Beberapa orang mulai nyadari kejadian ini. Bagaimanapun juga, mata reka sudah lama tertuju pada Hannah dan Viona. Dan sekarang karena Randika sedang bersitegang dengan Liu Changhai, reka mulai ngalihkan fokus reka ke pertengkaran reka berdua ini.
"Siapa orang yang berani lawan tuan Liu Changhai itu?"
"Hei, mangnya siapa pemuda itu? Kenapa kamu sampai nyebutnya tuan?" Tanya temannya.
"Bodoh! Apa kamu tidak tahu Liu Changhai? Dia itu anak dari keluarga aristokrat di ibu kota negara kita, Liu Changhai sering mampir ke Makau untuk berjudi dan liburan. Dengar-dengar, keluarganya itu bekerja sama dengan geng di Makau dan telah rintah Makau dari balik layar!"
Temannya itu langsung nghirup napas dalam-dalam. "Ternyata pemuda itu sudah sengerikan itu? Bukankah berarti riwayat pria itu sama saja dengan tamat?"
"Benar, aku takutnya tuan Liu Changhai mbunuhnya ketika masih banyak tamu di kasino. Bisa-bisa berita kematian ini jadi heboh."
"Segila-gilanya orang, masa dia akan mbunuhnya di tempat ramai seperti ini?"
"Bodoh, coba lihat para pengawalnya yang berbaju hitam itu. Apa kamu tidak lihat reka semua mbawa senjata? reka tinggal mbayar dan nutupi berita kematian orang itu sebagai tindakan pembelaan diri. Aku dengar orang terakhir yang berani lawan Liu Changhai itu nghilang tanpa jejak."
Keduanya lalu terdiam, dunia atas benar-benar ngerikan. reka tidak bisa mbayangkan bagaimana kehidupan keluarga aristokrat yang begitu bebas.
Tidak jauh dari lokasi kejadian, Yuan Ping natap kejadian ini dengan wajah gembira. Randika benar-benar sudah tamat, skipun dia telah kehilangan uangnya, setidaknya dia akan lihat Randika berubah njadi mayat. Dan mungkin, skipun kemungkinannya sangat kecil, dia akan minta jatah pada Liu Changhai untuk salah satu perempuan itu nanti.
Selama kamu dapat muaskan hati seorang Liu Changhai, kamu pasti akan ndapatkan imbalannya.
Hati Yuan Ping benar-benar terbakar oleh api kebencian dan kemarahan, dia sudah natap Randika selayaknya lihat jenasah. Tetapi sepertinya kebanyakan orang di kasino masih belum mperhatikan kejadian ini, sedangkan para staf kasino seperti tutup mata terhadap kejadian ini.
nurut aturan kasino, siapapun tidak diperkenankan mbuat keributan di dalam gedung. Tetapi siapakah Liu Changhai itu? Jelas para staf kasino tidak berani bertindak sama sekali jika sudah lihat sosok pemuda tersebut. Para petugas keamanan kasino justru terlihat santai-santai saja, bahkan reka tidak berani lihat ke arah Liu Changhai.
"Hahaha baru pertama kali aku lihat orang segila kamu." Liu Changhai tertawa ketika ndengar ancaman Randika itu, dia sama sekali tidak takut.
"Satu" Randika tidak peduli, dia mulai nghitung.
"Siapapun yang berani lawanku akan mati ngenaskan." Liu Changhai mberikan sebuah fakta pada Randika dengan nada dingin. "Jadi sebelum aku marah, sebaiknya kamu segera pergi dari sini dan tinggalkan kedua perempuan itu padaku."
"Dua" Randika sama sekali tidak ngindahkan kata-kata Liu Changhai.
"Sepertinya kamu punya nyali, aku akui itu." Kata Liu Changhai sambil tersenyum.
Setelah berkata seperti itu, sepertinya Liu Changhai mberi sinyal pada para pengawalnya.
"Tiga!"
Setelah hitungan ketiga itu terucapkan, Randika nerjang ke arah Liu Changhai dan mukulnya tepat di wajahnya.
Bisa dikatakan bahwa semua orang yang mperhatikan kejadian ini sama sekali tidak nyangka bahwa Randika akan berani mukul Liu Changhai. Terlebih lagi, kecepatannya benar-benar cepat! Dalam sekejap, pukulannya itu sudah bersarang di wajah Liu Changhai.
DUAK!
Sepertinya tinju Randika itu berhasil matahkan hidung Liu Changhai sekaligus mbuat pemuda tersebut layang beberapa ter ke belakang. Ketika dirinya layang, mata Liu Changhai hampir copot dari kantongnya karena dia tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Orang-orang di sekeliling reka langsung njadi heboh. "Gila, orang itu beneran cari gara-gara sama tuan Liu Changhai?"
"Apa dia tidak tahu siapa lawannya itu?"
"Perang Ini sudah njadi perang!"
Jelas fokus orang-orang sekarang berada di Randika. Ketika para pengawal Liu Changhai lihat kejadian ini, reka segera nghampiri tuan muda reka. Liu Changhai gangi hidungnya, darah tidak bisa berhenti ngalir dari hidungnya.
"Kamu!!!" Kata Liu Changhai nunjuk ke arah Randika, sepertinya dia tidak percaya bahwa Randika berani mukulnya.
