Font Size
15px

Terkadang sebuah kota bukan dikenal karena sejarahnya ataupun betapa majunya kota tersebut. Terkadang sebuah ciri khas seperti makanannya ataupun perusahaan yang berakar di suatu kotalah yang mbuat kota itu terkenal. Hal ini dialami oleh Kota Cendrawasih di mana kota ini terkenal berkat markas utama Perusahaan Cendrawasih berakar di kota ini.

Walaupun kota ini masih kalah apabila dibandingkan dengan Jakarta maupun Surabaya, Kota Cendrawasih masih tergolong kota maju dengan Perusahaan Cendrawasih njadi garis depannya. Dengan kekayaannya yang ncapai 11,5 triliun rupiah, perusahaan ini miliki pengaruh yang luas.

Dengan perusahaan yang begitu besar dan kuat, tentu tidak lepas dari pimpinan seorang yang berpengaruh dan berkharisma. Namun, bukan hal itu saja yang mbuat pimpinan Cendrawasih ini terkenal. Dengan tubuh yang bahenol dan paras cantik yang mpesona, mbuat Inggrid Elina wanita paling terkenal di seluruh kota Cendrawasih.

Terkenal dengan paras cantiknya, mbuat laki-laki dari seluruh perusahaan Indonesia berlarian ke sana kemari berusaha minang hati Inggrid Elina. Namun naas, sikap Inggrid terhadap laki-laki yang ngejarnya sangatlah dingin.

Namun, apabila orang lihat adegan hari ini yang terjadi di suatu jalan yang cukup sepi di Kota Cendrawasih, mungkin orang-orang akan mulai nampar dirinya sendiri atau ncubit pipinya karena ini pasti cuma sekedar mimpi.

Pada hari njelang sore, sebuah mobil wah bernilai miliaran berhenti di tepi jalan. Seorang wanita cantik turun dari mobil tersebut. Apabila diperhatikan, wanita ini celingak-celinguk tampak kebingungan. Setelah beberapa saat, wanita ini seakan telah nemukan apa yang dia cari dan ndekati seorang penjual mie ayam.

Berhenti di depan gerobaknya, wanita ini mandangi si penjual sambil lihat handphonenya. Wanita ini pun terdiam cukup lama.

Karena tidak sabar karena ingin segera nutup jualannya dan beristirahat, si penjual berkata dengan nada sedikit jengkel kepada wanita tersebut "Bu kalau mau pesan ya pesan. Jangan mainan handphone dan bengong di sini, ngganggu saya. Ibu mau beli tidak? Ini kebetulan saya mau tutup jadi kalau beli lebih baik bungkus aja."

Penjual mie ayam itu bernama Randika, dan dia sebenarnya sudah tahu dari awal siapa wanita misterius ini. Bagaimana tidak, wajah cantiknya yang legenda itu terpampang di ribuan rekla dan poster-poster iklan di kota ini. Orang bodoh pun pasti tahu kalau wanita ini adalah Inggrid Elina, boss Perusahaan Cendrawasih.

Tetapi walau kata-katanya sebelumnya kasar, bukan berarti Randika buta. Sebenarnya, pandangannya sudah nelanjangi wanita secantik dewi itu sejak 5 nit yang lalu. Maklum, nalurinya sebagai lelaki langsung terpancing.

Bagaimana tidak? Badannya yang begitu langsing bahkan bisa mbuat seorang supermodel sekalipun nangis iri lihatnya. Baju atasannya mperlihatkan lengan telanjangnya yang panjang dan berkulit mulus. Rok ketat yang dikenakan wanita itu juga benar-benar nonjolkan pahanya yang seempuk buah persik. Kalau benar-benar dipelototi, celana dalam berwarna hitam yang dikenakan wanita itu dapat terlihat dari balik kain rok ketatnya yang transparan. Belum lagi, matahari yang panas mbuat tetesan keringat ngalir dari leher nuju belahan dadanya.

Belum lagi, wanita ini dianugerahi Tuhan dengan sepasang bola mata hitam yang jernih, alis mata yang terawat dan nawan ala seorang supermodel, bulu mata yang lentik dan bibirnya yang kecil dibalut oleh lipstik rah yang cerah dapat mbuat semua laki-laki di dunia tidak bisa lepas pandangan reka sedetik pun.

