Font Size
15px

Setelah video itu selesai, reka mulai bersiap-siap.

Untuk masakan sayurannya, Inggrid berniat mbuat sapi lada hitam ditambah oleh tauge. Sedangkan untuk brokolinya, dia ingin mbuat capcay goreng. Sedangkan untuk ikan salmonnya, dia berniat mbuatnya njadi spaghetti salmon aglio olio. Untuk daging, Inggrid berniat mbuat ayam panggang dan rawon dengan labu siam.

Tentu saja, semua masakan itu terdengar enak dan rasanya mang enak tetapi semua itu bergantung pada cara ngolahnya.

Pertama, Randika dan Inggrid harus ncuci setiap bahan terlebih dahulu dan misahkan tiap bahan berdasarkan tiap masakan. Kelebihan dari tiap bahan akan reka simpan untuk kemudian hari.

Sayur-sayur telah selesai dicuci dan Inggrid makai celeknya, dia terlihat seperti seorang chef.

"Sayang, panaskan pancinya hingga ndidih." Inggrid kemudian ngambil satu ekor ayam dan berniat motongnya.

Ini rupakan pertama kalinya dia motong seekor ayam yang utuh. Oleh karena itu, dia mbekali dirinya dengan nonton video tutorial cara motong ayam dengan benar sebelumnya. Inggrid mang orang yang seperti ini, sebelum dia lakukan sesuatu, dia pasti akan lakukan persiapan terlebih dahulu.

Tetapi, ini adalah ketiga kalinya dia masak dalam hidupnya. Ketika dia gang pisau, dia seakan-akan hendak nusuk orang. Dia gang pisau dengan letakkan jari telunjuknya di atas pisau. Padahal hal ini malah bikin pisau njadi tidak stabil dan mbuat potongannya leset ke mana-mana. Kerugian lainnya adalah mbikin pergelangan tangan njadi pegal karena tekanan pada otot dan persendian.

Tapi hal yang mbuat Randika ketakutan adalah posisi tangan Inggrid yang terbuka lebar.

"Tunggu!" Teriak Randika.

"Hmm?" Inggrid terlihat bingung.

"Sayang, jangan motong dengan jari terbuka lebar begitu, nanti kamu tersayat bagaimana? Sini aku tunjukan bagaimana yang benar."

Untuk nghindari hal berbahaya ketika motong, pada tangan yang gang sayuran atau daging, kita harus nekuk jari kita dan mbuat sebuah cakar. Dengan begini, dinding pisau akan nabrak buku-buku jari sehingga ujung jari tidak akan terpotong.

Tetapi, Randika nyadari sesuatu ketika dia gang pisaunya.

"Sayang, bukankah pisau ini terlalu kecil?"

Alat yang tepat dalam proses masak akan mbuat proses masak jauh lebih mudah. Pisau yang tajam dan jenis pisau yang tepat akan mbuat proses motong njadi lebih cepat. Pisau yang digunakan Inggrid sekarang benar-benar kecil, kurang cocok untuk motong ayam utuh. Bisa-bisa ayam yang dipotongnya itu akan berantakan dan Inggrid akan makai waktu yang cukup lama.

"Sayang, bagaimana kalau serahkan pemotongan ayam ini ke aku? Air yang kamu minta itu sudah ndidih dan bagaimana kalau kamu mpersiapkan rawonnya itu?" masak rawon seharusnya tidak sesusah itu karena tinggal ngikuti resep yang ada jadi seharusnya tidak ada masalah yang berarti bagi istrinya itu.

Inggrid ngangguk. skipun dia suka masak, dia tidak terlalu suka makai pisau karena jarinya suka tersayat.

ngikuti resepnya, Inggrid mulai nyiapkan bahan-bahan yang akan diblender hingga halus. Namun ketika dia hendak mblendernya, Randika lagi-lagi ncegahnya.

"Tunggu! Kenapa bawang putihnya tidak kamu kupas dulu!"

"Hmm? Di resep tertulis 3 butir, apa aku salah?"

"Bukan salah sayang." Randika maksakan dirinya tersenyum. "Seharusnya kamu ngupasnya terlebih dahulu."

Inggrid ngangguk dan mulai ngupas bawang putih dan bawang rahnya.

