Font Size
15px

Lucas tergeletak dengan bersimbah banyak darah yang keluar dari tubuhnya yang berlubang karena terkena serangan Undine. Nona Violetta pun terkejut lihat hal itu.

"Lucas!!," teriak nona Violetta.

Sentara itu, Undine sedang mperhatikan Lucas yang tergeletak di hadapannya.

"Hmmm kelihatannya dia masih hidup, sepertinya serangan yang aku lancarkan kepadanya tidaklah fatal. Kalau begitu....," ucap Undine.

Undine berniat untuk nyerang Lucas kembali nggunakan semburan air yang keluar dari bola-bola air yang ngelilinginya. Namun sebelum dia sempat nyerang Lucas, tiba-tiba area disekelilingnya tumbuh banyak bunga yang sangat cantik. Undine yang lihat hal itu nampak tidak terkejut, namun dia rasa bingung dengan munculnya bunga-bunga ini.

"Bunga ? Darimana munculnya bunga-bunga ini ?," tanya Undine.

Lalu dia lihat ke arah nona Violetta. Nona Violetta terlihat sedang bersiap untuk nyerang Undine.

~Flower Magic : Garden of Flowers~

~Flower Sword Art : Sword Dance In The Flower Garden - Pluria Flower Petal Slash~

Nona Violetta dengan cepat ndekati Undine dan langsung nebasnya. Kepala, kedua tangan dan kedua kaki Undine berhasil ditebas oleh nona Violetta dan tubuh Undine saat ini terpisah njadi 6 bagian. Setelah tubuh Undine berhasil ditebas, nona Violetta langsung ndekati Lucas dan langsung mbopongnya njauhi Undine.

Nona Violetta terus bergerak sambil mbopong Lucas untuk njauhi Undine sampai akhirnya dia nemukan ada sebuah bangunan yang sudah rusak yang berada di pinggiran kota itu. Nona Violetta pun masuk ke dalam bangunan itu dan setelah mastikan kalau di dalam bangunan itu aman, nona Violetta langsung mbaringkan Lucas di lantai bangunan itu. Nona Violetta ngambil sesuatu di dalam saku seragamnya dan sesuatu yang diambil itu rupakan sebuah cairan berwarna putih seperti susu yang ditaruh di sebuah wadah kecil. Nona Violetta pun langsung minumkan cairan itu ke mulut Lucas. Cairan itu perlahan masuk ke dalam mulut dan tenggorokan Lucas. Lalu beberapa nit kemudian, luka-luka yang ada pada tubuh Lucas pun mulai pulih. Lucas pun mulai pulih dan bangkit kembali.

"Dimana kita ?," tanya Lucas yang tampak bingung karena tempat dia berada sekarang terlihat berbeda dengan tempat terakhir sebelum dia tumbang.

"Kita berada di sebuah bangunan di pinggiran kota," ucap nona Violetta.

"Dimana Undine ?," tanya Lucas.

"Dia masih ada di tengah kota. Aku berhasil nebasnya hingga beberapa bagian dan langsung mbawamu yang terluka," ucap nona Violetta.

"Begitu ya. Ah benar juga, sebelumnya aku ncoba nyerangnya tapi malah aku yang terkena serangannya. Terima kasih karena telah nyelamatkanku, Violetta," ucap Lucas.

"Bukan masalah besar. Tapi bagaimana dengan Undine ? Bagaimana cara kita untuk mbunuhnya ? Sihir es pun tidak mpan terhadapnya. Sepertinya kita harus pergi dari kota ini dan minta bantuan Holy Knights yang lainnya," ucap Violetta.

"Kamu benar. Kita berdua tidak bisa mbunuhnya, kita harus pergi dari kota ini dan minta bantuan Holy Knights yang lainnya," ucap Lucas.

Tiba-tiba, sebuah sekumpulan air muncul dari bawah lantai di dekat reka.

"minta bantuan ? Itu pun kalau kalian bisa pergi dari kota ini," ucap kumpulan air yang muncul itu.

Kumpulan air itu lalu mbentuk wujud seorang wanita yang mana itu adalah Undine. Nona Violetta dan Lucas pun terkejut lihat Undine yang muncul secara tiba-tiba di dekat reka.