Jadi wajar saja kalau Randika sudah mulai nelanjangi Inggrid dengan pandangannya, dia adalah wanita paling seksi di seluruh kota itu!

Inggrid Elina mang layak disebut wanita tercantik di Kota Cendrawasih. Setidaknya di mata Randika, wanita kelas atas ini adalah wanita tercantik yang pernah dia temui dalam hidupnya.

Yang lebih mbuatnya tak bisa bertahan adalah aroma tubuh yang mancar dari Inggrid yang dapat dengan mudah mbuat semua lelaki klepek-klepek olehnya. Randika yakin bahkan seorang bocah pun akan segera minta peluk pada wanita ini agar bisa ncium baunya lebih lama lagi.

nghadapi pandangan dan kata-kata yang telah dilontarkan pria tersebut, Inggrid hanya terdiam dan tampak nggigit bibirnya. Apabila diperhatikan, dia tampaknya sedang ngalami gejolak batin dan berusaha mutuskan sesuatu.

"Hei kamu, aku tidak butuh makananmu. Kamu cukup ikut denganku ke rumah!" Setelah sekian lama terdiam, Inggrid akhirnya sadar dari linglungnya dan segera raih tangan Randika dan nariknya secara paksa.

Dari detik dia ndengar kata-kata wanita itu, Randika sudah rasa bahwa wanita cantik ini ternyata kebanyakan makan micin. Randika baru pertama kali dalam hidupnya diajak pulang bersama seorang wanita yang tidak dikenalnya. Terlebih yang ngajaknya pergi adalah seorang pimpinan perusahaan kelas atas.

"Sebentar! Tunggu dulu! Apa kamu sinting!? Kerjaanku jualan mie ayam, bukan jual diri!"

Randika segera berteriak ketika dia diseret oleh Inggrid. Lagipula, kekuatan tarikan wanita ini biasa saja dan Randika narik kembali lengannya yang ditarik paksa oleh Inggrid.

"Aku tidak tahu apa yang telah terjadi di dalam otakmu tapi kalau kamu butuh hiburan seorang pria, cari saja di tempat lain. Aku tidak tahu tipuan macam apa yang kamu mau mainkan tapi cukup tahu saja, aku tidak punya apa-apa bahkan uang sekalipun!"

ndengar kata-kata hinaan dari mulut pria itu, wajah Inggrid pun rah. Entah karena marah gara-gara kata-katanya atau volu suara pria ini sangat keras dan dia malu orang-orang akan ndengarnya. Lagipula, orang-orang tidak akan percaya bahwa orang sekaliber dirinya akan datang ke sebuah gerobak mie ayam dan ngajak si penjual mie ayam itu pulang ke rumahnya bersama dirinya.

Sambil nghembuskan napas, Inggrid berusaha nenangkan dirinya kembali dan natap kembali pria tersebut. Dia rasa bahwa tindakannya ini sungguh konyol. skipun pria ini tidak terlalu jelek ataupun ganteng, setidaknya pria ini terlihat cukup berotak dan tenang. mikirkan hal tersebut, Inggrid ngesampingkan kata-katanya yang kasar dan milih untuk bersabar.

Tapi hari ini telah ditakdirkan ngguncang Kota Cendrawasih. Cukup dengan satu kalimat yang akan dilontarkan Inggrid, bahkan seluruh dunia akan ikut terguncang. Bahkan langit pun akan ikut bergejolak apabila dia miliki telinga.

"nikahlah denganku"

Setelah ngumpulkan keberaniannya, Inggrid akhirnya ngatakan apa yang perlu dia katakan.

DUAK!

Randika yang sedang berdiri dengan tegang tiba-tiba jatuh tersungkur, tidak percaya dengan apa yang telah dia dengar.

"Hmmm, tolong diulangi lagi?"

Randika segera berdiri dan nepuk-nepuk bagian belakangnya untuk mbersihkan debu dan tanah yang nempel. Sesaat kemudian, dia segera natap lekat-lekat pada Inggrid dan ngatakan,

"Oke kita bedah dulu satu per satu masalah ini. Apakah namamu Inggrid Elina? Pemimpin dari Perusahaan Cendrawasih yang besar itu? Kalaupun benar, coba kau perhatikan aku sebentar. Bajuku saja ala kadarnya, seharian aku sudah njual mie di bawah matahari dan berkeringat deras sehingga bauku njadi lepek. Aku nikah denganmu? Bukankah itu lebih konyol daripada cerita Beauty and the Beast?"

