natap sumber suara, Leah tersentak kaget. Karena tersembunyi di balik bayang-bayang, ada seorang pria yang kepalanya njulur keluar dan natap reka.
Dia adalah pria kurus dengan tubuh ramping, dan tatapannya setajam mata kucing. Dia buru-buru berjalan nuju reka, dan dengan cepat nunjuk ke gang sebelum nghilang sekali lagi.
Sambil ngerutkan kening, Ishakan kembali keluar untuk lihat apa yang terjadi. Leah rasakan hatinya tenggelam saat dia ngikutinya keluar.
Ada seorang pria paruh baya, sedang nggoda beberapa orang Gipsi. Di belakangnya ada para ksatria, ngenakan pakaian kasual, ngawasi dengan patuh saat dia tertawa geli bersama para Gipsi. Mata Leah nyipit saat lihat siapa pria itu.
Itu adalah tunangannya, Byun Gyongbaek.
"Luar biasa," renung Ishakan, "Bukankah itu Byun Gyongbaek?" dia bertanya padanya, bersandar lebih jauh ke topi Leah yang basah, sentara dia baru saja mperbaiki ujung jubahnya.
Sudah njadi fakta umum bahwa Byun Gyongbaek sangat nyukai segala bentuk hiburan. Kapan pun dia berjalan ke Distrik Kerajaan Barat, dia pasti akan langsung nuju ke distrik lampu rah, yang gang-gangnya dipenuhi alkohol dan wanita.
Namun, dia tidak nyangka akan bertemu dengannya hari ini.
Leah berharap tidak ada satupun ksatrianya yang mperhatikan reka, mbiarkan reka lolos dengan mudah. Tapi sepertinya itu tidak akan terjadi, karena para kesatria telah lihat reka. Dia lihat reka saling lirik satu sama lain, ngamati sekeliling reka.
Salah satu ksatrianya ndekat padanya, berbisik pelan.
Dan cengkeraman Byun Gyongbaek di pinggang wanita gipsi itu ngendur, seringainya berubah njadi kerutan saat dia ngalihkan pandangannya ke arah reka.
Berbeda dengan Leah yang terlihat jelas tertutup dan tersamar dengan baik. Ishakan tidak.
reka tidak bisa lari. reka pasti akan tertangkap.
Leah ndapati dirinya dalam situasi yang sulit. Dia tidak ngira kalau nyelinap keluar kastil pada larut malam akan berubah njadi berbahaya. Skenario terburuknya adalah ditangkap oleh beberapa penjaga keluarga Kerajaan, tapi bukan ini.
"Sudah terlambat jika kita njalankannya sekarang." Ishakan dengan tenang mberitahunya, yang sangat kontras dengan kepanikan yang dia rasakan saat ini. Dia natapnya dengan putus asa, nyaksikan matanya berkilat berbahaya seperti pada sosok yang ndekat. Jelas baginya, dia tidak berniat larikan diri.
Tiba-tiba dia teringat akan sifat bermusuhan Kurkan itu. Dan pria di depannya adalah pemimpin reka.
Seolah mbaca pikiran Kurkan, para ksatria secara bersamaan nggenggam gagang pedang reka saat reka ndekatinya, Byun Gyongbaek mimpin rombongan. Dia berhenti di depan reka.
"Apa ini? Seorang Kurkan?" dia bertanya dengan nada ngejek, dan Leah mperhatikan tunangannya, tercengang. Dia berbicara begitu santai kepada raja. Tapi selain Leah, tidak ada yang terkejut dengan cara dia nyapanya.
Tapi bukannya mbalas, Ishakan hanya natapnya.
Sekarang Gyongbaek pada dasarnya tidak pendek, tapi di depan Ishakan, dia mungkin juga pendek. Dan karena inferioritasnya, Gyongbaek ngimbangi tindakannya, bertindak lebih keras dari yang sebenarnya.
"Apakah kau sudah gila? Kau harus! Berkeliaran sembarangan di dalam tembok istana." Gyongbaek berkontar dan Ishakan ndengus.
"Apa yang salah? Maksudku, tidak ada salahnya. Aku bisa berkeliaran sembarangan sesukaku." dia njawab dengan cerdas. Byun Gyongbaek ndengus tidak senang, berhenti mbalas ketika dia lihat Leah, bersembunyi di belakang Ishakan.
Dia ngangkat alisnya ke arahnya, natapnya dari atas ke bawah, sebelum musatkan perhatian pada kukunya yang terpangkas rapi.
"Di mana kau nemukan wanita itu?" dia ngejek, "Dia sangat... kecil dan kurus. Aku mbayangkan dia tidak akan terlihat begitu narik."
Saat itulah Leah nyadari bahwa dia pasti salah ngira dia sebagai pelacur. Itu legakan. Dengan cepat dia nyembunyikan tangannya di balik jubahnya, berhati-hati agar penyamarannya tidak terbongkar. Gyongbaek tertawa ketika dia nyembunyikan jarinya dari pandangan, dan kembali ke Ishakan.
"Kau pasti nyukai tunanganku." Gyongbaek berkata dengan nada ngejek, "Itukah sebabnya kau milih dia?" dia mandang Leah, "Baiklah, aku mungkin tidak tahu di mana kamu ndapatkannya, tetapi apakah kamu ingin aku mberimu beberapa rekondasi? Aku kenal beberapa orang yang miliki kemiripan yang ncolok dengannya." dia mbual, ngira dia mbantunya tapi Ishakan hanya ndengus geli.
Byun Gyongbaek ngira dia salah satu Raja Kurkan hanya karena dialah yang bertunangan dengan Leah. Bodoh sekali.
"Untuk ngimbangi asal usulmu yang rupakan suku barbar, aku dapat ngizinkanmu rasakan budaya maju yang kami miliki di Kerajaan Kerajaan." Dia dengan bangga nyatakan, "Anggap saja ini bantuan dariku." dia ngedipkan mata, tertawa bangga, dan para kesatria ngikutinya.
Tapi Ishakan tetap bergeming dan tidak bergeming, dan hanya nyeringai singkat pada reka.
"Sepertinya kaulah yang salah ngira Byun Gyongbaek." Ishakan berkata dengan ngejek kekecewaan, dan tawa itu berhenti saat seringai itu sekali lagi terhapus di wajahnya.
"Aku? Salah? Tentang kau yang nggoda pelacur yang mirip putri ?! dia bertanya tidak percaya dan Ishakan ngangkat bahu.
"Akulah yang berperan sebagai pelacur di sini." dia hanya nyatakan.
Reviews
All reviews (0)