Font Size
15px

Di tempat latihan tahun kedua untuk kelas A.

Ini pertama kalinya kami nggunakan tempat latihan ini. Tempat ini terlihat sama dengan tempat latihan tahun pertama. Luas, interior, dan semua barang yang ada di tempat latihan ini juga sama seperti yang ada di tempat latihan tahun pertama.

Setelah cukup lama berlatih, aku pun mutuskan untuk beristirahat.

"Ah, aku lupa nanyakan apa hubungan nona Violetta dengan putri Alia karena reka terlihat sangat akrab ketika ngobrol kemarin. Selain itu, sihir yang reka pakai juga berhubungan. mang nona Violetta tidak nggunakan sihir saat berlatih tanding denganku, tapi aku yakin kalau sihir yang dominan dipakai oleh nona Violetta rupakan ~Flower Magic~, sedangkan putri Alia nggunakan ~Rose Magic~. Tapi sepertinya tidak sopan apabila nanyakan suatu hal yang bersifat privasi. Jadi lebih baik aku abaikan saja pertanyaan ini apabila aku bertemu dengan nona Violetta lagi," pikirku.

Irene yang lihatku terdiam seperti sedang berpikir pun nghampiriku.

"Ada apa, Rid ?," tanya Irene.

"Tidak ada apa-apa kok," ucapku.

"Begitu ya," ucap Irene.

-

Pukul 3 sore.

Pembelajaran di akademi hari ini pun telah selesai.

"Rid, ayo kita pergi mbeli makan di area pertokoan dan jalan-jalan sore keliling akademi sebelum kembali ke asrama. Sudah lama kita tidak lakukan itu setelah pulang belajar dari akademi kan ? karena kemarin kita semua mutuskan langsung pulang ke asrama dan sebelumnya akademi pun libur selama satu bulan," ucap Noa yang berada di depanku.

"Sepertinya untuk hari ini kita tidak bisa lakukan itu, Noa, karena aku dan yang lainnya harus ke ruangan Elevrad. Saat jam istirahat tadi aku bertemu dengan senior Nadine dan dia bilang seluruh anggota Elevrad harus kumpul setelah pulang," ucapku.

"Ya sudah, tidak apa-apa kalau begitu," ucap Noa.

"Maaf, Noa, mungkin besok jika tidak ada kegiatan Elevrad baru kita bisa lakukan itu lagi," ucapku.

"Santai saja, Rid. Kalau begitu aku mau kencan dengan Lillian saja. Aku pulang duluan ya," ucap Noa.

"Baiklah," ucapku.

Noa pun langsung pergi ninggalkan kelas. Lalu aku, Charles, Chloe dan Irene pun juga pergi ninggalkan kelas untuk nuju ruangan Elevrad. Saat ninggalkan kelas tadi, aku tidak lihat Enzo. Sepertinya dia sudah pergi duluan ke ruangan Elevrad. Akhir-akhir ini dia mang jarang berkumpul bersama kami.

-

Di ruangan Elevrad.

"Aku ngucapkan terima kasih karena kalian mau luangkan waktu kalian untuk berkumpul di ruangan ini," ucap senior Florian.

"Santai saja, ketua. Jadi ada perlu apa kamu ngumpulkan kita di ruangan ini ? Apa kita sudah mau mulai untuk rencanakan turnan dan festival akademi yang diselenggarakan tahun depan ?," tanya senior Darryl.

"Yah itu mang bagus jika kita mulai rencanakannya dari sekarang. Tapi saat ini kita kekurangan anggota untuk mulai rencanakan itu. Aku disini untuk mbahas tentang kekurangan anggota itu. Murid tahun pertama kali ini sepertinya sudah ngenal tentang akademi ini dan tentu saja reka pastinya juga sudah ngenal Elevrad. Sepertinya ini saatnya bagi kita untuk rekrut para murid berbakat dari tahun pertama," ucap senior Florian.

"Murid berbakat ya, itu berarti murid yang nempati peringkat 1 sampai peringkat 5 di ujian masuk akademi," ucapku.

"Itu benar, wakil ketua," ucap senior Florian.

"Tapi apakah tidak terlalu terburu-buru bagi kita untuk rekrut murid tahun pertama sebagai anggota Elevrad ?," tanya senior Darryl.

"Tidak. Setahun yang lalu, senior Vyn dan beberapa anggota Elevrad yang lain juga rekrut murid tahun pertama di awal tahun ajaran," ucap senior Florian.

"Itu benar, aku direkrut oleh senior Vyn setelah lakukan pertandingan lawan Charles di hari kedua kami belajar di akademi," ucapku.

