Font Size
15px

Setelah ndapatkan informasi keberadaan Bulan Kegelapan ini, Randika segera nginfokannya pada pasukannya yang ada di rumah aman. Dengan begitu, para pasukannya itu bisa nyusul dirinya dan berkumpul di rumah bangsawan Hiroyuki.

Randika juga mbawa Jason bersamanya sebagai pemandu jalan. Jadi kalau dia berbohong, Randika bisa nyiksanya untuk mberikan lokasi yang benar.

Rumah bangsawan tersebut berada di pinggiran kota Tokyo.

Rumah ini ncakup wilayah yang sangat luas, bahkan miliki lapangan golf dan danau buatannya tersendiri. Gedung rumahnya juga sangat luas dan tinggi.

Di setiap jengkal dari rumah ini terlihat para penjaga yang bersenapan dengan wajah yang serius, seakan-akan reka ngetahui bahwa musuh sebentar lagi datang.

Di dalam rumah, Bulan Kegelapan dan Shadow sedang duduk dengan wajah yang cemas. Suasana ruangan itu benar-benar nyesakkan.

"Kamu bilang bahwa dia sedang nuju ke sini?"

Tatapan mata Bulan Kegelapan terlihat panik. Dia tidak nyangka bahwa Randika akan datang secepat ini.

Shadow ngangguk. "Jason tidak mberi kabar pada kita sejak 1 jam yang lalu, jelas ada yang aneh. ngingat sifat Ares, dia sepertinya berhasil ngetahui keberadaan Jason dan mbuatnya ngatakan lokasi markas kita. Jadi kemungkinan besar dia sudah berada di dekat kita."

"Kalau begitu kenapa pasukan kita diam saja?" Bulan Kegelapan ngerutkan dahinya.

"Jangan, kita perlu dia nghampiri kita." Tatapan mata Shadow penuh dengan percaya diri.

"Maksudmu apa?" Bulan Kegelapan terlihat bingung.

"Tidak peduli seberapa kuat Ares, dia tetaplah manusia. Untuk mbunuh orang, kita tidak perlu nggunakan senjata ataupun pisau. ncabut nyawa orang itu miliki berbagai macam cara." Kata Shadow. "Di sinilah ruangan rahasia yang kita bangun akan berguna."

ndengar saran Shadow yang cerlang itu, Bulan Kegelapan njadi tenang kembali.

Sambil tertawa jahat, Bulan Kegelapan rangkul Shadow di tangannya dan ngatakan. "Kamu mang benar, kali ini dia akan mati di tangan kita!"

..........

Tidak lama kemudian, Randika dan yang lain sudah sampai di depan rumah bangsawan Hiroyuki ini. Dari kejauhan, rumah ini benar-benar seperti kastil yang berdiri di tengah padang rumput.

"Kali ini biarkan aku yang mimpin pasukan kita! Aku tidak akan ngecewakan tuanku!" Kata Singa dengan penuh semangat.

skipun kastil itu terlihat sepi dan ncurigakan, semangat Singa untuk balas dendam tidak bisa dipadamkan.

"Biar aku saja." Kyoko maju ke depan dan mbungkuk ke arah Randika, matanya sudah tidak sabar ncicipi darah musuhnya.

"Hei jangan nyerobot!" Singa njadi marah. "Jangan ntang-ntang kamu perempuan jadi seenaknya."

"Kamu takut peranmu diambil lagi?" Kata Jin sambil tertawa.

Di saat bawahannya ini bercanda, Randika dan Catherine lihat rumah yang besar itu sambil ngerutkan dahi.

Setelah berpikir sejenak, Randika akhirnya mutuskan. "Kyoko, Singa, Serigala dan Jin, bawalah pasukanmu dan seranglah dari depan."

Keempatnya langsung terlihat gembira karena ndapatkan kehormatan untuk nyerang pertama. Kyoko, bersama pasukan perempuannya, ndekati rumah aneh itu dengan cepat sedangkan yang lain ngekori reka.

Pada saat reka berjalan lewati halaman rumah yang luas, tiba-tiba kematian muncul dari balik tanah!

Di rerumputan yang terlihat biasa itu, tiba-tiba terbuka dan dari lubang itu muncul puluhan senapan sin tipe PK milik Rusia.

Pada saat yang sama, rumah yang terlihat sepi itu tiba-tiba muncul puluhan orang. Semua orang tersebut juga mbawa senjata serbu dan ngarahkannya pada pasukannya Kyoko dkk.

Randika yang lihat ini dari kejauhan ngerutkan dahinya.

