Operasi Randika sudah berlangsung selama 3 jam.
Dahi sang dokter sudah dipenuhi oleh keringat, kondisi Randika benar-benar kritis sehingga dia tidak berani lambat sedikit pun. Seharusnya luka semacam ini sudah mbunuhnya sejak pisau itu nancap pertama kali, tapi entah kenapa pemuda ini masih hidup.
Sekarang adalah waktu penentuan yaitu ncabut pisau itu!
....
Di luar ruang operasi, Inggrid dan Hannah nunggu dengan hati yang cemas.
"Han, sebenarnya apa yang telah terjadi?" Tanya Inggrid dengan cemas. Tidak ada ketenangan di wajah direktur perusahaan nomor 1 kota ini.
Hatinya sekarang berada di Randika.
Dia tiba-tiba kepikiran tentang perjuangan reka berdua ketika diculik oleh Shadow dan lawan keluarga Alfred. Sosok suaminya ini selalu gagah ketika nyelamatkan dirinya.
Ran, kamu benar-benar luar biasa sebelumnya. Kali ini, kamu pasti bisa lewatinya!
Hati Hannah benar-benar kacau sekarang, ketika ndengar pertanyaan Inggrid, dia nangis dengan hebat.
"Kak, maafkan aku. Gara-gara aku kak Randika njadi seperti ini."
Hannah nangis di pelukannya, Inggrid dengan sabar nenangkannya.
"Kita semua dijebak sama Roberto dengan mbawa kami ke tempat terkecil, lalu kata teman-temanku akulah yang nusuk kak Randika. Tapi aku tidak pernah ingat lakukannya! Kak, bagaimana kalau kak Randika mati gara-gara aku?"
Pada akhirnya, inilah yang njadi sumber penyesalan Hannah.
Inggrid sendiri tidak dapat ndengar jelas perkataan Hannah, tetapi dia tahu bahwa masalah ini benar-benar rumit.
"Han, jangan khawatir. Randika akan baik-baik saja." Yang bisa dilakukannya hanya nunggu dan berdoa.
....
Di ruang operasi, pisau yang nancap di dada Randika telah dicabut. Setelah pisau itu tercabut, tubuh Randika mancurkan darahnya dari lubang pisau tersebut. Sang dokter langsung nekan lubang tersebut dan berteriak.
"Cepat ambil kantong darah lagi! Golongan darah pasien adalah B!"
Perawat tersebut dengan cepat ngeluarkan kantong darah yang sudah dipersiapkan, namun tiba-tiba reka semua di sana lihat fenona yang aneh. Darah yang disalurkan ke dalam tubuhnya sepertinya nolak untuk masuk!
Apa yang terjadi!?
Mata sang dokter terbelalak, dia tidak pernah lihat hal ini sebelumnya. Mana ada orang yang nolak transfusi darah skipun golongan darahnya sama?
Namun, kondisi dan waktu yang ada tidak bisa mbuat reka mikirkannya. Dokter itu langsung berteriak kembali. "Cepat cari anggota keluarganya!
Karena suatu alasan, tubuh Randika nolak darah yang disalurkan, kondisinya masih dalam kondisi kritis.
Darah terus ngalir skipun beberapa orang terus nekan lukanya.
...
"Apakah kalian anggota keluarganya?" Ruang operasi tiba-tiba terbuka dan seorang perawat keluar dengan wajah yang cemas.
"Iya." Inggrid dengan cepat berdiri dan njawab.
"Kami butuh darahmu untuk pasien."
Inggrid dan Hannah segera masuk dan lihat Randika yang terbaring lemah di ja operasi. Hati reka benar-benar sakit ketika lihat sosok Randika.
.....
Golongan darah Inggrid juga B, ketika darahnya disalurkan nuju Randika, tidak ada tanda-tanda penolakan.
Karena Inggrid dan Randika berhubungan badan dari waktu ke waktu, hal ini juga diam-diam mpengaruhi darah Inggrid. Berkat hal ini, darah Inggrid diterima oleh tubuh Randika.
lihat hal ini, para dokter ini nghembuskan napas lega.
....
Operasi berlanjut. Setelah transfusi darah, Inggrid dan Hannah keluar dari ruangan operasi sekali lagi. Lima jam berikutnya, akhirnya operasi Randika telah selesai. Para dokter benar-benar lega dan bisa beristirahat.
Namun, kondisi Randika ditentukan satu hari ini. Jika dia tidak bangun dalam waktu 24 jam, dia akan ngalami mati otak.
