Font Size
15px

Setelah Irene lakukan pertandingan harian lawan Elaina, kami pun langsung pergi ninggalkan gedung pembelajaran untuk murid tahun pertama. Aku dan teman-temanku yang lain mutuskan untuk pergi ke area pertokoan untuk mbeli makanan, sentara senior Vanina, senior Nadine dan putri Alia tidak ikut bersama kami dan pergi ke arah lain. Enzo pun juga tidak ikut bersama kami dan milih pergi bersama putri Alia dan yang lainnya.

-

Di hutan akademi.

Terlihat putri Alia dan Enzo sedang berbicara berdua di hutan itu. Tidak terlihat adanya senior Vanina dan senior Nadine yang nandakan putri Alia dan Enzo berpisah dengan reka berdua.

"Pada akhirnya Irene berhasil nang mudah lawan putri pedang. Padahal jika putri pedang berhasil nang lawan Irene, tujuan ketiga Duke untuk misahkan Rid dan Irene akan tercapai," ucap putri Alia.

"Sejak awal aku mang tidak terlalu berharap dengan putri pedang. Aku sudah yakin kalau dia akan kalah lawan Irene," ucap Enzo.

"Tapi aku tidak nyangka kalau putri pedang mbuat taruhan seperti itu, apakah keluarga Stabile berhubungan juga dengan rencana ketiga Duke ?," tanya putri Alia.

"Sepertinya tidak. Putri pedang mungkin mbuat taruhan seperti itu karena miliki alasan sendiri. Seperti yang kita ketahui kalau Rid itu sangatlah kuat, mungkin putri pedang mbuat taruhan seperti itu mang atas keinginannya sendiri untuk mbuat Rid njadi pasangannya. Atau mungkin itu atas perintah ayahnya, sang Raja Pedang untuk rebut Rid dari Irene. Yah, perempuan sekuat putri pedang tentu saja harus berpasangan dengan pasangan yang lebih kuat dari dirinya. Rid rupakan pasangan yang cocok untuknya, apalagi popuralitas Rid juga sudah dikenal di seluruh kerajaan San Fulgen berkat kontribusinya dalam lawan para penyerang yang nyerang akademi sebelumnya. Aku benci ngakuinya tapi itulah faktanya," ucap Enzo.

"Begitu ya. Sayang sekali kalau keluarga Stabile tidak terlibat dalam rencana ketiga Duke. Padahal seluruh anggota keluarga reka sangat kuat dan reka bisa berguna sebagai pasukan tempur ketiga Duke," ucap putri Alia.

"reka adalah keluarga yang setia dengan keluarga kerajaan, sama seperti keluarga San Lucia. Jadi mana mungkin reka terlibat dalam rencana ketiga Duke. Lagipula, tanpa reka pun, aku yakin kalau rencana kita akan berhasil. Apalagi kita sebagai ’subjek’ juga diberi peran besar pada rencana ini," ucap Enzo.

"ski begitu, masih ada penghalang yang nghalangi rencana ketiga Duke," ucap putri Alia.

"Rid ya ? Kita tunggu saja rencana apa yang akan dijalankan oleh senior Florian. Dia bilang dia akan njebak dan mbunuh Rid. Oleh karena itu, dia sengaja nunjuk Rid sebagai wakil ketua Elevrad agar rencananya untuk njebak Rid semakin lancar. Jika rencana ini lancar, tidak akan ada penghalang lagi yang nghalangi rencana ketiga Duke," ucap Enzo.

-

Keesokan harinya, setelah pelajaran akademi selesai.

Kami yang rupakan anggota Elevrad pun berkumpul di ruangan Elevrad. Saat kami semua sudah berkumpul di ruangan Elevrad, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar pintu ruangan Elevrad.

"Silahkan masuk," ucap senior Florian.

Setelah senior Florian bicara seperti itu, pintu ruangan Elevrad pun terbuka dan seseorang masuk ke dalam ruangan itu. Orang itu adalah Elaina.

"Saya minta maaf kalau saya ngganggu waktunya. Tujuan saya datang kesini karena saya ingin bergabung dengan Elevrad," ucap Elaina.

Senior Florian pun nghampiri Elaina.

"Selamat datang, putri pedang. Kamu tidak perlu minta maaf akan hal itu, lagipula kami sangat senang ketika lihat murid sekuat dirimu ingin bergabung dengan Elevrad. Perkenalkan, namaku adalah Florian Randall San Minerva, aku adalah ketua Elevrad saat ini," ucap senior Florian.

