Font Size
15px

Keberuntungan Randika sama sekali tidak bagus, dia masih tidak dapat nemukan jalan keluar dari labirin ini.

Labirin ini benar-benar terlalu besar, awalnya Randika sudah nggambar sebuah peta di benaknya. Randika terus nerus nggambarkan informasi baru ketika dia berjalan. Tetapi seiring berjalannya waktu, Randika nyadari bahwa mustahil untuk ngingat semua jalan ini.

Terlebih lagi, bahkan jika dia miliki peta sekalipun, mustahil untuk nemukan jalan keluar apabila semua jalan itu sama persis.

Mulai dari jalan, dinding, atap, bahkan lampu yang ada benar-benar sama persis. Untungnya saja, masih ada lampu yang nerangi reka jika tidak, kepanikan akan segera landa siapapun yang masuk ke dalam labirin ini.

"Kak, aku lapar." Kata Indra dengan nada suara yang lemas.

Sejauh ini, reka berempat sudah ngelilingi labirin ini lebih dari 7 jam. reka jatuh ke lubang pada pagi hari dan sekarang sudah hampir sore hari.

Tetapi untuk detailnya, reka tidak tahu karena di dalam labirin tidak ada jam.

Ketika reka berjalan, reka juga bisa ndengarkan suara perut Indra yang terus berbunyi tanpa henti. Hal ini mbuat perut ketiga orang lainnya ikut berbunyi. reka juga lapar, tetapi reka sampai sekarang belum nemukan jalan keluar dari labirin ini. Jika seperti ini, reka rasa bahwa reka tidak akan pernah bisa keluar.

"Sabar saja dulu, nanti aku akan mbelikanmu makanan yang enak ketika kita keluar nanti." Randika berusaha nghibur.

Namun, di matanya ada jejak-jejak kekhawatiran dan kelelahan. Ini bukan salahnya, labirin ini mang terlalu abnormal.

Sebelum ini, dia ncoba jalan lurus tanpa henti, tetapi di tengah-tengah, ada dinding besar yang nghalangi reka.

Labirin ini dibuat secara aneh, sepertinya labirin ini dibuat tanpa desain sama sekali dan areanya benar-benar luas. Randika mperkirakan bahwa luasnya sama dengan luas hutan purba di atasnya.

Jika itu benar, labirin ini benar-benar nyimpan sesuatu yang sangat berharga. Apakah labirin ini benar-benar nyimpan rahasia untuk njadi abadi?

Terlebih lagi, hanya sedikit orang yang bisa mbangun labirin seperti ini di zaman kuno. Kemungkinan besar yang mbuatnya adalah keluarga kerajaan yang kaya atau pedagang kaya pada zaman dahulu.

Tetapi nurut Randika, labirin ini sepertinya dibangun oleh keluarga kerajaan kerajaan. Pembangunan labirin ini benar-benar rumit, tenaga manusia yang besar diperlukan dalam mbuat labirin sebesar ini. Oleh karena itu, hanya keluarga kerajaan yang bisa mbangun labirin seperti ini.

Ketika berjalan, Randika juga mperhatikan segalanya dengan detail.

Pertama adalah lampu minyak!

Pembuatan lampu minyak ini sangat cerdas, sepertinya minyak itu tidak pernah habis karena itu berasal dari mayat yang mbusuk.

Pada saat yang sama, ketika Randika riksa tembok, dia rasa bahwa ada beberapa tembok yang rapuh. Randika berusaha rasakannya dan nyimpulkan bahwa tembok itu berasal dari tulang manusia!

Dengan kedua petunjuk ini, Randika dapat nyimpulkan bahwa labirin ini telah makan korban jiwa yang sangat amat banyak.

Kalau dilihat dari besarnya labirin ini, Randika mperkirakan bahwa ada lebih dari 100 ribu mayat yang telah njadi korban. Oleh karena itu, lampu-lampu ini diperkirakan akan terus nyala selama 100 tahun lebih.

nurut pengetahuan Randika, sepertinya keluarga kerajaan yang mbangun labirin ini telah nggunakan hampir 50 ribu tenaga kerja. Ketika labirin ini selesai dibuat, nurut adat, orang-orang ini akan ditumbalkan dan mati bersama dengan labirin yang reka buat.

Hal ini dilakukan untuk njaga rahasia ataupun karena reka kekurangan bahan.

Randika natap sekelilingnya, dia rasa ribuan jiwa telah nyuarakan kesengsaraan reka padanya!

Randika tidak mbicarakan hal ini pada yang lain, dia takut reaksi reka akan heboh dan makin panik.

Dalam keadaan diam, keempat orang ini terus berjalan nuju ke kedalaman.

Apa yang Randika tidak tahu adalah perjalanan reka justru mbawa reka ke pusat dari labirin ini. Labirin ini hanya sebuah benteng, bukan inti dari reruntuhan kuno ini. skipun Randika berusaha berjalan nuju pintu keluar, reka justru berjalan tepat nuju pusat dari reruntuhan ini.

reka semua berjalan dalam keadaan diam, pada saat ini reka rasa bahwa tenaga reka terlalu sedikit bahkan untuk bersuara sekalipun.

Randika berjalan di depan. Pada saat ini, dia terus nerus ndengar suara perut Indra yang nandakan bahwa dia lapar.

Randika nghela napasnya, sepertinya adik seperguruannya ini benar-benar kelaparan.

