Font Size
15px

Randika terdiam di tempatnya berdiri, matanya mperhatikan sekelilingnya dengan seksama.

lihat wajah dingin Randika, semua orang makin ketakutan; hal ini termasuk para polisi yang bersenjatakan lengkap itu.

reka lihat dengan mata kepala reka sendiri bagaimana Randika mbantai para anggota keluarga Alfred tanpa pandang bulu. Kejadian ngerikan ini akan selalu terekam di benak reka.

Para tamu undangan itu berusaha tidak bergerak ataupun ngatakan apa-apa, skipun reka miliki hubungan dengan keluarga Alfred reka hanyalah rekan bisnis.

Di hadapan pilihan hidup atau mati, sifat busuk manusia akan keluar. reka yang awalnya ndukung dan mberikan bantuan pada Ivan, sekarang nyali reka sudah nciut dan tidak berani nunjukan batang hidungnya.

Apa pun yang terjadi, reka tidak boleh nyinggung Randika sama sekali.

Inggrid yang bersembunyi sepanjang waktu natap wajah dingin Randika, wajah suaminya itu sedingin kutub utara.

Sambil tersenyum, Randika nghampiri Inggrid dan gang tangannya. skipun Randika bersimbah darah di seluruh tubuhnya, Inggrid tetap terlihat tenang.

"Ayo kita pergi dari sini." Kata Randika dengan nada yang lembut. Wajahnya itu tersenyum lembut skipun ada darah musuhnya yang ngering. Inggrid ngangguk pelan sambil neteskan air mata. Keduanya lalu berjalan berdua sambil berpegangan tangan.

Inggrid rasa ini semua adalah salahnya. Darah yang tertumpah hari ini semuanya berawal dari penolakannya nikahi Hans. Seiring berjalannya waktu konflik itu berujung hingga hari ini. Namun ada satu hal yang pasti. Di segala cobaannya ini, Randika selalu ndukungnya bahkan rela mbunuh Ivan agar keluarga Alfred tidak ngganggu reka lagi. Hal ini mbuat Inggrid bersumpah akan ngikuti Randika hingga akhir hayatnya.

Jika Randika berani lawan seluruh dunia untuknya, jelas Inggrid akan nemaninya untuk selamanya bahkan di dunia berikutnya.

Inggrid tidak peduli dengan keluarga Alfred, dia tidak peduli dengan identitas asli Randika. Yang hanya ingin dia mau adalah sosok Randika di sisinya, itu sudah cukup baginya.

Tidak peduli cobaan apa yang akan datang, Inggrid tidak akan pernah ninggalkan Randika.

Ini adalah sumpah yang dia buat di dalamnya, hidupnya ini adalah milik suaminya.

Sambil berpegangan tangan, keduanya saling bertatap-tatapan. Keduanya tersenyum dan berjalan nuju pintu keluar dari tempat ini.

Para polisi dan tamu undangan tidak ada yang berani ncegah reka berdua. reka hanya berdiri dan lihat keduanya pergi sambil nahan napas reka.

reka tidak berani nghalangi langkah dewa maut tersebut. Bahkan Bruno dan anggota Arwah Garuda lainnya juga terdiam. nghentikan Randika berarti ncari mati!

Setelah mastikan sosok iblis tersebut nghilang, sekarang di halaman keluarga Alfred dilanda oleh kesunyian. Kemudian satu per satu tamu undangan pulang nuju kediaman reka. Apa yang telah terjadi hari ini harus disampaikan pada seluruh anggota keluarga reka.

Pada saat yang sama, sirene polisi masih berbunyi, suara baling-baling helikopter masih nuhi langit tetapi para polisi itu hanya bisa tersenyum pahit dengan kejadian ini. reka sama sekali tidak berdaya.

Bruno juga nyampaikan informasi ini pada markasnya. Ketika dia ingin nyusul dan ngintai Randika dari jauh, dia ndapatkan pesan dari markasnya.

"Kembalilah ke markas secepat mungkin, masalah ini akan ditinjau oleh para pimpinan."

lihat pesan ini, Bruno benar-benar tertegun. Jelas markasnya ini tidak mau berurusan dengan Randika untuk sekarang, sepertinya markasnya itu sudah tahu betul siapa lawan reka kali ini.

