Font Size
15px

Oh? reka ngajak fitness?

Randika tersenyum. "Baiklah, jangan kaget kalau otot-ototku nanti mbuat kalian terpana ya."

"Ah pak Randika jangan gitu. Saya sudah suka bapak bahkan sebelum bapak berotot."

"Lho lho, kenapa kamu jadi genit begini?" Semuanya tertawa dan berangkat nuju gym.

Beberapa ahli parfum ini mang rutin pergi ke gym dan kali ini reka ngajak Viona sekaligus atasannya Randika. Sesampainya di sana, mata Randika sudah nyapu seluruh ruangan. Gym ini benar-benar luas dan njadi pusat fitness kalangan nengah ke atas, oleh karena itu banyak perempuan cantik di sini.

Perempuan-perempuan ini makai celana pendek ketat dan sport bra, keseksian reka hampir mbuat semua laki-laki mimisan.

Sebenarnya, khususnya untuk perempuan cantik, berpakaian minim dan ketat seperti ini sangat nyaman untuk dipakai. Khususnya bagi reka yang berlatih kardio dan berkeringat deras. Sedangkan untuk laki, lihat para perempuan ini mbuat reka sedikit bernafsu, dada dan paha yang nonjol itu benar-benar nggugah selera!

Mau bagaimana lagi, Randika terpaksa harus nilai reka satu per satu di benaknya. Operasi ncari cewek cantik dan sexy dimulai!

Karena gym ini diperuntukkan kalangan atas, berbagai macam alat tersedia di tempat ini. Treadmill, sepeda statis, climber dan alat-alat fitness lainnya mbuat gym ini terkenal.

"Bagaimana kalau kita kardio dulu pak?"

Beberapa perempuan mulai tertarik ndengarnya, reka segera ngerumuni Randika. "Iya pak kita pengen buang lemak berlebih nih."

"Iya pak, kita pengen langsing seperti Viona."

"Baiklah, baiklah."

Randika lalu lihat alat-alat kardio yang tersedia. Karena jumlah reka 5 orang, treadmill kurang cocok karena keterbatasan alat. Oleh karena itu, Randika milih sepeda statis.

Yang mungkin orang awam kurang tahu adalah sepeda statis ini benar-benar bagus untuk mperkuat otot dan mbakar kalori. Dalam satu jam orang bisa mbakar 600 kalori, tentu saja ini tergantung intensitas serta berat badan seseorang.

Belum lagi sepeda statis rupakan cara yang efisien dan efektif untuk mperkuat jantung, paru-paru, otot punggung dan otot bagian bawah.

Di bagian area sepeda statis, sudah ada beberapa perempuan dan laki yang sedang berlatih. Setelah mastikan semua ndapat tempat, Randika mberi instruksi. Yang pertama adalah pemanasan selama 2 nit dan ngayuh sekuat tenaga selama 1 nit. Di saat Randika ngayuh sekuat tenaga, semua orang di tempat itu terpana lihat betapa cepatnya Randika.

Para perempuan ini natap Randika dengan mata terbelalak, atasannya ini benar masih manusia?

Kalau dibandingkan, laki di samping Randika terasa lambat. skipun laki itu juga ngayuh sekuat tenaga, Randika jauh lebih cepat daripadanya.

lihat Randika yang gagah seperti itu mbuat Viona tersenyum.

Mata para perempuan yang lain juga tidak bisa lepas dari Randika. reka belum pernah lihat keajaiban yang seperti itu. Yang ngejut reka adalah senyuman hangat Randika ketika dia noleh ke arahnya. Tiba-tiba semua perempuan itu natap Randika dengan tatapan nakal.

Sepertinya pesona Randika masih bekerja dengan luar biasa.

Randika tersenyum dalam hati dan dia terus ngayuh secepat mungkin selama 5 nit. Sekarang waktunya berganti alat.

Alat kedua yang dicobanya adalah butterfly machine yang berfungsi untuk latih dan mbentuk otot pada bagian dada khususnya pada bagian tengah. Cara nggunakannya pun terbilang mudah, orang hanya perlu mbuka sandaran tangan ke arah depan dan juga belakang sama seperti dengan gerakan kepakan sayap kupu-kupu.

Di area alat ini sudah berkumpul beberapa pria berbadan kekar. reka lihat Randika datang bersama bawahannya sekaligus para perempuan yang ada di sepeda statis tadi. Tanpa berkata apa-apa, Randika langsung ngatur beban njadi paling berat!

Para pria ini langsung natap jijik Randika, reka nganggap Randika hanya sedang ingin par. Mana mungkin pria kuru situ bisa lakukannya?

Randika lalu duduk dengan santai. Di bawah tatapan mata para perempuan dan tatapan tajam beberapa pria, Randika nggerakan tangannya dengan kuat dan bertenaga. Tiba-tiba, butterfly machine ini berdenyit keras. Saat Randika lepaskannya, beban berat itu langsung mbentur bagian bawahnya.