Randika berusaha ngatakan bahwa dunia reka berdua sangat jauh berbeda. Satunya berada di perusahaan besar, satunya berada di tepi jalan. Satunya wanita cantik bergelimang harta, satunya pria biasa yang tidak punya uang namun berusaha untuk mperbaiki hidupnya dengan bekerja keras tiap harinya. Mau ditaruh di mana muka Randika apabila apa yang dikatakan wanita ini ternyata hanyalah sebuah ejekan ataupun hukuman yang Inggrid dapat setelah kalah taruhan?

Inggrid tidak dapat ndengar penjelasan si Randika dengan jelas karena dalam hatinya dia aslinya malas-malasan untuk lakukan hal ini. Setelah Randika terdiam, Inggrid mperhatikan kembali pria ini kemudian entah kenapa perasaan jijik naik hingga muncul di raut wajahnya.

Wajah? Bisa-bisanya pria rendahan macam dia ngatakan hal seperti wajah? Seharusnya dirinya lah yang ingin ngubur wajahnya sendiri ke dalam tanah dan berharap hari ini adalah semacam mimpi buruk baginya.

Tetapi demi perusahaannya, dia harus lakukan hal ini. Lagipula, lelaki idaman seorang Inggrid Elina jelas jauh dari penampilan pria ini.

"Yang aku butuhkan darimu hanyalah sertifikatnya saja. Tentu saja kita tidak akan nikah sungguhan. Kamu dapat nikmati hidupmu setelah aku selesai ndapatkannya. Dan tentu saja, kalau kamu mau ngabulkan permintaanku, aku akan mberikanmu kompensasi berupa uang yang banyak."

"Maksudmu kawin kontrak?"

Setelah ndengar penjelasan Inggrid, Randika segera ngerti bahwa perempuan ini ingin nggunakan dirinya sebagai pasangan palsunya untuk ndapatkan bukti bahwa dia telah nikah.

"Benar."

"Ha? Kau itu bodoh atau tidak tahu malu? skipun aku miskin dan kamu mancingku dengan uang, hal sakral seperti nikah adalah hal penting di hidup ini khususnya bagi perempuan dan seharusnya kamu tahu akan hal itu. Aku tidak mau lakukannya! Cari orang lain sana!"

Kebajikan Randika mbuat Inggrid terpana yang nghasilkan wajahnya bertambah pucat. Seorang pemimpin perusahaan besar di Kota Cendrawasih dan dikenal sebagai wanita tercantik ini telah ditolak dan rasa telah direndahkan.

Wanita seperti Inggrid miliki harga diri yang tinggi dan terbiasa mandang segalanya dari atas dan sekarang dia telah diceramahi dan direndahkan oleh seorang penjual mie ayam gerobakan? Dengan latar belakang yang dimilikinya, jelas yang seharusnya rasakan perasaan seperti ini tentu saja si penjual tersebut bukan dia!

"Lima ratus juta. Aku akan mberikanmu lima ratus juta setelah semua ini selesai dan kita akan bercerai setelah tiga bulan. Bagaimana?"

Inggrid, yang berusaha nahan amarahnya yang belum pernah dia rasakan selama ini, tampak nggigit bibirnya ketika dia berbicara dengan penuh toleransi. Tidak ada jalan lain. Orang tersebut nyuruhnya lakukan hal ini. Berkat pengorbanannya ini, keberlangsungan perusahaannya akan terjamin.

Dia tidak tahu ngapa pihak lain milih si penjual mie ayam ini sebagai pasangannya dan anehnya lagi dia tidak ngerti ngapa harus sampai mbawa masalah peminjaman uang ini ke jenjang pernikahan?

lihat pengorbanan yang dilakukan oleh Inggrid jelas bahwa perusahaannya sedang dalam kondisi susah. Bank mulai tidak mberikan pinjaman lagi terhadap perusahaannya. Jika Perusahaan Cendrawasih tidak nerima pemasukan, sayangnya kerajaan yang telah Inggrid Elina susah payah bangun akan runtuh.

Oleh karena itu, Inggrid harus matuhi permintaan dari si peminjam ini. skipun lelaki ini nyebalkan dan tidak sopan, demi keberlangsungan perusahaannya dia rela nahannya.

"Lima ratus juta?"