Tidak ada jalan lain bagi Kyoko, Singa dan Jin, yang ada hanyalah baku hantam!

lihat senapan sin tersebut, Kyoko langsung bertindak dan lemparkan kunainya. Karena serangannya ini mbutuhkan kecepatan, persenjataan pasukannya tidak terlalu kuat jadi reka kalah senjata.

Di saat lubang-lubang di taman itu muncul, Kyoko sudah layangkan kunainya ke arah senapan sin tersebut. Berselimutkan cahaya matahari, kunai dengan kecepatan tinggi itu ngenai senapan sin dengan kuat.

"Shua shua"

Suara kunai mbelah senapan sin terus terdengar, ketajaman kunai milik Kyoko benar-benar luar biasa.

Dengan benang tipisnya itu, Kyoko dapat ngatur laju kunai miliknya dan nyerang senapan sin itu bertubi-tubi.

Singa juga sama buasnya, dia ngandalkan kecepatannya dan nghancurkan senapan sin yang ditemuinya. Ketika dirinya dihujani peluru, dia masuk ke dalam lubang dan ncabut senapan sin tersebut dan nembakannya dengan mbabi buta.

lihat adegan pertempuran yang nyenangkan seperti ini, Raihan bergerak dari samping Randika dan masuki dan pertempuran. Pedangnya berdengung seakan-akan sama bersemangatnya dengan tuannya. Dengan sekali tebas, tidak ada yang bisa bertahan darinya.

Namun, pasukan Bulan Kegelapan juga bukan orang sembarangan. reka nembakan senjata reka dan mojokan pasukannya Randika. Bermodalkan senjata yang lebih berat, reka berhasil mbalikan keadaan.

Tetapi, pasukan yang dilatih oleh Serigala itu benar-benar tidak kenal takut. reka nggunakan badan reka untuk nghalangi peluru agar teman-temannya yang lain bisa nghancurkan senapan-senapan sin yang ada. Para prajurit Kyoko dan Singa terus nerus nghancurkan persenjataan Bulan Kegelapan.

Jin juga tidak mau kalah, dengan nggunakan senapan sin musuh, dia nembaki orang-orang yang ada di rumah.

Dalam 2 nit, seluruh senapan sin berhasil reka atasi tetapi dengan kompensasi korban yang besar. Di sisi Bulan Kegelapan, korban reka juga tidak kalah besarnya.

lihat dan tempur tersebut, suasana hati Randika benar-benar tidak bagus. Dia nebak bahwa Bulan Kegelapan ndapatkan bantuan dari Vulcan, si kanik, untuk nyusun perangkap-perangkap seperti ini.

Vulcan rupakan salah satu bawahan Randika yang cerdas dan calon yang akan nggantikan salah satu dari 8 letnan apabila posisinya kosong. Tetapi tanpa diduganya, Vulcan mbelot dan ngikuti Bulan Kegelapan. Keahliannya dalam mbuat perangkap dan nangani persenjataan mbuatnya layak ndapatkan perhatian.

Pertarungan terus berlanjut, hujan peluru terus terjadi. Namun yang nggetarkan dan tempur ini adalah Raihan dan pedangnya. Bahkan hujan peluru yang padat tidak bisa nghentikannya, pedangnya yang berlumuran darah itu terus nerus ncabut nyawa lawannya tanpa ampun.

Kyoko dan Serigala terus maju ngikuti Raihan. Kunai milik perempuan ini terus nerus layang dan ncabut nyawa. Di bawah pengawalan dan kepimpinan kedua jenderal ini, pasukan Ares ini terus langkah maju. Pada saat ini, mata Randika nyadari pergerakan di gedung rumah. Sebuah riam kuno terlihat didorong maju.

Hati Randika langsung ngepal, itu adalah senjata ciptaan Vulcan. skipun riam itu terlihat kuno, riam tersebut bisa ditembakan secara terus nerus dengan kekuatan yang dahsyat.

Raihan juga nyadari keberadaan riam besar itu. Ketika dia berlari dan ngumpulkan kecepatan untuk nghancurkan riam itu, seorang pria dengan celana pendek rah tiba-tiba hendak nyerangnya. Orang itu datang dari arah atas dengan serangan satu kakinya.

Serangan kaki tersebut nyimpan montum yang dihasilkan gravitasi dan mbuat Raihan harus nghindarinya. Namun, si algojo ini bukanlah orang pengecut. manfaatkan kecepatannya yang sudah tinggi, dia nghentakan kakinya dan layang ke arah musuhnya bersama dengan pedangnya!

Tetapi lawannya kali ini bukan sembarangan, serangan satu kaki itu berubah dan manfaatkan ujung pedang Raihan sebagai pijakan dan lompat ke arah belakangnya.

Ketika Raihan ndarat, dia ngerutkan dahinya ketika natap orang tersebut.

