"Wow, makanan yang ibu buat sangat lezat! Terima kasih Ibu Ipah, aku sangat puas." Kata Randika sambil gang perutnya yang mbesar bagai pesumo.
"Syukurlah kalau nak Randika suka sama makanan ibu. Nona sering makan di luar dan ketika makan di sini pun dia jarang ngontari masakanku. Jadi ndengar orang ngatakan kalau masakanku itu enak mbuat hati ibu jadi senang. Kalau nak Randika kepingin makan sesuatu, katakan saja ibu nanti buatkan."
"Benarkah? Kalau begitu besok ibu bisa buatkan aku makanan dengan tema kepiting? Sudah lama aku tidak makan kepiting."
Ketika reka berbicara dengan santai, Inggrid telah kembali dan nghampiri reka.
"Selamat datang nona. Apakah Anda sudah makan? Saya sudah mpersiapkan makan malam Anda dan apabila nona mau makan sekarang, saya persiapkan piring dan peralatannya."
Ibu Ipah lumayan terkejut karena kedatangan nona mudanya yang secepat ini. Biasanya pemimpin perusahaan Cendrawasih ini akan datang sekitar jam 8/9 malam jadi dia belum mpersiapkan peralatan makan buat nonanya.
"Istriku, kemarilah dan duduk di sampingku." Kata Randika sambil berdiri dan narik kursi untuk 'istri' tercintanya.
Inggrid yang sudah lelah dan hanya ingin bersantai di rumah tiba-tiba ndengar kata-kata ini. Raganya yang sudah lelah akhirnya tersulut oleh api amarah yang muncul dari hatinya.
"Kau.. Jangan terlalu kelewatan ya! Ingat posisi kita yang sebenarnya."
Inggrid lalu berpikir dalam hati, Walaupun aku nikah denganmu, aku lakukannya demi uang dan ambisiku. Ya setelah tiga bulan aku akan bebas dari siksaan ini dan tetap njadi wanita terhormat di mata publik.
Bagaimanapun juga Inggrid adalah wanita. Dia nganggap bahwa ketika dia mutuskan untuk nikah, dia akan selalu ncintai orang tersebut dan berjuang agar cintanya bertahan sampai dia tua nanti. Dia bahkan sempat berpikir bahwa apabila Randika bertingkah baik selama 3 bulan ini, dia mungkin tidak keberatan neruskan pernikahan ini.
Hal tersebut bukan karena cinta tetapi bagi Inggrid Elina, siapa yang akan nikah dengan dirinya pada akhirnya sama saja. nurutnya, cinta pada pandangan pertama adalah omong kosong yang terpenting adalah keuntungan yang dihasilkan pernikahannya. Jadi jika Randika bisa ndatangkan keuntungan bagi dirinya, jadi kenapa tidak?
Namun, hal tersebut mungkin mustahil tercapai. lihat tingkah laku Randika yang sekarang, yang ada hanyalah ndatangkan kejengkelan bagi dirinya. Bagaimana mungkin dia bisa tahan dengan lelaki semacam ini?
"Posisi? Maksudmu hubungan suami-istri kita? mangnya salah aku manggilmu istri? Apakah perlu aku gang sertifikat pernikahan kita setiap aku manggilmu?"
Randika tertawa dalam hati. Dia sangat mahami karakter Inggrid yang berharga diri tinggi jadi dia sangat senang nggodanya. lihat reaksi istrinya yang jengkel terhadap dirinya adalah suatu hiburan tersendiri baginya.
"Kurang ajar" Inggrid benar-benar tidak habis pikir dengan lelaki ini.
"Ibu Ipah, tidak usah repot-repot nyiapkan. Aku tidak mau makan!"
Seketika itu juga, Inggrid langsung nuju kamarnya di lantai 2. Langkah kakinya yang mantap semakin terdengar keras ketika sepatu haknya nyentak dengan keras.