~Water Spirit Magic : Water Dragon’s Rampage~

Tiba-tiba dari tubuh Undine, muncul 5 ekor Naga air berbadan panjang seperti layaknya Naga Shenlong. 5 Naga air itu awalnya berukuran kecil, namun setelah 5 Naga itu berhasil terpisah dari tubuh Undine, ukuran 5 naga itu tiba-tiba njadi besar. 5 Naga air itu pun langsung nghantam nona Violetta dan Lucas yang berada di depan reka. Nona Violetta dan Lucas pun langsung terpental sangat jauh dan nghantam bangunan-bangunan lain yang ada di pinggiran kota itu. Sentara itu, 5 Naga air itu mulai keluar dari bangunan tempat nona Violetta dan Lucas berada sebelumnya dengan nghancurkan bangunan itu. Setelah 5 Naga air itu keluar dari bangunan itu, reka mulai nghancurkan bangunan yang lain dengan nabrakan diri reka ke bangunan itu atau dengan nembakkan semburan air yang sangat dahsyat dari mulut reka. Situasi di kota itu saat ini sangat kacau setelah munculnya 5 Naga air itu.

Sentara itu, nona Violetta mulai keluar dari sebuah bangunan yang dihantamnya.

"’Holy Potion’ yang aku miliki saat ini hanya tersisa 2 buah setelah aku makainya barusan, ini nyulitkan," pikir nona Violetta.

Lucas yang saat ini berada di bangunan yang dekat dengan nona Violetta juga telah keluar dari bangunan itu. Lalu Lucas nengok ke arah nona Violetta.

"Violetta," ucap Lucas sambil lemparkan sesuatu ke nona Violetta.

Nona Violetta yang ndengar Lucas manggilnya pun langsung noleh. Dia lihat sesuatu yang dilempar oleh Lucas dan langsung nangkapnya.

"Ini kan," ucap nona Violetta.

Nona Violetta mperhatikan benda yang dilempar Lucas. Benda itu rupakan sebuah cairan berwarna putih yang disimpan di sebuah wadah kecil. Itu rupakan ’Holy Potion’.

"Aku berhutang ’Holy Potion’ kepadamu karena kamu sebelumnya nggunakan ’Holy Potion’ milikmu kepadaku," ucap Lucas.

"Terima kasih, Lucas. Tapi aku tidak masalah kalaupun kamu tidak mberikanku gantinya," ucap nona Violetta.

"Aku hanya tidak mau berhutang dengan orang lain," ucap Lucas.

"Begitu ya," ucap nona Violetta.

Lalu Lucas dan nona Violetta mulai lihat ke sekeliling kota itu. reka lihat 5 Naga itu sedang terbang di langit kota sambil nabrakkan tubuh reka ke bangunan yang masih bertahan dan nyemburkan semburan air yang dahsyat ke seluruh penjuru kota.

"Pemandangan yang ngerikan. Seolah-olah kita sedang nghadapi sebuah bencana hebat," ucap nona Violetta.

"Kita mang sedang nghadapi sebuah bencana. Makhluk itu rupakan ’Bencana Berjalan’," ucap Lucas.

Di hadapan reka berdua saat ini terdapat salah satu Naga air yang mulai nuju ke arah reka berdua. Di kepala Naga itu, ada Undine yang sedang duduk tersenyum ke arah reka.

"Sepertinya dia tidak akan mbiarkan kita pergi dari sini. Tidak ada pilihan lain selain lawannya," ucap Lucas.

"Kamu benar," ucap nona Violetta.

Lucas dan nona Violetta terlihat sedang bersiap untuk nyerang Undine.

"Sepertinya aku harus nggunakan dia, keluarlah ’Ijs’," ucap Lucas.

Tiba-tiba di pundak Lucas, muncul sebuah burung kecil yang seluruh tubuhnya terbuat dari es. Hawa es pun juga ngelilingi tubuhnya. Nona Violetta yang lihat itu pun sedikit terkejut.

"Penampilan itu, apakah makhluk itu rupakan Roh ?," tanya nona Violetta.

"Kamu benar. Sebelumnya aku sudah bilang kalau aku pernah ngalahkan Roh, kan ? ’Ijs’ rupakan Roh tingkat nengah yang aku kalahkan dan sekarang dia njalin kontrak denganku,"

"Sebenarnya aku tidak mau nggunakan dia, tetapi karena lawan kita sangatlah berbahaya, aku terpaksa nggunakan dia," ucap Lucas.

