Font Size
15px

Pagi harinya, di akademi.

Kabar tentang ’Insiden Pembunuhan Putra Duke San Angela’ dan ’Insiden Pembantaian Di Hutan Hevea’ telah tersebar ke seluruh akademi dan langsung mbuat heboh seluruh akademi saat ini. Normalnya surat kabar yang diterbitkan oleh Diganta tidak beredar di kalangan murid akademi, yang mbuat semua murid tidak ngetahui suatu kabar yang terjadi di wilayah kerajaan San Fulgen. Namun karena insiden yang terjadi kali ini libatkan murid dari akademi yaitu Enzo William San Angela yang juga rupakan putra Duke San Angela sebagai korban dari insiden ini, dan juga Rid Archie sebagai pelaku dalam insiden ini mbuat para murid itu ngetahui tentang kabar ini. Apalagi, orang-orang dewasa yang berada di akademi itu seperti para prajurit, pengajar dan staf akademi yang telah mbaca surat kabar itu juga ikut mbagikan kabar itu kepada murid-murid lainnya yang mbuat seluruh orang yang berada di akademi saat ini telah ngetahui tentang kabar itu.

"Hei, apa kamu telah ngetahui tentang kabar yang nghebohkan hari ini ?,"

"Aku sudah ngetahuinya, itu tentang Rid yang telah mbunuh tuan muda Enzo kan ?,"

"Iya. Aku tidak nyangka kalau Rid bisa lakukan hal seperti itu,"

"Aku juga tidak nyangkanya. Apa mungkin sebenarnya Rid telah dijebak dalam insiden ini ?,"

"Aku juga berpikir seperti itu,"

Beberapa orang nampak tidak percaya dengan kabar yang nghebohkan itu.

"Rakyat jelata itu benar-benar keterlaluan. Beraninya dia mbunuh tuan muda Enzo yang rupakan putra dari seorang Duke,"

"Tapi dengan begini, dia akan rasakan akibatnya. Dengan mbunuh tuan muda Enzo, hukuman mati akan datang kepadanya,"

"Hahaha itu benar. Dengan begitu dia akan mati dan kita tidak akan lihatnya lagi di akademi ini. Aku sudah muak lihat wajahnya dan tingkahnya yang sombong itu, padahal dia hanyalah seorang rakyat jelata,"

Beberapa orang lainnya ada yang bersyukur setelah ndengar tentang kabar yang nghebohkan itu. Dan sisanya tidak peduli dengan kabar itu. reka milih untuk diam dan tidak berkontar apapun setelah ndengar tentang kabar itu.

-

Di ruangan Elevrad.

Para anggota Elevrad sedang berkumpul untuk mbahas tentang insiden itu. reka mutuskan untuk mbahas insiden itu karena korban dan pelaku yang terlibat dalam insiden ini rupakan anggota Elevrad juga seperti reka. Semua anggota Elevrad selain Rid dan Enzo hadir untuk ikut berkumpul dan mbahas tentang insiden ini. Tetapi ada satu orang yang tidak ikut hadir di ruangan itu, yaitu Irene.

"Aku yakin kalian semua sudah ndengar tentang kabar ini. Rid telah ditahan karena telah mbunuh Enzo di hutan Hevea kemarin dalam perjalanan reka ke kota San Angela. Tidak hanya itu, Rid juga mbunuh para prajurit Duke San Angela yang sedang lakukan suatu misi di hutan Hevea karena para prajurit itu rgoki Rid yang sudah mbunuh Enzo,"

"Di antara para prajurit yang tewas itu juga ada Javier Buston yang rupakan putra dari Marquess Marcelo Buston yang ikut serta dalam ngerjakan misi di hutan itu. Alasan Javier bisa berada bersama prajurit itu karena ayahnya minta tolong kepada Duke San Angela untuk mbiarkan Javier berlatih dengan para prajurit Duke San Angela karena ayahnya ingin agar Javier berkembang, terlebih Javier gagal dalam njadi murid akademi. Misi yang dikerjakan Javier di hutan itu termasuk dalam program latihannya bersama Duke San Angela," ucap senior Florian.

