"Kabar tentang hancurnya kerajaan Framtida sudah tersebar ke seluruh benua Utara ini. Saya pun juga tahu kalau alasan hancurnya kerajaan Framtida karena ada seorang komandan pasukan iblis yang ngacau di kerajaan itu, lalu ras Malaikat turun untuk nghabisinya dan malah berakhir dengan hancurnya seluruh kerajaan itu. ’Si Bodoh’ yang nona maksud tadi apakah itu rupakan komandan pasukan iblis yang ngacau di kerajaan Framtida ?," tanya Duke Remy.
"Iya, komandan pasukan iblis yang ngacau di kerajaan itu adalah ’Si Bodoh’ itu. Apa kamu tahu tentang kerajaan Framtida, Remy ?," tanya nona Leirion.
"Saya tidak pernah ngunjungi kerajaan itu karena hancurnya kerajaan itu sudah sekitar 51 tahun yang lalu dimana saat itu saya belum lahir, namun saya sedikit ngetahui tentang kerajaan itu, nona. Kerajaan Framtida adalah kerajaan yang paling maju dan modern di benua Utara saat itu," ucap Duke Remy.
"Ya, kamu benar. Saat kerajaan Framtida masih ada, kerajaan Framtida adalah kerajaan yang paling maju di benua Utara, baik itu dari teknologi, bangunan, persenjataan, transportasi dan lainnya. Karena hal itu, Yang Mulia Raja Iblis ingin rebut kerajaan itu dan mbuat kerajaan itu njadi wilayahnya, tentu saja secara sembunyi-sembunyi. Kemudian, Yang Mulia Raja Iblis pun rintahkan ’Si Bodoh’ itu untuk rebut kerajaan Framtida secara sembunyi-sembunyi. Tetapi entah apa alasannya, ’Si Bodoh’ itu malah ngacau di kerajaan Framtida. Dia ngacau dengan nggunakan kekuatannya yang besar di kerajaan itu. Karena hal itu, para Malaikat yang nyadari dan rasakan kekuatan besarnya itu langsung pergi ke kerajaan Framtida untuk nghabisinya. Bahkan ’Sang Malaikat Agung’ juga ikut pergi ke kerajaan Framtida untuk nghabisinya. Karena ulah ’Si Bodoh’ itu, para Malaikat dan ’Sang Malaikat Agung’ sampai harus nghancurkan seluruh kerajaan Framtida hanya untuk nghabisinya. Jika saja dia tidak ngacau dan ngeluarkan kekuatannya yang besar itu, para Malaikat mungkin tidak akan tahu tentang keberadaannya. Karena hal itulah, dia disebut sebagai ’Si Bodoh’," ucap nona Leirion.
"Jadi begitu kejadian yang sebenarnya. Pada awalnya ras iblis berniat untuk rebut kerajaan Framtida namun rencana reka gagal karena ulah komandan pasukan iblis yang diperintah untuk rebut kerajaan itu dan mbuat kerajaan itu hancur oleh para Malaikat. Lalu bagaimana dengan komandan pasukan iblis itu, nona ? Saya ndapatkan informasi kalau komandan pasukan iblis yang ngacau di kerajaan Framtida telah tewas karena ikut terkena serangan yang dilancarkan ’Sang Malaikat Agung’ ke kerajaan Framtida. Serangan itu langsung mbuat kerajaan Framtida hancur dan para penduduknya pun langsung tewas tak bersisa," ucap Duke Remy.
"Tidak, ’Si Bodoh’ itu belum tewas," ucap nona Leirion.
Duke Remy yang ndengar itu pun terkejut.
"ski dikepung dan diserang oleh para Malaikat dan juga ’Sang Malaikat Agung’, komandan pasukan iblis itu berhasil selamat ?," tanya Duke Remy yang terkejut.
