Ketika teleponnya itu tersambung, suara Christina terdengar sedikit panik di balik teleponnya. "Ran, kamu di mana?"
"Kenapa mangnya?" Dia ngerti ada yang aneh dari suaranya Christina, Randika langsung bertanya.
"Aku barusan keluar dari rumahnya muridku, aku rasa ada yang mbuntutiku daritadi. Aku berusaha lari tetapi kakiku terkilir, sekarang aku terjebak di jalan yang sepi dan tidak ada orang sama sekali. Ran, tolong aku aku takut!!" Suara Christina bergetar, dia tentu ngerti berita ngenai pembunuh berantai yang masih buron.
Randika terkejut, dia langsung bertanya. "Kamu di mana? Aku segera ke sana!"
Setelah ndapatkan alamatnya dari Christina, tiba-tiba dia berteriak. "Tidak! Orangnya masih ngikutiku!"
Randika jelas khawatir, dia langsung berteriak. "Bertahanlah, aku akan segera datang!"
Hannah yang santai duduk di sofa, tiba-tiba rasakan hembusan angin yang kuat dan sosok Randika di sampingnya sudah nghilang.
....
Di kejauhan, Christina dapat lihat sosok seseorang yang berjalan ngikutinya. Hal ini mbuatnya ketakutan setengah mati.
Yang nerangi malam harinya yang gelap ini hanyalah lampu jalan yang terus berkedip dari tadi. Seluruh toko tertutup dan tidak ada orang di jalan, tempat ini benar-benar sepi.
Awalnya, orang tersebut ngikutinya dari jauh. Tetapi lama kelamaan, jarak di antara reka semakin nyempit.
Ketika Christina noleh ke belakang, dia hanya bisa lihat sosok gelap yang makai sebuah topeng setan Jepang yang ngerikan.
Ketika Christina mpercepat langkahnya, langkah orang tersebut juga semakin cepat. Namun, dia masih njaga jaraknya dengan Christina, reka terlihat sedang main kucing-kucingan.
Christina sudah lihat ngenai berita pembunuhan di kota Cendrawasih sebelumnya, samar-samar dia rasa bahwa orang di belakangnya ini adalah pembunuh yang sedang diburu polisi tersebut.
Randika, kamu harus cepat datang!
Christina benar-benar cemas di dalam hatinya. Dia awalnya ingin minta tolong pada orang-orang yang di dalam toko, tetapi tidak ada tanggapan sama sekali ketika dia nggedor-gedor pintunya.
Sosok ngerikan itu masih ngikutinya, kehadirannya mbuat Christina semakin berdebar-debar. Awalnya Christina dapat nekan kekhawatirannya ini, tetapi seiring berjalannya waktu, dia semakin takut dan gelapnya malam justru makin mperparah kondisi ntalnya.
"Siapa kamu? Apa yang kamu mau dariku!" Christina berhenti berjalan dan noleh ke sosok misterius di belakangnya.
Sosok misterius itu hanya berdiri diam, namun wajah di balik topengnya sudah tersenyum ngejek. Jika Christina dapat lihatnya, tatapan matanya itu sudah dipenuhi oleh nafsu dan kejahatan.
Dia mang sosok pribadi yang aneh dan abnormal. Sejak awal kali mbunuh, nafsu di tubuhnya tidak pernah puas. Setiap tetes darah mbuatnya terangsang dan jeritan wanita mbuatnya ncapai klimaks.
Setiap kali dia lihat wanita cantik, hal pertama yang dia pikirkan adalah bagaimana suaranya nanti ketika dia berteriak dan mohon ampun atas nyawanya.
mikirkan hal ini, tubuhnya bergetar gembira dan dia sudah tidak sabar ncabut jantung korbannya sebagai koleksi pialanya!
Setelah itu, dia mulai nelanjangi korbannya dan lakukan penetrasi berulang kali. skipun korbannya sudah lama mati, pembunuh ini masih bisa terangsang karena masih hangatnya darah yang ngalir.
Ketika dia nutup matanya sedikit, napasnya mulai tidak teratur dan tubuhnya kembali getar. Luar biasa, benar-benar luar biasa! Darah itu, teriakan itu, pialaku itu, semuanya akan njadi milikku!
Tatapan matanya yang tajam lalu jatuh pada sosok Christina.
Sosok misterius ini tidak njawab pertanyaannya, dia hanya berjalan perlahan nuju dirinya.
Di tengah jalan yang sepi ini, Christina benar-benar gugup. Dia lalu berteriak kembali. "Apa kau pembunuh yang ada di berita itu?"
