"Di mana Inggrid?"
Pertanyaan yang simpel, tapi, berisikan seluruh amarah dan niat mbunuh Randika.
Yosef rasakan dilemma yang kuat. skipun dia dan tuan mudanya nerobos masuk ke rumah Inggrid, dirinya tidak tahu tuan mudanya itu pergi ke mana mbawa Inggrid. Dan lihat tatapan mata Randika, Yosef tahu bahwa dia akan disiksa apabila tidak bisa njawab pertanyaannya.
"Nona Inggrid dibawa oleh tuan muda."
Yosef berharap jawabannya itu sudah cukup mbuat Randika puas. Namun, tatapan mata Randika terlihat dingin dan dia terlihat ngangkat kakinya dan nginjak tangan kanan Yosef.
KRAK!
Suara tulang yang patah terdengar nyaring, disusul oleh teriakan kesakitan Yosef.
"Ah! Aku hanya tahu itu, aku tidak tahu tuan muda mbawanya ke mana."
Keringat mulai mbasahi punggung Yosef dan rasa sakit dari tulangnya yang patah sangat nyakitkan.
Terlebih, dia sama sekali tidak bisa bergerak. Kaki iblis pembunuh ini masih nginjak tangannya dan lepaskan diri sama saja dengan ngangkat gunung.
"Di mana Inggrid?"
ndengarnya untuk ketiga kalinya, Yosef mulai takut nyawanya akan layang. Tulang tangan kanannya itu ncuat keluar, jika tidak ditangani dengan cepat bisa-bisa tangannya terinfeksi dan harus diamputasi. Bisa dikatakan bahwa hidupnya setelah ini benar-benar ngalami perubahan drastis.
Otak Yosef berpikir dengan keras, sayangnya dia hanya mpunyai waktu 2 detik. Tatapan mata Randika kembali terlihat dingin dan tanpa berkata apa-apa, dia nginjak tangan kirinya Yosef.
KRAK!
"Hisss!"
Mata Yosef seperti sudah ingin keluar dari tempatnya, wajahnya benar-benar nunjukan ekspresi kesakitan. Darah mulai nggenang dari tempat tulang tangannya itu ncuat.
Kedua tangannya sekarang sudah patah.
Yosef yang masih berusaha nahan rasa sakit ini ndengar pertanyaan yang sama untuk keempat kalinya. "Di mana Inggrid?"
Aku tidak tahu!
Yosef sudah ingin nangis, dia benar-benar tidak tahu apa-apa. Yang dia tahu adalah jika tidak mberi jawaban yang muaskan Randika, dia akan mati hari ini.
Tetapi pada saat ini, sebuah ingatan lintas di benak Yosef. Dia samar-samar ngingat bahwa Henry pernah berkata padanya bahwa dia akan nikmati tubuh Inggrid di kamar terwah Hotel ga.
Dua detik kemudian, Randika kembali ngangkat kakinya dan kali ini ngarah pada selangkangan Yosef. Dengan ekspresi panik, Yosef segera ngatakan. "Kamar suite Hotel ga, tuan mudaku ada di Hotel ga!"
Setelah berkata seperti itu, Yosef sedikit rasa lega. Dengan ini mungkin dia telah berhasil nyelamatkan nyawanya.
Tetapi, Randika masih nginjaknya sekali lagi! Kali ini kaki kanan Yosef yang njadi korbannya.
"Ah!"
"Kenapa Kenapa kau masih nyiksaku!" Yosef gangi kaki kanannya sambil neteskan air mata. Randika nginjak tepat di engkel kakinya, mbuat tulangnya njadi remuk dan mustahil untuk Yosef berjalan dengan normal lagi bahkan bisa dikatakan dia njadi lumpuh.
"Kapan aku janji tidak nyiksamu?" Kata Randika dengan santai.
".." Yosef tidak bisa berkata apa-apa, hatinya benar-benar hancur. Setelah itu, Randika kembali nginjak kaki kirinya dan kali ini riwayat Yosef sudah benar-benar tamat. Seumur hidupnya dia akan perlu bantuan orang lain.
Suara tangisan Yosef mulai nghilang, rasa sakit yang luar biasa terlalu besar untuk ditanggungnya dan mulai tidak sadarkan diri. Namun, Randika tidak akan mbiarkannya pingsan begitu saja. Dia nusukan jarum ke titik akupunturnya jadi Yosef tidak bisa pingsan dan terus rasakan rasa sakitnya itu.
"Aku akan ke Hotel ga." Kata Randika pada Ibu Ipah. Bersama dengan 'mayat' Yosef, Randika nghilang dan nuju Hotel ga.