"Kalau aku dan Chloe diundang Alia di hari pertama kami belajar di akademi. Yah skipun kami baru bergabungnya setelah beberapa bulan kemudian," ucap Charles.

"Lihat, reka yang ngatakannya sendiri, Darryl. Jadi kita tahun ini juga harus rekrut murid tahun pertama di awal tahun ajaran juga. Aku sudah ngumpulkan informasi tentang murid-murid tahun pertama yang berperingkat 1 sampai 5 di ujian masuk kemarin. Silahkan dilihat," ucap senior Florian.

Senior Florian mbagikan sebuah kertas kepada seluruh anggota Elevrad yang berada di ruangan ini.

"Sepertinya senior Florian mbuat laporan informasi ini sendiri. Dia benar-benar berinisiatif, tidak ngherankan kalau senior Vyn njadikannya sebagai wakil ketua Elevrad tahun lalu dan kini nunjuknya sebagai ketua Elevrad yang baru untuk nggantikannya," pikirku.

Aku lalu lihat isi kertas itu dan mulai mbacanya. 4 nama murid tahun pertama di kertas itu nampak asing bagiku. Tapi ada satu nama yang tidak asing.

"Elaina Stabile ? Stabile, bukankah itu nama keluarga komandan Oliver dan senior Marco ?," pikirku.

"Ternyata Elaina baru saja masuk dan njadi murid akademi ini ya, aku tidak nyangkanya," ucap Chloe.

"Kamu kenal dengan murid tahun pertama yang ndapatkan peringkat 1 di ujian masuk itu, Chloe ?," tanyaku.

"Iya. Sesuai di kertas ini, namanya adalah Elaina Stabile. Kamu pernah bertemu dengan Komandan Oliver kan ? Elaina itu rupakan putri dari Komandan Oliver. Karena Komandan Oliver rupakan komandan tertinggi di kerajaan dan sering berada di istana kerajaan, Elaina sering berkunjung ke istana kerajaan untuk lihat ayahnya. Karena hal itu, aku lumayan akrab dengan Elaina," ucap Chloe.

"Begitu ya, ternyata reka rupakan ayah dan putri," ucapku.

"Kamu juga pernah bertemu dengan senior Marco yang rupakan kakaknya kan, Rid ? Jika kakaknya dijuluki sebagai ’pangeran pedang’ maka Elaina dijuluki sebagai ’putri pedang’. Tapi julukan itu bukanlah sesuatu yang berlebihan. Mungkin ini sedikit malukan untuk diceritakan, tetapi saat aku belum njadi murid di akademi ini, aku dan Chloe kadang suka berlatih tanding lawan Elaina. Tapi setiap kami berlatih tanding dengannya, kami selalu berakhir dengan kekalahan. Kemampuan berpedangnya benar-benar luar biasa," ucap Charles.

"Jika kamu bilang begitu, pasti dia benar-benar orang yang hebat," ucapku.

"Sesuai yang dikatakan oleh Charles, ’putri pedang’ benar-benar rupakan murid yang berbakat. Kita harus rekrut ’putri pedang’ agar mau bergabung dengan Elevrad, dan tentu saja kita juga harus rekrut 4 murid tahun pertama yang lainnya. Saat kakaknya yaitu senior Marco masih njadi murid di akademi ini, dia tidak tertarik sedikitpun untuk njadi anggota Elevrad, ada kemungkinan ’putri pedang’ ini juga akan sama seperti senior Marco. Untuk itu, wakil ketua, aku ingin kamu yang rekrut ’putri pedang’ agar dia mau bergabung dengan Elevrad," ucap senior Florian.

"Aku ?," tanyaku yang sedikit terkejut.

"Itu benar. Dengan popuralitas namamu yang sudah terkenal hingga seluruh kerajaan ini, mungkin rekrut ’putri pedang’ akan sedikit lebih mudah," ucap senior Florian.

"Aku tidak yakin akan hal itu," ucapku.

"Yah pokoknya coba saja untuk rekrutnya terlebih dahulu," ucap senior Florian.

"Aku akan nemani Rid untuk rekrut ’putri pedang’," ucap Irene.

"Aku juga," ucap Charles.

"Kalau begitu aku juga," ucap Chloe.

"Aku izinkan apabila kalian ingin mbantu wakil ketua. Lagipula Charles dan Chloe juga kenal dekat dengan ’putri pedang’, jadi akan tambah mudah untuk rekrutnya. Jika kalian bertemu dengan 4 murid tahun pertama lainnya, tolong untuk rekrut reka juga. Tapi jika tidak bertemu, tidak perlu untuk ncari reka karena prioritas kalian saat ini untuk rekrut ’putri pedang’," ucap senior Florian.