"Saya sudah ndengar tentang anda selama ini, senior. Anda rupakan putra dari Duke San Minerva," ucap Elaina.

"Ya, itu benar. Ngomong-ngomong, kamu tidak perlu berbicara dengan formal seperti itu. Di Elevrad, kami tidak mbeda-bedakan orang lain berdasarkan kekuatan, status sosial atau hubungan senior junior. Kami saling berbicara santai tanpa mbeda-bedakan hal itu. Jadi kamu tidak perlu berbicara formal," ucap senior Florian.

"Baiklah, senior, akan aku usahakan," ucap Elaina.

"Baiklah, tadi kamu bilang kalau kamu mau bergabung dengan Elevrad kan ?," tanya senior Florian.

"Iya, senior," ucap Elaina.

"Aku izinkan kamu untuk bergabung dengan Elevrad, tetapi kamu harus mperkenalkan dirimu terlebih dahulu pada seluruh anggota Elevrad yang ada disini," ucap senior Florian.

"Baiklah, senior," ucap Elaina.

Senior Florian lalu njauh sedikit dari Elaina, sentara Elaina terlihat sedang narik nafas panjang. Tak lama kemudian, dia pun nghembuskannya. Lalu dia lihat ke seluruh anggota Elevrad yang ada di depannya.

"Perkenalkan, namaku adalah Elaina Stabile. Aku disini untuk bergabung dengan Elevrad. Mungkin aku masihlah murid paling junior disini dan belum berpengalaman. Tetapi aku akan berusaha keras agar bisa berkontribusi dengan Elevrad. Oleh karena itu, mohon bimbingannya senior-senior sekalian," ucap Elaina sambil mbungkuk.

Kami yang ndengar itu pun bertepuk tangan.

"Caranya mperkenalkan diri sangat baik. Seperti yang diharapkan dari keluarga bangsawan," pikirku.

Lalu senior Florian pun nghampiri Elaina kembali.

"Sebuah perkenalan yang bagus. Putri pedang, tidak, Elaina, mulai sekarang kamu sudah resmi njadi anggota Elevrad. Aku ngharapkan kontribusimu di Elevrad ini," ucap senior Florian.

Senior Florian pun ngulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Elaina.

"Siap, senior," ucap Elaina.

Elaina pun raih uluran tangan tersebut dan reka berdua pun berjabat tangan. Dengan ini, Elaina resmi njadi anggota Elevrad. skipun, dia njadi anggota Elevrad karena kalah taruhan saat bertanding lawan Irene.

Pada awalnya, hanya Elaina saja yang bergabung njadi anggota Elevrad dari murid-murid tahun pertama yang diundang oleh Elevrad. Namun, seiring waktu murid-murid tahun pertama yang lainnya pun mulai ikut bergabung dengan Elevrad. Kelima murid tahun pertama yang diundang untuk bergabung dengan Elevrad pun telah resmi bergabung dengan Elevrad.

-

2 bulan kemudian, pukul 4 pagi di taman akademi.

Aku saat ini sedang berlatih tanding kembali dengan nona Violetta.

~Flower Sword Art : Sword Dance In The Flower Garden~

Nona Violetta terus nyerangku dengan tebasannya yang cepat dan beruntun itu. Tetapi aku berhasil nahan dan nghindari semua serangan itu dengan sempurna.

"Saat pertama kali aku nyerangnya dengan nggunakan teknik ini, dia tidak dapat nahan dan nghindari setiap tebasan ini dengan sempurna. Tetapi kali ini dia berhasil lakukan kedua hal itu dengan sempurna. Perkembangannya cepat sekali," pikir nona Violetta.

Di salah satu mon ketika nona Violetta nyerangku nggunakan tebasannya, aku nggunakan sebagian besar kekuatanku untuk nahannya dan mbuat pedang nona Violetta terangkat ke atas. Celah pun terlihat di pertahanannya dan aku langsung berusaha nyerangnya dengan teknikku.

~Sword Art : Half Moon Slash~

Aku ngarahkan serangan tebasanku itu ke arah perut nona Violetta, tapi nona Violetta dengan sigap langsung nahan seranganku nggunakan pedangnya yang sebelumnya sempat terangkat ke atas. Seranganku pun berhasil ditahan oleh nona Violetta. Tetapi skipun berhasil ditahan, nona Violetta terdorong beberapa ter ke belakang.

"Kita sudahi latih tanding kita sampai disini," ucap nona Violetta sambil naruh pedangnya kembali di pinggangnya.

