Font Size
15px

Para polisi yang lihat kejadian ini hanya bisa rinding, para tamu undangan sudah kehabisan napas dan bersembunyi dengan hati yang ketakutan. Ketika semua orang berusaha bernapas, bau amis darah langsung nuhi hidung reka.

Ivan natap para ahli bela diri yang dibayarnya puluhan miliar itu sudah tidak miliki kepala semua. Tatapan matanya sekarang terlihat bingung. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? reka adalah para ahli bela diri terkuat di dunia, kenapa reka kalah oleh satu orang?

Ivan masih tidak bisa mpercayai apa yang telah terjadi. Kakinya bergetar tanpa henti, pada saat ini dia sudah ketakutan setengah mati.

Karena kehabisan orang untuk lawan Randika, sekarang gilirannya berhadapan dengan iblis itu!

Di bawah tatapan mata semua orang, Randika berjalan nghadapi Ivan secara perlahan.

"Aku adalah kepala keluarga Alfred dari Jakarta, pengaruhku di negara ini sangat besar." Ivan nyadari niat mbunuh Randika sekarang tertuju padanya. Tatapan mata Ivan benar-benar nunjukan kebenciannya pada Randika. "Jika kau berani mbunuhku, kau harus siap nerima pembalasan dendam dari seluruh penjuru negara ini!"

Namun, Randika tidak njawab dan ekspresi wajahnya tidak berubah sama sekali.

Wajah Ivan sudah pucat pasi, kakinya makin getar dengan hebat. Ketika Randika langkah maju, Ivan tidak bisa berhenti untuk mundur ke belakang.

Ivan benar-benar nyadari apa yang akan terjadi berikutnya, dia akan mati di tangan Randika.

Para tamu undangan sudah tidak bisa berbuat apa-apa. reka sendiri tidak nyangka acara pernikahan hari ini akan njadi awal mulanya kehancuran dari keluarga Alfred.

Ketika lihat Randika tidak bergeming sama sekali, suara serak Ivan kembali terdengar. "Jika kau berani mbunuhku, keluargaku yang selamat akan mbunuh Inggrid! Aku tidak akan mbiarkan perempuan biadab itu hidup dengan tenang!"

Pada saat ini, Ivan sudah kehabisan jalan untuk mundur. Randika, yang daritadi terdiam, akhirnya sampai di hadapan Ivan. Aura mbunuhnya yang seluas lautan itu akhirnya akan tersalurkan.

"Kalau begitu aku akan mbunuh siapapun yang berani mbalaskan dendammu!"

ndengar ancaman yang tertuju pada Inggrid, darah Randika yang sudah ndidih makin ndidih. Ketika Ivan ingin njawab, dadanya sudah tertinju dengan keras.

Randika sama sekali tidak nahan tenaganya. Bahkan pintu khusus yang dibuat oleh Shadow ketika ngurungnya itu sudah pasti akan hancur oleh pukulannya sekarang, apalagi Ivan yang hanya terbuat dari tulang dan daging?

Tinju Randika bersarang tepat di tengah dadanya dan mbentuk lubang yang besar.

Kekuatan yang terkandung pada tinjunya itu mbuat Ivan nembus ke dalam dinding. Semua tamu dan polisi sudah terkejut bukan main. Di bawah tatapan para anggota keluarganya, reka nyaksikan mon terakhir kepala keluarga reka.

DUAK!

Leher Ivan ikut patah ketika dia nembus dinding, dia yang sekarang sudah tidak dapat bernapas lagi untuk selamanya.

Randika kemudian ngangkat mayat Ivan dan mbuangnya ke hadapan para anggota keluarga Alfred yang masih hidup.

"Tuan Ivan!"

Suara tangisan tragis bercampur marah dapat terdengar dari seluruh anggota keluarga Alfred.

lihat mayat yang dilempar oleh Randika itu, semua tamu benar-benar tidak tahu harus berkata apa. Ivan sudah mati?

Semua natap takut pada Randika, bisa-bisanya orang itu mbunuh orang nomor 1 dari keluarga Alfred.

Bruno sendiri juga ikut terkejut, kejadian hari ini benar-benar mbuat kepulangannya ke Indonesia ini semakin sepadan. Dia tidak nyangka akan nemukan orang sekuat dan seberbahaya ini. Jika barusan saja dia berusaha ncegahnya, bisa-bisa dada yang berlubang adalah dadanya.

Pada saat ini, seluruh anggota keluarga Alfred seperti sudah kehilangan akalnya. Tidak tahu siapa yang berkata, tetapi kata-katanya tersebut mbakar api kebencian reka. "Balaskan dendam Ivan, balaskan dendam Ivan!"

