Font Size
15px

Randika tentu saja ingin ncium celana dalam ini, dia sudah hampir naruh celana dalam tersebut di hidungnya. Wajah Christina sudah rah padam, dia langsung nangkap celana dalamnya itu.

"Tidak!" Christina berhasil ngambilnya sebelum Randika berbuat macam-macam, dia langsung masukannya ke dalam sebuah bak. Kemudian dia noleh ke arah Randika dan lihat bahwa pria itu sedang gangi beha yang dipakainya tadi.

Christina tidak habis pikir, dia langsung nerjang ke arah Randika. Namun, tiba-tiba dia ditarik dan jatuh di pelukannya Randika. Christina yang lebih kecil itu berusaha ngambil dari tangan Randika yang diangkatnya tinggi-tinggi.

"Ah! Kembalikan!"

Christina berteriak keras, dia benar-benar marah sekarang.

Setelah sebelumnya lihat Christina yang berpakaian longgar, nafsu Randika mulai terbentuk. Setelah dia nyentuh pakaian dalam yang dikenakannya tadi, ndadak dia tidak bisa nahan nafsunya itu.

Randika tidak tahu kenapa dia bisa bernafsu seperti ini, apakah dia telah berubah? Sejak dia bersama dengan Inggrid, Randika jadi lebih mudah jatuh cinta dan nafsu birahinya itu makin tinggi. lempar beha yang ada di tangannya, Randika dengan cepat luk erat Christina.

Randika yang ncium paksa Christina itu mulai kehilangan pikirannya, sedangkan Christina mulai sedikit takut ketika Randika bertindak agresif seperti ini. Namun, tiba-tiba dirinya digotong Randika ke tempat tidur.

Tidak butuh waktu lama untuk Randika nindih Christina.

Kekhawatiran Christina adalah ibunya yang ada di dapur, berarti solusinya adalah ngunci mulut Christina agar tidak nimbulkan suara yang keras. Dengan cepat, Randika ngunci bibir Christina dengan bibirnya.

Christina yang awalnya ragu dan takut itu akhirnya perlahan larut dalam sensasi ini dan lebih terbuka dengan Randika. Kedua bibir reka tidak bisa berhenti bergerak. Di saat keadaan mulai manas, Randika sudah mbuka bajunya begitu pula dengan Christina.

Randika sudah mperhitungkan waktu masak Ayu, seharusnya masih ada setengah jam untuknya lakukan hubungan intim ini.

Namun, ketika keduanya masih sibuk berciuman, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka.

"Tintin, ada apa ribut-ribut?" Ayu mbuka pintu secara tiba-tiba, dia ndengar suara teriakan anaknya dari dapur dan rasa khawatir. Ibu ini sangat terkejut ketika lihat anaknya hanya berbalut pakaian dalam dan sedang sibuk berciuman.

Hmm Ayu benar-benar kehabisan kata, dia tidak tahu harus berbuat apa lagi. Christina sendiri sudah rinding dan ndorong-dorong Randika ketika pintu itu terbuka dan sekarang ibunya lihat dirinya sedang berciuman dengan Randika LAGI. Kedua pasangan ini mbeku sambil lihat Ayu, benar-benar malukan!

Ini sudah ketiga kalinya Randika ngalami kejadian super malukan seperti ini, dia rasa nasibnya benar-benar sial. Pertama adalah ketika dirinya baru saja nyelamatkan Christina, waktu itu Randika sedang nerima ciuman terima kasih dan tiba-tiba Ayu keluar dan rusak suasananya. Kedua adalah ketika dia dan Viona bercumbu dan luapkan nafsu reka pada satu sama lain. Bahkan dia mbuat Viona muncrat di depan kedua orang tuanya!

Dan sekarang, lagi-lagi suasana nyenangkan ini njadi canggung dan malukan. Lagipula, bukankah Ayu berkata padanya bahwa dia tidak akan ngganggu dirinya?

Wajah Christina benar-benar rah, dia tidak berani lihat wajah ibunya. Ayu sendiri lototi kedua pemuda ini, dia masih tidak tahu harus berkata apa. Sebagai ibu yang baik, dia tidak boleh rusak suasana intim anaknya dengan calon nantunya.

Dengan cepat, Ayu berkata pada reka berdua. "Tin, mama tadi dengar kamu berteriak jadi mama khawatir kalau kalian ada apa-apa. Sudah jangan khawatir, lanjutkan lagi saja. Dika, mama harap 1 jam cukup untukmu ya, nanti makanannya terlanjur dingin."

Kemudian dengan wajah tersenyum, Ayu nutup pintunya. Selagi berjalan nuju dapur, Ayu tidak bisa nyembunyikan rasa bahagianya. Sepertinya mon dia nggendong cucunya akan segera tiba!