Bruno lalu natap langit dan berpikir, siapakah orang itu sebenarnya.

.....

Di sisi lain, Randika yang bersimbah darah itu mbawa Inggrid ke sebuah hotel untuk beristirahat.

skipun ada sedikit kendala di lobi karena penampilan Randika, reka akhirnya ndapatkan sebuah kamar.

Randika lalu mandi dan mbuang bajunya sedangkan Inggrid bersiap untuk tidur.

"Jangan khawatir, beristirahatlah dengan tenang. Serahkan sisanya padaku." Randika mbelai rambut Inggrid dengan lembut.

"Iya." Jawab Inggrid sambil tersenyum. Dia sama sekali tidak khawatir karena dia mpercayai Randika!

Ini bukan pertama kalinya Randika nyelamatkan hidupnya, dia sudah berkali-kali lakukannya. Yang paling diingatnya adalah hari di mana Randika nyelamatkan dirinya dari perjanjian nikah keluarganya. Dengan gagah berani Randika lawan kedua keluarga aristokrat Jakarta demi dirinya. Kedua adalah ketika dia diculik oleh Shadow, di tengah-tengah proses itu Randika nyelamatkannya ketika dia dilempar dari atas gedung. Dan terakhir adalah ketika Randika rela lompat dari atas tebing untuk nyelamatkan dirinya!

Sudah berkali-kali suaminya ini nyelamatkan dirinya dan mbela dirinya, sebagai istri Inggrid tidak bisa minta lebih dari ini.

Kepala Inggrid berada di dada Randika, suara detak jantungnya itu mbuat Inggrid rasa aman.

Ketika Inggrid jamkan matanya, Randika tidak berhenti ngelus rambutnya. Randika sama sekali tidak berbicara, dia nunggu Inggrid tertidur dengan tenang.

Setelah beberapa saat, Inggrid tertidur dengan wajah yang tersenyum. Dia sepertinya senang tidur di pelukannya Randika, dia benar-benar rasa nyaman. Bahkan ketika dia tertidur sekalipun, perasaan nyaman itu sama sekali tidak hilang.

Setelah emindahkan kepala Inggrid ke atas bantal, Randika ncium keningnya lalu keluar dari kamar!

Masalahnya dengan keluarga Alfred masih jauh dari kata selesai.

Karena sudah berpuluh-puluh tahun ngakar di ibukota ini, kekuatan keluarga Alfred tersebar di seluruh Jakarta. Kekuatan ini tidak bisa dia abaikan begitu saja. skipun reka sekarang seperti ayam tanpa kepala, bisa gawat nanti jika ada keluarga Alfred yang tiba-tiba ngambil alih kekuatan ini dan nciptakan masalah baru bagi dirinya.

Oleh karena itu, Randika harus segera motong kaki-kaki ini agar keluarga Alfred tidak bisa berdiri kembali.

Setelah keluar dari gedung, sosok Randika nyatu dengan kegelapan dan nghilang.

Jalan Kalibata, Jakarta Selatan, di sebuah gang.

Gang ini rupakan markas dari geng Black Dragon. Geng yang berisikan para penjahat ini sangat terkenal di Jakarta bahkan reka berani bertindak di siang bolong.

Kenapa reka begitu berani? Karena orang-orang tidak tahu bahwa di belakang reka berdiri keluarga Alfred. Bahkan salah satu keturunan keluarga Alfred rupakan salah satu pemimpin dari geng ini!

Seorang pria dengan tato naga di wajahnya terlihat suram. Di hadapannya sekarang ada perempuan cantik berdiri di depannya. Perempuan ini adalah Anna, anak keempat dari Ivan.

"Orang itu mbunuh seluruh anggota keluargaku seorang diri dan bahkan mbunuh ayahku. Lebih dari 100 orang telah ninggal hari ini gara-gara ulahnya itu." Ketika mikirkan kejadian tadi sore, wajah Anna dipenuhi dengan kebencian dan kemarahan.

"Berani sekali bocah itu!" Darah dari pemimpin dari Black Dragon ini ikut ndidih. "Jika ada yang berani nyerang keluarga Alfred, reka juga musuh dari Black Dragon!"