"Tapi, skipun dengan Roh tingkat nengah sekalipun-," ucap nona Violetta.

Belum sempat nona Violetta nyelesaikan pembicaraannya, tiba-tiba Naga air yang nuju ke arah reka mulai nyemburkan semburan air yang sangat dahsyat ke arah reka berdua. Nona Violetta pun langsung noleh ke arah semburan itu, sedangkan Lucas terlihat bersiap nghadapi semburan air itu.

"’Ijs’ tolong bantuannya," ucap Lucas.

Burung itu pun nganggukan kepalanya.

~Ice Spirit Magic : Ice Burst~

Lucas nyemburkan semburan es yang cukup dahsyat dari mulutnya. Tidak hanya Lucas, tetapi Roh yang ada di pundaknya juga ikut nyemburkan es dari mulutnya. Semburan es itu pun beradu dengan semburan air yang disemburkan Naga air tersebut. Tidak lama setelah kedua semburan itu saling beradu, semburan air itu perlahan mulai mbeku dan pembekuan itu terus njalar hingga nuju kepala Naga air

itu.

"Violetta, serang Undine sekarang," ucap Lucas.

Sebenarnya nona Violetta ingin lanjutkan pembicaraannya yang tadi, tapi lihat ada kesempatan untuk nyerang Undine, dia pun langsung lompat ke semburan air yang mbeku itu dan langsung lesat nuju Undine yang sedang duduk di atas kepala Naga itu. skipun kepala Naga itu sudah mulai mbeku akibat semburan es milik Lucas yang njalar hingga kepala Naga buatannya, tetapi Undine masih tetap santai dan tidak panik sedikitpun. Nona Violetta pun sudah mau ndekati Undine dan langsung bersiap untuk nyerangnya.

~Flower Magic : Garden of Flowers~

Bunga-bunga mulai tumbuh di sekitar Undine dan nona Violetta. Kali ini Undine nampak tidak tertarik dengan kemunculan bunga yang tiba-tiba itu. lihat nona Violetta yang mulai ndekat, Undine pun mbuat bola-bola air kecil yang ngelilingi tubuhnya. Bola-bola air itu langsung nembakan semburan air kecil yang sangat cepat ke arah nona Violetta. Namun nona Violetta juga bersiap untuk nghadapi semburan dari bola-bola kecil itu. Nona Violetta mulai nebas kelopak-kelopak bunga dari bunga yang muncul di sekitarnya. Kelopak-kelopak bunga itu pun bertebaran di udara setelah di tebas oleh nona Violetta.

~Flower Magic : Flower Petal Bullets~

Kelopak-kelopak bunga yang bertebaran di udara itu mulai lesat ke arah semburan air yang berasal dari bola-bola air buatan Undine. Kelopak-kelopak bunga itu berhasil nahan semburan-semburan air itu. Tidak hanya nahan semburan air itu, beberapa kelopak bunga itu juga berhasil ngenai Undine dan lubangi tubuhnya. skipun setelah itu, tubuhnya langsung pulih kembali setelah berlubang karena terkena kelopak bunga itu.

Karena kelopak-kelopak bunga yang lesat itu berhasil nahan semburan air yang berasal dari bola air ciptaan Undine, hal itu mbuat nona Violetta tidak terluka sama sekali dan dengan mudah berhasil ndekati Undine. Saat jarak diantara reka berdua semakin dekat, nona Violetta lesat dengan cepat hingga tiba-tiba langsung berada di depan Undine. Nona Violetta pun langsung nusuk Undine nggunakan pedangnya. Tapi ternyata yang dilakukan nona Violetta bukanlah serangan tusukan, lainkan nona Violetta hanya nyentuh dada Undine nggunakan ujung pedangnya.

~Flower Magic : Sunflowers Bloom~

Tiba-tiba dada Undine yang dikenai ujung pedang nona Violetta langsung hancur. Tidak hanya dadanya, lainkan seluruh badannya pun ikut hancur dan hanya nyisakan kepala, kedua tangan dan kedua kakinya. Undine terlihat sedikit terkejut akan hal itu.

"Serangan yang ngesankan, tetapi...," ucap Undine.