"Baik, ketua," ucap kami berempat

"Kalian sebagai anggota Elevrad boleh masuki gedung tahun angkatan yang berbeda dengan kalian. Kalian tinggal tunjukan saja bros Elevrad yang kalian punya untuk masuki gedung tahun pertama apabila ingin ncari ’putri pedang’ di gedung itu," ucap senior Florian.

"Benar juga. Setahun yang lalu, senior Vyn rekrutku di arena pertandingan gedung tahun pertama. Dia yang rupakan murid tahun keempat bisa masuki gedung tahun pertama," ucapku.

"Senior Vyn bisa masuki gedung tahun angkatan kalian tentu saja karena dia rupakan anggota Elevrad, apalagi dia rupakan ketua Elevrad saat itu. Kalian ikuti saja cara rekrut senior Vyn yang dia lakukan setahun yang lalu," ucap senior Florian.

Aku lalu ngingat cara rekrut senior Vyn setahun yang lalu saat rekrutku.

"Tidak, aku tidak akan ngikuti cara rekrutnya," ucapku.

-

Setelah berkumpul di ruangan Elevrad, kami berempat pun langsung pergi nuju gedung tahun pertama. Sesampainya di gedung tahun pertama, kehadiran kami langsung njadi perhatian banyak murid tahun pertama di gedung itu.

"Bukankah itu Rid Archie ? murid yang dijuluki ’pahlawan’ di surat kabar,"

"Bahkan ada pangeran Charles dan putri Chloe juga,"

"Tidak hanya itu, putri es bahkan juga bersama reka,"

"Ada perlu apa reka berempat datang kesini ? Bukankah murid tahun angkatan lain tidak boleh masuki gedung tahun angkatan yang berbeda dengan angkatan reka ?," ucap murid-murid itu.

Sepertinya akan sulit untuk ncari ’putri pedang’ skipun kami sedang berada di gedung tahun pertama, jadi aku mutuskan untuk bertanya dengan salah satu murid yang berada di sekitar kami.

"Permisi," ucapku.

"I-iya, a-ada perlu apa ?," tanya murid itu yang rupakan murid perempuan.

"Kami berempat dari Elevrad, kami ada perlu dengan Elaina Stabile sang ’putri pedang’, apa kamu tahu dimana Elaina berada ?," tanyaku.

"N-nona Elaina ? Kalau tidak salah, dia berada di arena pertandingan di lantai kedua," ucap murid itu.

"Itu benar, aku tadi lihatnya pergi nuju arena pertandingan di lantai kedua," ucap murid lainnya yang berada di samping murid itu.

"Begitu ya. Terima kasih ya," ucapku.

"S-sama-sama," ucap murid itu.

Setelah ndapatkan informasi tersebut, kami pun langsung pergi nuju arena pertandingan di lantai kedua. Lalu kami pun sampai di arena pertandingan itu, arena pertandingan itu saat ini cukup ramai didatangi oleh murid tahun pertama. Sudah cukup lama sejak kami terakhir kali datang ke arena pertandingan ini, suasananya mbuat nostalgia. Para murid yang berada di arena pertandingan itu pun terkejut dengan kehadiran kami, sama seperti murid-murid yang berada di lantai satu gedung ini. Tapi kami tidak mperdulikan tentang murid-murid itu dan kami milih untuk lihat ke arena karena saat ini sedang ada yang bertanding di arena itu.

"Itu dia Elaina," ucap Chloe nunjuk ke arah perempuan yang sedang bertanding di arena.

Perempuan itu cukup tinggi, mungkin tingginya sama seperti Irene. Dia ngenakan sebuah pedang untuk nyerang musuhnya dengan gerakan yang sangat indah.

"Sepertinya dia bertambah tinggi sejak terakhir kali kita bertemu," ucap Charles.

"Oya, siapa ini. Ternyata ada tamu yang tidak diundang datang ke arena pertandingan ini," ucap seseorang.

Orang itu lalu nghampiri kami dan ternyata orang itu rupakan tuan Elgin, pengawas arena pertandingan lantai 2 di gedung tahun pertama.

"Lama tidak bertemu, tuan Elgin, sepertinya anda nampak sehat-sehat saja," ucapku.

"Iya, aku sehat-sehat saja. Seperti biasa, kamu sopan sekali terhadapku, Rid, beda sekali dengan temanmu itu yang bernama Noa," ucap tuan Elgin.

"Hahaha. Daripada itu, baguslah kalau tuan Elgin sehat-sehat saja," ucapku.

"Ada perlu apa kalian berempat datang kesini ?," tanya tuan Elgin.

"Kami kesini untuk bertemu dengan ’putri pedang’. Kami ingin rekrutnya sebagai anggota Elevrad," ucapku.