Namun setelah langkah beberapa langkah, Inggrid mulai rasa pusing dan lemas. Setelah itu dia rasa bahwa tubuhnya terhuyung-huyung dan pandangannya semakin buram. Tas tangan yang dia bawa jatuh duluan sebelum akhirnya tubuhnya yang jatuh.
Ketika tubuhnya hampir nabrak lantai, dia rasakan pelukan hangat seseorang. Saat dia noleh ternyata orang yang paling dibencinyalah yang nahan tubuhnya.
Inggrid ingin lawan tetapi dia sudah tidak miliki tenaga untuk lawan dan matanya sudah benar-benar berat.
"Istriku kamu kenapa? Jika kamu ingin nikmati pelukan hangatku kau tidak perlu makai cara seperti ini dong. Kamu bisa saja mbuka pintumu di malam hari dan aku tinggal masuk bukan?"
Randika ngatakan semua hal ini dengan senyuman nggantung di bibirnya. Lalu dia rasa bahwa tubuh Inggrid sangatlah lembut. Dia nahan tubuh istrinya dengan cara luk pinggangnya dan rasa bahwa tubuh istrinya sangatlah ramping.
Yang mbuat senyuman Randika semakin nungging adalah aroma yang dipancarkan oleh istri tercintanya. Setelah bertahun-tahun berkelana, Randika sudah ngalami dan ngerti banyak hal. Aroma ini bukanlah parfum lainkan aroma badan Inggrid.
nghirupnya dalam-dalam, pelukan Randika semakin kencang dan buah dada Inggrid semakin nempel pada dirinya. Inggrid hendak lawan tetapi dia tidak berdaya sedangkan Randika yang mulai dikuasai pikiran nakal mulai bermain-main.
"Ahhhnn "
Walaupun tubuhnya lemas, saraf tubuhnya masih bekerja dan ketika Randika remas dadanya dan nggigit telinganya, wanita ini pun tidak dapat nahan desahannya.
Semua hal ini berlangsung sekejap dan, entah disengaja atau tidak, wajah reka berdua sudah semakin dekat seperti mau berciuman. Napas kedua orang ini mulai berat dan terengah-engah.
Dengan kesadaran yang mulai nipis, Inggrid masih tidak ngerti ngapa pria ini masih bisa manfaatkan dirinya skipun kondisinya seperti ini.
.
Namun, Randika yang mulai terbawa nafsu berpikiran hal lain. Dia natap Inggrid dengan pandangan penuh arti.
Ibu Ipah yang berada seruangan segera nghilang dari pandangan reka berdua sejak suara desahan nonanya terdengar.
Darah muda reka sungguh tidak kenal tempat dan tidak kenal waktu.
Inggrid benar-benar miliki pemikiran bahwa apabila dia bisa bergerak bebas, dia sudah motong tangan Randika.
Diperlakukan sedemikian rupa oleh Randika, bagaimana bisa dirinya nerima keadaan ini? Seketika itu juga Inggrid rasa bahwa tubuhnya semakin panas dan akhirnya pingsan.
Randika sebenarnya masih ingin neruskan hubungan panas reka tapi dia nyadari bahwa ada hal yang aneh. Inggrid tampak tidak bereaksi dan dugaannya benar, rupanya dia telah pingsan. Apakah foreplaynya terlalu keras bagi Inggrid?
Sebelumnya Randika ngira bahwa tersandungnya Inggrid adalah tindakan disengaja. Tetapi setelah saat, dia nyadari ada yang aneh dan tidak wajar.
Dia lalu njulurkan satu tangannya dan riksa denyut nadi serta lihat pupil mata Inggrid.
"Rohypnol? Kenapa kau bisa terkena obat ini?" Sambil berkata seperti itu, dia segera lepaskan jas Inggrid dan mbuka beberapa kancingnya agar mperlancar sirkulasi udara.
