Font Size
15px

"Tenangkan dirimu dulu, sepertinya kamu salah paham." Salah satu dari pebisnis berdiri dan tersenyum ke arah Randika.

"Benar katanya, jangan terlalu mbuat keributan di tempat umum seperti ini. Semua bisa diselesaikan dengan baik bukan? Katakan berapa jumlah uang kau butuhkan untuk lupakan ini."

Pada saat ini, manajer dari bar ini datang bersama beberapa orang. reka semua terkejut lihat Randika berdiri di hadapan para pebisnis ini, terlebih lagi pelanggan setianya yang bernama Aldo itu tergeletak tak sadarkan diri.

"Ada apa ya ini? ngapa kalian mbuat ribut di tempat ini?" Kata si manajer sambil terlihat cemas.

Awalnya Randika tidak njawab, tetapi dia samar-samar berkata pada para pebisnis itu. "Siapa yang ngide untuk ngajak pacarku untuk minum sebelumnya?"

Billy lalu tersenyum dan ngatakan. "Bagaimana kalau kita ncari cara damai dan lupakan semua ini? Kau akan kuberi 25 juta dan kita akan kembali minum di ja masing-masing, bagaimana nurutmu?

"Aku tanya siapa yang berani ngajak pacarku tadi?" Tatapan mata Randika terlihat dingin dan aura mbunuh yang sebelumnya dia tahan telah rembes keluar. Dalam sekejap, orang-orang ini rasakan udara njadi berat dan reka tidak bisa bernapas.

"Sudah, sudah, tenangkan dirimu dulu." Seseorang mulai nengahi. "Pak Billy yang awalnya ingin ngajak pacarmu untuk minum, tetapi kita hanya ingin berteman dengannya tidak lebih. Betul begitu kan pak Billy?" Billy langsung ngangguk dengan keras. "Benar, tidak ada maksud lain. Aku hanya ingin berkenalan dan minum bersama pacarmu yang cantik itu."

"Jadi kamu yang bernama Billy?" Mata Randika terkunci pada sosok Billy.

Billy rasa punggungnya sudah basah oleh keringat, dia tidak nyangka pemuda ini akan sengerikan ini. Dia belum pernah nghadapi orang dengan aura ngerikan seperti ini. Dia sudah lama njadi pebisnis dan bisa mbaca sifat orang dari hawa keberadaannya. Dan hawa keberadaan pemuda di depannya ini benar-benar ngerikan, itu cukup nunjukan bahwa pemuda di depannya ini bukanlah orang lemah.

"Sebagai permintaan maaf bagaimana kalau aku gandakan uangnya njadi 50? Seharusnya itu cukup sebagai kompensasi." Kata Billy sambil tersenyum.

Tetapi, wajah Randika masih terlihat dingin. Dia sama sekali tidak tertarik dengan uang yang ditawarkan oleh Billy. Randika justru berdiri di hadapan Billy persis dan gangi kursinya dengan satu tangan. Sebelum siapapun bisa bereaksi, Randika njambak rambut Billy dan nghantamkannya ke ja.

DUAK!

Wajahnya mbentur gelas hingga pecah dan sekarang wajah Billy sudah dipenuhi darah dan pecahan kaca. Kejadian ini mbuat orang-orang di ja itu ketakutan.

Manajer dari bar ini terkejut bukan main. Dia tidak nyangka Randika akan berani berbuat seperti itu di tempatnya, keringat dingin mulai ngalir di dahinya.

"Wow, orang itu benar-benar punya nyali."

"Sudah gitu dia juga sangat kuat!"

Para pengunjung yang mperhatikan secara diam-diam sudah terkagum-kagum. Jika reka yang diusik oleh para pebisnis itu, reka mungkin tidak punya nyali untuk berbuat seperti yang dilakukan oleh Randika.

Para pebisnis yang lain mulai marah, Billy adalah tamu kehormatan reka untuk hari ini dan sekarang dia malah terluka.

"Kau benar-benar gila bocah! Kita bisa nyewa pembunuh untuk mbunuhmu tahu!" Kata salah satu dari reka dengan wajah bengis.

"Riwayatmu benar-benar tamat. Aku kasih tahu, kota ini sudah ada di tanganku dan percayalah bahwa tidak ada tempat untukmu bersembunyi."

"Itu semua tergantung," Randika natap reka semua dengan tajam. "Itu tergantung apakah kalian bisa keluar dari tempat ini hidup-hidup."

Ketika ndengar hal ini, wajah si manajer njadi pucat pasi. Kau ingin mbunuh di barku? Bagaimana mungkin dia bisa njelaskan hal ini pada bosnya?