Tangan kanan Undine yang terpisah dari badannya langsung bergerak nghampiri nona Violetta dan dengan cepat langsung ncekik leher nona Violetta. Tangan kanannya itu lalu ngangkat nona Violetta dengan tinggi dan kemudian langsung mbanting nona Violetta ke bawah ke arah kepala Naga air miliknya yang mbeku.

".....Serangan seperti itu tidak cukup untuk ngalahkanku," ucap Undine.

Tangan kanan Undine mbanting nona Violetta dengan keras dan mbuat kepala Naga air yang mbeku itu langsung hancur dan nona Violetta pun terjun ke bawah dan nghantam air banjir yang ada di bawahnya.

*BYURRRRRR

Suara nona Violetta yang nghantam air banjir itu pun terdengar keras. Sentara itu, setelah selesai mbanting nona Violetta, Undine mulai mulihkan tubuhnya kembali di atas leher Naga air yang mbeku dan layang di atas. Tetapi, tiba-tiba Lucas langsung ndekatinya dan nyerangnya ketika hendak mulihkan diri.

~Spirit Ice Magic : Dozens of Freezing Slashes~

Lucas nggunakan pedang berukuran sedang miliknya dan langsung nebas Undine yang masih mulihkan dirinya njadi beberapa bagian. Pada bagian tubuh Undine yang terpotong, terdapat es yang mbeku di bagian sambungan potongan tubuh itu. Hal itu dilakukan Lucas agar potongan tubuh itu tidak bisa nyatu kembali karena sambungannya sudah dibekukan.

"Kali ini aku akan ngalahkanmu, Undine. Dan aku akan mbuatmu njadi Roh yang njalin kontrak denganku. Dengan begitu, aku akan diakui sebagai orang yang sangat kuat yang bisa mbuat Roh tingkat tinggi sepertimu njalin kontrak denganku," ucap Lucas.

Undine terdiam ndengar itu, tiba-tiba ekspresi Undine berubah. skipun kepalanya terpotong njadi 4 bagian, terlihat jelas ekspresi Undine yang terlihat marah dan natap tajam ke arah Lucas.

Setelah berhasil motong Undine njadi beberapa bagian dan mbekukan sambungan potongan tubuhnya, Lucas kembali nyerang Undine.

~Ice Spirit Magic : Great Ice Burst~

Lucas dan roh es miliknya kembali nyemburkan semburan es ke arah Undine, kali ini semburan es itu sangat besar dan langsung mbekukan potongan tubuh Undine seketika. Undine pun terlihat tidak bergerak dan tidak juga berusaha untuk mulihkan tubuhnya kembali njadi satu. Karena hal ini, Lucas nganggap kalau ini sudah selesai.

"Dengan ini, semua telah selesai," ucap Lucas.

Tetapi, tiba-tiba potongan tubuh Undine yang mbeku mulai ngalami retak dan potongan tubuh itu pun telah terbebas dari pembekuan. Hal itu mbuat Lucas terkejut.

"Apaa ?!?!," ucap Lucas yang terkejut.

Lalu tangan kanan Undine yang telah terpotong tiba-tiba lesat ke arah Lucas dan langsung ncengkeram kepalanya. Setelah berhasil ncengkeram kepala Lucas, tangan kanan itu langsung berubah njadi segumpalan air yang njebak kepala Lucas di dalamnya. Lucas pun terlihat tidak bisa bernafas setelah kepalanya terjebak di gumpalan air itu.

Sentara itu, potongan tubuh Undine secara perlahan mulai bersatu kembali. Begitupun juga dengan tangan kanannya yang saat ini tengah berubah njadi gumpalan air, tangan kanannya itu mulai ndekat dan nyatu dengan potongan tubuh yang lainnya. Setelah beberapa saat nyatu, Undine pun mulai pulih sepenuhnya. Lalu dia natap tajam ke arah Charles yang sedang terjebak di gumpalan air di tangan kanannya. Kemudian, dua bola air berukuran kecil muncul di atas kepala Undine dan dua bola kecil itu langsung nyemburkan semburan air yang lubangi badan Lucas. Terlihat Lucas ronta dan berteriak setelah tubuhnya dilubangi oleh semburan air itu, skipun teriakannya itu tidak terdengar karena kepalanya saat ini sedang terjebak di gumpalan air itu.

