Font Size
15px

Nona Violetta terus natap kedua tangannya yang terluka setelah diserang oleh Rid. Kedua tangan itu nampak getar dengan cukup hebat dan tatapan mata nona Violetta pun nampak kosong saat natap kedua tangannya itu. Apa yang dialami nona Violetta saat ini sama seperti seseorang yang sedang ngalami trauma. Benar, nona Violetta mang ngalami trauma saat ini. Dia ndapatkan trauma sejak pergi dia berada di Holy Kingdom. Karena trauma inilah yang mbuat dia mutuskan untuk kembali ke kerajaan San Fulgen. Alasan dia ndapatkan trauma ini ada hubungannya dengan pertarungan terakhir yang dia lakukan dengan seorang ’makhluk’ yang sangat kuat.

-

~Flashback~

Sekitar 3 minggu yang lalu, di sebuah kota kecil yang berada di wilayah Holy Kingdom, Svetais.

Terlihat hampir sebagian besar bagian kota itu sudah hancur. Kota itu juga dibanjiri oleh air yang sangat tinggi yang mbuat beberapa bangunan di kota itu tenggelam. Terlihat ada banyak orang yang tewas dengan ngapung di air banjir itu bersama dengan puing-puing bangunan yang sudah hancur.

Air banjir yang mbanjiri kota itu perlahan bergerak nuju sebuah sungai yang berada tidak jauh dari kota itu. Aliran air yang bergerak nuju sungai itu juga mbawa orang-orang dan puing-puing bangunan yang hancur itu. Tidak hanya di air banjir itu saja, mayat orang-orang yang sudah tewas juga banyak tersebar di atas bangunan-bangunan yang rusak yang belum tenggelam karena air banjir itu.

Lalu dua orang yang ngenakan jubah panjang berwarna putih pun datang ke kota itu. Selain ngenakan jubah berwarna putih, seragam yang reka berdua kenakan juga berwarna putih dan berpadu dengan sedikit warna emas. Di belakang jubah yang reka kenakan terdapat sebuah gambar yang nyerupai huruf ’I’ berukuran besar berwarna emas dengan dua pasang sayap berwarna putih di bagian kanan dan kiri huruf ’I’ tersebut. Satu dari dua orang tersebut rupakan seorang Elf pria yang mbawa sebuah pedang berukuran sedang di pinggangnya. Dia juga mbawa sebuah busur panah di punggungnya. Sentara satu orang lagi rupakan seorang manusia perempuan yang mbawa sebuah pedang yang sarung pedangnya dipenuhi oleh banyak motif bunga, orang itu rupakan nona Violetta.

"Parah sekali. Tidak hanya kota-kota yang lain, tapi kota ini juga bernasib sama. Siapa yang berani lakukan ini di wilayah Holy Kingdom ?," tanya pria Elf tersebut.

"Siapapun yang lakukan ini, kita akan langsung ngeksekusinya apabila kita nemukan pelakunya. Untuk sekarang, lebih baik kita periksa ke sekeliling kota terlebih dahulu, Lucas. Mungkin kita bisa nemukan ada orang yang selamat," ucap nona Violetta.

Nama Elf pria tersebut adalah Lucas.

"Baiklah," ucap Lucas.

reka berdua pun mulai riksa ke sekeliling kota dengan lompati bangunan dan reruntuhan bangunan yang masih belum tenggelam di air banjir tersebut. Namun reka belum nemukan satu orang pun yang selamat di kota itu, reka hanya nemukan banyak mayat yang ada di atas bangunan dan juga yang ngapung di air banjir itu. reka terus riksa kota itu sampai akhirnya reka sampai di bagian tengah kota itu. Di bagian tengah kota itu, ada satu bangunan yang sangat tinggi dibandingkan bangunan yang lain. Bangunan itu masih kokoh berdiri skipun ngalami kerusakan yang cukup berat. Nona Violetta dan Lucas pergi ndekati bangunan yang tinggi itu. Lalu reka lihat ada seseorang yang sedang duduk di pinggir atap bangunan yang tinggi itu.

"Siapa itu ?," tanya nona Violetta.

"Ayo kita ndekatinya," ucap Lucas.

reka pun lompat ke atas bangunan yang tinggi itu, lalu reka pun berhasil ndekati orang yang misterius itu. Nona Violetta dan Lucas saat ini tengah berdiri di belakang orang yang sedang duduk itu. Dilihat dari dekat, ternyata orang itu rupakan seorang wanita yang makai pakaian dengan perpaduan putih dan biru tua. Rambut wanita itu juga berwarna biru tua.