"Cukup, cukup, tolong lupakan saja masalah ini." Kata si manajer pada Randika. "Terima saja uang yang reka tawarkan dan kita semua bisa pergi secara damai.

"Buat apa aku nerima uang reka?" Wajah Randika terlihat bengis. "Aku akan ngambil uang reka ketika reka sudah njadi mayat."

"nyewa pembunuh untuk mbunuhku? Jika kalian tidak punya 1 triliun dollar Arika, jangan banyak bacot. Satu-satunya cara kalian untuk mbunuhku adalah nyewa seluruh prajurit PBB untuk mburuku." Mungkin kata-kata Randika ini terdengar sarkas, tetapi ngingat daya tempurnya dan pasukan yang dia miliki, hal ini tidaklah berlebihan.

Triliun dollar Arika?

Semua pebisnis itu tertawa keras, sudah lama reka tidak ndengar lelucon lucu seperti ini.

lihat para pebisnis yang tertawa itu, Randika juga ikut tersenyum. Dia lalu berjalan ke lantai dansa dan matikan musik lalu berkata dengan keras di mikrofon. "Berapapun kerugian bar hari ini, semua akan kubayar!"

Si manajer bar nghembuskan napas lega ketika ndengarnya, setidaknya kerugian barnya akan diganti apabila situasi njadi buruk.

"Dan semua minuman hari ini gratis!" Kata Randika sambil tersenyum.

Ketika kata-kata ini masuk ke telinga reka, semua orang berteriak dengan semangat. Beberapa perempuan mulai nggila, reka jatuh cinta dengan sultan satu ini.

"Dan semua orang yang hadir hari ini akan pulang dengan uang 10 juta!" Lanjut Randika.

Kali ini bukan hanya teriakan yang terdengar, seluruh lantai ikut bergetar. Sultan satu ini benar-benar murah hati!

"Nikahi aku sultan!"

"Tidak, nikahi aku saja!"

Para pebisnis itu bingung harus berkontar apa ketika ndengar kata-kata Randika. reka mulai penasaran dengan identitas Randika. Kalau semua orang yang datang di sini diberi 10 juta, totalnya seharusnya 1 miliar lebih.

reka bertanya-tanya, apa orang itu mampu mbayarnya?

Randika kembali nghampiri reka di bawah tatapan kagum orang-orang bar ini.

"Kau berani ngomong tetapi apakah kau mampu nuhinya?" Kata salah satu pebisnis dengan nada ngejek.

"Siapa yang bilang aku akan mbayar reka?" Randika tersenyum. Bahkan jika aku punya uang, aku tidak akan sebodoh itu jika nghambur-hamburkan uangku. Tentu saja, uang kalian lah yang akan mbayar reka."

Uang kita?

Para pebisnis ini sekali lagi tertawa keras. Randika juga ikut tersenyum. "Jika kalian tidak mbayar, kalian tidak akan pernah bisa keluar dari bar ini."

"Kau kira aku takut dengan ."

Bahkan sebelum dia selesai berbicara, Randika layangkan sebuah pukulan tepat ke tembok. Tinjunya itu berhasil mbuat lubang yang cukup besar dan seluruh tembok mulai retak.

Randika lalu duduk di sofa dan berkata dengan santai. "Kalian kira aku bercanda? Kuberi kalian 2 pilihan, bayar atau seumur hidup kalian akan berbaring di rumah sakit. Pilihlah dengan baik."

lihat lubang di tembok itu, ekspresi wajah para pebisnis ini njadi buruk rupa.

"Aku tidak punya waktu nunggu kalian." Randika nghela napas. "Akan kuberi kalian satu nit untuk mutuskan, jika tidak ada keputusan maka akan kupatahkan kaki kalian satu per satu. Dan jika sudah lebih dari 2 nit, kusarankan untuk ucapkan selamat tinggal pada dunia ini."

Orang-orang ini ngerti bahwa kata-kata Randika bukanlah omong kosong. Ketika para pebisnis ini ragu-ragu, suara Billy, yang wajahnya masih penuh dengan kaca itu, berkata pada Randika. "Baiklah, kami akan mbayarnya."

"Pak Billy ini" Yang lain terlihat tidak rela. Tetapi pak Billy natap tajam reka lalu ngeluarkan HP miliknya dan nelepon sekretarisnya untuk ngirimkannya sejumlah uang.

Setelah beberapa saat, datang seseorang dengan 2 koper besar. Setelah dibuka, koper tersebut penuh dengan uang.

"Kita akan bertemu lagi." Kata Billy sambil ndengus dingin, dia lalu nyuruh anak buahnya mbawa yang terluka ke rumah sakit dan pergi dari bar.

