"Anda sudah mbuat rencana yang baru ?," ucap seorang bangsawan yang duduk di jajaran kursi yang ada di tengah ruangan.
"Iya. Aku sudah mbuat rencana baru untuk mbunuh seluruh keluarga San Lucia dan juga Yang Mulia Ratu," ucap Duke Remy.
"Seperti yang diharapkan dari tuan Remy, anda benar-benar cerdas,"
"Itu benar, anda mang Duke yang paling cerdas dibanding dengan Duke yang lainnya,"
"Padahal belum lama sejak terkuaknya rencana yang sebelumnya anda buat dan jalankan, tetapi anda sudah mbuat rencana baru saja. Anda benar-benar hebat, saya kagum dengan anda," ucap para bangsawan.
reka yang awalnya duduk mulai berdiri dan bertepuk tangan sebagai bentuk pujian kepada Duke Remy.
"Kalian tidak perlu mujiku seperti itu, aku tahu kalian cuma sedang njilat. Kalian tenang saja, asal kalian tidak ngkhianatiku, aku akan mberikan kalian jabatan yang bagus setelah aku rebut kerajaan ini nanti. Jadi kalian tidak perlu sampai njilatku agar kalian diberikan jabatan yang bagus," ucap Duke Remy.
Para bangsawan yang sebelumnya berdiri dan bertepuk tangan pun terdiam, lalu reka mulai duduk kembali.
"Tentu saja, bagi kalian yang ngkhianatiku, kalian tidak hanya tidak diberikan jabatan yang bagus, kalian akan ndapatkan hukuman yang berat dariku. Contohnya seperti ngubah kalian njadi seperti reka yang sedang berdiri di setiap sisi ruangan ini," ucap Duke Remy.
Para bangsawan itu lalu mulai lihat ke arah setiap sisi dari ruangan itu. Wajah reka nampak pucat dan reka pun terlihat cemas saat lihat ke setiap sisi dari ruangan itu. Itu karena di setiap sisi dari ruangan itu ada banyak iblis buatan yang berbaris.
"Raja Albert, nona Harriet, dan nona Claret, aku berhasil ngubah reka njadi iblis dan sekarang reka njadi salah satu bidakku yang tidak akan pernah mbantah perintahku. Jika kalian ngkhianatiku, aku akan ngubah kalian njadi seperti reka, yaitu sebuah bidak yang tidak akan pernah mbantah perintahku," ucap Duke Remy.
Raut wajah para bangsawan itu semakin cemas. Keringat terlihat ngucur deras di wajah reka.
"Tetapi, kalau dipikir-pikir, kalian itu terlalu lemah untuk njadi bidakku. Jadi mungkin aku tidak akan ngubah kalian njadi bidakku karena aku tidak mau mbuang darah nona yang kupunya untuk diberikan kepada orang lemah seperti kalian. Jadi mungkin lebih baik aku akan nyiksa kalian sebagai hukuman apabila kalian berkhianat kepadaku," ucap Duke Remy.
Para bangsawan itu semakin cemas dan wajah reka pun semakin pucat.
"Tapi kalian tidak perlu khawatir, aku hanya lakukan itu apabila kalian ngkhianatiku. Kalian akan tetap aman apabila kalian tidak ngkhianatiku. Lagipula aku masih mbutuhkan orang-orang seperti kalian untuk mbantuku setelah aku berhasil rebut kerajaan ini dan njadi pemimpinnya. Aku bisa saja rintahkan para bidakku untuk ngisi jabatan dan posisi di kerajaan ini nanti, tetapi para bidakku hanya bisa nerima perintah yang sederhana, reka tidak bisa nerima perintah yang sulit seperti nyuruh reka untuk ngatur dan mimpin suatu wilayah. Maka dari itu, aku masih mbutuhkan orang-orang seperti kalian untuk ngisi jabatan dan posisi di kerajaan ini nanti," ucap Duke Remy.
Para bangsawan itu terdiam. Tidak lama kemudian, reka mulai bersuara kembali.
"S-saya berjanji kalau saya tidak akan ngkhianati anda, tuan,"
"S-saya juga berjanji,"
"S-saya juga," ucap para bangsawan itu.
"Aku tidak hanya butuh janji dari kata-kata kalian, tapi aku juga butuh tindakan kalian dalam nepati janji yang kalian katakan. Karena bisa saja kalian ngatakan janji kalau kalian tidak ngkhianatiku, tetapi pada akhirnya kalian lakukan suatu tindakan untuk ngkhianatiku," ucap Duke Remy.
Para bangsawan itu kembali terdiam. Namun tidak lama kemudian mulai berkata sesuatu dengan lantang.
