Font Size
15px

Supir taksi itu lalu lanjutkan. "Dari kata orang-orang, tidak ada anggota keluarga Alfred yang selamat kemarin. Jadi bisa dikatakan bahwa keluarga itu sudah hilang dari ibukota ini." Entah kenapa Randika rasakan suara supir taksi itu terdengar sedih sekaligus rindu.

"Aku tidak tahu siapa yang tega lakukan semua hal ini pada keluarga besar itu. Aku sendiri sudah ngenal lama keluarga itu, sejak aku kecil nama keluarga Alfred sudah nggema di kota ini!"

Mungkin keluarga Alfred di hati orang-orang awam adalah keluarga besar yang terhormat tetapi yang reka tidak ketahui adalah betapa busuknya keluarga aristokrat tersebut.

Randika hanya bisa tertawa. "Wah bapak sepertinya sayang sekali sama keluarga Alfred, apa bapak jangan-jangan dulu pernah bekerja di sana?"

"Hahaha." Supir taksi itu hanya tertawa lalu terdiam.

"Yah terlepas dari sayang atau tidak, kejadian kemarin benar-benar mbuat kota ini kacau. Lagipula, masalah ini juga sebenarnya tidak terlalu berpengaruh untuk rakyat kecil sepertiku. Jadi ada atau tidaknya keluarga Alfred di Jakarta, kita para rakyat kecil ini tetap neruskan hidup reka."

"Masuk akal." Randika lalu tersenyum, sepertinya kata-kata bapak ini benar. Namun pada saat ini, tiba-tiba supir taksi itu nambahkan.

"Tetapi nurutku teroris itu sudah tidak bisa kabur lagi, bahkan dia harusnya dieksekusi mati ketika tertangkap."

Hmm? Kenapa tiba-tiba dia berkata seperti itu? Sesuai dugaannya, ketika Inggrid ndengar hal ini, dia nggenggam erat tangan Randika.

Dia sudah bertekad dalam hatinya, bahkan jika Randika dieksekusi mati, dia akan mati bersama dengan dirinya.

Inggrid tidak ingin Randika kenapa-kenapa, tetapi kejadian ini terlalu luas pengaruhnya. Bagaimanapun juga, orang-orang telah mati dan pada akhirnya pihak kepolisian perlu seseorang untuk mpertanggung jawabkan hal ini.

lihat wajah khawatir istrinya itu, Randika berkata padanya sambil tersenyum. "Bodoh, apa kamu pikir aku akan ninggalkanmu lagi?"

Inggrid terdiam dan mbenamkan kepalanya di pundak Randika.

Di sisi lain, di sebuah markas militer tersembunyi di sebuah ruangan rapat.

"Hum." Seorang pria ngetuk-ngetuk ja dengan jarinya. "Orang ini berani sekali ngacak-ngacak ibukota negara, buat apa kita mbahasnya lagi? Tangkap dan bunuh dia!"

Pemuda ini mang makai baju sederhana tetapi semangatnya yang luap-luap itu sungguh luar biasa! Namanya adalah John, rasa keadilannya tidak kalah tinggi dari Deviana.

Selain John, beberapa penatua duduk bersama dengannya di ruangan rapat ini. reka terlihat seperti umur 50-60, jabatan reka di kepolisian sudah sangat tinggi.

Di antara reka, terdapat seorang laki-laki muda yang ngenakan jas. skipun Dani ini adalah sekretaris, dia wakili atasannya yang sangat berpengaruh.

Beberapa orang ini terlihat muram dan tidak ngeluarkan suara sama sekali. reka hanya nghisap rokok reka dengan diam ataupun minum minuman reka. Di hadapan reka berbagai berkas tentang aksi Randika mbantai keluarga Alfred tergeletak begitu saja.

Begitu John selesai berbicara, semua orang di ruangan ini terdiam bahkan beberapa dari reka terlihat muram. Kejadian malukan ini terjadi di wilayah kekuasaan reka, bisa dikatakan bahwa masalah ini rupakan tamparan keras di wajah reka.

"Bagaimana kondisi tersangka hari ini?" Seseorang bertanya.