"Perintahkan anak buah kita untuk ncari pria bernama Randika itu, aku mau semuanya berhenti mabuk-mabukan dan ncari lelaki biadab itu. Siapa yang berhasil nemukannya akan diberi hadiah 50 juta dan bagi siapapun yang berhasil mbunuhnya akan kuberi 1 miliar!"

Pemimpin Black Dragon ini langsung nyampaikan pesan Anna pada anak buahnya.

"Nona Anna tolong bersabar dan beristirahatlah dulu. Apabila ada kabar nanti akan kusampaikan sendiri secara langsung." Pemimpin Black Dragon yang bernama Reimon ini natap Anna denan lembut.

Kesempatan ini sangat bagus untuk gengnya. Jika dia berhasil masukan gengnya ke fondasi keluarga Alfred, gengnya ini akan makit kuat. Karena petinggi-petinggi keluarga Alfred sudah mati semua, bisa dikatakan bahwa hanya Anna lah yang miliki kekuasaan di keluarga Alfred. Jika dia berhasil mikat hatinya, impiannya akan tercapai.

Pikiran Reimon sudah ke mana-mana, tetapi pada saat ini, terdengar suara jeritan para bawahannya dari luar.

Ada apa?

Reimon dan anak buahnya di dalam ruangan itu langsung bergegas keluar dan bermaksud lihat keadaan.

Anna masih duduk sambil minum minumannya. Ketika dia lihat ke arah pintu, tatapan matanya itu langsung dipenuhi dengan perasaan ketakutan sekaligus kebencian.

skipun sekilas, dengan mata kepalanya sendiri dia lihat, di markas Black Dragon ini, Randika sedang nggenggam erat sebuah pedang yang bersimbah darah. Di belakangnya sudah ada puluhan anggota Black Dragon yang mati ngenaskan.

Ketika Reimon lihat kejadian ini, hatinya langsung ngepal. Tatapan mbunuh Randika benar-benar ngerikan, Reimon sampai tidak bisa bernapas. Randika lalu berkata pada Reimon dkk. "Hanya segini kekuatan geng terkenal di Jakarta?"

Ketika Randika selesai berbicara, dia sudah nerjang maju. Pedang rahnya itu kembali mandi darah ketika mbelah dua salah satu anak buah Reimon dengan sempurna. Ini adalah penghujung akhir dari geng ini.

Black Dragon adalah kekuatan ketiga belas yang sudah Randika bantai malam hari ini. Keluarga Alfred miliki 22 kekuatan yang tersebar di seluruh Jakarta.

Setelah beberapa saat, seluruh markas Black Dragon ini hanya berisikan mayat manusia. Setelah mbunuh Reimon, Randika bermaksud untuk pergi dan ngunjungi pasukan keluarga Alfred lainnya.

Di dalam ruangan, Anna yang bersembunyi sambil nahan napasnya itu sudah getar tanpa henti. Namun, hatinya yang dipenuhi dengan rasa benci itu kian nguat tiap detiknya.

Randika Aku akan mbunuhmu suatu saat nanti!

Aku akan mbunuhmu dengan kedua tanganku sendiri!

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 315: Pembantaian di Malam Hari on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

I Am the Fated Villain cover
Similar genre

I Am the Fated Villain

Fated Villain ·Harem

ImmediatelyafterGuChanggerealizedhehadtransgressedintoafantasyworld,theworld’sprotagonist,andfortune’schosen,vowedtotakerevengeonhim.Enviedbyall,he...

Top-tier Unruly Master cover
Trending now

Top-tier Unruly Master

Be Qin Sanchi ·Other

WhenDingFanopenedhiseyesagain,everythingbeforehimhadchanged.ACultivatorrebornonEarth,hefoundhimselfinthedespisedbodyofadisgracedheir.Fistsstrikinga...

Tycoon War God cover
Trending now

Tycoon War God

Once Young ·Other

Inhispreviouslife,LinMuwasthetopassassinonEarth.HeaccidentallytraversedtotheEternalImmortalRealm,where,overthespanofeighthundredyears,hecultivatedf...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.