Namun tanpa disangka semua orang, sosok Randika tiba-tiba sudah berada di atas Liu Changhai dan namparnya sekali lagi!
PLAK!
Suara tamparan itu benar-benar nyaring, sebuah telapak tangan langsung mbekas di pipi Liu Changhai.
Yuan Ping lihat kejadian ini dengan tubuh getar, dia tidak nyangka Randika akan seberani itu. Selama ini, orang-orang yang berani lawan Liu Changhai itu jumlahnya sangat sedikit karena itu sama saja dengan ncari mati! Bisa dipastikan bahwa Randika sudah tamat riwayatnya!
Orang-orang di sekeliling reka mulai ninggalkan aktivitas judi reka dan mulai berdiskusi satu sama lain. Wajah Liu Changhai sudah berlumuran darah dan hidungnya tidak berhenti ngeluarkan darah. Para pengawal Liu Changhai itu mulai marah, reka segera ncabut pistol reka dan mbidik Randika. "Berhenti!"
Tetapi Randika lebih cepat dari reka, Randika lalu ngangkat dan nggunakan Liu Changhai sebagai tang. Tangannya Randika dengan erat gang leher Liu Changhai, sepertinya dia bisa ngakhiri nyawa pemuda ini kapan saja dia mau.
Bergelantungan di udara, Liu Changhai sudah benar-benar panik. Untuk pertama kali di dalam hidupnya, dia baru pertama kali ngalami kejadian seperti ini. Dia rasa bahwa Randika akan benar-benar mbunuhnya!
Ketika dia lihat tatapan mata Randika, ketakutannya itu makin besar.
"Gila, apa dia beneran mau mbunuh Liu Changhai?"
"Ya Tuhan, apa dia sudah gila?"
"Cepat hubungi manajer kasino! Kerahkan semua orang untuk nghentikannya sebelum semuanya terlambat."
"Jatuhkan senjata kalian, aku tidak suka dibidik seperti itu." Randika natap tajam pada para pengawal Liu Changhai. "Buang atau kubunuh dia."
Keempat pengawal itu tidak bergerak sama sekali, tetapi detik berikutnya wajah reka segera berubah karena Randika remas leher Liu Changhai dengan kuat!
"ARGH!!!"
Teriakan tragis dapat terdengar dari mulut Liu Changhai, keempat pengawalnya itu mau tidak mau njadi ragu ketika lihatnya.
"Aku tidak akan ngulangi lagi kata-kataku." Kata Randika dengan wajah serius.
Keempatnya saling mandang satu sama lain, kemudian reka mbuang pistol reka.
Seperti mbuang sampah, Randika lempar Liu Changhai begitu saja. Kemudian dia nepuk-nepuk bajunya dan rapikannya, dia lalu natap ke sekelilingnya. Semua orang yang rasakan tatapan Randika langsung langkah mundur tanpa sadar.
reka sudah nganggap Randika sebagai orang gila.
Orang yang berani lawan keluarga aristokrat seperti Liu Changhai sudah sama seperti setan.
Tatapan mata Randika akhirnya jatuh pada Yuan Ping. Dia langsung bergetar tanpa henti dan rasa lututnya lemas sekali. Sepertinya dia sudah rehkan lawannya ini!
Randika lalu mbawa Hannah dan Viona ke pintu keluar. Ketika Randika hendak pergi, keempat pengawalnya itu hendak ngambil pistol reka dan nghalangi Randika. Namun tatapan mata Randika mbuat reka sadar akan posisi reka. Aura mbunuh Randika mbuat nyali reka njadi ciut.
"Jika kau berani ngganggu cewekku lagi, kubunuh kau!"
Kata-kata Randika itu nggema ke seluruh kasino, sepertinya peringatan itu ditujukan pada semua orang di dalam gedung tersebut.
Para pengawal Liu Changhai segera nghampiri tuan reka. Setelah riksa keadaan tuan reka, reka nghela napas lega. Liu Changhai tidak ngalami luka yang fatal, hanya saja hidungnya itu patah.
"Cepat bawa aku ke rumah sakit!" Teriak Liu Changhai dengan marah.
Para pengawalnya itu bertindak dengan cepat, reka sudah tidak mau mbuat tuan reka ini marah lagi. Ketika sosok reka nghilang, semua orang di kasino ini masih belum bisa sadar dari keterkejutan reka.
Liu Changhai yang rupakan penguasa kota Makau ini telah dihajar hingga babak belur?
Terlebih lagi, pengawalnya itu miliki senjata tetapi tidak bisa berbuat apa-apa?
reka semua tidak percaya dengan apa yang reka lihat.
Yuan Ping rasa dadanya njadi lega ketika lihat sosok Randika yang nghilang, dia sudah benar-benar basah oleh keringat. Mulai dari sekarang, sepertinya nyinggung Randika rupakan pilihan yang buruk. Sedangkan untuk Liu Changhai, sepertinya dia tidak perlu berbuat apa-apa. Bagaimanapun juga, kejadian ngerikan itu hanya terjadi di antara Liu Changhai dan Randika.
Ketika di dalam perjalanan ke rumah sakit, wajah Liu Changhai yang berlumuran darah itu sudah dipenuhi dengan api kebencian.
"Lihat saja pembalasanku nanti!"
Reviews
All reviews (0)