Terlebih lagi, jika tadi Randika langsung ncabut pisaunya dari awal, dia sudah pasti lama mati sebelum ncapai rumah sakit.
.....
Randika rasa bahwa dirinya berada di ruangan putih yang lebar dan luas, anehnya lagi dia sendirian. Ketika dia berjalan untuk ncari petunjuk, dia dapat ndengar suara seseorang. "Kak Randika, kak Randika, bertahanlah!"
Namun, suara itu sangat jauh. Randika rasa bahwa suara yang manggilnya itu dipenuhi dengan kesedihan dan kekhawatiran, tentu saja dia tahu siapa yang manggilnya itu.
Ketika dia berlari nuju suara Hannah, dia juga dapat ndengar suara Inggrid yang manggil dirinya.
Ketika dia noleh, Inggrid tiba-tiba muncul di depannya! Istrinya ini benar-benar cantik, wanita tercantik di dunia! Namun ketika dia berusaha luknya, Inggrid seakan-akan terhisap oleh angin dan njauhi dirinya sambil berteriak. "Randika!"
Randika ingin manggil namanya, tetapi tidak ada suara sama sekali yang bisa keluar dari mulutnya. Dia tidak tahu kenapa dirinya bisa seperti ini. Dia dapat ndengar tetapi tidak bisa berbicara.
Untuk waktu yang lama, Randika terus berlarian tanpa henti di ruangan putih yang tidak habisnya ini. Sejauh mata mandang, hanya ada keputihan yang ada.
Di ruang perawatan.
lihat Randika yang tergeletak lemah, Hannah dan Inggrid benar-benar terdiam.
"Kak, cobalah untuk tidur, aku akan njaga kak Randika." Kata Hannah sambil tersenyum. "Biarkan aku njaganya, ini juga salahku kak Randika berakhir seperti ini."
Inggrid nggelengkan kepalanya. "Han, ini semua bukan salahmu."
"Kak, ini sudah malam, bagaimana kalau kita bergantian njaganya? Biarkan aku yang njaganya duluan." Kata Hannah sambil tersenyum.
lihat mata adiknya yang keras kepala, akhirnya Inggrid ngangguk.
"Aku harap Randika cepat bangun." Kata Inggrid sambil nggenggam tangan Randika.
Hannah langsung berkata dengan lantang. "Kak, kak Randika pasti sebentar lagi bangun! Luka seperti ini bukan apa-apa baginya!"
Inggrid ngangguk.
.....
Randika tidak tahu dia ada di mana, tetapi ketika dia mbuka matanya lagi, dia sudah berpindah tempat. Kali ini ruangannya bukanlah putih, sekarang dia berada di ruangan dengan sedikit perpaduan warna putih dan biru.
Ketika dia lihat tempat ini, dia ngerti ngapa dia ada di tempat seperti ini.
Setelah beberapa saat, Randika rasa tubuhnya semakin mbaik dan dia bisa berjalan kembali.
Beberapa jam yang lalu, setelah nerima transfusi darah dari Inggrid, kekuatan misterius Randika sepertinya mulai bergerak kembali. Setelah ngalami cedera yang serius, sepertinya kekuatan misteriusnya itu berhasil ngalami kemajuan. Oleh karena itu, tubuhnya ngalami kemajuan yang pesat. Ditambah lagi, tubuhnya ngalami regenerasi yang cepat dan lukanya semakin mbaik.
Ini benar-benar luar biasa, ketika dia bangun nanti pasti dia semakin kuat lagi.
Randika masih berada di dunia mimpi, tetapi dia tiba-tiba bisa rasakan kehangatan di tangannya dan ada suara di samping telinganya.
"Kak, maafkan aku, ini semua salahku! Kak Randika harus kuat, aku ada di sini untukmu"
Kehangatan di tangannya ini segera nyebar ke seluruh tubuhnya.
Randika tidak tahu perasaan apa ini, tetapi perasaan hangat ini benar-benar nyaman. Kemudian, dia nggenggam erat tangannya.
Di ruang perawatan, Hannah naruh tangan Randika di depan dadanya. Ketika dia sedang berdoa sambil jamkan matanya, dia dapat rasakan bahwa tangan Randika itu remas dadanya.
Keempukan apa ini? Kenapa Randika rasa familier dengan sensasi empuk ini?
Randika masih tidak sadarkan diri. Di sisi lain, Hannah dapat rasakan tangan Randika yang remas tersebut, dia dengan cepat njadi bersemangat. "Kak, apakah kamu sudah sadar?"
Reviews
All reviews (0)