Suara perut Indra terus bergema, akhirnya dia berkata pada Randika. "Kak"

"Sabar, aku tidak bawa makanan sama sekali. Lebih baik kamu pusatkan tenaga dalammu ke perutmu agar kamu tidak terlalu lapar." Kata Randika tidak berdaya.

"Itu bukan aku kak, perutku tidak bunyi." Kata Indra dengan wajah kebingungan. Dia awalnya ngira suara perut berbunyi itu adalah miliknya, tetapi dipikir-pikir, dia nyadari bahwa itu bukan berasal dari perutnya.

Ketika Inggrid dan Maria ndengar ini, reka jelas terkejut. Bukankah suara itu berasal dari Indra?

Randika sendiri juga terkejut, tidak ada orang lain selain reka di sini. Kalau itu bukan suara perut reka, terus itu suara siapa?

Tiba-tiba, Randika noleh ke belakang dan nyadari ada tatapan tajam ngawasi reka. Tetapi, jalan di belakang reka itu sunyi dan sepi.

Randika tiba-tiba rinding, tanda bahaya!

Ada bahaya yang ndekat!

Instingnya ngatakan bahwa ada sesuatu yang ndekat. skipun dia tidak tahu apa yang ndekat, ngingat labirin ini begitu misterius, Randika tahu bahwa makhluk yang ada bukanlah makhluk yang sembarangan.

"Ran" Inggrid sedikit cemas. Dia juga dapat rasakan bahwa ada sesuatu di belakang reka yang ndekat.

"Tidak apa-apa, jangan khawatir. Berdirilah di belakangku, kalau ada apa-apa cepatlah lari dari sini."

Wajah Randika tidak pernah seserius ini.

Sebuah bayangan mulai nutupi tembok dan nutupi jalan. Randika mperhatikan bayangan itu dengan seksama, dia sudah siap nghadapinya.

Inggrid, Maria, Indra sedikit berdiri di belakang Randika.

Dia datang!

Inggrid dan Maria makin ketakutan ketika lihat bayangan itu makin besar setiap langkahnya.

Apa itu?

Boneka ginseng yang ada di pundaknya Indra juga rasa panik, ia rasakan bahaya yang besar makin ndekat. Ia rasa bahwa makhluk ini adalah lawan alaminya.

"Tenang saja, aku ada di sini." Indra dengan cepat nenangkan sahabat kecilnya itu. Boneka ginseng itu dengan cepat lompat dan bersembunyi di balik baju Indra. Tubuhnya getar dan kepalanya dia sembunyikan, sepertinya ia benar-benar ketakutan.

Bayangan itu tiba-tiba hilang pada saat ini, Randika sendiri tidak dapat nemukannya.

Tiba-tiba, dia rasa bahwa makhluk itu ngintip dari balik tembok. Dalam sekejap, pupil mata Randika ngecil.

Itu kepalanya?

Di bagian kepalanya, tidak ada rambut sama sekali dan tengkorak kepalanya telah hancur setengah dan amblas ke dalam. Wajahnya benar-benar ngerikan, matanya juga sangat kecil seakan-akan tidak ada sama sekali. Di bagian matanya, tidak ada pupil hitamnya, semuanya putih. Bagian telinganya sangat lancip bagaikan telinga seekor kelelawar!

Hidungnya sudah tinggal tulang dan mulutnya yang nutupi giginya sudah separuh hilang dan mperlihatkan giginya yang tajam.

Randika rasakan firasat buruk di dalam hatinya. Dia ngira bayangan itu adalah orang, dia tidak nyangka itu adalah makhluk purba seperti itu.

Makhluk itu mperhatikan Randika dkk, air liurnya segera netes dengan banyak. Kemudian, dia berjalan dan mperlihatkan tubuh besarnya. Tangannya yang besar itu miliki kuku yang besar dan tajam. Yang mbuatnya makin nakutkan adalah bukannya berjalan, ia rayap bagaikan cicak di tembok!

Monster itu rayap di tembok dan nghampiri Randika. Monster ini sudah mirip dengan Grendel di film "Beowulf", tetapi ini jauh ngerikan dan jauh lebih besar. Sepertinya dia telah ngalami mutasi genetik!

Mustahil, ini benar-benar mustahil apabila dipikir dengan nalar.

Apakah orang jaman dahulu lakukan eksperin lintas spesies?

Randika terus nerus mperhatikan monster itu, dia sedang mutuskan apakah monster itu jinak atau tidak.

Monster itu mperhatikan keempat orang itu dan rayap secara perlahan. Randika tidak bergerak tetapi seluruh tubuhnya benar-benar tegang. Tenaga dalamnya sudah nyebar di seluruh tubuhnya sejak awal.

Monster itu mbuka mulutnya dan mperlihatkan taringnya. Suara perut keroncongan itu makin keras. Matanya yang putih itu seakan-akan sedang lihat hidangan makan malamnya!

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 416: Monster di Dalam Labirin on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

I Became The Academy Necromancer cover
Similar genre

I Became The Academy Necromancer

172 ·Harem

Scream,Shriek.Wakeupandpourtherestofyourgrudgesontome.ThenI’ll...Readmore Scream,Shriek.Wakeupandpourtherestofyourgrudgesontome.ThenI’llsaveyou.Col...

On the Path to the Great Dao cover
Trending now

On the Path to the Great Dao

Pig Nerd ·Action

【Fromtheauthorof''!】Mygrandfatherisverypeculiar.Everyday,helightsincenseforhimselfandeatscandlesinfrontofhisownancestraltablet.Thevillagersareallte...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.