"Siapa kalian ?," tanya wanita itu tanpa nengok ke belakang.

"Harusnya kami yang bertanya kepadamu. Siapa kamu ? Apa kamu yang nghancurkan kota ini dan mbunuh para penduduknya ? Tidak hanya kota ini, tetapi juga dengan kota lain," ucap nona Violetta.

"Kalau aku jawab ’iya’, kalian berdua mau apa ?," tanya wanita itu.

Tanpa njawab pertanyaan wanita itu, nona Violetta dengan cepat langsung nebas kepala wanita itu.

Kepala wanita itu pun terpisah dari badannya.

"Bukankah tidak sopan langsung motong kepalaku seperti ini tanpa peringatan apa-apa ?," tanya wanita itu.

skipun kepalanya sudah terpotong, kepala wanita itu masih dapat berbicara. Hal itu mbuat nona Violetta dan Lucas terkejut.

"Apa-apaan itu ?," tanya nona Violetta yang terkejut.

Kepala wanita yang tertebas itu pun perlahan berubah njadi sekumpulan air. Lalu pada tubuh wanita yang tertebas itu, sekumpulan air tiba-tiba muncul dari leher wanita yang tertebas itu. Sekumpulan air itu perlahan mbentuk kembali kepala wanita itu. Setelah kepalanya mulai terbentuk kembali, wanita itu pun bangkit dari duduknya dan berbalik untuk lihat nona Violetta dan Lucas. Terlihat jelas wajah wanita itu setelah dia berbalik, wajahnya sangat cantik dan matanya juga sangat indah. Bola matanya berwarna biru tua sama seperti warna rambutnya.

"Siapa kamu sebenarnya ?," tanya nona Violetta.

"Sebelum aku njawab pertanyaanmu, izinkan aku bertanya kepada kalian terlebih dahulu. Dilihat dari seragam yang kalian kenakan, kalian rupakan Holy Knights ya ?," tanya wanita itu.

"Itu benar, kami berdua rupakan Holy Knights. Kami datang kesini untuk ncari pelaku yang nghancurkan beberapa kota di Holy Kingdom. Sekarang katakan, siapa kamu sebenarnya ?," ucap nona Violetta.

Nona Violetta dan Lucas nampak waspada. reka terlihat sedang gang pedang milik reka masing-masing sambil masang kuda-kusa untuk nyerang.

"Namaku adalah Undine, apa itu sudah cukup untuk njawab pertanyaan kalian ?," tanya Undine.

"Undine ? Sepertinya aku pernah ndengar tentang nama itu," ucap Lucas.

"Apa tujuanmu datang kesini ?," tanya nona Violetta.

"Bukankah aku sudah bilang tadi kalau aku yang nghancurkan kota ini, jadi tentu saja tujuanku datang kes-," ucap Undine.

Belum sempat Undine selesai berbicara, tiba-tiba kepala dan pinggangnya terpotong karena ditebas oleh nona Violetta.

"Kamu benar-benar tidak sopan ya. Setidaknya biarkan aku nyelesaikan perkataanku terlebih dahulu. Dan setidaknya beritahu nama kalian berdua setelah aku sudah mberitahu namaku terlebih dahulu tadi," ucap Undine.

Tubuh Undine saat ini terpotong njadi 3 bagian, skipun begitu, dia masih bisa berbicara skipun tubuhnya terpotong.

"Kami tidak perlu mberitahu nama kami kepada ’pendosa besar’ sepertimu," ucap nona Violetta.

"Sayang sekali jika kalian tidak mberitahu nama kalian. Tapi yah, kalau dipikir-pikir sepertinya aku juga tidak perlu ngetahui nama kalian. Aku tidak perlu ngetahui nama orang yang sebentar lagi akan mati," ucap Undine.

Tiba-tiba kaki Undine yang tubuh utamanya sudah terpotong langsung nendang nona Violetta dengan cepat. Namun, sebelum kaki milik Undine ngenai tubuh nona Violetta, tiba-tiba kakinya berubah njadi seekor Naga air dengan badan yang panjang.