"skipun tindakannya itu bodoh karena telah ngacau di kerajaan Framtida, tetapi di antara kami yang rupakan komandan pasukan iblis, dia rupakan komandan pasukan iblis terkuat. Para Malaikat tentu tahu tentang dia, makanya ’Sang Malaikat Agung’ pun langsung turun tangan untuk nghabisinya karena jika reka berhasil nghabisi komandan pasukan iblis terkuat, itu akan mbuat ras Iblis kehilangan kekuatan tempur yang cukup besar,"
"mang saat ini dunia terlihat damai, baik ras Iblis ataupun ras Malaikat tidak nyerang satu sama lain ke wilayah masing-masing. Namun aku yakin ras Malaikat juga rencanakan untuk nyerang ras Iblis ke depannya, sama seperti ras Iblis yang rencanakan untuk nyerang ras Malaikat. ski aku tidak tahu reka sedang rencanakan apa karena tidak ada pergerakan sama sekali dari reka. reka hanya diam saja di atas sana seperti seorang pemalas. Tapi setidaknya ada bukti kuat kalau reka juga rencanakan sesuatu dengan ngetahui kalau reka ingin sekali nghabisi ’Si Bodoh’ itu sampai ’Sang Malaikat Agung’ ikut turun tangan,"
"Namun pada akhirnya reka tidak mampu mbunuh ’Si Bodoh’ itu karena dia berhasil selamat dari kerajaan Framtida dan kembali ke kerajaan Iblis di benua Selatan. Namun skipun tidak mampu mbunuh ’Si Bodoh’ itu, setidaknya reka mberikan luka yang cukup parah kepada ’Si Bodoh’ itu," ucap nona Leirion.
"Lalu bagaimana dengan keadaan komandan itu sekarang, nona ? Apakah komandan itu juga sama seperti nona yang diperintah untuk rebut suatu kerajaan atau negara di benua Utara ini ?," tanya Duke Remy.
"Karena kegagalannya dalam rebut kerajaan Framtida, ’Si Bodoh’ itu pun ditahan di penjara terbesar dan terketat yang berada di kerajaan Iblis. Dia masih ditahan sampai saat ini. skipun dia sudah bebas pun aku tidak yakin kalau dia akan diperintah kembali untuk rebut suatu kerajaan atau negara di benua Utara ini. ngingat kegagalannya dalam rebut kerajaan Framtida, dia bisa saja ngalami kegagalan lagi," ucap nona Leirion.
"Hmm begitu ya, terima kasih karena telah njawab pertanyaan saya dan mberikan saya informasi, nona. Lalu saya ingin minta maaf sekali lagi karena nyarankan untuk bekerja sama dengan Engill Forstorelse," ucap Duke Remy.
"Sudahlah, lupakan saja itu," ucap nona Leirion.
"Baik, nona. Ngomong-ngomong, saya takjub dengan nona. Nona miliki banyak informasi tentang benua Utara ini, padahal nona tidak berasal dari benua Utara. Bahkan nona ngetahui organisasi yang bernama Engill Forstorelse, padahal saya sendiri tidak tahu tentang organisasi itu skipun saya adalah orang yang berasal dari benua Utara ini," ucap Duke Remy.
"Untuk Engill Forstorelse, itu wajar apabila kamu tidak ngetahuinya. Itu karena Engill Forstorelse rupakan organisasi rahasia, tidak banyak orang yang tahu tentang organisasi itu. Alasan kenapa aku ngetahui tentang benua Utara ini ataupun tentang Engill Forstorelse, itu karena sejak dulu ras Iblis miliki banyak mata-mata di benua Utara ini. Mata-mata itulah yang ditugaskan untuk ncari informasi tentang benua Utara ini. Kami yang rupakan para komandan pasukan iblis pun terkadang diperintahkan untuk pergi ke suatu tempat di benua Utara ini untuk ndapatkan informasi. Kami ini selalu lakukan pergerakan baik secara terang-terangan ataupun sembunyi-sembunyi. Kami bukanlah ras pemalas, tidak seperti reka yang ada di atas sana," ucap nona Leirion.