"Baik, nona," ucapku.

Nona Violetta lalu nghampiriku.

"Serangan yang tadi bagus sekali, Rid. Sepertinya kamu sudah jauh lebih berkembang daripada saat kita lakukan latih tanding pertama kali," ucap nona Violetta.

"Ini semua berkat nona Violetta," ucapku.

"Berkatku ? Padahal aku tidak ngajarimu apapun dalam latih tanding ini," ucap nona Violetta.

"Tapi ini berkat latih tandingku dengan nona Violetta. Berlatih tanding dengan orang sekuat nona Violetta tentu saja akan mbuatku njadi berkembang dan njadi lebih kuat juga. Jika nona Violetta tidak ngajakku terus untuk berlatih tanding, mungkin aku tidak akan berkembang," ucapku.

"Kamu terlalu berlebihan. Aku yakin kamu akan terus berkembang skipun tidak berlatih tanding denganku," ucap nona Violetta.

"Entahlah, aku tidak yakin," ucapku.

Karena aku sudah 2 bulan kenal dengan nona Violetta. Aku tidak lagi berbincang dengannya dengan formal seperti sebelumnya. Lagipula beberapa Minggu yang lalu, nona Violetta sendiri yang nyuruhku untuk tidak berbicara formal dengannya.

"Hmmm tetapi, lihat perkembanganmu saat ini, sepertinya aku akan kalah apabila kita bertanding dengan serius," ucap nona Violetta.

"Nona Violetta terlalu nilai tinggi diriku. Jika kita sama-sama bertanding dengan serius, tentu saja aku yang akan kalah. Apalagi, aku belum tau tentang kekuatan sihir apa saja yang dikuasai oleh nona Violetta karena selama ini kita berlatih tanding hanya murni nggunakan pedang dan kekuatan fisik saja," ucapku.

"Begitupun juga aku, aku juga tidak tahu kekuatan sihir apa saja yang kamu kuasai," ucap nona Violetta.

"ski begitu, aku yakin kalau aku akan kalah lawan nona Violetta. Daripada itu, sepertinya nona Violetta sudah sembuh total dari trauma yang dialami sebelumnya. Karena aku tidak lihat tangan nona Violetta getar lagi setelah kejadian itu. Bahkan nona Violetta nampak sudah lebih leluasa ketika berlatih tanding lawanku, berbeda dengan saat kita berlatih tanding pertama kali," ucapku.

"Ah soal itu ya, aku mutuskan untuk perlahan-lahan lupakan trauma dan masa laluku itu. Sebelumnya aku sudah bilang kalau aku tidak bisa begini terus-nerus karena akan ngganggu tugasku sebagai komandan prajurit yang njaga akademi ini. Maka dari itu aku mutuskan untuk perlahan-lahan lupakan trauma itu dan sepertinya kali ini aku sudah pulih total," ucap nona Violetta.

"Begitu ya. Selamat atas kesembuhanmu dari trauma itu, nona Violetta," ucapku.

"Terima kasih, Rid," ucap nona Violetta.

"Kelihatannya Rid tidak ngetahui kalau sebenarnya dialah yang nyembuhkan traumaku dengan sihir penyembuhannya itu. Dan juga, sepertinya dia tidak ngetahui kalau sihir penyembuhan yang dia lakukan sebelumnya mpunyai efek penyembuhan yang luar biasa. Atau mungkin dia sebenarnya tahu, tetapi dia berbicara seolah dia tidak tahu kalau sihir penyembuhannya miliki efek penyembuhan yang luar biasa agar aku tidak nanyakan banyak pertanyaan tentang sihir penyembuhannya itu kepadanya. Yah apapun kemungkinan itu, aku tidak akan bertanya kepadanya tentang itu. Lagipula dia juga sudah nyembuhkanku," pikir nona Violetta yang mbuatnya terdiam beberapa saat.

Aku yang bingung kenapa nona Violetta tiba-tiba terdiam pun langsung bertanya kepadanya.

"Ada apa, nona ?," tanyaku.

"Ah, tidak ada apa-apa. Owh iya, Rid, aku mau bertanya tentang penyerangan akademi ini beberapa waktu yang lalu. Apa benar ada seorang Peri dalam kelompok penyerangan tersebut ?," tanya nona Violetta.

