Telinganya perih ndengar kata-kata itu. Leah mundur selangkah.
“Saya rasa kamu tidak perlu ngajari saya...”
Tentu saja, dia tahu bagaimana bayi dibuat. Prinsip-prinsip reproduksi seksual diajarkan kepada semua anggota keluarga kerajaan. Yang tidak dia ketahui adalah kapan dia hamil. Kepalanya dipenuhi pertanyaan, dan dia dengan santai ngatakan hal-hal yang malukan. Dan dia juga belum selesai ngejutkannya.
“Kamu sendiri yang bilang kalau kamu ingin hamil,” katanya.
“......?”
Leah baru saja berhasil nenangkan diri dan tiba-tiba jantungnya berdebar kencang lagi. Ishakan maju perlahan saat Leah mundur.
“Kamu bilang kamu ingin punya anak dariku.”
Punggungnya mbentur dinding, dan Ishakan njulang di atasnya, kepalanya tertunduk ke arah punggungnya.
"Jadi aku sudah nuhi semuanya." Lengannya berada di kedua sisi tubuhnya, yang secara efektif njarakannya. "Kau sudah lupa, Leah."
Ia nutup mulutnya, dan natap mata emasnya yang nyala-nyala, mulutnya sendiri terasa kering. Leah nelan ludah. Ia teringat hari ketika reka tidur bersama. Ia tidak pernah ragu saat nyentuhnya. Seolah-olah ia tahu segalanya tentangnya, dan tahu persis di mana harus nyentuhnya.
Kenangan tentang bagaimana jari-jarinya terasa saat nembusnya muncul dengan jelas di benaknya. Dia tidak berhenti bahkan saat dia nggeliat.
“Ishakan...” Ia mulai berbicara dengan hati-hati, tetapi Ishakan hanya natapnya dalam diam. Ada ketegangan di antara reka yang tidak dapat ia pahami, kecanggungan yang tidak dapat ia atasi. Tiba-tiba, mata Ishakan beralih darinya.
Ia sedang lihat ke luar jendela. Leah otomatis noleh ngikuti arah matanya. Di luar, sebuah kereta kuda datang. Kereta itu tidak miliki lambang atau tanda untuk ngidentifikasi pemiliknya. Dengan cepat, sang kusir turun untuk mbuka pintu.
Sambil natap sekelilingnya dengan pandangan nghina, Blain langkah keluar dari kereta, rambut peraknya bersinar anggun di bawah sinar bulan.
***
Aula perjamuan rumah besar Weddleston dipenuhi oleh Tomaris.
Duduk di lantai atau bersandar di dinding, reka tersebar di mana-mana. Puluhan dari reka berkumpul bersama dalam keheningan yang tidak biasa, sampai isak tangis tiba-tiba ledak dari seorang gadis muda Toma.
“Dia telah makan jantung adikku!” teriaknya, air mata ngalir di pipinya. Matanya rah dan rah karena nangis saat dia mukul dadanya. “Lihat bagaimana dia mbalas bantuan kita!”
Tomari yang lain terdiam saat dia berteriak. Tak seorang pun bergerak untuk nghiburnya. Namun, reka juga tidak berusaha mbungkamnya.
Cerdina telah minta bantuan semua Tomari di benua itu. Atas undangannya, reka semua datang ke Estia dengan ilusi bahwa reka akan nciptakan negara reka sendiri, rumah bagi Toma. Karena terbiasa ngembara, sulit bagi reka untuk berkumpul seperti ini.
Namun, reka datang dan mbantunya nyelesaikan mantranya. Dia telah mpersiapkan mantra itu selama bertahun-tahun, dan nyelesaikannya telah mberinya kekuatan yang luar biasa. Tak lama lagi, reka akan nguasai seluruh benua, dan mbuat dunia untuk Toma.
Namun, suku Kurkan datang dan mbantai semua suku Tomari di istana kerajaan, pembantaian ndadak yang tidak dapat dihentikan oleh Cerdina. Cerdina tidak dapat lindungi reka. Alih-alih ratapi kematian, ia lahap hati reka untuk ndapatkan lebih banyak kekuatan.
Toma nganggap Cerdina sebagai saudara perempuannya, tetapi tampaknya dia tidak rasakan hal yang sama terhadap reka. Dia ngaku bahwa reka miliki darah yang sama, tetapi dia mperlakukan reka seperti benda, binatang yang hatinya akan dia lahap jika perlu.
Keluarga Tomaris tidak dapat lagi nghindar dari kenyataan ini.
"Kekuatan itu telah mbuatnya gila," kata seorang wanita tua yang duduk di sudut, dikelilingi oleh keranjang anyaman berisi bunga mawar. Dia lihat semua yang lain. "Tidak masalah jika dia seorang penyihir yang warisi kekuatan pertama. Dia punya batas. Dia bukan dewa."
Pada saat itu, pintu aula perjamuan terbuka. Semua anggota keluarga Tomari noleh untuk lihat Raja Estia muncul, diikuti oleh Pangeran Weddleton.
Tatapan Blain dingin saat dia natap Toma yang berkumpul, dan bisikan terdengar saat dia berjalan ke tengah aula perjamuan.
“Raja palsu...”
“Tapi sekarang dia benar-benar miliki darah bangsawan.”
“Seseorang yang akan nciptakan dunia untuk kita...”
Reviews
All reviews (0)