Ibu Ipah natap Randika dengan tatapan penuh harap.
Sore hari itu, para pejalan kaki di kota Cendrawasih lihat penampakan yang tidak biasa. reka lihat seorang laki-laki sedang nyeret seseorang yang berlumuran darah sambil berlari dengan kecepatan tidak biasa.
........
Hotel ga, lantai paling atas.
Seluruh lantai paling atas ini rupakan kamar Suite terwah yang dimiliki Hotel ga, harganya benar-benar fantastis.
Di depan pintu kamar wah ini, ada 2 orang paruh baya yang berjaga. reka nutup matanya bagaikan pendeta yang sedang berditasi. reka berdiri diam dengan pernapasan yang stabil, pikiran reka nyatu dengan alam.
reka berdua adalah pendekar kelas atas yang masuk dalam daftar Dewa di keluarga Alfred. Bisa dikatakan bahwa Henry tidak perlu khawatir apabila mbawa reka berdua.
Di dalam ruangan, Inggrid duduk di kursi dengan tangannya terikat.
Seorang lelaki berbaju putih sedang natap Inggrid. Sambil minum whiskey nya, dia berkata sambil tersenyum. "Aku tidak nyangka tunangannya kakak ketigaku itu masih cantik, aku tidak sabar lahapmu."
Henry lalu njulurkan tangannya dan ngelus rambut Inggrid. Inggrid malingkan wajahnya dan berkata dengan nada dingin. "Kau tidak takut nghancurkan hubungan antara keluarga kita?"
Jika kelakuan Henry ini sampai di telinga para tetua keluarganya, keluarganya pasti tidak akan tinggal diam. Itu akan ncemarkan nama baik keluarga Alfred dan nghancurkan hubungan keluarga Alfred dan keluarganya Inggrid. Jadi bisa dikatakan bahwa Henry sedang berjalan di antara ranjau.
"Kamu akan njadi istriku sebentar lagi, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Henry tertawa. "reka tahu pun maka reka akan nganggap kita sedang kasmaran dan mungkin kita bisa nikah lebih cepat. Jadi tidak ada salahnya aku ingin bermain denganmu hari ini bukan?"
".." Inggrid hanya natap Henry dengan tatapan penuh kebencian. Dia rasa jijik dengan lelaki seperti ini.
"Awww, jangan natapku seperti itu. Sebentar lagi kau akan kubuat rintih tanpa henti." Henry tertawa dan mulai mbuka pakaiannya.
lihat tubuh sexy Inggrid itu, Henry sudah tidak sabar dan mulai terangsang. Reputasi Inggrid Elina sebagai wanita tercantik kota Cendrawasih benar-benar bukan isapan jempol belaka.
nidurinya sekarang mungkin adalah hal yang tepat.
Inggrid malingkan wajahnya, pria di depannya ini sudah tak tertolongkan lagi. Reputasi Henry benar-benar gelap, sudah ratusan wanita telah dia paksa tidur bersamanya.
Namun, di hadapan uang siapa yang bisa nolak dirinya? Uang dan kedudukan keluarganya rupakan kombinasi yang sangat kuat, hal ini mbuatnya bisa lakukan apa pun yang dia mau.
Inggrid benar-benar muak dengan pria hidung belang semacam Henry, dia mulai mberontak dan berusaha lepaskan diri. Namun, Henry yang sudah tidak pakai baju nghampiri Inggrid.
Inggrid hanya nutup matanya dan malingkan wajahnya.
Henry lalu remas kedua pipi Inggrid dengan satu tangan. "Kenapa? Takut lihat wajahku?"
Inggrid hanya ndengus dingin dan tidak mbalas.
Di luar ruangan, kedua pendekar itu tiba-tiba mbuka matanya bersamaan dengan lift yang terbuka.
Dalam sekejap kedua orang ini langsung bersiaga dan masang kuda-kuda bertahan. Tugas utama reka adalah njaga keselamatan tuan muda reka yang kelima ini.
Pintu lift terbuka dan pada saat itu juga, tampak seseorang dengan wajah bengis dan aura mbunuh yang kuat. Namun di tangannya terlihat orang berlumuran darah yang tidak berdaya.
Yosef!
Tidak butuh waktu lama untuk nyadari bahwa orang yang terluka itu adalah Yosef. Tanpa ragu-ragu, kedua pendekar ini maju secara bersamaan. ngambil pisau dari balik baju reka, kedua pendekar ini nyerang Randika dari jarak jauh.
Randika, dengan wajah tenangnya, ngangkat Yosef dan nggunakannya sebagai tang. Dalam sekejap seluruh pisau yang layang itu nancap di tubuh Yosef.