"Kami berjanji kalau kami tidak akan ngkhianati anda baik dari kata-kata ataupun tindakan yang kami lakukan, tuan," ucap para bangsawan itu.
"Bagus. Aku harap kalian nepati janji itu, aku mohon kerja samanya mulai dari sekarang," ucap Duke Remy.
"Baik, tuan. Kami juga mohon kerja sama," ucap para bangsawan itu.
Duke Remy lalu tersenyum setelah ndengarkan perkataan para bangsawan itu.
"Sekarang, aku akan mberitahukan rencana apa yang telah aku buat kepada kalian. Untuk sekarang, aku dan para bidakku tidak akan lakukan tindakan apapun selama ’status darurat keamanan’ di kerajaan ini belum dicabut oleh Yang Mulia Ratu. Status itu mbuat seluruh prajurit di kerajaan ini diharuskan untuk ngawasi daerah atau wilayah tempat reka ditugaskan. Pengawasan dan penjagaan yang dilakukan oleh para prajurit kerajaan ini akan lebih ketat dibandingkan dengan biasanya dengan adanya status itu. Oleh karena itu, aku tidak akan lakukan tindakan atau pergerakan karena tindakan yang aku lakukan mungkin akan diketahui oleh para prajurit atau pihak kerajaan ini,"
"Lalu, tidak lama lagi Yang Mulia Ratu akan lantik kedua Duke yang baru untuk nggantikan tuan Darwin yang sebelumnya njabat sebagai Duke San Minerva dan tuan Jas yang sebelumnya njabat sebagai Duke San Angela. Kedua Duke baru yang akan dilantik oleh Yang Mulia Ratu nanti sepertinya adalah orang yang akan selalu ndukung segala keputusan dan peraturan yang dibuat oleh Yang Mulia Ratu, berbeda dengan tuan Darwin dan tuan Jas yang sebelumnya selalu kontra dengan keputusan dan peraturan apapun yang dibuat oleh Yang Mulia Ratu apabila keputusan dan peraturan itu rugikan reka berdua. Karena itu, aku tidak boleh bersikap ncurigakan lagi ke depannya. Aku juga harus berpura-pura untuk nyetujui segala keputusan dan peraturan yang dibuat oleh Yang Mulia Ratu. Jika tidak, mungkin aku akan dicurigai oleh beliau sebagai orang yang ncurigakan,"
"Namun aku hanya berpura-pura saja njadi orang yang ndukung keputusan dan peraturan yang dibuat oleh Yang Mulia Ratu. Semua ini demi rencana baru yang telah aku buat. Aku berencana untuk mbuat kerusuhan dan pemberontakan di seluruh kerajaan ini disaat reka nganggap kalau tidak akan ada penyerangan lagi yang terjadi di kerajaan ini," ucap Duke Remy.
Para bangsawan nampak terkejut setelah ndengar perkataan Duke Remy. reka seperti tidak nyangka kalau Duke Remy akan rencanakan untuk mbuat kerusuhan dan pemberontakan di seluruh kerajaan ini. Setelah itu, ada seorang bangsawan yang ngangkat tangannya. Para bangsawan yang lain pun lihat ke arah bangsawan yang sedang ngangkat tangannya itu, begitupun juga dengan Duke Remy.
"Ada apa ? Kenapa kamu ngangkat tangan ?," tanya Duke Remy.
"M-maaf karena telah ngganggu saat anda sedang berbicara, tuan. S-saya hanya ingin bertanya kapan tepatnya anda njalankan rencana untuk mbuat kerusuhan di kerajaan San Fulgen disaat kerajaan San Fulgen nganggap kalau tidak akan ada serangan lagi ? K-karena saat ini kerajaan San Fulgen sedang nerapkan ’status darurat keamanan’ dan masih belum tahu kapan ’status darurat keamanan’ ini akan dicabut," ucap bangsawan itu.