Nona Leirion ngatakan itu sambil noleh ke belakang lalu lihat ke arah bulan yang ada di atas. Setelah lihat bulan selama beberapa saat, nona Leirion pun kembali noleh ke arah Duke Remy.
"Bahkan kami, para komandan pasukan Iblis juga ditugaskan untuk njadi pemimpin kerajaan atau negara yang berada di benua Selatan. Aku yakin kamu sudah tahu tentang benua Selatan dimana seluruh kerajaan dan negara di benua itu berada di bawah kendali langsung Yang Mulia Raja Iblis. Entah kerajaan atau negara itu adalah kerajaan khusus manusia, Elf, Demi-Human atau ras lainnya, pemimpin yang mimpin kerajaan dan negara itu harus rupakan seorang iblis tingkat tinggi yang ditunjuk langsung oleh Yang Mulia Raja Iblis. Hukum yang diberlakukan di setiap kerajaan dan negara di benua Selatan pun harus ngikuti hukum yang diberlakukan Yang Mulia Raja Iblis,"
"Dengan setiap kerajaan dan negara di benua selatan dipimpin langsung oleh seorang iblis, jika ada sesuatu yang terjadi di kerajaan atau negara itu, Yang Mulia Raja Iblis akan langsung ngetahuinya. Jika ada suatu pemberontakan untuk lengserkan pemimpin suatu kerajaan atau negara di benua Selatan, Yang Mulia Raja Iblis akan langsung nghukum para pemberontak itu karena reka berani lengserkan pemimpin kerajaan atau negara reka yang ditunjuk langsung oleh Yang Mulia Raja Iblis sendiri,"
"Karena itu, di setiap kerajaan dan negara di benua Selatan tidak pernah terdengar adanya kekacauan ataupun keributan. Karena jika reka lakukan itu, Yang Mulia Raja Iblis akan langsung nghukum reka. ski begitu, bukan berarti kehidupan di benua Selatan itu sudah damai. Karena masih ada diskriminasi dan perbudakan antar ras yang terjadi di benua Selatan. Yah aku sendiri tidak peduli dengan hal seperti itu, aku tidak peduli mau ada diskrimasi dan perbudakan atau tidak," ucap nona Leirion.
"Ya, saya sudah ngetahui kalau negara dan kerajaan yang ada di benua Selatan itu dipimpin langsung oleh para Iblis yang njadi bawahan Yang Mulia Raja Iblis. Kalau begitu, anda sendiri juga rupakan seorang pemimpin kerajaan atau negara, nona ?," tanya Duke Remy.
"Iya, aku rupakan seorang Ratu dari sebuah kerajaan multi-ras yang berada di benua Selatan. Kerajaan itu adalah kerajaan besar yang dikelilingi oleh kerajaan-kerajaan kecil yang berada di sekitar kerajaan itu. Aku hanya njadi Ratu untuk kerajaan itu saja, sedangkan kerajaan-kerajaan kecil yang berada di sekitar kerajaan itu dipimpin oleh para anak buahku. ski hanya njadi pemimpin untuk 1 kerajaan, tetapi tugas pemimpin kerajaan itu sangat berat dan lelahkan. Maka dari itu aku tidak mau lagi mimpin kerajaan atau negara lain. Jadi jika kamu sudah berhasil rebut kerajaan ini, kamu lah yang akan njadi pemimpin kerajaan ini, Remy. Tapi kamu tetap berada di bawah kendaliku dan Yang Mulia Raja Iblis," ucap nona Leirion.
"Baik, nona," ucap Duke Remy sambil berlutut dan nundukkan kepalanya ke bawah.
"Baiklah kalau kamu ngerti. Kalau begitu aku mau pergi dulu. Aku harus kembali ke kerajaan yang aku pimpin di benua Selatan. Sepertinya para anak buahku sudah khawatir karena aku telah ninggalkan benua Selatan cukup lama. Yah skipun belum ada seminggu sejak aku ninggalkan benua Selatan,"
"Sebelum aku pergi, aku akan ngembalikan para iblis yang telah aku kalahkan terlebih dahulu," ucap nona Leirion.
