Font Size
15px

"Coba kamu tebak dulu." Wajah Randika sudah dipenuhi dengan senyuman nakal.

"Bunga?"

Randika nggelengkan kepalanya.

"Perhiasan?"

Randika pura-pura berpikir sebentar tetapi akhirnya nggelengkan kepalanya.

"Makanan?"

Randika nggelengkan kepalanya lagi.

"Aku nyerah."

lihat wajah Inggrid yang penasaran dan tidak berdaya, Randika tertawa lalu mberikan tas belanja.

"Sayang, ini hadiah untukmu. Aku mbelinya khusus untuk kamu pakai saat malam hari." Randika berkata sambil nahan tawanya.

ndengar penjelasan Randika, Inggrid terlihat bingung. Namun ketika dia lihat isi dari tas tersebut, wajahnya sudah rah padam!

Benar-benar hadiah yang. Unik!

Apa ini pantas disebut sebuah hadiah?

Wajah Inggrid sudah tersipu malu. Sekali lagi dia lihat isi tas itu untuk mastikan tidak salah lihat, tetapi sayangnya ini kenyataan.

"Tenanglah, kamu tidak perlu malu. Kamu hanya boleh makainya saat berdua denganku saja." Kata Randika sambil tersenyum. Dia sudah mulai mbayangkan Inggrid makai hadiahnya itu, benar-benar sexy.

Inggrid sudah nghela napas berkali-kali karena Randika maksanya untuk lihat semua hadiahnya satu per satu. Ditambah dengan sedikit rasa penasaran, Inggrid mulai ngeluarkan isi tas belanja tersebut.

Dia ngambil sehelai kain sutera yang lembut dan tembus pandang, setelah dipikirnya baik-baik, wajahnya langsung rah padam. Apa yang dipegangnya ini gaun transparan yang benar-benar tipis!

Ketika mbayangkan dirinya makai ini, wajahnya kembali njadi rah padam.

Inggrid tidak bisa mbayangkan lebih jauh lagi, tetapi Randika sambil tersenyum berkata padanya. "Sayang, kamu pasti cantik sekali ketika makainya nanti."

Tujuan Randika mbeli gaun itu tidak lain karena dia rasa Inggrid akan terlihat cantik dan sexy ketika makainya. Siapa yang tidak bahagia lihat pasangannya makai lingerie sexy?

Terlebih, alasan lain Randika milih hadiah seperti ini adalah untuk mbuka pikiran Inggrid yang terlalu sempit. Baginya hubungan badan hanyalah penetrasi dan ejakulasi, padahal foreplay termasuk bagian yang paling nggairahkan!

Wajah Inggrid sudah panas, dia mbayangkan bagaimana Randika akan mujinya habis-habisan ketika malam nanti makai gaun transparan ini. Dia juga bisa madukannya dengan beha dan celana dalam berwarna hitam untuk nambah kesan sexy.

Randika lalu berkata padanya. "Sayang, coba lihat yang lain."

Inggrid naruh gaun tersebut dan ngambil beberapa stocking yang Randika beli. Banyak jenis stocking yang dibeli Randika, mulai dari stocking jala, garter belt, hold up stocking dll. Semua ini demi nonjolkan keseksian paha Inggrid.

Berikutnya ada berbagai macam bra dan celana dalam. Hal yang paling ngejutkannya adalah crotchless underwear, bisa-bisanya ada celana dalam sevulgar itu!

Ketika lihat celana dalam itu di toko, Randika sendiri benar-benar terkejut. Bisa-bisanya celana dalam seperti itu diperjual belikan? Namun, dia mberikan jempol pada jenius yang nciptakan lingerie super sexy itu.

Terakhir, Inggrid ngambil sebuah setelan baju. lihat maid dress ala Jepang itu, wajah Inggrid terlihat rah.

Randika ingin dia makai baju seperti ini?

Randika berkata sambil tersenyum. "Aku yakin kamu sangat cocok makainya, bagaimana malam ini kita bermain tuan dan pelayan?"

Dia langsung mbayangkan Inggrid makai dress itu dan berkata padanya dengan nada yang lembut. "Tuan aku akan nggosok badanmu jadi cepatlah buka bajumu." Sepertinya dia perlu mbeli kasur angin untuk di kamar mandi.

Inggrid dengan cepat naruh kembali semua hadiah itu sambil terus terdiam. lihat perang batin yang dialami oleh istrinya, Randika terus berusaha yakinkan Inggrid.

"Sayang, percayalah padaku, kecantikanmu akan bertambah jika makai hadiahku ini."

"Sayang ayolah, aku sudah susah payah milihkannya untukmu. Aku ingin kamu makainya hanya untukku."

"Sayang tatap mataku dalam-dalam, berjanjilah kamu akan makainya oke?"

Akhirnya setelah didesak oleh Randika berkali-kali, Inggrid ngangguk sambil malu-malu.

"Asyik!"