"Aku tidak percaya kalau Rid telah lakukan itu," ucap senior Darryl.

"Iya, aku juga. Padahal Rid terlihat bukan anak yang suka mbuat masalah. Lalu apa motif Rid lakukan pembunuhan terhadap Enzo, ketua ?," tanya senior Vanina.

"Aku telah mbaca keseluruhan surat kabar yang terbit hari ini dengan minjam surat kabar itu dari seorang prajurit yang bertugas. Surat kabar itu mberitahukan kalau motif aslinya masih diselidiki. Tetapi surat kabar itu juga mberitahukan kalau kemungkinan Rid lakukan pembunuhan itu karena motif dendam. Rid miliki suatu dendam kepada Enzo," ucap senior Florian.

reka semua pun terdiam ndengar itu.

"Aku tidak percaya itu," ucap Chloe.

Tapi Chloe berbicara dengan sangat pelan hingga mbuat senior Florian tidak ndengar dengan jelas apa yang Chloe ucapkan itu.

"Hmmm ada apa, Chloe ?," tanya senior Florian.

"Aku bilang aku tidak mpercayai tentang kabar itu!. Tidak mungkin Rid lakukan hal itu. Ini pasti hanyalah sebuah kesalahpahaman!," ucap Chloe dengan keras.

Suara Chloe yang keras mbuat anggota Elevrad yang lainnya terkejut karena baru kali ini reka ndengar Chloe bersuara dengan keras. Karena biasanya Chloe miliki kepribadian yang nampak tenang dan berwibawa karena dia rupakan putri dari kerajaan San Fulgen.

"Aku tahu kalau kamu tidak mpercayai tentang surat kabar ini, Chloe. Tetapi faktanya surat kabar itu telah mberitahukan hal seperti itu yang mbuat kita harus mpercayainya," ucap senior Florian.

"Barusan kamu bilang kalau Javier rupakan salah satu dari para prajurit yang tewas itu kan, senior ?," tanya Chloe.

"Ya, itu benar," ucap senior Florian.

"Saat ujian masuk yang diadakan sebelum tahun ajaran ini dimulai. Javier sempat berusaha untuk nyerang Rid tapi Rid bisa dengan cepat ngatasi Javier. Javier nyimpan dendam terhadap Rid karena Rid berhasil nang lawan Javier di ujian masuk yang diadakan satu tahun yang lalu ketika kami masih njadi calon murid. Kekalahan itu nyebabkan Javier gagal njadi murid akademi. Dan karena itulah Javier nyimpan dendam terhadap Rid dan berusaha untuk nyerangnya dan bahkan mbunuhnya,"

"Aku yakin apa yang sebenarnya terjadi di hutan itu adalah karena Javier yang nyerang Rid lebih dulu ketika dia lihat Rid di hutan itu. Javier berusaha untuk mbunuh Rid tapi malah dia yang dibunuh oleh Rid. Para prajurit yang lain dan juga Enzo yang lihat hal itu pasti langsung nyerang Rid tapi sayangnya rekalah yang mati dibunuh oleh Rid. Aku yakin Rid tidak bersalah, dia hanya ncoba lindungi dirinya sendiri tetapi malah dijebak dan ditusuk sebagai pelaku dalam insiden itu. Kamu setuju denganku kan, kak ?," tanya Chloe kepada Charles.

"Aku setuju dengan itu. Tidak mungkin Rid lakukan hal gila seperti itu," ucap Charles.

"Aku tahu kalian rupakan temannya Rid karena selalu bersama Rid selama ini, jadi kalian selalu nyangkal tentang apa yang diberitakan di surat kabar ini. Tetapi surat kabar ini sudah mberitahu tentang apa yang sebenarnya terjadi di hutan itu, tidak mungkin surat kabar ini nyebarkan berita bohong ke seluruh wilayah San Fulgen," ucap senior Florian.

Setelah senior Florian berbicara seperti itu, Elaina tiba-tiba ngangkat tangannya.