"Barusan kamu bilang kalau kamu mau mbuatku njalin kontrak denganmu ? Dengan makhluk lemah sepertimu ? Itu adalah salah satu hal terlucu yang pernah aku dengar,"

"Dii tempatku berada saat ini, ada 2 orang yang berhasil ngalahkanku. Tetapi, reka tidak pernah mintaku njalin kontrak dengan reka skipun reka terlah berhasil ngalahkanku. reka mbiarkanku njalani kehidupan dengan bebas tanpa terikat kontrak dengan reka. Sentara, kamu yang mana seorang makhluk lemah, berusaha mbuatku njalin kontrak denganmu dan berusaha mbuat hidupku njadi dibatasi ?," tanya Undine.

Ekspresi Undine saat ini terlihat benar-benar marah. Sentara itu, Lucas terus ronta karena nafasnya sudah mulai habis akibat terjebak di gumpalan air yang berada di tangan kanan Undine.

"Kamu bahkan tidak bisa ngalahkanku dengan sihir esmu dan sekarang kamu minta bantuan dari sebuah Roh tingkat nengah untuk ngalahkanku. Bukankah aku sudah bilang kepadamu kalau kamu ingin ngalahkanku, setidaknya gunakan sihir es yang kekuatannya setara dengan ’Divine Elental Spirits’ atau di atasnya ? Tapi kamu malah nggunakan sihir yang berasal dari Roh tingkat nengah. Sepertinya kamu tidak ndengarkan perkataanku tadi karena kamu sudah lebih dulu tidak sadarkan diri setelah beberapa tubuhmu berlubang akibat seranganku," ucap Undine.

Lalu Undine kembali nyerang Lucas dengan semburan air dari dua bola kecil yang berada di atas kepalanya. Kali ini, semburan air itu lubangi kedua tangan dan kedua kaki Lucas. Lucas pun ronta dengan hebat setelah kedua kaki dan tangannya dilubangi oleh Undine. Tidak hanya itu, Undine pun nyerang Roh es milik Lucas dengan nggunakan semburan air yang sama hingga Roh es itu hancur dan nghilang.

"Awalnya aku berniat untuk bermain-main dengan kalian sebelum mbunuh kalian. Tapi setelah ndengar perkataanmu tadi, aku jadi kehilangan moodku untuk bermain-main. Jadi sekarang, lebih baik kamu mati saja," ucap Undine.

Tiba-tiba gumpalan air yang njebak kepala Lucas ledak bersamaan dengan kepala Lucas. Darah pun nyebar ke segala arah, bahkan tubuh Undine saat ini berlumuran darah dari kepala Lucas yang hancur. Setelah kepala Lucas hancur, Undine mbiarkan tubuh Lucas jatuh ke bawah. Tubuh Lucas pun jatuh ke air banjir yang berada di bawah.

Sentara itu, nona Violetta yang baru saja bangkit kembali setelah dibanting oleh Undine, tiba-tiba terkejut dengan sesuatu yang jatuh ke air banjir yang berada di dekatnya. Nona Violetta pun penasaran dan ncari tahu benda apa yang terjatuh itu. Setelah nunggu beberapa saat karena benda itu awalnya tenggelam setelah baru saja terjatuh, benda itu pun mulai muncul ke permukaan air. Nona Violetta sangat terkejut begitu ngetahui kalau sesuatu yang dia anggap benda terjatuh itu ternyata adalah tubuh Lucas yang tidak miliki kepala.

"LUCAS!!!!!!," teriak nona Violetta.

Dia sangat terpukul lihat kondisi Lucas yang tiba-tiba njadi seperti itu. Lalu dia pun lihat ke atas, dan di atas sana ada Undine yang juga natap nona Violetta tanpa ekspresi di wajahnya.

"Apa yang baru saja kau lakukan, Undine ?!?!?!," tanya nona Violetta yang nampak kesal.

Tetapi Undine tidak njawab pertanyaan nona Violetta. Nona Violetta pun gang pedangnya kembali dan langsung lompat dengan tinggi ke arah Undine. Nona Violetta dengan cepat berhasil ndekati Undine dan bersiap untuk nyerang Undine.

"Kau harus mbayarnya, Undine," ucap nona Violetta.