Si manajer terpukau ketika lihat tumpukan uang di dalam koper.

Dari jauh, Viona bisa lihat seluruh aksi Randika. Dia sudah terkagum-kagum oleh Randika, dia makin yakin bahwa Randika adalah pangeran berkuda putihnya.

Pada saat yang sama, suasana bar ini makin riuh dan semua orang bersorak-sorak ketika Randika berjalan naik ke atas panggung. Dalam sekejap, suasana njadi hening dan semua tatapan mata tertuju pada Randika.

Randika lalu tersenyum. "Hari ini aku ingin nyanyikan sebuah lagu untuk perempuan paling cantik yang pernah aku temui. Semoga dengan lagu ini, perasaanku tersampaikan."

Viona natap Randika dan Randika natap Viona. reka rasa bahwa dunia ini sekarang adalah milik reka.

Hati Viona benar-benar bahagia dan hangat ketika ndengar kata-kata Randika berikutnya. "Lagu ini untukmu Viona, aku ncintaimu."

Dalam sekejap, semua orang berteriak histeris dan bersorak untuk Randika. Pengakuan cinta seperti ini biasanya hanya ada di TV.

Beberapa perempuan justru terlihat lemas, kenapa sultan yang romantis seperti itu sudah punya pacar?

Wajah Viona benar-benar rah, dan Randika sudah mulai nyanyikan lagu "Endless Love".

Semua orang mulai lambaikan tangan reka secara perlahan, suara Randika terdengar benar-benar tulus. reka bisa rasakan cinta yang sungguh dalam dari tiap lirik yang dinyanyikan oleh Randika. reka semua berpikir dalam hati reka masing-masing, pacarnya itu sungguh beruntung ndapatkan laki seromantis ini.

Pada bagian reff, semua ikut bernyanyi.

"And your eyes, your eyes, your eyes;

They tell how much you care;

Ooh, yes;

You will always be. My endless love."

...

Semua orang mulai ikut bernyanyi bersama Randika dan larut dalam suasana romantis ini. Si manajer sedikit terkejut ketika lihatnya, sejak kapan bar ini njadi tempat karaoke?

Viona sudah tidak bisa nahan air mata bahagianya, hatinya benar-benar tersentuh. Ini baru pertama kalinya ada orang yang nyatakan cinta pada dirinya di depan umum.

Terkadang, alasan ngapa perempuan secantik Viona ataupun Inggrid tetap lajang seumur hidup reka adalah karena tidak ada yang berani ncoba rebut hati reka. Selama kita berani ncoba, kita bisa ncuri hati malaikat-malaikat ini dan miliki kehidupan yang baik.

Yang paling penting adalah keberanian.

Setelah lagu itu selesai, banyak orang yang neteskan air mata reka. Suara Randika benar-benar tulus dan nyentuh hati reka.

Di bawah tatapan mata orang-orang, Randika berjalan perlahan turun dari panggung. Dia lalu nghampiri Viona dan nariknya lalu nciumnya.

Kali ini semua orang bertepuk tangan bersamaan. reka ngucapkan selamat pada Randika dan Viona. Awalnya Viona rasa malu, tetapi dia takluk oleh rasa cintanya pada Randika.

Setelah beberapa saat, akhirnya Randika lepaskan bibirnya dan berbisik pada telinga Viona. "Kamu ingin lakukannya di rumahmu atau lanjutkannya di hotel?"

Viona langsung tersipu malu, dia lalu berbisik pada Randika. "Aku hanya ingin bersamamu malam ini."

"Kalau begitu kita pergi ke rumahmu." Randika nggenggam tangan Viona dan berjalan keluar dari bar.

Setelah keluar dari bar, Viona langsung luk lengan Randika dengan erat. Pada saat ini Randika sudah tahu bahwa malam ini Viona akan njadi miliknya, tinggal satu langkah lagi maka haremnya akan bertambah.

Namun pada saat ini, terdengar suara dari samping.

"Kenapa perempuan secantik kamu jalan sendirian di malam hari? Bagaimana kalau kamu nemani kita bermain?"

Ketika reka berdua noleh, segerombolan preman sedang ngepung seorang perempuan yang masih remaja.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 255: Sebuah Lagu untuk Perempuan Paling Cantik on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Nightwatcher cover
Similar genre

Nightwatcher

Paperboy ·Harem

Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,andMagicians.XuQi’an,a...Readmore Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,a...

On the Path to the Great Dao cover
Trending now

On the Path to the Great Dao

Pig Nerd ·Action

【Fromtheauthorof''!】Mygrandfatherisverypeculiar.Everyday,helightsincenseforhimselfandeatscandlesinfrontofhisownancestraltablet.Thevillagersareallte...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.