"Permisi, bolehkah aku ikut berbicara ?," tanya Elaina.

"Silahkan, Elaina, apa yang ingin kamu bicarakan ?," tanya senior Florian.

"Ini tentang perkataan senior Chloe tentang Javier. Di ujian masuk sebelumnya, aku sempat bertarung lawan Javier di ujian masuk tahap ketiga. Saat aku bertarung dengannya, dia bilang ada seseorang yang ingin dia bunuh di akademi ini dan ternyata orang yang ingin dia bunuh adalah senior Rid. Jadi nurutku penjelasan yang dikatakan oleh senior Chloe itu ada benarnya kalau senior Rid sebenarnya tidak bersalah dalam insiden itu dan mungkin penyebab kejadian itu bermula karena Javier yang lebih dulu nyerang senior Rid," ucap Elaina.

"Sudah kuduga sepertinya hal itulah yang sebenarnya terjadi di hutan itu. Permasalahannya bermula dari adanya Javier di hutan itu," ucap Chloe.

reka semua pun terdiam dan seperti sedang mikirkan sesuatu. Lalu senior Florian tiba-tiba mulai berbicara.

"Kalian bebas untuk berpendapat masing-masing. Kita tinggal nunggu hasil sidang pengadilan besok untuk ngetahui nasib Rid. Mungkin saja Rid dapat dibebaskan skipun peluang dia dibebaskan itu sangatlah kecil," ucap senior Florian.

"Tapi yah itu tidak mungkin sih. Sidang pengadilan yang akan diadakan besok bukanlah sidang untuk nentukan Rid bersalah atau tidak, lainkan sidang untuk nentukan hukuman apa yang akan Rid dapatkan. Itu berarti Rid sudah sepenuhnya bersalah di insiden ini," pikir senior Florian.

Senior Florian pun tersenyum saat mikirkan itu. Namun saat senior Florian sedang tersenyum, Elaina mperhatikan senior Florian dengan tatapan yang serius.

-

Di area pertokoan.

Terlihat Noa, Julie, Kotaro dan Lillian sedang berada di area itu untuk mbeli makanan. Saat sedang mbeli makanan, Julie rasa sedang diperhatikan oleh banyak orang.

"Kelihatannya banyak orang yang sedang mperhatikan kita," ucap Julie.

"Biarkan saja reka. Alasan reka mperhatikan kita adalah karena kita dekat dengan Rid yang rupakan pelaku dalam insiden yang tercantum di surat kabar itu," ucap Noa.

"Aku tidak mpercayai surat kabar itu. Pasti ada sesuatu yang salah dari surat kabar itu, karena Rid tidak mungkin lakukan itu," ucap Julie.

"Aku juga tidak mpercayai surat kabar itu. Saat aku ndengar kalau Javier juga terlibat dalam insiden itu, aku sudah rasa ada yang aneh dari insiden ini. Sepertinya Rid telah dijebak tapi sayangnya kita tidak bisa mbantunya karena kita hanyalah seorang murid. Kita hanya bisa berharap kalau dia akan dibebaskan di sidang pengadilan besok skipun peluangnya sangat kecil," ucap Noa.

"Iya, aku juga berharap begitu," ucap Julie.

-

Di gedung asrama.

Terlihat Leandra dan Lily tengah berada di depan pintu asrama Rid. Lalu reka berdua pun mbuka pintu asrama itu. Pintu itu tidak terkunci yang mbuat reka bisa masuk dengan mudahnya ke dalam asrama itu. Kemudian reka mulai njelajahi asrama itu untuk ncari sesuatu sampai akhirnya reka berhenti di depan pintu kamar Rid. reka berdua langsung mbuka pintu kamar itu dan nemukan Irene yang sedang mbaca buku di dalam kamar Rid.

"Seperti yang aku duga kalau kamu ada disini, nona. Sedang apa kamu disini, nona ?," ucap Leandra.

"Seperti yang kamu lihat, aku sedang mbaca buku," ucap Irene.

"Iya, aku tahu itu. Tetapi kenapa kamu mbaca buku di asrama Rid, bukankah kamu bisa mbaca buku di asramamu sendiri ?," tanya Leandra.

