Hotel Mawar adalah salah satu hotel bintang 5 yang terkenal sebagai hotel tempat reka bermain dengan simpanan bagi orang kaya. Fasilitas dan kerahasiaan identitas yang diberikan hotel ini mbuat para orang kaya tidak perlu khawatir akan terjadinya penggerebekan.
Kamar 779
Seorang pria paruh baya natap dingin ke arah toilet yang terkunci rapat itu. Suasana hatinya sedang tidak bagus. Perempuan itu benar-benar terlalu lama di toilet, seharusnya dia tidak mbiarkannya nggunakan toilet.
Namun pada saat ini, terdengar suara air ngalir dan wajah pria itu kembali hidup.
Ketika pintu itu terbuka, sesosok wanita cantik keluar dan terlihat ketakutan. Monika berharap Hannah segera nyelamatkannya.
lihat pria itu sudah setengah telanjang, Monika semakin takut.
"Mon, apakah kau sakit perut?" Pria itu segera nghampiri Monika, senyumannya terlihat nakal.
"Tidak, tidak." Monika nggelengkan kepalanya dengan cepat.
Di bar sebelumnya, pria ini mberinya minum alkohol sebanyak 2 botol. Ketika dia sudah mulai sadar, ternyata dia sudah berada di hotel ini bersama pria ini.
nyadari situasinya, dia pura-pura mual dan lari ke dalam toilet di mana dia nelepon Hannah dengan panik. Untungnya, ketika dia digotong ke hotel ini, dia lihat nomor kamarnya. Kalau tidak, mungkin riwayatnya sudah tamat dan tubuhnya sudah ternoda.
Hannah, aku mohon cepatlah datang...
Satu-satunya harapan adalah Hannah teman baiknya itu.
"Kalau begitu, ayo kita ke tempat tidur." Pria itu luk Monika sambil ngendus lehernya, berusaha mbawanya ke ranjang.
Monika sedikit lawan tetapi karena dirinya masih setengah mabuk, tenaganya tidak banyak.
"Lepaskan aku!" Kata Monika sambil mberontak.
"Hahaha Monika kau ini lucu sekali. Bukankah kau yang ngundangku kemari?" Pria itu semakin luk Monika semakin erat dan mulai njilati mangsanya itu. Kelembutan dan aroma wanita muda di pelukannya ini mbuat dirinya semakin terangsang.
Perempuan muda mang nawan dan terlihat masih polos, pria ini suka dengan sifat mberontak yang dimiliki perempuan muda ini.
"Malam ini, tubuhmu adalah milikku." Pria itu lalu lempar Monika ke ranjang sambil lepaskan pakaiannya.
Monika yang hanya makai atasan itu berusaha lepaskan diri. Namun semua usahanya sia-sia, pria itu nahan kedua tangannya dan sudah nyelam di tubuh Monika yang masih belum matang ini. Tangannya raba-raba dadanya sambil berusaha lepaskan semua pakaian Monika hingga telanjang.
"Tidak! Aku tidak mau!" Monika hanya bisa berkata tidak sambil nangis, dia sama sekali tidak bisa lawan.
"Mon, tidak usah khawatir. Aku akan ngajarkanmu arti dari kebahagiaan." Mata pria ini semakin mbara. Monika sungguh cantik dan nawan, dia harus ncicipi tubuh ini!
Monika rasa dirinya telah tamat. Pakaian yang tersisa hanyalah beha dan celana dalamnya saja.
Pria itu kemudian natap dan ngagumi tubuh Monika terlebih dahulu lalu nghirup leher putihnya itu.
"Tidak ada yang bisa ngalahkan bau perempuan muda!" Pria itu benar-benar puas.
"Sekarang kita lihat bagaimana pemandangan indah yang ada di balik beha itu." Kemudian tanpa nunggu lama, dia berusaha lepaskan pengait beha milik Monika.
"Tidak! Kau bau!" Monika berusaha lawan.
Pria itu terkejut ketika ndengarnya, kemudian dia tertawa. "Hahaha kalau begitu aku akan mandi dulu. Mon, tunggulah di sini dan njadi anak yang baik."
Kemudian pria itu masuki kamar mandi dan mandi sambil bersiul. Dia sudah lama tidak ncicipi tubuh seorang gadis muda jadi dia harus mastikan semuanya berjalan dengan sempurna.