~Water Spirit Magic : Water Dragon’s Roar Smash~

Nona Violetta tidak sempat bereaksi dengan serangan itu dan mbuat dirinya terkena serangan itu dengan telak hingga mbuatnya terhempas dan nabrak beberapa bangunan yang ada hingga hancur. Nona Violetta pun muntahkan sejumlah darah dari mulutnya. Naga air itu terus mbawa nona Violetta nabrak beberapa bangunan sampai akhirnya Naga air tersebut tiba-tiba ledak ketika nabrak suatu bangunan. Ledakan itu cukup besar, bangunan yang terkena ledakan dari Naga air tersebut pun langsung hancur. Nona Violetta yang sejak awal terbawa oleh Naga air itu pun juga terkena ledakan itu.

Lucas yang lihat ledakan yang cukup besar itu pun terkejut.

"Violetta!," teriak Lucas.

Lalu kepala dan badan Undine yang terpisah karena terpotong pun mulai berubah njadi sekumpulan air. Kakinya yang semula berubah njadi Naga air pun mulai kembali seperti semula. Lalu tubuh utama Undine perlahan mulai pulih kembali mulai dari pinggang hingga kepala.

"Aku tidak terlalu suka orang yang tidak sopan, jadi aku mutuskan untuk nyingkarkannya secepatnya. Aku tidak nyingkarkanmu secepatnya karena kamu terlihat cukup sopan karena tidak berusaha nyerangku secara tiba-tiba," ucap Undine kepada Lucas.

"Aku tahu kalau nyerangmu secara tiba-tiba pun tidak akan ada gunanya. Karena apapun serangan yang ngenaimu, serangan itu tidak bisa lukaimu, bukan begitu, ’Divine Water Elental Spirit, Undine’ ?," tanya Lucas.

"Sepertinya kamu sudah tahu siapa aku yang sebenarnya," ucap Undine.

"Awalnya aku rasa pernah tahu sesuatu tentang nama ’Undine’. Lalu setelah lihat tubuhmu yang berubah njadi air setiap terkena serangan atau tebasan, aku jadi nyadari sesuatu. Hanya satu makhluk yang sulit untuk diserang tubuhnya, yaitu Roh. Dan dengan penampilanmu yang nyerupai manusia, hanya Roh tingkat tinggi saja lah yang bisa nggunakan penampilan itu. Lalu akhirnya aku ngingat kalau kamu, Undine rupakan salah satu dari Roh tingkat tinggi. Aku ngetahui tentang itu dari sebuah buku tentang Roh yang aku baca," ucap Lucas.

"Begitu ya, selamat karena telah ngingat tentangku," ucap Undine sambil bertepuk tangan.

"Aku ada pertanyaan untukmu, Undine. Kenapa Roh tingkat tinggi sepertimu datang kesini dan nghancurkan kota-kota ini ?," tanya Lucas.

"Hmmmm, anggap saja kalau aku nghancurkan kota ini hanya untuk bersenang-senang," ucap Undine.

"Bersenang-senang katamu ? Apa nurutmu nghancurkan kota dan mbunuh para penduduk yang nghuni kota yang kamu hancurkan rupakan kesenangan bagimu ?," tanya Lucas yang mulai marah.

"Itu benar. Aku tidak peduli dengan reka yang aku bunuh selagi aku rasa senang. Aku hanya mperdulikan diriku sendiri, aku tidak peduli pada makhluk lemah seperti kalian," ucap Undine.

"Keparat kau, Undine!," ucap Lucas.

Lucas pun bersiap nyerang Undine, tapi tiba-tiba nona Violetta datang dan langsung nusuk Undine tepat di dada kirinya.

~Flower Sword Art : Chaenoles Thorn Thrust~

Dada kiri Undine pun langsung berlubang setelah terkena serangan tusukan itu. Undine pun juga langsung terdorong mundur sampai hampir jatuh dari atap bangunan itu.

"Violetta, kamu tidak apa-apa ?," tanya Lucas yang terkejut dengan kehadiran nona Violetta.

"Untuk sekarang, aku tidak apa-apa. Tetapi tadi aku nggunakan ’Holy Potion’ untuk nyembuhkan luka yang aku terima. Aku tidak nyangka hanya dengan satu serangan itu sudah cukup untuk mbuatku terluka parah," ucap nona Violetta.

"Berapa banyak ’Holy Potion’ yang masih kamu miliki ?," tanya Lucas.

"4 buah," ucap nona Violetta.

"Terlalu sedikit untuk persiapan lawannya," ucap Lucas.

"lawan siapa ? bukankah wanita itu sudah berhasil aku bunuh ?," tanya nona Violetta.