"Balaskan dendam Ivan, balaskan dendam Ivan!"

"Balaskan dendam Ivan, balaskan dendam Ivan!"

reka sudah benar-benar kehilangan akal, reka mulai nerjang satu per satu ke arah Randika. Dalam sekejap kejadian njadi kacau!

Tatapan mata Randika masih tetap dingin. Keluarga Alfred benar-benar rupakan penyakit yang harus dihilangkan, oleh karena itu dia harus nghancurkan keluarga ini hingga ke akarnya!

Karena para anggota keluarga itu nerjang dirinya, hal ini sangat mangkas waktu dan mbunuh kanker tersembunyi tersebut.

Randika tidak sungkan-sungkan untuk mbunuh, cecunguk-cecunguk seperti reka bukanlah tandingan bagi dirinya. reka hanya mpercepat kematian reka. Sebelumnya kolam darah mulai ngalir di halaman kediaman keluarga Alfred, sekarang kolam tersebut sudah semakin nggenang. Mayat demi mayat mulai numpuk. Halaman rumah ini sudah penuh oleh mayat dan Randika terus mbantai di tengah-tengah reka!

Dengan satu serangan, tenaga dalam Randika yang ngalir deras itu sudah cukup mampu mbuat lubang ataupun mutuskan kepala siapapun yang berani nentangnya. Pada saat yang sama, para anggota keluarga Alfred yang masih hidup semakin sedikit sedangkan mayat saudara-saudara reka semakin numpuk tidak karuan.

Para tamu undangan, yang bersembunyi sambil lihat adegan berdarah ini, natap Randika dengan tatapan bingung. Dia tidak nyangka keluarga Alfred yang berpengaruh seperti ini akan dibantai oleh satu orang!

Jika dilihat dari kejadian ini, sudah pasti keluarga Alfred akan kehilangan pijakannya dan hancur tanpa bersisa!

"Sepertinya ibukota akan kacau beberapa hari ke depan."

"Kita harus mbicarakannya di pertemuan keluarga kita. Pemuda itu pasti bukan manusia lagi. Kita juga harus mperingatkan semua anggota keluarga kita untuk tidak nyinggungnya sama sekali."

"Kita hanya bisa berdoa untuk arwah keluarga Alfred."

Para tamu itu langsung nganalisa apa yang harus dilakukan keluarga reka, kejadian ini jelas akan ngguncang ibukota. Tentu saja reaksi reka ini tidak berlebihan karena di tempat Randika berdiri, mayat-mayat para anggota keluarga Alfred itu tergeletak tidak berdaya.

Mulai dari kepala keluarga, anggota inti, anggota cabang, semua mayat reka ada di sana.

Namun, di antara para tamu ini, ada seorang perempuan yang natap benci Randika. Hatinya sudah dipenuhi oleh kemarahan dan niat mbunuh yang besar. Kuku tangannya sudah nancap di kedua telapak tangannya dan darah tidak bisa berhenti ngalir.

Dia adalah Anna, anak keempat dari keluarga Alfred.

Orang-orang yang dibunuh oleh Randika adalah anggota keluarganya, tetapi dia sama sekali tidak berdaya. Tubuhnya bergetar tanpa henti tetapi matanya tetap tertuju pada Randika, matanya itu seakan-akan ingin nguliti Randika hidup-hidup.

Bersamaan dengan Randika yang terus mbantai, Anna berdiri dan berusaha kabur dari rumahnya itu. Sebelum dia pergi, dia berbalik dan natap Randika.

Aku bersumpah akan mbalaskan dendam keluargaku! Lalu Anna larikan diri dari tempat itu bersama beberapa orang.

Randika sendiri aslinya tidak tahu siapa saja anggota keluarga Alfred jadi tidak heran ada satu atau dua orang yang lepas dari genggaman mautnya.

Yang jelas, dia telah mbunuh seluruh anggota inti keluarga Alfred.

Randika berdiri diam setelah darah sudah hampir nutupi seluruh tubuhnya, pemandangan ini mbuat semua orang ketakutan. Jika Randika berjalan nghampiri reka mungkin reka sudah pasti mohon ampun demi nyawa reka.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 314: Pembantaian Keluarga Alfred on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

I Became The Academy Necromancer cover
Similar genre

I Became The Academy Necromancer

172 ·Harem

Scream,Shriek.Wakeupandpourtherestofyourgrudgesontome.ThenI’ll...Readmore Scream,Shriek.Wakeupandpourtherestofyourgrudgesontome.ThenI’llsaveyou.Col...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.