Nona Leirion lalu natap ke arah komandan Dayne dan senior Vyn yang sedang terlilit oleh tangkai bunga berwarna hitam dengan kondisi tubuh yang telah ngering seperti mumi. Saat natap ke arah komandan Dayne dan senior Vyn, pupil mata nona Leirion yang berwarna rah terlihat bersinar lebih terang dari sebelumnya. Sentara itu, bunga-bunga Lily berwarna rah yang tumbuh di tangkai yang lilit komandan Dayne dan senior Vyn secara perlahan mulai layu. Di saat yang sama, tubuh komandan Dayne dan senior Vyn mulai kembali normal seperti semula. Ketika seluruh bunga yang ada di tangkai itu sudah layu, tubuh komandan Dayne dan senior Vyn pun telah kembali seperti semula. Duke Remy yang lihat hal itu pun terkejut.
Lalu nona Leirion pun lakukan hal yang sama kepada para prajurit lainnya yang telah berubah njadi iblis.
Beberapa saat kemudian, seluruh iblis di ruangan ini yang telah dikalahkan oleh nona Leirion pun telah kembali seperti semula. reka semua pun telah hidup kembali.
"Saya tidak nyangka kalau nona bisa nghidupkan reka kembali," ucap Duke Remy.
"Kurang tepat apabila nyebutku bisa nghidupkan reka kembali. Aku hanya ngembalikan darah dan nutrisi milik reka yang aku serap sebelumnya," ucap nona Leirion.
"Hmmm begitu ya," ucap Duke Remy.
Setelah itu, Duke Remy rintahkan para iblis di ruangan itu termasuk senior Vyn dan komandan Dayne untuk ninggalkan ruangan itu. Para Iblis itu pun ngikuti perintah Duke Remy dan langsung ninggalkan ruangan itu.
"Mungkin saya telat untuk nanyakan ini tetapi apakah nona nyerang reka karena rekalah yang nyerang nona duluan ?," tanya Duke Remy.
"Ya, itu benar," ucap nona Leirion.
"Jika reka nyerang nona, seharusnya nona bisa langsung rintahkan reka untuk berhenti. Karena darah iblis yang ada di tubuh reka berasal dari darah nona, nona juga bisa ngendalikan reka. Nona tidak perlu mbuang tenaga untuk nyerang reka," ucap Duke Remy.
"Aku sama sekali tidak mbuang tenaga ketika nyerang reka. reka semua berhasil aku kalahkan dengan hanya satu serangan saja. mang seharusnya aku bisa rintahkan reka untuk berhenti, tetapi aku mpunyai alasan tersendiri kenapa harus nyerang reka. Alasanku nyerang reka adalah untuk lihat kemampuan iblis yang kamu buat. Namun ternyata iblis yang kamu buat sangatlah lemah," ucap nona Leirion.
"Maafkan saya tentang itu, nona," ucap Duke Remy.
"Sudahlah, lagipula alasan kamu tidak bisa mbuat iblis yang kuat karena terbatasnya darah milikku yang kamu punya. Tetapi karena kamu sudah diberikan darah tambahan, kamu seharusnya sudah bisa untuk mbuat pasukan iblis yang kuat," ucap nona Leirion.
"Iya, nona. Saya berjanji kalau saya akan mbuat pasukan iblis yang kuat untuk rebut kerajaan ini," ucap Duke Remy.
"Aku pegang janjimu itu. Baiklah, kalau begitu aku pergi du-," ucap nona Leirion.
Namun sebelum nona Leirion nyelesaikan perkataannya, pandangannya ngarah ke ja lain yang berada di pojok ruangan dekat pintu masuk ruangan tempat reka berada. Di atas ja itu, terdapat sebuah surat kabar yang terbit hari ini. Nona Leirion yang lihat surat kabar itu pun langsung berjalan ke arah ja tersebut dan ngambil surat kabar tersebut untuk dibaca. Nona Leirion mbaca surat kabar itu tepat di halaman dimana terdapat banyak berita yang muat tentang Rid. Di halaman tersebut juga terdapat banyak foto Rid. Nona Leirion terus mperhatikan foto Rid yang berada di surat kabar itu.