Randika sungguh kaget karena Rohypnol dikenal sebagai obat yang dipakai oleh perkosa dan apabila digunakan dalam dosis banyak hal ini bisa nyebabkan kematian. Yang ada di benak Randika adalah ngapa perempuan berharga diri tinggi seperti Inggrid ini mau nerima pemberian orang lain yang tidak dikenal. Ataukah mungkin kenalannya lah yang mbiusnya?
Sadar akan situasinya, Randika mbuang pemikiran siapa pelakunya dan segera mbawa Inggrid ke kamarnya. Dia tidak peduli dengan jas dan sepatu yang dia lepas begitu saja saat masih di bawah tangga.
Ketika Ibu Ipah, yang lirik reka secara diam-diam, lihat hal ini, dia tidak bisa nahan diri untuk tidak nghela napas. Dasar anak muda, buru-buru ingin lakukannya sampai-sampai lupa akan dunia dan ngotori ruangan. Setidaknya nona harus makan terlebih dahulu sebelum lakukannya.
Waktu adalah segalanya. Jadi Randika tidak segan-segan ndobrak pintu kamar Inggrid dan langsung letakan istrinya di kasur. Randika langsung lepas pakaian dan rok yang Inggrid pakai dan mbuat Inggrid hanya ngenakan dalamannya saja.
Untuk sekarang Randika tidak miliki pikiran aneh-aneh. skipun Randika tidak miliki perasaan apa-apa terhadap Inggrid, dia tetaplah istri pertamanya dan terlebih hidupnya sedang dalam bahaya.
Rohypnol adalah semacam obat anti-depresan. Obat ini akan bereaksi 30 nit hingga 1 jam dan efeknya bisa bertahan sampai 12 jam. skipun kasus kematian tidaklah tinggi, namun dilihat dari reaksi yang ditunjukan oleh Inggrid nunjukan bahwa dia telah nerima dosis tinggi.
Overdosis Rohypnol bisa nyebabkan gangguan keseimbangan, perilaku agresif serta berpotensi koma ataupun kematian.
Tidak bisa nemukan cara lain, Randika hanya mikirkan satu cara yaitu ramuan X. Ramuan X berguna untuk nekan kekuatan misterius di dalam tubuh Randika jadi ramuan ini seharusnya juga bisa nekan efek dari racun.
Setelah ngambil ramuan X dan nyuntikkannya pada Inggrid, Randika duduk dan njulurkan tangannya pada punggung Inggrid. Dia nutup matanya dan berkonsentrasi.
Saat ini, dia nyalurkan tenaga dalamnya untuk ngontrol dan mulihkan kondisi Inggrid. Dengan hal ini, seharusnya nyawa istrinya bisa terselamatkan.
Setelah 15 nit berlalu, ruangan kamar Inggrid tampak bersinar sedangkan Randika terlihat pucat dan bibirnya kering dan pecah-pecah.
Perlahan, Inggrid mulai ndapatkan rona wajahnya dan kesadarannya kembali. Ketika dia mbuka matanya dan lihat sesosok pria, dia tanpa sadar langsung nendangnya.
DUAK!
Karena masih berkonsentrasi, Randika tidak siap akan serangan istrinya itu dan terjatuh dari tempat dia duduk bersila sebelumnya.
Saat ini, mata Randika sangat rah dan bibirnya mulai neteskan darah. Dia tidak nyangka bahwa penyaluran tenaga dalam ini akan sangat nguras tenaganya dan lebih ngejutkannya lagi tendangan istrinya itu cukup kuat untuk mbuat dirinya layang.
Sesaat kemudian, kekuatan misteriusnya dalam tubuhnya mulai ngambil alih. Karena tenaga dalamnya terpakai untuk nyelamatkan Inggrid, Randika tidak bisa nahan kekuatan ini dan kesadarannya mulai diambil alih.
Pada dasarnya Randika adalah seorang ahli bela diri. Setiap hari dia akan nghadapi situasi hidup dan mati. Dan ndapatkan serangan tendangan dari istrinya, instingnya mbuat dirinya nerkam musuhnya.
Reviews
All reviews (0)