"Pertanyaan bagus. Kapan tepatnya aku njalankan rencana untuk mbuat kerusuhan disaat kerajaan ini nganggap kalau tidak akan ada serangan lagi di kerajaan ini, sedangkan ’status darurat keamanan’ di kerajaan ini juga belum diketahui kapan akan dicabut ? ’Status darurat keamanan’ yang diumumkan oleh Yang Mulia Ratu, mungkin akan berlangsung selama satu tahun. Dengan catatan, selama satu tahun berlangsungnya ’status darurat keamanan’ itu tidak terjadi sebuah insiden seperti insiden penyerangan di penjara San Sabaneta dan penyerangan di desa Aston. Jika selama satu tahun itu tidak ada insiden yang terjadi, maka ’status darurat keamanan’ itu akan dicabut. Namun, bisa juga ’status darurat keamanan’ ini akan dicabut kurang dari satu tahan atau mungkin lebih, tergantung situasi di kerajaan ini. Maka dari itu, aku tidak akan lakukan tindakan penyerangan lagi di kerajaan ini agar ’status darurat keamanan’ yang diterapkapkan di kerajaan ini dapat secepatnya dicabut,"
"Lalu, skipun ’status darurat keamanan’ di kerajaan ini telah dicabut, aku masih tidak akan lakukan tindakan penyerangan lagi. Aku lakukan ini agar seluruh orang di kerajaan ini secara perlahan mulai nganggap kalau kerajaan ini telah njadi damai kembali, tidak ada insiden penyerangan lagi yang terjadi di suatu wilayah di kerajaan ini. Namun, ski aku tidak lakukan penyerangan, aku akan tetap lakukan sesuatu secara diam-diam untuk mperkuat pasukanku agar rencana kerusuhan yang aku buat ini dapat berjalan dengan lancar,"
"Rencana ini akan dilakukan 2 tahun lagi, tepatnya saat turnan San Fulgen Akademiya dilaksanakan. Aku yakin 2 tahun lagi ’status darurat keamanan’ di kerajaan ini sudah dicabut. Lalu dengan tidak adanya tindakan penyerangan lagi sampai rencana itu dijalankan, aku yakin sebagian besar orang-orang di kerajaan ini secara perlahan akan nganggap kalau kerajaan ini telah njadi damai kembali. Jika reka nganggap seperti itu, maka reka pastinya akan njadi lengah,"
"Lalu kenapa aku milih untuk njalankan rencana ini saat turnan San Fulgen Akademiya sedang berlangsung ? Alasannya karena saat turnan akademi,, tepatnya saat pertandingan final pastinya akan dihadiri oleh banyak bangsawan penting seperti Yang Mulia Ratu dan semua Duke. Aku yakin tuan Louis yang rupakan Duke San Lucia juga akan hadir di turnan akademi saat itu karena dia sudah tidak miliki konflik lagi dengan para Duke yang lainnya ngingat tuan Darwin dan tuan Jas yang sering berkonflik dengan beliau juga telah tewas. Sentara aku yang sebelumnya juga berkonflik dengan beliau juga sudah minta maaf dengan alasan kalau aku hanya ikut-ikut saja dengan apa yang dilakukan oleh tuan Darwin dan tuan Jas,"
"Kemudian, ketika tuan Louis datang ke akademi, aku akan rintahkan para bidak iblisku untuk nyerang kota San Lucia disaat tuan Louis tidak ada dan mbunuh seluruh keluarga San Lucia yang tinggal di kota itu. Lalu, untuk ncegah adanya bantuan yang datang dari tempat lain, aku juga akan rintahkan para bidak iblisku untuk nyerang wilayah lain di kerajaan San Fulgen agar para prajurit kerajaan ini akan terfokus dalam penyerangan yang terjadi di wilayah penjagaan reka masing-masing, sehingga reka tidak bisa mbantu wilayah lain. Adanya kerusuhan di wilayah lain yang ada di kerajaan San Fulgen juga akan mbuat tidak adanya bantuan yang akan datang ke San Fulgen Akademiya apabila akademi itu ngalami serangan,"
"Setelah mastikan kalau tidak akan ada bantuan yang liputi para prajurit atau komandan prajurit yang datang ke akademi, aku akan langsung rintahkan para bidak iblis terkuatku untuk nyerang akademi disaat turnan akademi sedang berlangsung. Tidak hanya para bidakku saja, aku sendiri juga akan ikut nyerang akademi itu. Aku dan para bidakku akan mbunuh Yang Mulia Ratu dan tuan Louis di akademi ketika reka sedang nonton pertandingan turnan akademi. Tidak hanya reka berdua, aku juga akan mbunuh kedua Duke yang baru yang pastinya akan hadir juga di turnan akademi itu. Namun, tentu tidak akan mudah untuk mbunuh reka karena reka pastinya akan lakukan perlawanan, tetapi ini hanya masalah waktu saja. Dengan tidak adanya bantuan yang datang ke akademi saat akademi sedang diserang, hanya masalah waktu saja sampai reka kelelahan dalam nghadapi para bidakku yang nyerang reka. Setelah reka kelelahan, mbunuh reka akan sangat mudah seperti mbalikkan telapak tangan. Bahkan untuk Yang Mulia Ratu sekalipun yang rupakan penyihir terkuat di kerajaan ini, mbunuhnya bukanlah suatu pekerjaan yang sulit apabila dia sudah kelelahan karena terus lawan para bidak terkuatku," ucap Duke Remy.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)