"Rid Archie.....," ucap nona Leirion.
Matanya tidak berhenti untuk lihat foto Rid yang ada di surat kabar itu.
"Remy, apakah kamu kenal dengan anak bernama Rid Archie ini ?," tanya nona Leirion.
"Saya ngenalnya, nona. Dia adalah seorang murid di San Fulgen Akademiya. Namanya mulai terkenal ketika dia berkontribusi dalam lawan kelompok penyerang yang kemungkinan rupakan anggota Engill Forstorelse ketika kelompok itu nyerang akademi. Lalu popuralitasnya mulai naik lagi ketika dia terlibat dalam insiden pembunuhan di hutan Hevea dan insiden munculnya Iblis di gedung pengadilan yang ada di ibukota kerajaan,"
"skipun dia terkenal, saya sangat mbencinya. Karena dia lah yang mbuat rencana yang saya buat sebelumnya ngalami kegagalan," ucap Duke Remy.
"Jadi dia yang mbuat rencanamu ngalami kegagalan," ucap nona Leirion sambil terus mbaca surat kabar di tangannya.
"Iya, nona. Karena hal itu, saya berniat untuk mbalas perbuatannya karena telah nggagalkan rencana saya," ucap Duke Remy.
Setelah Duke Remy berkata seperti itu, nona Leirion nampak tersenyum setelah sebelumnya dia belum pernah senyum sama sekali. Namun tidak diketahui alasan nona Leirion tersenyum, apakah karena ndengar perkataan Duke Remy atau karena lihat foto Rid yang ada di surat kabar itu. ski nona Leirion tersenyum, Duke Remy tidak bisa lihatnya karena nona Leirion saat ini sedang mbelakangi Duke Remy.
Setelah beberapa saat lihat dan mbaca surat kabar itu, nona Leirion lalu naruh surat kabar itu kembali ke atas ja.
"Terserah saja apabila kamu mau mbalas perbuatan anak itu atau tidak, yang terpenting kamu jangan lupakan tujuan utamamu, Remy," ucap nona Leirion.
"Tentu saja, nona, saya tidak akan lupakan tujuan utama saya," ucap Duke Remy.
"Ya sudah, kalau begitu aku pergi dulu, Remy. Sampai jumpa lain waktu," ucap nona Leirion.
"Iya, sampai jumpa, nona. Dan juga hati-hati dalam perjalanan anda," ucap Duke Remy.
Setelah nona Leirion ngatakan itu, tiba-tiba tubuh nona Leirion berubah njadi kelopak-kelopak bunga berwarna hitam. Kelopak-kelopak bunga berwarna hitam itu lalu mulai terpisah dan nyebar ke seluruh ruangan itu. Kemudian, kelopak-kelopak bunga itu pun beterbangan ninggalkan ruangan itu.
Sentara itu, Duke Remy terus lihat ke arah kelopak bunga yang beterbangan itu. Setelah itu, Duke Remy ndekat ke arah ja dimana di atas ja itu terdapat 5 buah wadah yang berisi darah nona Leirion. Duke Remy lalu ngambil dan gang satu buah wadah itu.
"Rid Archie, tidak hanya nggagalkan rencanaku saja, tetapi kamu juga mbuatku kehilangan banyak ’subjek’ dan bidak. Kamu harus mbayar semua perbuatanmu itu. Mungkin aku tidak bisa nyentuhmu secara langsung karena saat ini kamu sedang berada di akademi, apalagi saat ini ada Violetta yang njaga akademi. Tetapi aku masih bisa nyentuh orang-orang yang miliki hubungan denganmu. Aku akan mbunuh orang-orang yang miliki hubungan denganmu," ucap Duke Remy dengan raut wajah yang terlihat marah.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)