Bagaimana mungkin orang ncicipi buah terbaik dengan kondisi terburuknya? Jika dia ingin lakukannya, dia harus berada dalam kondisi terbaiknya!
lihat pria itu pergi, Monika berusaha makai bajunya dan berlari nuju pintu.
skipun pemandangannya sedikit kabur dan kakinya getar tanpa henti, setidaknya dia bisa berjalan sambil bersandar di tembok.
Ketika dia berhasil keluar, Monika segera ncari jalan keluar ataupun seseorang.
Namun, pria tersebut mandi dengan cepat. Hanya butuh senit untuk dirinya selesai.
"Beruang kecilku aku datang!"
skipun wajahnya masih berminyak, pria ini sudah rasa segar dan tersenyum lebar. Ketika dia siap ncicipi hidangannya, dia terkejut ketika lihat Monika tidak ada di kamar.
Sialan, ke mana perempuan itu pergi?!
Pria itu segera berlari keluar kamar dan ngetahui bahwa Monika baru saja berbelok ke kiri.
Monika segera tersusul dan tertangkap.
"Mau lari ke mana kau?" Pria itu segera njambak dan nyeret Monika kembali ke kamarnya.
"Ah! Sakit, hentikan!" Monika kesakitan ketika rambutnya dan badannya diseret oleh pria itu.
Untuk nghindari yang tidak-tidak, Monika segera dia gendong.
"Lepaskan aku!" Monika mulai nangis.
"Lepaskan kamu?" Pria itu hanya tertawa. "Kau tidak akan lepas dariku, malam ini kau ada untuk layaniku."
"Jadilah wanitaku dan aku tidak akan nyebarkan foto bugilmu di sekolahmu nanti." Kata pria itu dengan nada dingin.
Monika benar-benar tidak berdaya. Bagaimana bisa ada orang tidak tahu diri seperti ini?
Ketika sampai di kamar, Monika langsung dilempar ke kasur dan pria itu langsung mbuka jubah mandinya. Dia hanya makai celana dalam saja dan segera luk Monika.
"Tolong Lepaskan aku" Monika nangis kembali, dia tidak mau hidupnya berakhir hari ini.
Pria tersebut hanya natap Monika dan namparnya, dia lalu tersenyum. "Sudah cukup nangisnya, kau ingin kubuat pingsan?"
Pria tersebut kemudian nanggalkan baju Monika, tetapi karena Monika terus mberontak akhirnya dia robek baju tersebut.
Setelah terobek dengan sempurna, sepasang gunung nyambut dirinya. Dia ngangguk puas dan nghirup di lembah gunung itu.
"Hmmm harum sekali." Pria itu kemudian raba-raba dadanya Monika sambil ngulurkan tangannya ke bawah.
"Tidak Aku tidak mau" Monika kembali nangis, dia berharap tadi nuruti kata orang tuanya dan tinggal di rumah.
Pria itu tidak peduli dan kembali mainkan bagian atas dan bawah Monika. Dia rasa tubuhnya sudah tidak kuat lagi dan mulai nurunkan celana dalamnya.
Pria itu natap Monika dan lihat wajahnya yang penuh air mata.
"Tolong lepaskan aku." Monika berusaha lawan dan pria itu kembali namparnya.
"Diam atau akan kurekam kamu! Aku akan pastikan video itu tersebar dan aku sendiri akan ngirimkannya ke orang tuamu agar reka bisa lihat dirimu yang nyedihkan ini!"
Hal ini mbuat Monika ketakutan dan terdiam, dia masih nangis kecil.
lihat Monika yang sudah pasrah dan terdiam, dia kemudian ingin lepas celana dalam milik Monika dan mulai permainan sesungguhnya.
Namun, tiba-tiba pintu kamarnya digedor.
"Siapa?" Pikirnya.
Pria itu ngerutkan dahinya dan makai jubahnya. Siapa yang berani ngganggunya nikmati makan malamnya ini? Dia lalu nghampiri pintu.
Pintunya terus digedor tanpa henti, hal ini mbuat dirinya semakin marah. Dia tidak sabar maki siapapun yang ada di balik pintu tersebut.
Reviews
All reviews (0)