Hampir bersamaan dengan vonis hukuman mati Ivan, para orang berbaju hitam itu nerjang ke arah Randika. Randika sendiri sudah nerjang ke arah reka dan mbunuh siapapun yang berani nantangnya.
lihat kedua belah kubu yang bertarung, para pendaki yang mutuskan untuk lihat kejadian ini hingga akhir sudah berdoa untuk Randika. Bagaimana bisa satu orang lawan orang segitu banyak?
"Kasihan dia."
Semua orang sudah ngucapkan belangsukawa reka. Belum lagi lawan Randika itu mbawa senjata, sudah pasti nyawa Randika layang sebentar lagi.
Tetapi kejadian berikutnya mbuat orang-orang ini nganga.
Randika seorang diri nerjang ke tengah-tengah musuhnya. Orang-orang berbaju hitam itu sudah ngepung Randika dan senjata reka sudah ngarah pada Randika.
Dengan cepat reka ingin nebas Randika hingga jadi dua, tetapi benarkah Ares ini terkepung?
Tenaga dalamnya mulai ngalir ke seluruh tubuh dan energinya langsung nyelimuti seluruh tubuh Randika. Randika sudah bagaikan bayangan, berlarian ke sana kemari nghindari serangan dengan elegan bagaikan sedang nari.
Tidak hanya nghindar, Randika juga mberi serangan balik. Orang-orang ini berniat mbunuhnya terus buat apa dia sungkan-sungkan nyimpan tenaganya? Jika dia hanya bertahan saja maka lama kelamaan dia akan kehabisan tenaga dan terpojok.
Pedang dan pisau yang digunakan para orang berbaju hitam itu selalu nebas udara kosong, yang reka terakhir kali lihat adalah kepalan tinju Randika yang matahkan leher reka dalam sekejap.
Pada saat yang sama, Randika nendang ke arah kanan pada lawannya yang berusaha ngapitnya. Pedang yang tertinggal itu langsung diambil oleh Randika dan dia pun mbuka jalan penuh darah. Di mana pun Randika nebas, selalu ada satu nyawa yang layang.
Bahkan 1000 mayat pun tidak bisa redakan nafsu mbunuh Ares!
skipun sudah mbunuh banyak, Randika masih terkepung. Tidak ada pilihan lain, Randika nerjang maju dan mbunuh reka satu per satu.
"Kak Randika mang hebat!" Hannah yang bersembunyi dengan Inggrid itu sangat senang lihat kakak iparnya itu nghajar penjahat itu satu per satu.
Semua pendaki yang ikut bersembunyi itu sudah terheran-heran, apa dia masih manusia?
Secara logika saja 1 lawan 50 tentu saja yang nang 50 orang. Mungkin 3-5 orang berhasil dikalahkan itu sudah bisa dianggap luar biasa, tetapi kenapa sepertinya 1 orang ini yang akan nang? Jika hal ini terus berlangsung, bisa-bisa hal itu benar-benar terwujud. Apa dia keturunan dari Dewa Perang?
Orang-orang berusaha rekam kejadian ini tetapi reka tidak bisa nemukan sosok Randika sama sekali. Mata orang-orang sudah terbelalak, cepat sekali orang itu!
Ivan natap Randika dengan tajam, sepertinya Randika telah jauh berkembang sejak terakhir kali reka bertemu.
Namun, Ivan sama sekali tidak tahu apa-apa ngenai Randika. Setelah perjalanannya ke Jepang, Randika semakin mahami situasi tubuhnya. Terlebih kekuatan misterius di dalam tubuhnya itu bahkan lebih kuat daripada tenaga dalamnya yang asli. Berkat kekuatan misterius itu, dia bisa ngalahkan Apollo dan Brahman sekaligus.
lihat anak buahnya satu per satu mati ataupun pingsan, muka Ivan sudah mulai muram. Dari 50 orang sekarang tinggal 20 orang saja, kekuatan tempur Randika mang luar biasa.
Tentu saja, reka hanyalah keroco-keroco saja. Untuk mbunuh Randika, Ivan sudah ngundang dan ngontrak para ahli bela diri elit dan ndatangkan tim pembunuhnya. Dari awal mang tugas para keroco itu adalah mbuat lelah Randika dan barulah setelah itu para elit akan bergerak apabila lihat celah.
Dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk ikut bertarung.
Sesaat setelah para pembunuh dan petarung elit itu ikut bertarung, wajah Ivan kembali tenang.
Pada saat ini Randika masih ngayunkan pedangnya, pedangnya nancap di dada musuhnya yang berusaha nyerangnya dari depan. Pedang itu sampai ncuat keluar dan nusuk orang yang berdiri di belakangnya. Pada saat yang sama, Randika lepas genggamannya dan nendangnya lalu nahan serangan yang datang dari belakang.
Inilah keuntungan dari jumlah, Randika terus nerima serangan koordinasi tanpa henti dari segala arah. Lengah sedikit saja maka dia bisa terluka parah.
Ketika Randika nahan serangan dari belakangnya itu, 4 orang kembali berusaha mbunuhnya. Randika noleh untuk nilai situasi dan ngulurkan tangan kanannya. Randika terlihat hanya miliki 1 tangan untuk nghadapi 4 orang, tetapi dalam waktu singkat, dia lancarkan 4 tinju super keras pada keempat orang tersebut.
Orang-orang yang lihat Randika sudah terpukau dengan pertarungan yang seharusnya berat sebelah ini. reka kagum sekaligus bersemangat karena telah bertemu dengan ahli bela diri yang sangat kuat. Adegan hebat seperti ini hanya bisa reka lihat dari TV, reka tidak ngira bisa lihatnya dengan kedua mata kepala reka sendiri. Jika reka mposting video ini di internet, pasti reka akan nghasilkan banyak uang!
Hannah sangat bersemangat lihat Randika, dia ikut ninju-ninju udara sambil bersorak untuk Randika. "Rasakan! Terus kak, hajar reka! Eh awas kananmu! Tidak kirimu juga, awas belakangmu!"
Mata Inggrid juga terpaku pada Randika, tetapi dia juga berusaha ncari celah untuk pergi. Sebelumnya dia sudah berusaha kabur bersama Hannah tetapi usaha reka itu digagalkan oleh para orang berbaju hitam itu dan akhirnya berkat bantuan Randika reka bersembunyi di balik batu. Inggrid juga sadar bahwa selama reka ada di sini, reka akan njadi beban bagi Randika.
Pertarungan hidup dan mati terus berlanjut, Randika ngulurkan kedua telapak tangannya dan ledakan energi yang kuat langsung nghempaskan lawannya. Lawannya yang nerjang itu tersapu oleh angin yang kuat dan terpental jauh.
Hebat sekali!
Hannah kembali bersorak dengan semangat, sentara orang-orang bingung apa yang telah terjadi. Kenapa orang-orang itu tiba-tiba terpental?
Wajah Ivan kembali muram, dia tidak nyangka Randika akan sekuat ini.
Sekarang orang berbaju hitam dan para pembunuh itu sisa 10 orang, reka tidak berani maju. Randika yang bajunya compang-camping dan bersimbah darah itu natap Ivan sambil tersenyum. "Orang-orang yang kamu bawa ternyata cuma segini?"
Dengan kata lain, kamu tidak bisa mbunuhku dengan orang seperti ini.
Siapa dirinya? Dia adalah salah satu Dewa dari 12 Dewa Olimpus, bisa dikatakan bahwa di dunia ini hanya ada 11 orang yang bisa mbunuhnya!
Awalnya Ivan tidak ingin nggunakan Dark Knife dkk, tetapi sepertinya dia harus nggunakan jasa reka untuk mbunuh orang satu ini. Biaya yang diminta oleh Dark Knife sudah tidak masuk akal, oleh karena itu Ivan ngira tim pembunuhnya dan orang-orang dari daftar Dewa itu cukup nghadapi Randika. Hasilnya benar-benar bertolak belakang dengan harapannya.
lihat sosok Randika yang berdiri diam itu, aura mbunuhnya mbuat siapapun yang lihatnya rinding. Para pendaki yang rekam Randika ini juga ikut rasakan darah reka ndidih, sepertinya reka akan lihat sosok legenda ahli bela diri Indonesia yang baru.
Bagaimanapun juga, tanpa bantuan Dark Knife dkk, Ivan tidak akan punya kesempatan untuk mbunuh Randika.
Reviews
All reviews (0)