Setelah ndengar nominal tersebut, mata Randika mulai bersinar-sinar, tapi sayangnya kelicikan lah yang nuhi matanya dan dia ngatakan, "Cuma 500 juta? Harga diriku cuma 500 juta?"

"Satu miliar. Satu miliar akan kuberikan dan setelah kontrak selesai kita tidak akan bertemu lagi dan jangan harap kamu akan lihat wajahku lagi."

"Waduh sayangnya aku bukan pria semacam itu. Harga diriku tidak ada harganya!"

"Dua milyar, itu batas akhirku. Jangan coba tarik ini lebih jauh!"

Inggrid mulai neteskan darah di dalam mulutnya. Dia nggigit bibir bagian dalamnya karena mulai kesal dengan pria ini yang mulai masang harga dan manfaatkan keadaan. Dirinya sudah mbayar 2 miliar, uang yang tidak akan pernah pria ini pegang walaupun dia bekerja seumur hidupnya! Bagaimana bisa pria ini begitu licik dan minta harganya naik terus?

"Ini bukan tentang uang. Ini adalah masalah "

"Lima miliar. Aku tidak bisa mberikan lebih dari itu. Apabila kamu tidak mau, aku punya koneksi tersendiri yang akan mbuatmu tidak bisa tidur nyenyak maupun nginjakkan kaki lagi di kota ini. Entah kamu percaya atau tidak itu terserah kamu!"

Setelah ngatakan hal ini, tubuh Inggrid sedikit bergetar. Sudah sangat jelas bahwa dia hendak siap luapkan amarah terpendamnya dan pria ini masih saja sok suci. Pertama kali dalam hidupnya, Inggrid rasa bahwa ternyata ada laki-laki yang tidak tahu malu semacam Randika.

"Oke aku setuju! Aku mau uangnya sekarang!"

Randika tidak habis pikir, dia hanya berjualan mie ayam seharian dan sekarang dia ndapatkan 5 miliar dengan tidak lakukan apa-apa? Apakah ini pencapaian terbaiknya seumur hidup? Lima miliar adalah uang yang sangat banyak khususnya bagi dirinya yang barusan pulang kampung ke Indonesia di mana dia lagi kesusahan dalam hal finansial.

Namun sekarang? Wanita cantik akan mberikannya rumah yang besar untuk ditinggali, kasur empuk di mana dia akan bermimpi indah ditambah lagi istri yang sangat cantik dan seksi.

"Sekarang? Itu jelas tidak mungkin. Aku akan mbayarmu setelah kontrak kita telah selesai dan khususnya setelah aku ndapatkan jaminan bahwa aku tidak akan lihat wajahmu lagi."

Inggrid tidak nunggu pria itu mbalas omongannya karena dia sudah benar-benar muak. Terlebih, dia tidak bisa mberikan ruang kepada pria ini untuk berkata tidak karena dia benar-benar mbutuhkan pinjaman uang dari pihak lain tersebut.

"Tidak bisa, aku ingin uangnya sekarang."

"Tidak bisa, aku tidak akan ngulangi kata-kataku lagi."

"Orang kalau mbeli aparten saja biasanya akan mberikan deposit agar apabila terjadi sesuatu ada uang yang bisa dijadikan jaminan. Jika kamu ingin mbeli diriku ini, setidaknya berilah aku 1 miliar. Anggap saja ini sebagai jaminan dari omonganmu."

"Hanya 100 juta, tidak lebih dan perbulannya akan kuberikan 100 juta lagi selama 3 bulan. Tidak bisa lebih!"

ndengar kata-kata mbeli pria, hati Inggrid sedikit sakit. Dia adalah wanita dengan harga diri tinggi dan telah nolak laki-laki yang kaya dan tampan dari seluruh Indonesia dan sekarang dia harus mbeli seorang pria.

"Hmmm tapi aku punya satu syarat."

Pada akhirnya, Randika berkompromi. Lagipula, ini hanya 3 bulan dan setelah itu dia akan njadi kaya raya.

"Apa syaratmu?"

"Selama tiga bulan itu aku akan tinggal di rumahmu. Karena sewa tempat tinggalku mau habis dan aku tidak punya tempat untuk tinggal jadi aku ingin tinggal di rumahmu. Omong-omong rumahmu seperti apa? Apakah ada kolam renangnya?"

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 1: Ayo Menikah! on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.