"nurut pengintaian kami, Randika sekarang sedang dalam perjalanan nuju bandara. Sedangkan untuk dia, kami sudah mberikan klarifikasi bahwa masalah ini sudah ditangani dengan baik tetapi kami belum ngumumkan siapa pelakunya." Jawab seseorang.

"Kemampuan orang ini benar-benar luar biasa, kita bahkan tidak tahu siapa dia sebenarnya. Jika kita ngumumkan bahwa Randika adalah pelakunya, siapa tahu bahaya apa yang datang nyusulunya."

"nurut pendapatku, bagaimana kalau kita minta Arwah Garuda untuk nangkapnya?"

Semua orang terdiam, reka berpikir dengan keras. Namun pada saat ini, tiba-tiba ada perempuan muda yang masuk ke dalam ruangan reka. Di tangannya terlihat sebuah berkas.

Di bawah tatapan semua orang, perempuan itu mbagikan berkas itu ke semua orang dan duduk. Dengan wajah serius dia berkata pada semuanya. "Berkas yang kalian semua pegang adalah informasi ngenai Randika, silahkan dibaca terlebih dahulu."

Perempuan muda ini adalah salah satu pemimpin dari Arwah Garuda!

Ketika reka mulai mbaca berkas tersebut, mata reka terbelalak dan hampir copot dari wajahnya.

Untuk ndapatkan informasi ngenai Randika adalah pekerjaan mudah bagi Arwah Garuda. Lagipula Indonesia adalah wilayah kekuasaan reka, tidak ada orang yang bisa lolos dari mata reka.

"Kakek-kakek itu orang tuanya?" Salah satu dari reka sudah getaran tanpa henti, lihat informasi ngenai keluarga Randika, dia nyadari nama-nama yang sangat familier baginya. Nama-nama itu benar-benar kabar buruk baginya!

Di zamannya masih muda, kakek-kakek itu sudah sangat nyusahkan dirinya dan sekarang dia berhadapan dengan anaknya? Siksaan macam apa ini?

mbaca informasi di tangan reka, semua orang njadi terdiam. reka tidak bisa mpercayai apa yang telah reka baca ini.

Pertama-tama adalah kenyataan Randika mobilisasi seluruh polisi Jakarta untuk ngejarnya. skipun sudah ngerahkan seluruh kemampuan reka, reka sama sekali tidak berdaya di hadapan Randika. Belum lagi Randika nghancurkan keluarga Alfred bersama dengan para anteknya itu.

Informasi berikutnya adalah keempat kakek yang njadi orang tua Randika itu. Bahkan para eselon negara ini akan tunduk ketika bertemu dengan keempat kakek tersebut. Jika reka sampai nyinggung reka, reka harus siap-siap bunuh diri sebagai permintaan maaf.

Pada saat ini, Dani tiba-tiba berkata pada semuanya. "Kita bisa manfaatkan orang ini."

Ketika kata-kata itu keluar, semua orang njadi serius. manfaatkan orang itu? Gila apa kamu?

"nurut pendapatku, jika kita tidak bisa mbunuh orang ini maka jebloskan saja dia ke dalam penjara. Bagaimanapun juga, dia telah langgar hukum dan njarakannya bukanlah suatu hal yang aneh." Kata seseorang, dia ngabaikan saran gila Dani tersebut.

"Sedangkan untuk keempat kakek itu, selama kita tidak mbunuh anaknya itu maka reka tidak punya alasan untuk ngamuk. Lagipula kita juga bergerak nurut hukum."

Setelah orang itu selesai njelaskan, semua orang kembali berpikir.

Pemimpin dari Arwah Garuda juga angkat bicara.

"Kita tidak boleh ngabaikan fakta bahwa Randika rupakan pemimpin dari dunia bawah tanah di Jepang. Pasukannya itu terdiri dari ratusan orang yang terlatih. Jika kita bergerak dan nangkap Randika, ini sama saja dengan nyatakan perang dengan reka. Justru hal ini akan ndatangkan perang ke dalam negara kita."

Ketika ndengar kata-katanya ini, John dan yang lain langsung terdiam. skipun reka sangat ingin nangkap Randika, mbahayakan keselamatan negara reka sangat tidak sepadan.