"Kebetulan aku ingin mbacanya disini," ucap Irene.

Setelah Irene ngatakan itu, Lily berbisik kepada Leandra.

"Kelihatannya nona tidak begitu terkejut setelah ndengar tentang kabar itu. Maksudku, sikapnya masih sama seperti biasa, bahkan ekspresinya juga," ucap Lily.

"Kelihatannya saja yang seperti itu tapi kita tidak tahu bagaimana perasaan nona yang sebenarnya karena nona ahli sekali dalam malsukan ekspresinya," ucap Leandra yang juga berbisik kepada Lily.

"Yah kamu ada benarnya," ucap Lily.

Lalu reka berdua pun berhenti berbisik.

"Anu, nona, aku yakin kamu sudah tahu tentang kabar yang nghebohkan hari ini. Bagaimana nurutmu tentang kabar itu ?," tanya Leandra.

"Hmmm bagaimana apanya ?," tanya Irene.

"Ya, tentang itu, maksudku bagaimana nurutmu tentang Rid yang disebut sebagai pelaku dalam insiden itu ?," tanya Leandra.

"Ah soal itu, aku tidak mpercayai satupun berita tentang Rid di surat kabar itu karena aku yakin kalau Rid tidak lakukan hal itu. Kalaupun mang dia lakukan hal itu, aku yakin dia miliki alasan untuk lakukan itu," ucap Irene.

"Aku juga setuju denganmu, nona. Aku harap Rid dinyatakan tidak bersalah dalam sidang pengadilan besok," ucap Leandra.

"Iya, aku juga berharap begitu. Sayang sekali aku tidak bisa mbantunya ketika dia sedang nghadapi situasi ini," ucap Irene.

"Yah mau bagaimana lagi, nona, kita saat ini hanyalah seorang murid yang tidak punya kedudukan apa-apa. Kita saja tidak bisa keluar dari akademi dengan seenaknya, jadi kita tidak bisa mbantu Rid yang sedang berhadapan dengan hukum kerajaan," ucap Leandra.

"Ya, kamu benar," ucap Irene.

"Ngomong-ngomong, nona, bagaimana dengan respon tuan Duke dan tuan Asier ketika reka ndengar tentang kabar itu ? reka berdua sudah ngakui Rid sebagai pasanganmu, jadi tentu saja reka akan sangat terkejut setelah ndengar kabar itu," ucap Leandra.

"Sesuai perkataanmu, ayahandaku dan kakakku terkejut setelah ndengar kabar itu. reka berniat untuk datang nonton sidang pengadilan kasus Rid keesokan harinya. Selain itu, reka juga ingin mbantu Rid dalam nyelesaikan kasus itu agar Rid bisa bebas sepenuhnya ataupun ski dia mang bersalah, setidaknya hukuman yang dia terima bukanlah hukuman yang berat. Tapi aku lebih ingin Rid bisa bebas sepenuhnya skipun kemungkinan itu sangatlah kecil ngingat sidang pengadilan besok bertujuan untuk nentukan hukuman Rid yang berarti Rid sudah dinyatakan bersalah atas insiden itu," ucap Irene.

Setelah ngatakan itu, Irene nutupi wajahnya dengan buku yang dia baca.

-

Disaat yang sama, di suatu tempat yang bernama penjara San Sabaneta.

