Font Size
15px

lihat Hannah yang nggoyang-goyangkan kakinya di udara, Randika nelan air liurnya.

Benar, dia nelan air liurnya!

Randika lihat kaki panjang adiknya yang mulus itu terbuka lebar hingga ke pahanya, celana yang dipakai adik iparnya ini juga benar-benar pendek.

Selain pendek, celana yang dia pakai juga terlihat tipis. Dengan penglihatan supernya, Randika bisa lihat jejak-jejak garis yang nyerupai sebuah celana dalam.

Hannah belum nyadari bahwa Randika mperhatikan dirinya dengan tatapan sum. Karena kakak iparnya itu sama sekali tidak bersuara, dia noleh dan berkata padanya. "Kak, kenapa kok diam saja?"

Tetapi setelah lihat Randika yang mperhatikan dirinya lekat-lekat, Hannah rasakan ada yang salah.

Setelah 2 detik, Hannah nyadari bahwa kakinya terlalu terbuka lebar. Dalam sekejap dia berteriak histeris.

Randika nutup telinganya dan langsung berlari nuju lantai atas. Teriakan adiknya itu tidak kalah kuat dengan kakaknya Inggrid, benar-benar saudara!

Hannah yang kesal segera ngambil bantal yang ada di sofa. Awalnya dia ingin nghajar kakak iparnya dengan bantal, tetapi targetnya itu sudah larikan diri.

"Huh" Wajah Hannah njadi cemberut. "Aku akan mbunuhmu jika kita bertemu lagi."

Randika yang berlari dengan cepat itu rasa lega ketika masuk ke dalam kamarnya. Sepertinya dia berhasil lolos dari terkaman singa.

Setelah berganti baju, Randika berjalan nuju komputer dan nghubungi Yuna. Tak lama kemudian, wajah cantik Yuna muncul dari balik layar.

"Ran? Apa kamu sudah kangen denganku skipun kita baru berpisah beberapa hari?" Pakaian yang dipakai Yuna benar-benar longgar dan sexy. Bajunya itu hampir tidak nutupi dadanya yang besar itu, jika Yuna berdiri sedikit saja maka putingnya dapat terlihat dengan jelas.

Bisa dikatakan bahwa selain berparas cantik, dada Yuna njadi senjata andalannya untuk raih hati Randika.

Siapa yang bisa nolak keindahan yang tiada tara seperti itu? Wajah cantik, dada besar, pinggang kecil, kaki yang panjang dan mulus rupakan idaman semua pria!

Tidak jarang banyak perempuan nggunakan tubuhnya untuk ndapatkan apa yang dia mau, laki-laki mang mudah tergoda dengan perempuan cantik.

Tetapi Randika bukanlah orang seperti itu, tekadnya benar-benar kuat. Setelah natap dada indah itu selama 5 detik, akhirnya dia tersadar. "Yuna, aku ncarimu karena aku butuh sesuatu."

"Apa yang bisa kubantu? Ah! Apa kamu ingin foto adikku ketika mandi bersamaku?" Yuna tertawa, hal ini mbuat dadanya bergoyang dengan hebat.

Karena tekadnya untuk nghargai karya seninya yang kuat, Randika mperhatikan kedua gunung itu dengan seksama. Ketika Yuna nyadari tatapan mata Randika, dia justru nopang dadanya dengan kedua tangannya yang mbuatnya makin besar.

"Kamu bisa milikinya jika kamu ingin."

"Uhuk!" Randika terbatuk dan wajahnya kembali serius. "Aku ingin kamu mbangun laboratorium kita kembali. Kali ini, jangan mberitahu lokasinya ke siapapun bahkan pada Catherine. Kalau bisa, pisahkan pengeluaran dan sistem datanya dengan markas utama."

Yuna ngangguk. "Baiklah, lagipula istana bawah tanah kita sedang dalam proses rekonstruksi jadi aku bisa minta dana pada Catherine dengan alasan untuk mbangun jaringan informasiku."

"Satu hal lagi yang ingin kusampaikan. Aku ingin kamu neruskan perkembangan ramuan X tetapi dengan sedikit perubahan."

"Perubahan?" Yuna rasa penasaran.

"Kamu bisa ndiskusikannya dengan para peneliti lainnya, aku ingin ramuan X bukan nekan kekuatan misteriusku tetapi nyerapnya agar bisa kukendalikan."

Yuna ngangguk. "Baiklah akan kucoba, seharusnya pembangunan laboratorium kali ini akan jauh lebih cepat."

"Tetapi jangan sampai kamu lupakan tanggung jawabmu sebagai ketua divisi intelinjensi. Bulan Kegelapan masih hidup dan masih banyak bahaya yang ngintai, jadi jangan lengah."