"Itu benar, nona. Aku sempat nahan beberapa serangannya karena dia berusaha nyerang kepala akademi. Aku mang tidak lawannya secara langsung tetapi aku ndengar kalau tuan Alan, nona Nora dan temanku, Noa sempat lawan Peri itu. Tetapi reka tidak bisa berbuat banyak dalam lawan Peri itu karena Peri itu sangat kuat dalam nggunakan sihir," ucapku.

"Begitu ya. Seperti yang diharapkan dari ras Peri, reka mang sangat kuat dalam nggunakan sihir," ucap nona Violetta.

"Kelompok itu nyerang akademi ini karena berniat untuk mbunuh Charles, Chloe dan Caroline yang rupakan anak dari Yang Mulia Ratu. Apa di kerajaan tempat nona Violetta dulu bekerja ada kejadian yang sama seperti ini ?," tanyaku.

"Jika itu tentang nyerang seorang pemimpin kerajaan atau seseorang yang berhubungan dengan pemimpin kerajaan tempatku bekerja dulu, tidak ada kejadian seperti itu. Tetapi beberapa kota yang berada di wilayah kerajaanku sempat diserang oleh seseorang yang tidak dikenal," ucap nona Violetta.

"Hmmm begitu ya," ucapku.

"Sepertinya kamu berpikir kalau kejadian di akademi ini dan di kerajaan tempatku bekerja dulu itu saling berkaitan ya, tapi nurutku kemungkinan kalau kejadian itu saling berkaitan sangat kecil. Karena kerajaan San Fulgen dan kerajaan tempatku bekerja dulu itu jaraknya sangat jauh. Jadi kemungkinan kalau kejadian itu saling berkaitan sangat kecil," ucap nona Violetta.

"ski kemungkinan itu sangat kecil tapi bukan berarti kemungkinan itu tidak ada. Aku masih khawatir kalau kelompok itu mungkin akan datang kembali untuk nyerang akademi ini untuk mbunuh Charles dan Chloe. Para Demi-Human yang nyerang akademi ini bilang kalau reka berasal dari kerajaan Sedona dan tujuan reka mbunuh anak-anak Yang Mulia Ratu adalah untuk ndeklarasikan perang dengan kerajaan San Fulgen. Tetapi lihat adanya beberapa manusia dan seorang peri di kelompok penyerang itu, aku ragu kalau reka berasal dari kerajaan Sedona. Sepertinya reka berasal dari pihak lain yang ingin nyulut perang antara kerajaan San Fulgen dengan kerajaan Sedona," ucapku.

"Kamu tidak perlu khawatir, Rid. Lagipula penjagaan akademi saat ini sudah diperketat. reka tidak akan bisa nyerang akademi ini lagi dengan mudah. Aku juga akan bertarung sekuat tenaga apabila akademi ini kembali diserang oleh reka," ucap nona Violetta.

"Begitupun juga dengan aku, nona. Apabila reka nyerang akademi kembali, aku akan serius untuk ngalahkan reka semua saat itu juga. Aku tidak bisa mbiarkan reka terus berusaha untuk mbunuh temanku. Tapi yah, semoga saja itu tidak terjadi ke depannya. Aku lebih suka kalau akademi njadi tentram seperti ini. Tidak ada satupun kehebohan yang terjadi," ucapku.

"Itu benar, aku juga nyukainya," ucap nona Violetta.

Situasi di akademi saat ini mang sedang tentram tanpa ada kehebohan sedikit pun. Namun dalam beberapa bulan ke depan, akan ada kehebohan yang ngguncang akademi ini. Tidak hanya akademi ini, tetapi juga seluruh kerajaan San Fulgen. Seluruh kerajaan itu njadi heboh karena adanya berita yang beredar tentang insiden pembunuhan terhadap murid akademi yang sekaligus rupakan anak dari seorang Duke.

Tetapi insiden itu baru terjadi beberapa bulan ke depan. Dan saat ini, murid-murid di akademi tengah disibukkan dengan persiapan ujian pertama yang akan diselenggarakan sebentar lagi.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 238 : Elaina dan Elevrad on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

On the Path to the Great Dao cover
Similar genre

On the Path to the Great Dao

Pig Nerd ·Action

【Fromtheauthorof''!】Mygrandfatherisverypeculiar.Everyday,helightsincenseforhimselfandeatscandlesinfrontofhisownancestraltablet.Thevillagersareallte...

Elven Invasion cover
Similar genre

Elven Invasion

Respro ·Action

MagicvsScience HumanvsElves EarthvsForestia MortalvsGod ThisisataleinwhichGoddessLunainordertosaveherplanetandcivilizationstartsainvasiononEarth,Wi...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.