Setelah itu proses masak berjalan lancar hingga waktunya Inggrid hendak masukan garam tanpa nggunakan sendok.

"Sayang, kamu mau masukan seberapa banyak garamnya?"

"Biasanya aku kira-kira saja sih, kenapa mangnya?"

"Tidak apa-apa, hanya saja aku tidak terlalu asin. Lagipula, kalau makanannya terlalu asin kata orang itu tanda bahwa yang masak kebelet kawin, jadi apa kamu sebenarnya sudah tidak sabar nunggu malam?"

ndengar hal ini Inggrid njadi tersipu malu, dia nggelengkan kepalanya dengan cepat.

Hal salah yang paling sering dilakukan oleh orang dalam masak adalah tidak ngikuti resep. Dari resep itu sudah ada takaran yang tepat sehingga rasa yang dihasilkan sesuai dengan resep.

Dan yang paling krusial adalah ncicipi sambil masak. Selama ini seharusnya Inggrid belum pernah ncicipi masakannya selama masak jadinya dia tidak pernah tahu apakah masakannya gagal atau tidak.

Setelah masukan daging rawon dan labu siamnya ke kuahnya, Inggrid lanjutkan masakannya yang lain. Sekarang adalah masak spaghettinya.

Inggrid ngambil panci dan manaskan airnya. Ketika air mulai panas, dia langsung mbuka kemasan plastik spaghettinya dan hendak masukannya.

"Tunggu!" Randika yang sedang asyik numis nyadari kesalahan yang dilakukan oleh Inggrid.

"Hmm?"

"Sayang, airnya itu baru saja ndidih jadi jangan langsung masukkannya. Tunggu 1 nit sebelum kamu masukkannya, terus apakah kamu sudah mberi garam pada airnya?"

"Belum, mangnya kenapa?"

"Kita perlu mberinya garam 1 sendok teh tiap 1000 ml air yang digunakan untuk rebus agar tidak hambar. Dan juga beri sedikit minyak ke dalamnya biar tidak saling nempel ketika ditiriskan nanti."

"Oh" Pengetahuan baru selalu mbuat Inggrid antusias.

Setelah spaghettinya ncapai kematangan al dente, Inggrid berniat mbuang airnya. Untuk sekian kalinya, Randika nyuruhnya untuk berhenti.

"Sayang, jangan buang semua airnya. Sisakan sedikit untuk ncampurkannya dalam proses numisnya nanti. Dan kamu tidak perlu mbilasnya."

Inggrid ngangguk dan mulai numis spaghettinya, untuk isinya dia makai salmon yang telah dimarinasi dengan perasan air lemon.

Ketika sudah selesai, Inggrid mutuskan untuk ncicipi sedikit spaghetti buatannya. Seketika itu juga, Inggrid rasa senang dan lompat-lompat dengan gembira.

"Sayang, lihat, lihat masakan yang kubuat! Enak sekali lho." Inggrid yang dewasa itu terlihat persis seperti anak kecil.

Randika luknya dari belakang dan ncium pipinya. "Tentu saja, semua masakan istriku itu tidak ada yang tidak enak. Kamu tahu tidak kenapa bisa begitu?"

"Kenapa mangnya." Inggrid yang dipeluk itu masih tidak bisa nyembunyikan perasaan senangnya.

"Karena kamu masaknya dengan penuh cinta untukku." Randika kembali ncium istrinya itu.

"Eh, apaan sih kamu." Inggrid tersipu malu, tapi dia sangat senang dengan suasana yang hangat dan nyenangkan ini. Apakah ini yang namanya bahagia?

Inggrid lalu kembali ngurusi rawon yang dia masak itu sambil tersenyum lebar.

lihat sosok Inggrid yang sibuk itu sambil tersenyum, Randika tidak nyangka istrinya bisa berubah begitu drastis. Di hadapannya ini bukanlah Inggrid Elina yang dikenal sebagai perempuan dingin dan dewasa, di hadapannya sekarang adalah anak kecil yang sedang asyik masak.

mang cinta bisa rubah siapapun.

Hati Randika kembali nghangat, dia rasa beruntung bisa mpunyai istri seperti Inggrid. skipun proses pernikahan reka tidak sama seperti orang pada umumnya, yang terpenting adalah mon reka sekarang.