Randika mbuka dan nutup tangannya dengan cepat, semua gerakannya ini disusul oleh suara besi (dari bebannya) yang terbentur dengan kerangkanya. Orang-orang lihat Randika dengan entengnya lakukan semua itu dengan beban paling berat.

Beberapa pria yang natap Randika dengan jijik tadi sudah terkejut bukan main. Kekuatan pria yang baru datang itu benar-benar luar biasa, reka semua baru pertama kali lihat kejadian seperti ini.

Apa orang ini masih manusia? reka sudah pernah lihat orang makai beban maksimal seperti itu, yang belum pernah reka lihat adalah orang nggunakannya dengan enteng. Kecepatan Randika benar-benar sudah seperti kepakan sayap! Bahkan napas dan wajah Randika sama sekali tidak mperlihatkan adanya kesulitan.

Bisa dikatakan bahwa ini adalah cara tergampang ndapatkan perhatian wanita!

"Wow! Gila bener, sudah kuduga pak Randika bukan pria biasa!" Para bawahannya itu segera ngontari kehebatan Randika.

"Aku sepertinya jatuh cinta dengannya!"

"Hei, hei, jaga omongan kalian. Kalian tidak lihat pacar pak Randika ada di sini?" Salah satu dari reka segera ngingatkan reka. Viona yang ndengarnya hanya tersipu malu.

Randika terus nggunakan butterfly machine dengan kecepatan tinggi selama 3 nit. Semua lelaki tampak longo sedangkan para perempuan cantik mulai bertanya-tanya.

"Siapa pria itu?"

"Kenapa mangnya? Bukannya kamu sudah punya pacar?"

"mangnya kenapa? Aku cuma penasaran apakah dia jago di ranjang atau tidak." Perempuan itu benar-benar tidak malu sama sekali. reka terus muji Randika. "Lihat wajahnya, bukankah dia ganteng juga? Masa kalian tidak ingin tidur dengannya?"

Mungkin kalau Randika ndengar percakapan reka dia sudah besar kepala. Dia tahu bahwa dirinya tampan dan mpesona, sayangnya dia tidak suka dengan perhatian yang berlebihan.

Sedangkan untuk urusan ranjang, tentu saja Randika jagoannya. Dia telah latih tekniknya bertahun-tahun dan berhasil nyempurnakannya. Tentu saja, Randika juga pilih-pilih siapa yang akan dipuaskannya.

Randika lalu mutuskan untuk berganti alat lagi. Kali ini bukan hanya para bawahan Randika dan perempuan yang di area sepeda statis saja, hampir semua laki dan perempuan yang ada di gym ngikuti dan penasaran dengan Randika. reka penasaran kejadian ajaib apa yang akan diperlihatkan Randika.

Randika sama sekali tidak peduli. Randika mperhatikan alat-alat yang ada dan nemukan targetnya.

Bench press!

Jenis alat fitness ini cukup terjamin keamanannya karena dilengkapi dengan safety hook yang berfungsi sebagai penahan yang bisa mberikan keamanan pada setiap penggunanya. Fungsi dari alat ini adalah untuk latih dan mbentuk otot dada bagian atas, tengah dan bawah.

Tingkatan kesulitannya juga bervariasi tergantung beban yang digunakannya. Yang paling ringan adalah 10 kg dengan beban 5 kg di setiap sisinya. Untuk di gym ini, yang paling berat adalah beban dengan total 100 kg. Dengan 50 kg di setiap sisinya, jarang ada orang yang makainya.

Dan mata Randika benar-benar terkunci pada beban tersebut!

Saking beratnya, untuk masangkan alat ini butuh tenaga beberapa orang karena saat paling berbahaya adalah masang beban itu pada alatnya. Jika tidak hati-hati, beban itu bisa remukan kaki orang dengan mudah!

lihat Randika yang nuju bench press, semua orang terkejut.

Astaga!

Randika dengan santai nyuruh orang untuk masangkan beban 50 kg itu di setiap sisi sambil dirinya bersiap-siap. Dan di bawah tatapan orang-orang, Randika mulai tiduran.

Apakah orang itu benar-benar kuat?

Semua orang mulai nahan napas reka. Pada saat ini, Randika berhasil ngangkatnya!

Dia benar-benar ngangkatnya!

Perempuan yang ingin tidur dengan Randika tidak bisa nahan air liurnya. "Orang itu pasti liar dan bertenaga di ranjang."

Randika hanya tersenyum ketika ndengarnya. Jika kalian ingin tahu seberapa hebat dirinya di ranjang, kenapa reka tidak nanyakannya pada Inggrid?

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 165: Cara Termudah Mendapatkan Perhatian Wanita on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.