Setelah berbincang-bincang sedikit, Randika matikan video call reka dan mikirkan kata-kata Shadow tadi. Randika mau tidak mau njadi khawatir, dia hanya bisa berharap Arwah Garuda bisa nemukan keberadaannya dengan cepat.

.......

Matahari terbit dan burung-burung berkicau, Randika mbuka matanya dan terbangun dari tidurnya.

Dalam sekejap dia nyadari bahwa dia sendirian di atas tempat tidur. Inggrid rupanya bangun lebih pagi dan ninggalkan dirinya. Sepertinya dia harus mberikannya hukuman keluarga karena sudah ninggalkan dirinya diam-diam.

Randika tertawa dan mutuskan untuk bangun. Namun, udara yang wangi masuk ke dalam hidungnya. Sepertinya aroma tubuh Inggrid lekat di bajunya.

Sejujurnya, Inggrid adalah tipe orang yang tidur lebih cepat dan bangun lebih pagi. Inggrid adalah orang yang naruh perhatian yang besar pada kesehatan tubuhnya, jadi dia sangat mperhatikan jam tidurnya. Bagaimanapun juga, tidur mbuat seorang perempuan lebih cantik.

Jadi jika boleh dikatakan, lebih baik berhubungan badan pada pagi hari daripada malam hari. Namun, Randika jarang sekali lakukannya di pagi hari. Kebanyakan Inggrid selalu bangun lebih dulu daripada dirinya jadi sangat disayangkan.

Setelah turun dari tempat tidur, Randika hendak cuci muka. Dia lalu nyadari ada handuk dan peralatan sikat gigi di atas ja. Tindakan kecil Inggrid ini mbuat Randika terasa hangat di hatinya, istrinya benar-benar perhatian padanya.

Sambil bersiul dan nggoyangkan pantatnya, Randika nggosok gigi dan ncuci mukanya dengan gembira. Setelah selesai, dia turun ke lantai bawah dan bersiap untuk sarapan.

"Wah nak Randika pagi-pagi sudah bahagia, ada kejadian bagus apa?" Ibu Ipah tersenyum dan mbawakan sarapan ke ja makan.

"Tidak ada kejadian khusus kok bu." Kata Randika sambil tersenyum. "nurut ibu apakah aku tambah ganteng?"

"Tentu saja, nak Randika tiap hari tambah ganteng. Nak Randika dan nona adalah pasangan sempurna yang ditakdirkan untuk bersama." Kata Ibu Ipah sambil tersenyum.

"Aku senang ndengarnya." Kata Randika sambil tertawa, dia tidak nyangka bahwa Ibu Ipah bisa njilat seperti itu.

Setelah sarapan, Randika keluar dari rumah. Karena tidak ada uang, Randika tidak punya pilihan lain selain nuju kantor. Tetapi dia nikmati jalan paginya ini dengan berjalan secara perlahan dan nikmati waktu santainya ini. Sesampainya di depan gedung, dia ngecek jam dan sekarang baru 08.55 pagi, masih ada waktu 5 nit untuknya.

Randika nghela napas, dia aslinya malas untuk datang pagi-pagi seperti ini.

Randika lalu berjalan nuju lift sambil berwajah ogah-ogahan sentara karyawan yang lain berlarian nuju ruangan reka karena takut terlambat.

Ketika Randika sampai di lobi depan, dia nyadari ada kerumunan orang berjas hitam di depan pintu masuk. Kalau dihitung-hitung, terlihat ada 20 orang yang nunggu dengan diam di pintu masuk lobi.

Para karyawan yang baru datang tidak bisa tidak penasaran dengan reka, ngapain reka ada di sini?

Randika mperhatikan kerumunan orang itu dari jauh dan ngerutkan dahinya, orang-orang itu pasti ngincar dirinya.

Kenapa Randika yakin? Karena pengalamannya sebelumnya dengan perusahaan Galaksi ataupun dengan Yosua, mbuatnya sadar bahwa jika ada gerombolan seperti ini, hampir 90% reka ncari dirinya.

Namun, buat apa Randika takut sama ikan teri seperti itu?

Ketika Randika lewati reka, tiba-tiba seseorang dari orang berjas hitam itu nepuk tangannya. Kemudian 20 orang berjas hitam itu mbagi diri reka jadi 2 dan mberikan jalan bagi Randika sekaligus berteriak bersamaan.

"Selamat pagi kakak tertua."

Semuanya lalu mbungkuk bersamaan!

Wajah Randika benar-benar terlihat bingung.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 261: Selamat Pagi Kakak Tertua! on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Nightwatcher cover
Similar genre

Nightwatcher

Paperboy ·Harem

Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,andMagicians.XuQi’an,a...Readmore Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,a...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.