Sekarang reka bisa dikatakan sebagai suami dan istri yang sebenarnya.

Randika luknya kembali, tetapi Inggrid masih sibuk ngaduk rawonnya. Namun, tiba-tiba reka berdua ncium bau gosong.

"Ah!" Randika segera pergi nuju panci daging sapi lada hitamnya. Saking senangnya dia lihat Inggrid yang bertingkah seperti anak kecil, dia sampai lupa kalau sedang numis sapi lada hitamnya.

Tetapi dia sudah terlambat. "Sial, ini sudah bukan daging sapi lada hitam lagi, ini sih sudah daging sapi hitam."

"Pfffttt." Inggrid yang ndengar lelucon itu tertawa keras. Sedangkan Randika sedikit malu ketika ndengar suara tawa Inggrid.

"Sayang, berhenti tertawa atau aku akan mbuatmu tidak tidur nanti malam."

"Maaf, maaf, salah sendiri kamu lucu seperti itu. Kita masih punya ayam untuk dipanggang bukan? Bagaimana kalau kita mbuatnya bersama-sama?"

"Baiklah." Setidaknya Randika sudah bisa ngalihkan topik masakannya yang gagal itu.

"Tapi coba kamu ke sini dulu." Inggrid lambaikan tangannya. "Coba kamu hirup rawonnya, wangi sekali bukan?"

Randika nciumnya dan terkejut. "Kamu benar! Istriku mang hebat."

ndengar hal ini, rasa bangga di hati Inggrid mulai mbesar. Dia sangat senang dengan perasaan seperti ini. lihat istrinya yang terlihat bangga itu, Randika ncubit hidungnya.

Keduanya lalu masak ayam panggang berdua sambil terus bercanda.

Setelah 2 jam berlalu, akhirnya semua makanan dibawa ke ja makan. lihat semua makanan yang ada di atas ja, air liur Randika tidak bisa berhenti netes. Istrinya miliki bakat masak, sepertinya mang dia perlu diberitahu dasar-dasar masak terlebih dahulu.

Terlebih lagi, lihat masakan ini mbuat Randika tidak perlu khawatir lagi dengan masakan neraka Inggrid yang sebelumnya.

Keduanya lalu ngambil nasi dan ngambil satu per satu lauk.

Ketika hendak makan, Inggrid nampar tangan Randika. "Kamu belum cuci tangan kan? Cepat cuci dulu!"

Dengan enggan Randika berjalan dan cuci tangan lalu keduanya nyantap makanan ini dengan gembira.

.....

Beberapa hari ini Randika terus bersama Inggrid di rumah. Kabar ngenai terlukanya Hannah sama sekali tidak ncapai telinganya Inggrid, lagipula kondisi Hannah sudah sangat mbaik dan sebentar lagi dia bisa pulang.

Inggrid juga sama sekali tidak ncurigai apa-apa tentang Hannah karena mang adiknya itu tinggal di asramanya.

Ibu Ipah juga beberapa kali kembali ke rumah, Randika njelaskan kepada Inggrid bahwa dia nyuruh Ibu Ipah ngurus Indra yang sakit. Ketika Ibu Ipah sampai di rumah, dia sangat senang lihat Randika dan Inggrid begitu bahagia. Akhirnya putrinya itu bisa nemukan kebahagiaannya, Ibu Ipah tidak bisa minta lebih daripada hal ini.

Setelah 5 hari tidak masuk kerja, Randika akhirnya mperbolehkan Inggrid untuk kembali bekerja. Setelah 5 hari bersama dan dipenuhi kenangan hangat, seharusnya Inggrid sudah bisa lupakan kenangan buruk yang dialaminya karena Shadow.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 277: Memasak Bersama Istri on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

All MILFs are Mine cover
Similar genre

All MILFs are Mine

Night_phantom ·Harem

*Caution* *TABOOCONTENT* *STRONGSEXUALCONTENT* THISCONTENTISVERYHARMFULFORANORMALPERSON'SMIND. __________________________________ LeonisaMILFlover,...

Tycoon War God cover
Trending now

Tycoon War God

Once Young ·Other

Inhispreviouslife,LinMuwasthetopassassinonEarth.HeaccidentallytraversedtotheEternalImmortalRealm,where,overthespanofeighthundredyears,hecultivatedf...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.