Penjara itu rupakan penjara terbesar dan terketat yang berada di kerajaan San Fulgen. Penjara itu terletak di sebelah barat istana kerajaan San Fulgen. Dari luar, bangunan itu terlihat seperti bangunan besar yang manjang dengan 3 lantai. Tetapi bangunan 3 lantai yang terlihat dari luar itu bukanlah penjaranya, lainkan bangunan tempat para prajurit dan staff yang bekerja di penjara itu lakukan tugas administrasi. Penjara pada bangunan itu terletak di lantai bawah dari bangunan itu. Terdapat 6 lantai bawah di bangunan itu yang terbagi dengan 3 tingkatan. Tingkatan yang dimaksud rupakan tingkatan para kriminal yang ditahan di penjara ini. Ada tingkat rendah, tingkat nengah, dan tingkat tinggi. Kriminal tingkat rendah di tahan di lantai 1 dan 2, kriminal tingkat ngenai di tahan di lantai 3 dan 4 dan kriminal tingkat tinggi di lantai 5 dan 6 yang rupakan lantai terbawah di penjara itu. Semakin tinggi tingkatannya maka semakin ketat juga penjagaannya yang berarti lantai 5 dan lantai 6 rupakan lantai yang miliki penjagaan terketat di penjara itu. Hal ini wajar karena di kedua lantai itu terdapat banyak kriminal kelas tinggi yang sangat berbahaya apabila dibiarkan untuk kabur dari penjara itu. Para kriminal yang nghuni kedua lantai itu rupakan kriminal yang sedang nunggu hukuman mati untuk reka atau kriminal yang sedang njalani masa tahanan seumur hidup reka. Dengan hanya adanya 2 hukuman yang diberikan kepada tahanan tingkat tinggi, itu berarti reka tidak mpunyai peluang untuk bebas dari penjara itu.

Dan salah satu orang yang nghuni ruang tahanan untuk kriminal tingkat tinggi adalah Rid. Dia saat ini tengah berada di sebuah ruang tahanan yang berada di lantai 6 penjara itu, skipun saat ini Rid hanya ditahan di tempat itu untuk sentara sampai sidang pengadilan sudah diputuskan. Alasan kenapa dia bisa ditempatkan di lantai itu karena kejahatan yang sudah dia perbuat di hutan Hevea mbuatnya sudah dianggap setara dengan kejahatan para kriminal kelas tinggi. Karena itulah dia ditempatkan di lantai itu.

-

Di ruang tahanan tempat Rid berada.

Terlihat Rid sedang dalam kondisi terikat oleh rantai di ruang tahanan itu. Masing-masing dari tangan kanan, tangan kiri, kaki kanan dan kaki kirinya diikat oleh sebuah rantai ke arah yang berbeda. Selain itu, kondisi tubuh Rid juga cukup ngkhawatirkan karena di beberapa bagian tubuhnya saat ini terdapat banyak luka dan mar. Rid saat ini tengah jamkan matanya seperti sedang tertidur. Di ruang tahanan itu tidak hanya ada Rid saja karena ada seseorang yang sedang duduk dengan terikat rantai di ujung ruangan dengan sisi yang berbeda dengan Rid.

Lalu tiba-tiba, seorang prajurit yang njadi pengawas di penjara itu mbuka pintu ruang tahanan itu.

"Oy bangun, keparat," ucap prajurit itu sambil nendang kepala Rid.

Aku yang sedang tertidur langsung terbangun setelah ditendang oleh prajurit itu. Darah segar pun keluar dari mulutku setelah ditendang oleh prajurit itu.

"Tidak bisakah kamu mbangunkanku dengan cara yang lebih lembut ?," tanyaku.

Kemudian, aku natapnya dengan tatapan yang tajam.

"Untuk apa aku mbangunkan kriminal sepertimu dengan cara yang lembut," ucap prajurit itu.

"Jadi ada perlu apa kamu mbangunkanku, pengawas ?," tanyaku.

"Ada orang yang ingin bertemu denganmu," ucap prajurit itu.

Dan di depan pintu ruang tahanan itu, terlihat ada beberapa orang yang sedang berdiri disana. Sepertinya orang itu adalah orang yang ingin bertemu denganku.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 254 : Kabar Tentang Rid part 2 on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Pokémon Court cover
Similar genre

Pokémon Court

Sounding Stream ·Action

SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainstWallace,therepresentativeof...Readmore SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainst...

Data-Driven Daoist cover
Trending now

Data-Driven Daoist

CatVI ·Action

Theycalledhimtrash—untilhestartedtreatingtheDaolikeaDataset.Whendemonsslaughterhisnewfamily,computerscientistJohan—nowrebornasYuHan—survivesbypurew...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.