Di sisi lain, Randika dan Christina sama-sama terdiam. reka berdua sudah tidak berniat lakukannya setelah diganggu seperti itu.

.....

Di ja makan yang besar itu, berbagai macam makanan sudah tersedia. Kali ini Ayu tidak ngajukan pertanyaan, malahan dia sangat akrab dengan Randika.

"Dika, coba masakan ikan ini."

"Kalau ayam bumbu rujak ini spesialisnya mama lho, ayo dicoba."

"Kalau bebek kamu suka atau tidak? Sudah dicoba dulu aja ya, mama yakin kamu suka."

....

Randika tidak tahu harus nangis atau bahagia, dia sama sekali tidak berdaya. lihat piring Randika yang sangat penuh itu, Christina yang duduk di samping Randika rasa sedikit malu. "Ma sudah cukup!"

"Tintin, kamu tenang saja. Dika ini butuh makan banyak karena dia itu laki. Sudah cepat ambil makanmu sana." Ayu tidak bisa berhenti tersenyum. "Nanti kalau kamu sudah nikah sama Dika, kalian harus mbawa cucunya mama itu main ke rumah lho ya."

Randika terbatuk tanpa henti, ibunya Christina ini tidak bisa berhenti nyerang. Berarti tujuannya mberikan dirinya makan begitu banyak adalah untuk mberinya tenaga agar dapat berhubungan dengan anaknya.

ndengar kata-kata nikah, Christina hanya bisa tersipu malu dan ngambil makanannya dalam keadaan diam. Dia sama sekali belum kepikiran untuk mpunyai anak, apalagi nikah.

"Makannya pelan-pelan, nanti kamu tersedak bagaimana?" Ayu mperhatikan Randika yang sedang makan. "Tunggu sebentar, mama bawain kamu supnya."

Randika kehabisan kata-kata, sejak kapan Ayu nyebut dirinya mamanya? Dan apakah dia tidak lihat piringnya masih penuh seperti gunung?

lihat Randika yang tidak berdaya itu, Christina tertawa dalam hati. Dengan adanya Randika, Christina bisa sedikit lega ketika bersama ibunya itu. Biasanya saat makan bersama Christina akan njadi objek olan ibunya itu. Karena sekarang ada Randika, dia terlepas dari olan ibunya.

Dari sini Christina ngerti betapa pentingnya miliki pasangan.

Tetapi tentu saja Christina tidak ingin sembarangan orang untuk njadi pasangannya. Hanya orang seperti Randika lah yang nuhi kriteria sebagai pasangan idealnya.

....

Setelah makan, Christina berniat untuk pergi ke universitas karena ada urusan ndadak.

"Tintin, kamu hati-hati ya di jalan." Kata Ayu.

"Iya, kan juga ada Randika nemaniku." Kata Christina sambil berpamitan dengan ibunya, dia lalu pergi bersama dengan Randika.

Di jalan, Randika nghembuskan napas lega berkali-kali. Christina yang lihatnya itu tertawa dalam hati. "Bagaimana masakannya mamaku?"

"Kamu ini ya, kenapa kamu tidak mbantuku sama sekali. Perutku seakan ingin ledak!"

"Itu kan mamaku sendiri yang naruh lauknya di piringmu, salahmu juga asal makan saja." Kata Christina sambil tersenyum. Sejak bersama Randika, dia rasa dirinya telah berubah dan lebih sering tertawa.

Randika mperhatikan sekelilingnya dan nyadari tidak ada orang di sekitar reka. Randika lalu dengan cepat rangkul Christina di pelukannya.

"Ah!" Wajah Christina dengan cepat njadi rah. Dia khawatir ada orang yang akan lihat reka.

"Berani-beraninya kamu nertawai pacarmu." Kata Randika sambil gang dagunya.

Christina hanya bisa tersipu malu ketika dirinya dicium oleh Randika. Dia sekarang hanya bisa berharap tidak ada orang yang dikenalnya lihat dirinya ncium pacarnya ini.

Setelah reka berciuman, Randika ncari taksi dan naik bersama Christina.

"Bukannya kamu libur hari ini?" Randika tampak bingung.

"Iya ada masalah di sekolah dan aku diminta tolong untuk mbantu." Kata Christina sambil nyandarkan kepalanya di pundak Randika, dia sangat suka dengan perasaan nyaman ini.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 281: Ketiga Kalinya on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Nightwatcher cover
Similar genre

Nightwatcher

Paperboy ·Harem

Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,andMagicians.XuQi’an,a...Readmore Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,a...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.