"Benar juga, kamu sekarang rupakan wakil ketua Elevrad ya. Jadi sekarang kamu ya yang ndapatkan tugas untuk rekrut murid tahun pertama untuk bergabung dengan Elevrad. Aku kagum kepadamu karena kamu datang ke arena ini secara baik-baik, beda sekali dengan Vyn setahun yang lalu dimana dia malah mbuat heboh saat datang kesini," ucap tuan Elgin.

"Hahaha, tenang saja, tuan. Aku tidak akan ngikuti cara yang dilakukan senior Vyn tahun lalu," ucapku.

"Baguslah kalau begitu. Duduklah dulu di bangku penonton yang masih kosong karena saat ini ’putri pedang’ sedang lakukan pertandingan harian. Yah skipun kelihatannya sebentar lagi pertandingannya sudah selesai," ucap tuan Elgin.

Seperti perkataan tuan Elgin, pertandingannya pun selesai beberapa saat setelah tuan Elgin ngatakan itu. ’Putri Pedang’ berhasil ngalahkan lawannya.

"Aku mau ngumumkan hasil pertandingannya dulu, kalian tunggu saja disini. Jika ’putri pedang’ sudah keluar dari arena, kalian boleh nemuinya," ucap tuan Elgin.

"Baik, tuan," ucapku.

Lalu tuan Elgin pun ngumumkan hasil pertandingan itu dimana ’putri pedang’ berhasil nangkan pertandingan itu. Lalu ’putri pedang’ pun ninggalkan arena dan kami langsung nghampirinya.

"Elaina," ucap Chloe.

Elaina pun noleh setelah dipanggil oleh Chloe.

"Putri Chloe ?," ucap Elaina yang sedikit terkejut.

"Sudah lama tidak bertemu ya," ucap Chloe.

"Iya, lama tidak bertemu, putri Chloe," ucap Elaina.

"Apa kabarmu, Elaina ?," tanya Charles.

"Bahkan pangeran Charles juga datang kesini. Ah, kabar saya sehat-sehat saja, pangeran," ucap Elaina.

"Seperti biasa kamu masih bersikap formal terhadap kami, padahal hubungan kita kan dekat," ucap Charles.

"Saya lebih nyaman seperti ini, pangeran. Ah, karena pangeran Charles dan putri Chloe saat ini rupakan senior saya, berarti saya harus manggil kalian berdua dengan ’senior pangeran Charles’ dan ’senior putri Chloe," ucap Elaina.

"Terlalu panjang, kamu boleh manggil kami dengan hanya ’senior’ saja. Tidak usah makai sebutan ’pangeran’ dan ’putri’ lagi," ucap Chloe.

"Baiklah, akan saya usahakan," ucap Elaina.

"Ah, ngomong-ngomong, aku juga mbawa kedua temanku kemari. Nama dia adalah Rid Archie dan yang disebelahnya bernama Irene Erald San Lucia," ucap Chloe.

"Perkenalkan, nama saya Elaina Stabile. Ngomong-ngomong, saya sudah tahu siapa reka. Senior Irene yang rupakan putri es, semua orang di kerajaan ini tentu tahu siapa dia. Lalu, senior Rid, orang yang muncul di surat kabar beberapa waktu lalu dan dijuluki sebagai ’pahlawan’ karena nggagalkan penyerangan yang dilakukan sekelompok manusia dan Demi-Human di akademi ini," ucap Elaina.

"Jadi kamu sudah tahu siapa reka ya," ucap Chloe.

"Iya. Ngomong-ngomong, ada perlu apa put- maksudnya senior Chloe datang nemui saya ? Pastinya bukan tanpa alasan kan kalian berempat datang nemui saya ?," tanya Elaina.

"Itu benar, kami berempat kesini datang nemuimu untuk rekrutmu sebagai anggota Elevrad," ucap Chloe.

"Elevrad ya. Baiklah, saya akan nerimanya," ucap Elaina.

"Eh, semudah itu ?," tanya Chloe.

"Tapi saya ada satu syarat," ucap Elaina.

"Apa itu syaratnya ?," tanya Chloe.

Lalu, Elaina lihat ke arahku.

"Senior Rid, bertandinglah denganku di pertandingan harian. Jika kamu nang, maka aku akan langsung bergabung njadi anggota Elevrad," ucap Elaina.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 234 : Merekrut Anggota Baru Elevrad on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Data-Driven Daoist cover
Similar genre

Data-Driven Daoist

CatVI ·Action

Theycalledhimtrash—untilhestartedtreatingtheDaolikeaDataset.Whendemonsslaughterhisnewfamily,computerscientistJohan—nowrebornasYuHan—survivesbypurew...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.