kayana.

"Aku sebelumnya mang sedikit tidak fokus dan tidak tenang setelah ngetahui kalau desa Aston telah diserang dan para warganya telah tewas. Tetapi saat ini aku sudah kembali seperti biasanya, Yang Mulia Ratu," ucapku.

"Itu bagus. Lalu soal pelaku penyerangan itu, aku mang nduga kalau pelaku itu adalah orang yang sama dengan yang rencanakan pembunuhan terhadapku dan seluruh keluarga San Lucia. Tetapi aku masih belum dapat ngetahui siapa identitas pelaku itu. skipun aku sudah rintahkan para prajurit kerajaan untuk riksa tempat-tempat ncurigakan di kerajaan ini, aku masih belum dapat nemukan satupun bukti yang ngarah ke pelaku utama itu. Pelaku itu sepertinya adalah orang yang tahu tentang situasi di kerajaan ini. Dia tahu kapan akan bersembunyi dan kapan akan bergerak," ucap Ratu Kayana.

"Pelaku tersebut juga tahu tentang desa Aston yang rupakan kampung halamanku, Yang Mulia Ratu. Padahal hanya sedikit orang aja yang tahu tentang kampung halamanku," ucapku.

"Mungkin kamu pernah mberitahu Enzo dan Florian tentang kampung halamanmu, Rid. Lalu setelah itu, Enzo dan Florian langsung mberitahu ke tuan Darwin dan tuan Jas tentang kampung halamanmu. Tuan Darwin dan tuan Jas pun lalu mberitahukan kepada pelaku utama itu, makanya dia tahu tentang kampung halamanmu," ucap nona Karina.

"Tidak, aku tidak pernah mberitahukan tentang kampung halamanku kepada Enzo ataupun senior Florian, nona," ucapku.

"Hmmmm kalau mang begitu, ini benar-benar aneh. Darimana pelaku itu ngetahui tentang kampung halamanmu ?," tanya nona Karina sambil berpikir.

Aku dan nona Karina pun terdiam dan suasana di tempat itu pun njadi sunyi. Ratu Kayana yang nyadari kalau suasana njadi sunyi pun mulai berbicara.

"Sudah, sudah, kalian tidak perlu mikirkan tentang itu. Aku pastikan kalau aku akan nemukan pelaku itu, entah dalam waktu dekat atau waktu yang lama. Setelah berhasil nemukan pelaku itu, aku pastikan kalau aku akan mbunuh pelaku itu dengan tanganku sendiri. Aku tidak akan maafkan tentang apa yang sudah dia lakukan di kerajaan ini," ucap Ratu Kayana yang terlihat sedikit marah.

Nona Karina hanya terdiam lihat Ratu Kayana. Wajahnya terlihat sedikit was-was, sepertinya beliau takut kalau Ratu Kayana akan ngeluarkan tekanan aura karena saat ini Ratu Kayana terlihat sedikit marah.

Sentara itu, setelah ndengar perkataan Ratu Kayana, aku pun ngangkat tanganku. Nona Karina dan Ratu Kayana pun langsung lihat ke arahku yang sedang ngangkat tangan.

"Ada apa, Rid ?," tanya Ratu Kayana.

"Aku ada permintaan, Yang Mulia Ratu. Permintaanku ini bisa dibilang cukup egois," ucapku.

"Permintaan apa itu ?," tanya Ratu Kayana.

"Jika mang pelaku yang rencanakan pembunuhan terhadap anda dan seluruh keluarga San Lucia adalah pelaku yang sama dengan yang lakukan penyerangan di desa Aston, maka aku tidak bisa hanya tinggal diam. Aku tidak bisa mbiarkan anda untuk mbunuh pelaku itu dengan tangan anda sendiri, Yang Mulia Ratu. Itu karena aku sudah mbuat janji kepada para warga desa Aston yang telah tewas saat aku sedang berada di makam reka," ucapku.

"mbuat janji ? Janji apa itu ?," tanya Ratu Kayana.

"Aku berjanji kepada reka kalau akulah yang akan ngurus pelaku yang telah nyerang desa dan mbunuh reka. Oleh sebab itu, aku minta kepada anda untuk tidak mbunuh pelaku itu, Yang Mulia Ratu. Karena...," ucapku.

Sentara itu, Duke Remy yang berada di ruang bawah tanah kediamannya mulai lanjutkan perkataan yang diucapkannya sebelumnya. Di saat yang sama, Rid yang sedang berada di ruangan nona Karina juga lanjutkan perkataan yang diucapkannya itu.

"....aku sendiri yang akan mbunuhnya!," ucap Rid dan Duke Remy secara bersamaan.

~Arc San Fulgen Akademiya pun mulai masuki bagian akhir~

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 317 : Permintaan Yang Cukup Egois on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Elven Invasion cover
Similar genre

Elven Invasion

Respro ·Action

MagicvsScience HumanvsElves EarthvsForestia MortalvsGod ThisisataleinwhichGoddessLunainordertosaveherplanetandcivilizationstartsainvasiononEarth,Wi...

Tycoon War God cover
Trending now

Tycoon War God

Once Young ·Other

Inhispreviouslife,LinMuwasthetopassassinonEarth.HeaccidentallytraversedtotheEternalImmortalRealm,where,overthespanofeighthundredyears,hecultivatedf...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.