~Flower Sword Art Secret Technique : Oleander Blossom - Death Slash~

Namun sebelum serangan nona Violetta ngenai Undine, secara tiba-tiba, kedua tangan nona Violetta telah terpotong. Darah pun mulai ngucur deras dari kedua tangannya yang terpotong. Nona Violetta sangat terkejut lihat tangannya yang terpotong dan langsung berteriak dengan keras.

Sentara itu, Undine hanya mperhatikan nona Violetta yang sedang berteriak. Di atas kepalanya, ada dua buah bola air yang cukup besar, berbeda dengan bola air kecil yang sebelumnya dia gunakan. Setelah sudah cukup mperhatikan nona Violetta, Undine pun nendang nona Violetta ke bawah beserta kedua tangannya yang telah terpotong. Nona Violetta lalu jatuh ke bawah dan ndarat di sebuah bangunan yang telah hancur setelah di tendang oleh Undine. Dia masih ringis kesakitan setelah kedua tangannya dipotong oleh Undine. Lalu dia pun ndekati kedua tangannya yang telah terpotong yang berada tidak jauh darinya. Nona Violetta berusaha nyambungkan tangannya kembali namun tidak bisa. Nona Violetta terlihat sangat putus asa.

Namun setelah itu, tiba-tiba dia rasakan sebuah tekanan Aura yang sangat kuat. Nona Violetta lalu lihat ke atas yang mana rupakan asal dari tekanan Aura yang sangat kuat itu. Betapa terkejutnya nona Violetta saat lihat Undine yang dikelilingi oleh banyak bola air berukuran kecil dan nengah sedang layang di atasnya dengan ditemani oleh 5 Naga air buatannya. Terlihat Naga air yang sebelumnya mbeku karena serangan Lucas juga telah pulih kembali. Undine dan 5 Naga air itu natap ke arah nona Violetta. Undine natap nona Violetta tanpa ekspresi sama sekali. Nona Violetta terlihat sangat getaran saat natap Undine dan 5 Naga air buatannya itu.

"Inilah akibatnya jika makhluk lemah seperti kalian berani macam-macam dengan makhluk yang lebih kuat dari kalian. Temanmu itu sudah ndapatkan ganjarannya, sekarang adalah giliranmu," ucap Undine.

Setelah itu, Undine nyatukan tangan kanannya dan tangan kirinya seperti sedang lakukan Namaste.

~Water Spirit Magic : Twin Great Tsunami~

Di bagian luar kota itu, tiba-tiba muncul banyak air dari permukaan tanah. Air yang muncul tiba-tiba itu mulai ninggi dan mbentuk dua buah ombak yang besar. Dua buah ombak itu muncul di bagian Utara dan Selatan kota itu. 2 ombak itu sangat tinggi dan besar, dan dua buah ombak itu siap untuk ratakan kota itu.

Nona Violetta masih natap ke arah Undine dengan tubuh getaran. Sedangkan Undine natap nona Violetta dengan tanpa ekspresi di wajahnya. Nona Violetta sama sekali tidak nyadari adanya 2 ombak besar yang siap nghantam kota itu dan juga dirinya karena dirinya saat ini hanya terfokus natap Undine dengan tatapan ketakutan. Barulah dia nyadari adanya 2 ombak besar itu setelah kota itu tiba-tiba njadi gelap. Gelapnya kota itu diakibatkan oleh 2 ombak besar itu yang nutupi cahaya matahari ke kota. 2 ombak itu semakin ndekat dan saat ini sudah berada di atas nona Violetta dan juga Undine. Pemandangan yang dilihat nona Violetta saat itu benar-benar mbuatnya sangat ketakutan.

"Mons.....ter," ucap nona Violetta yang sangat ketakutan.

Setelah ngatakan itu, 2 ombak besar itu pun langsung nerjang seluruh kota dan dalam beberapa nit, seluruh kota itu pun telah tersapu bersih oleh 2 ombak besar itu.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 232 : Bencana Berjalan on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Elven Invasion cover
Similar genre

Elven Invasion

Respro ·Action

MagicvsScience HumanvsElves EarthvsForestia MortalvsGod ThisisataleinwhichGoddessLunainordertosaveherplanetandcivilizationstartsainvasiononEarth,Wi...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.