Pihak lain tetap tidak njawab, dia hanya berjalan perlahan nuju Christina. Setiap langkah yang dia ambil mbawa secercah ketakutan untuk dirinya.
Ketakutan itu perlahan njadi besar.
Christina benar-benar sudah ketakutan, skipun kakinya terkilir, dia mulai nyeretnya dan berlari. Namun, kecepatannya itu benar-benar pelan. Karena saking takutnya dan ditelan oleh rasa gugup, dia tersandung.
Sepatu haknya copot sebelah, dia tidak repot-repot ngambilnya dan terus berlari. Ketika dia lihat ke belakang, dia lihat jarak reka sudah dekat dan sosok pembunuh ini juga ikut berlari.
Pada saat ini, dia lihat sekumpulan orang berjalan tidak jauh dari sana. Kedua matanya langsung bersinar dengan terang dan harapannya kembali muncul di matanya. Ketika dia ingin berteriak minta tolong, tiba-tiba sebuah tangan nutupi mulutnya dan tidak ada suara yang bisa keluar dari mulutnya.
Dalam sekejap, Christina bersatu dengan kegelapan malam.
.....
Kecepatan Randika benar-benar cepat, dia hampir makai seluruh tenaga dalamnya sekaligus. Dalam beberapa nit, dia berhasil ncapai jalan yang dimaksud oleh Christina.
Ketika dia sampai, jalanan sudah sepi. Hati Randika sudah ngepal, dia mulai ncari jejak yang ada.
Tiba-tiba, dia nemukan sebuah sepatu hak di jalan. Kali ini, hati Randika ditelan oleh kekhawatiran. Dia kembali berjalan dan berusaha nemukan jejak lainnya.
Pada saat yang sama, di sebuah gang yang sepi, orang bertopeng itu nyeret Christina ke sudut gang. lihat wajah Christina yang ketakutan, dia makin terangsang.
Benar-benar wajah yang cantik! Dia tidak sabar rasakan hangatnya darah perempuan ini.
"Tidak!! Lepaskan aku!" Christina berhasil lepas dari genggamannya, dia langsung bersiap nyerang dengan tasnya.
"Sudah tidak usah takut, wajahmu yang cantik itu akan kupajang di lemari pialaku." Lelaki ini mulai berbicara, nada suaranya dipenuhi dengan kejahatan. "Ketika aku ncabut jantungmu, kamu tidak akan rasakan rasa sakit lagi di hidupmu."
Christina lihat pria itu ndekatinya secara perlahan, hatinya sudah ketakutan dan tangannya yang gang tas tangannya itu sudah getar tanpa henti. "Jangan bergerak lagi, aku sudah manggil pacarku dan dia akan datang sebentar lagi! Dia akan nghajarmu sampai habis!"
"Pacar?" Nada suaranya tidak berubah sama sekali. "Tidak masalah, aku akan mbunuhmu di depan matanya. Kecantikanmu ini sangat disayangkan apabila dimiliki oleh satu orang saja."
Christina sudah mulai kehilangan harapannya, sepertinya Randika tidak sempat nyelamatkan dirinya.
Namun, Christina tidak ingin nyerah. Dia masih ingin lihat senyuman hangat pria itu lagi. "Tolong! Siapapun tolong aku!"
"Hahaha kamu pikir akan ada yang nyelamatkanmu?" Di balik topengnya, dia sudah tertawa lepas bagai orang gila.
"Tidak akan ada yang nyelamatkanmu!"
Ketika dia selesai berbicara seperti itu, dia gang tangan Christina. Dia sudah tidak sabar ingin ncabut jantung perempuan cantik ini dengan kedua tangannya!
Dia ingin rasakan semburan darah dan cahaya kehidupan yang perlahan mudar dari diri perempuan cantik ini. Dia ingin rasakan detak jantung perempuan ini berdetak di tangannya, itu benar-benar perasaan yang sangat nyenangkan!
Christina sudah nutup kedua matanya dan nyerangnya dengan tas tangannya. Tetapi serangannya itu benar-benar lemah.
Tamat sudah riwayatnya!
Namun pada saat ini, ada suara orang berdehem dari belakangnya. Suara ini bagaikan petir yang nyambar dirinya, benar-benar mbahana!
Terlebih lagi, pembunuh abnormal ini dapat rasakan sebuah sosok yang ngerikan di belakangnya. Dia rasa bahwa dirinya ditindih oleh ratusan gunung, benar-benar nyesakkan.
Orang itu ahli bela diri!
Reviews
All reviews (0)