Pada saat ini, Dani berdiri dan tersenyum. "Bapak dan Ibu sekalian, ijinkan aku untuk berbicara. Kita bisa manfaatkan Randika untuk kepentingan kita. Apalagi dia miliki keluarga yang ngerikan dan juga pasukan yang kuat!"

"Kita juga harus akui bahwa kita tidak bisa nyentuh Randika sama sekali. Oleh karena itu, kenapa kita tidak mbiarkan Randika njadi sekutu kita? Hal ini juga sangat bermanfaat bagi kita dan nguatkan negara kita."

"Hal yang paling penting kita lewatkan dari kejadian ini adalah alasan terjadinya pembantaian kemarin. Aku bisa pastikan bahwa tidak ada unsur politik di balik tindakan Randika kemarin. Randika mbantai reka karena pertikaian reka yang libatkan perjanjian lama keluarga Alfred dan keluarga Laibahas yaitu pernikahan Inggrid Elina dengan Hans. Jadi tindakan Randika kemarin itu sama sekali tidak rugikan negara, skipun dia mang langgar hukum dengan mbunuh. Tetapi."

Sekretaris Dani lalu natap semua orang.

"Bukankah hancurnya keluarga Alfred ini njadi sebuah kesempatan? Jika kita berhasil nghancurkan para keluarga aristokrat itu dari akarnya, bukankah pertarungan kuasa di negara ini akan dinangkan oleh perintah?"

Setelah ndengarkan kata-kata Dani, salah satu dari reka langsung berkontar. "Ini pendapatmu atau pendapat atasanmu?"

Dani lalu tersenyum. "Aku telah mbahas masalah ini dengan atasanku sebelumnya dan aku hanya nyampaikan kata-kata beliau."

Lalu pemimpin Arwah Garuda itu nambahkan.

"Arwah Garuda sudah mbuat perkiraan. Jika kita ingin Randika mati maka organisasi kami harus siap kehilangan 30 orang terbaik kami, ratusan orang anggota elit dan 5000 anggota biasa."

"Jika kita ingin nangkap Randika, kita harus siap mbayar 15 orang terbaik kami, ratusan anggota elit dan 3000 anggota biasa."

"Jadi kata-katanya itu cukup masuk akal, cara terbaik nghadapi Randika bukanlah mbunuhnya ataupun nangkapnya."

Seseorang dari reka nyelanya. "Apakah dia sekuat itu?"

Seorang pria paruh paruh baya yang daritadi terdiam ngatakan. "Jika Arwah Garuda berkata seperti itu maka kenyataannya adalah seperti itu. Jangan pernah makai akal sehat ketika nghadapi orang seperti Randika ini. Kejadian kemarin saja sudah tidak masuk akal. nurutku kata-kata sekretaris Dani ini masuk akal. Kita bisa manfaatkan Randika untuk runtuhkan keluarga aristokrat, dengan ini kita bisa ndapatkan manfaat darinya."

Pada saat ini semua orang dapat mahami alasan tersebut. Tetapi ada seseorang yang masih terlihat bingung. "Terus bagaimana dengan masyarakat?"

"Masalah ini bisa kita atur, yang terpenting adalah kita nggiring opini rakyat bahwa masalah ini sudah selesai. Kita juga bisa ngatakan bahwa kita sudah nembak mati tersangkanya dan nguburkannya secara diam-diam."

Orang tersebut ngangguk, di dalam hatinya dia sedikit lega. Selama masalah ini cepat selesai, dia bisa tidur dengan tenang.

"Kalau begitu pantau terus Randika dengan ketat. Dia mang lolos dari masalah ini tetapi jangan biarkan dia bertindak sena-na."

"Kita juga harus nenangkan keresahan orang-orang terhadap masalah ini."

Setelah mbahas hal-hal yang perlu reka lakukan setelah ini, akhirnya rapat ini ditutup.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 317: Memanfaatkan Randika on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Nightwatcher cover
Similar genre

Nightwatcher

Paperboy ·Harem

Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,andMagicians.XuQi’an,a...Readmore Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,a...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.