Raja Thai Boxing, Atid!

Beberapa orang yang ngikuti Raihan juga dicegat oleh beberapa ahli bela diri lainnya.

Di depan Kyoko, berdiri seorang perempuan dengan dress berwarna biru. Dengan berwajah dingin, perempuan cantik itu nembak 3x ke arah Kyoko tanpa ragu-ragu!

Hal ini mbuat Kyoko ngambil kembali kunainya dan mblokirnya.

Setelah berhasil bertahan dari tembakan tersebut, Kyoko natap si pengkhianat itu dengan mata dinginnya. Perempuan ini dulunya adalah anak buahnya, orang yang dia percaya dan dilatih olehnya. Namun, tanpa diduga dia ikut berkhianat ketika Bulan Kegelapan nyerang.

Di depan Serigala, ada pria bertindik nghalanginya. Ototnya sudah bagaikan gunung, benar-benar besar! lihat lawannya itu, Serigala mau tidak mau nelan air ludahnya.

Beruang putih, ahli bela diri yang termasuk peringkat 25 dalam daftar Dewa!

Dalam sekejap dia sudah nerjang maju dan beradu pukul dengan Serigala, pertarungan reka sudah mirip seperti gulat.

Para pentolan dari pasukan Ares ini dihadang oleh ahli bela diri dan mau tidak mau reka harus bertarung agar bisa terus maju.

Sentara itu, riam buatan Vulcan itu terus nembak. Para pasukan Kyoko dan Serigala itu tidak dapat nghindar tepat waktu dan langsung tewas di tempat.

Wajah Singa sudah benar-benar buruk. Ternyata nginvasi rumah ini jauh lebih sulit dari dugaannya. Jika situasi ini berjalan seperti ini terus, maka pasukan reka akan hancur tak tersisa.

Pada saat ini, Randika sudah tidak tahan lagi dan sama sekali tidak bisa diam. Dengan satu hentakan kaki, badannya layang bagaikan guntur!

Sang Ares telah tiba di dan tempur!

Pasukannya langsung bersorak ketika lihat sosok pemimpinnya itu maju bersama reka, semangat tempur reka naik drastis.

Randika benar-benar cepat, dia ngelak hujan peluru ataupun tembakan riam dan terus maju.

Di sisi Bulan Kegelapan, reka ngetahui bahwa Ares telah masuk ke dalam dan tempur. Seluruh senjata reka sekarang mbidik ke arah musuh terbesar reka itu!

Randika sama sekali tidak lambat, malahan dia semakin cepat dan sudah berada dekat dengan gedung rumah tersebut.

lihat keberadaan Randika, para ahli bela diri itu ingin ncegatnya. Tetapi, Raihan dkk tidak mbiarkan reka pergi begitu saja. Pertempuran para ahli bela diri ini justru semakin sengit!

Para bawahan Bulan Kegelapan sudah mbidik laras senapan reka ke arah Randika dan nembaknya secara mbabi buta. Namun, ahli bela diri yang seharusnya berada di samping Bulan Kegelapan tiba-tiba keluar dan nerjang ke arah Randika!

Tatapan mata Randika njadi dingin, tiba-tiba tenaga dalamnya sudah nyebar dengan cepat dan kecepatannya makin ningkat. Saking cepatnya, tangannya seakan-akan bertambah njadi 6! Dalam sekejap, seluruh orang yang nghampirinya sudah dia pukul dengan kejam.

Randika masuki rumah dengan selamat. Kemudian dengan tenaga dalam ngalir deras di kakinya, dia nghentakan kakinya dan semua orang di sana kehilangan keseimbangannya!

Telapak tangannya juga ngarah ke deretan orang yang ada di dekat jendela. Ledakan tenaga dalamnya ngenai reka dan mbuat reka terjatuh ke lantai. Dengan begitu, daya tempur rumah ini langsung berkurang separuh dan mbuat pasukannya di luar dapat maju dengan aman.

Randika lalu berputar dan nyerang dengan kakinya, seorang yang berniat nikamnya itu terpental. Pada saat yang sama, dia layang dan nuju ke bagian kanan. Seorang ahli bela diri yang bersembunyi di kegelapan langsung dia hajar tanpa ampun. Dengan kekuatan Randika yang luap-luap, kaki si ahli bela diri tersebut patah dan tidak bisa berjalan lagi!

Ares mperlihatkan kemampuan perangnya dengan maksimal. Seluruh rumah dia porak porandakan sendirian. Namun, di tengah aksinya itu, Randika bertemu dengan mantan anak buahnya yaitu Vulcan.

Tiba-tiba, tatapan mata Randika njadi dingin.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 214: Perang Dalam Gedung on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.