Randika dalam hati sangat senang, mulutnya tidak bisa berhenti tersenyum. Sesuai dengan kata pepatah, jika ada yang pertama maka akan ada yang kedua; jika ada yang kedua maka akan ada yang ketiga. Langkah pertama adalah lakukannya untuk pertama kali, sesudahnya hanya tinggal masalah waktu agar Inggrid terbiasa makai lingerie sexy itu ketika berdua dengannya.

Yang pasti malam ini akan njadi malam yang nggairahkan!

Suasana hati Randika benar-benar bagus sedangkan Inggrid masih tersipu malu. "Sudah duduk dulu. Nanti kalau ada yang masuk lagi bisa-bisa ada salah paham lagi."

Randika dengan cepat duduk manis dan bertanya. "Omong-omong, pas aku tidak ada apakah ada masalah?"

Inggrid berpikir sebentar lalu nggelengkan kepalanya.

"Apa ada kabar dari keluarga Alfred di Jakarta?" Tanya Randika.

"Tidak ada." Inggrid sendiri juga sedikit heran tetapi dia mutuskan untuk tidak dulikannya. skipun Randika mbunuh salah satu keturunannya, seharusnya tidak ada masalah asalkan ada ikut campur tangan kakek keduanya.

"Bagaimana kabarnya Hannah?" Randika minum minumannya Inggrid.

lihat tindakan Randika itu, Inggrid tidak mpermasalahkannya. "Hannah terus terusan bertanya padaku ke mana kamu pergi, tetapi akhir-akhir ini wajahnya tumbuh jerawat. Aku tidak tahu dia salah makan apa tetapi jerawat di wajahnya makin banyak tiap hari."

ndengar hal ini, Randika ngerutkan dahinya.

"Apa sudah dibawa ke rumah sakit?"

"Sudah, tetapi tidak terlalu efektif. Wajahnya masih bentol-bentol dan jerawatnya itu makin banyak. Sampai-sampai dia tidak berani keluar sama sekali." Nada suara Inggrid terdengar cemas. Dia tidak tahu harus berbuat apa untuk nyembuhkan adiknya yang tersayang itu.

Randika ngangguk. "Baiklah kalau begitu, aku akan pergi dan riksanya."

Setelah ngobrol beberapa saat dengan Inggrid, Randika berdiri dan hendak pergi. Tentu saja, reka berdua berciuman dulu sebelum berpisah. Setelah keluar dari kantornya Inggrid, Randika berniat untuk nengok Hannah.

Saat berjalan, suasana hati Randika benar-benar bagus. Dia terus mbayangkan apa yang akan terjadi malam hari nanti dan sudah tidak sabar nunggu datangnya sinar rembulan.

Namun pada saat ini, di sisi jalan ini terlihat kerumunan orang banyak.

Di Indonesia, jika terlihat ada kerumunan orang banyak, kebanyakan kejadian yang sedang terjadi tidaklah bagus. Orang-orang suka lihat adegan yang jarang reka lihat seperti kecelakaan atau perkelahian.

Randika tidak berniat untuk lihatnya jadi dia berjalan lewati reka semua. Tetapi dia tidak sengaja ndengar kata-kata orang di sampingnya. "Sial kenapa lama sekali? Kalau mau lompat ya lompat saja, buat apa sampai ragu seperti itu?"

lompat?

Maksudmu ada orang yang berniat bunuh diri?

Bagaimana mungkin Randika mbiarkan itu terjadi?

"Permisi, maaf ngganggu." Randika dengan cepat bercampur dengan kerumunan dan natap ke atas. Di bagian paling atas gedung yang berlantai 10 itu, seorang perempuan terlihat duduk sambil natap ke bawah seolah-olah siap untuk lompat kapan saja."

"Kenapa perempuan itu mau lompat?" Tanya Randika pada orang di sampingnya.

"Oh? Kau baru datang?" Pria paruh baya itu njawab rasa penasaran Randika. "Aku dengar dia sedang putus cinta karena pacarnya selingkuh dan mbuangnya. Hatinya benar-benar hancur dan dia sudah tidak ingin hidup lagi. Dasar anak muda, bisa-bisanya ingin mati hanya karena hal sepele seperti itu." Pria itu nghela napasnya.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 240: Hadiah Istimewa (2) on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

I Became The Academy Necromancer cover
Similar genre

I Became The Academy Necromancer

172 ·Harem

Scream,Shriek.Wakeupandpourtherestofyourgrudgesontome.ThenI’ll...Readmore Scream,Shriek.Wakeupandpourtherestofyourgrudgesontome.ThenI’llsaveyou.Col...

Death Notice cover
Trending now

Death Notice

Gluttonous Monk ·Horror

Heisagiftedandintelligentyoungman.Heisamurdererthatenjoysthebloodshed.He...Readmore Heisagiftedandintelligentyoungman.Heisamurdererthatenjoystheblo...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.