"Tidak. Dia bukanlah makhluk yang bisa dibunuh hanya dengan mbuat dadanya berlubang. Kamu pasti berpikir untuk nusuknya di dada kiri karena dada kiri rupakan lokasi jantung berada. Karena dia terlihat seperti manusia, makanya kamu berpikiran seperti itu. Tetapi dia bukanlah manusia, jadi jantungnya belum tentu berada di dada kirinya," ucap Lucas.

Dada kiri Undine yang berlubang perlahan mulai nutup kembali.

"Kamu kembali lagi ya, padahal aku sudah nghempaskanmu agar kamu tidak kembali lagi," ucap Undine.

Tapi nona Violetta tidak nanggapi perkataan Undine.

"Jadi apa yang harus kita lakukan ? Perintah ’Leader’ adalah untuk mbunuh pelaku penghancuran kota, tidak peduli siapapun itu," ucap nona Violetta.

Lucas berpikir sejenak lalu dia pun mulai berbicara.

"Aku punya rencana," ucap Lucas.

"Rencana apa itu ?," tanya nona Violetta.

"Aku mau kamu ngalihkan perhatiannya dan aku yang akan nebas dia. Aku punya suatu cara untuk ngalahkannya ngingat aku dulu juga pernah ngalahkan sebuah Roh," ucap Lucas.

"Baiklah," ucap nona Violetta.

"Kalau begitu aku serahkan kepadamu," ucap Lucas.

Nona Violetta pun lesat ke arah Undine dan langsung nebasnya kembali. Tetapi lagi-lagi Undine mulihkan tubuhnya kembali setelah ditebas oleh nona Violetta. Ketika tubuhnya sudah pulih kembali, Undine berniat nyerang nona Violetta dengan teknik yang sama dengan sebelumnya. Namun tiba-tiba sebuah panah lesat dengan cepat ke arah Undine. Undine tidak sempat nghindar dan mbuatnya terkena panah itu dengan telak tepat di dadanya.

Panah itu nembus tubuh Undine secara perlahan. Lalu dada Undine tiba-tiba mulai mbeku. Tidak hanya dadanya saja, seluruh tubuh Undine secara perlahan mulai mbeku hingga akhirnya tubuh Undine mbeku sepenuhnya.

"Bagaimana rasanya terkena ~Freezing Arrow~ milikku ? Tidak peduli kamu itu Roh tingkat tinggi atau bukan, jika tubuhmu berasal dari air, sudah pasti kamu akan mbeku apabila bersentuhan dengan sihir es," ucap Lucas.

Lucas lalu gang pedang berukuran sedang miliknya dan bersiap untuk nyerang Undine.

"Sekarang tinggal penyelesaian akhirnya. Mundur Violetta, biar aku yang nghabisinya," ucap Lucas.

Nona Violetta pun mundur dan Lucas langsung lesat ke arah tubuh Undine yang mbeku. Lucas lalu lapisi pedang berukuran sedangnya itu dengan sihir angin yang sangat kuat.

~Wind Magic : Destructive Wind Blow~

Lucas berniat nghancurkan tubuh Undine yang mbeku dengan serangan dari pedangnya itu. Tetapi sebelum serangan pedangnya itu ngenai tubuh Undine yang mbeku, tubuh Undine yang mbeku itu tiba-tiba mulai retak dan Undine pun terbebas dari pembekuan itu.

"Aku tahu pemikiranmu itu. Karena aku berasal dari air, maka kamu mutuskan untuk nggunakan sihir elen yang rupakan kelemahanku yaitu sihir es. Tentu, pemikiran itu tidaklah salah. Tetapi...," ucap Undine.

Tiba-tiba Undine nciptakan banyak bola-bola air yang ngelilingi tubuhnya. Dari bola-bola air itu, muncul sebuah semburan air yang ngarah ke Lucas dengan cepat. Semburan-semburan air itu pun lubangi badan, kaki serta tangan Lucas dan mbuatnya terjatuh sebelum berhasil nyerang Undine. Lucas pun tergeletak bersimbah darah setelah tubuhnya dilubangi oleh semburan-semburan air itu.

"...Jika kamu mau ngalahkanku dengan nggunakan sihir es, setidaknya gunakan sihir es yang kekuatannya setara dengan para ’Divine Elental Spirits’ atau di atasnya. Kekuatan sihir es yang berasal dari makhluk lemah seperti kalian tentu saja tidak akan bisa untuk ngalahkanku," ucap Undine.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 231 : Divine Water Elemental Spirits, Undine on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Pokémon Court cover
Similar genre

Pokémon Court

Sounding Stream ·Action

SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainstWallace,therepresentativeof...Readmore SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainst...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.