Yosef, yang sudah sekarat, nerima semua serangan itu tanpa bisa nahannya satu pun. Teriakan kesakitan sama sekali tidak terdengar, suara napasnya pun sudah tidak terdengar lagi.
Kedua pendekar ini berhenti bergerak dan ngerutkan dahinya. Lawannya ini benar-benar kejam.
Ketika reka rasakan aura mbunuh Randika, kerutan di dahi reka bertambah.
Selama bertahun-tahun ini, reka belum pernah lihat aura mbunuh yang sebesar itu.
Kedua pendekar itu natap Randika yang perlahan keluar dari lift dengan Yosef yang masih dipakainya sebagai tang.
lempar Yosef ke samping, Randika dan kedua pendekar itu saling bertatapan. Kedua pihak tahu bahwa reka sama-sama hebatnya.
Suasana lorong ini sudah benar-benar ncekam, orang biasa sudah akan kesulitan bernapas. Lalu dalam sekejap, kedua pendekar itu bergerak dan nerjang ke arah Randika.
reka nyerang dari kedua sisi Randika, satu di kiri dan satu di kanan. Serangan kombinasi reka ini sudah reka asah lalui pengalaman hidup mati selama bertahun-tahun. Bahkan jika lawan reka itu lebih kuat, dengan serangan kombinasi ini tidak ada lawan yang berhasil bertahan hidup.
Ekspresi wajah Randika masih tetap tidak berubah, tetapi ketika kedua pendekar itu bergerak dan sudah dekat dengannya, kaki kanannya nendang sesuatu!
Bersamaan dengan kakinya itu, Yosef, yang sudah mati, lesat nuju kedua pendekar tersebut.
Kedua pendekar ini terkejut dan lompat untuk nghindar, lawannya benar-benar kejam.
Serangan Randika ini berhasil ngacaukan serangan kombinasi reka. Dan pada saat ini, Randika sudah sangat dengan reka berdua.
Buruk!
Keduanya masih belum ndarat di tanah, apabila Randika nyerang sekarang maka reka tidak akan bisa nghindar. Jadi satu-satunya jalan adalah mblokir serangannya.
Namun, perasaan ngeri mulai muncul ketika reka lihat tatapan mata Randika. Serangan Randika benar-benar luar biasa cepat. Tanpa disangka, Randika sudah layangkan lebih dari 20 pukulan pada keduanya. reka bertiga bertukar pukulan.
skipun sempat mukul Randika, kedua pendekar ini lebih banyak bertahan. Serangan Randika yang bertubi-tubi itu benar-benar kuat dan cepat, sulit untuk nahannya. Di bawah serangan Randika, kedua orang ini mulai terpojok.
Dua tangan lawan empat tangan!
Semakin reka bertukar pukulan, semakin terkejut reka. Pada saat ini, di antara serangan-serangan Randika, tiba-tiba kepalan tangan itu berubah njadi telapak tangan yang ndarat di tubuh reka.
Dengan ledakan tenaga dalamnya, kedua pendekar ini lesat jauh.
Namun, kedua pendekar ini segera berdiri dan natap Randika. Kali ini tatapan reka berdua ngandung rasa takut.
Masih muda tetapi sudah sekuat ini? Siapa dia sebenarnya?
Sejak kapan tuan muda reka nyinggung seseorang ahli bela diri seperti ini?
Kedua pendekar ini ngerutkan dahinya, pertama kalinya reka berdua terpojok seperti ini.
Pada saat ini, di dalam ruangan, Henry sudah lepas celananya. Sekarang dia hanya makai celana dalamnya.
Henry mperhatikan Inggrid yang masih nutup matanya dan tertawa. Dia lalu lempar Inggrid ke kasur.
"Ah!"
Inggrid terkejut. Ketika dia mbuka matanya, dia lihat Henry sudah nindihnya dan hampir telanjang.
"Henry, apa kau tidak mikirkan akibat dari tindakanmu ini?" Kata Inggrid sambil marah-marah.
"Sudah" Kata Henry sambil njilati bibirnya. "Aku tidak peduli hubungan kedua keluarga kita njadi rusak. reka hanya bisa pasrah kalau aku bisa nanam benihku di perutmu itu, aku tidak peduli selama aku bisa nikmati tubuhmu ini."
"Kurang ajar!" Inggrid langsung ronta-ronta. Dia tidak nyangka bahwa Henry sudah serusak ini sampai-sampai berbuat di luar batas seperti ini.
Henry yang nahan kedua tangan Inggrid itu lalu ngatakan. "Aku dengar kamu sudah nikah? Tidak apa-apa, aku sebenarnya suka perempuan yang lebih muda dariku."
Reviews
All reviews (0)