Font Size
15px

Sebelum Leah dan Ishakan langsungkan upacara pernikahan reka, suku Kurkan telah ndengar tentang tragedi yang terjadi selama pemakaman Raja Estia. Mantra yang dilancarkan Ratu telah nyelimuti seluruh istana kerajaan.

Dia berpura-pura bahwa putranya adalah seorang bangsawan lalui penggunaan mantra. Dia tidak hanya ngubah warna rambutnya, tetapi juga warna darahnya, untuk ngubah yang paling sederhana njadi yang paling agung.

Itu adalah mantra yang telah njadi fokusnya selama setidaknya satu dekade, dan telah selesai saat seorang bangsawan palsu njadi Raja Estia yang sebenarnya. Itu adalah mantra yang berani dan rumit yang tidak akan pernah dipertimbangkan oleh penyihir lain. Namun dengan berhasil lakukan mantra yang hampir mustahil itu, sang Ratu telah njadi begitu kuat, Morga tidak berani nghadapinya secara langsung.

Dan begitulah istri Raja reka, Ratu reka, telah direnggut di depan mata reka.

Ketika reka akhirnya berhasil nahan Ishakan, yang ingin langsung nuju Estia dan mulai penaklukan reka, berita yang lebih ngkhawatirkan pun tiba. Leah tampaknya telah kehilangan semua ingatannya dan jatuh cinta pada Blain. Itu lebih karena sihir Cerdina. Dan Morga harus ngakui ketidakmampuannya sendiri kepada Rajanya.

— Kurasa aku tak bisa matahkan mantranya...

Ketika reka riksa mantra yang ngikat Leah, untungnya reka tidak nemukan mantra yang ngikat hidupnya. Bahkan jika reka mbunuh Ratu, Leah akan tetap hidup. Namun terlepas dari apakah Cerdina hidup atau mati, Morga tidak yakin mantra lainnya dapat dipatahkan. Hanya karena seorang penyihir mati bukan berarti pekerjaan reka ikut mati.

Leah akan tetap ncintai Blain. Bahkan jika dia dibawa kembali ke padang pasir, istri Ishakan akan ncintai orang lain sampai dia ninggal.

— skipun sangat tidak mungkin, ada cara untuk lakukannya. Hanya diposting di Novel Utopia.

Setelah bermalam-malam neliti bersama penyihir Kurkan lainnya, Morga ngusulkan sebuah solusi.

— Leah harus ngingat dan nyadari perasaannya yang sebenarnya.

Layak dicoba karena libatkan Ishakan, yang selalu njadi sosok yang tidak dikenal oleh para penyihir. Ishakan adalah variabel yang dapat rusak efektivitas mantra. Bahkan selama beberapa hari terakhir, hanya bersentuhan dengannya dan bertukar cairan tubuh telah lemahkan mantra pada Leah.

Terlebih lagi, setelah upacara pernikahan reka, jiwa reka saling terkait. reka telah ngakui dan nerima satu sama lain sebagai pasangan. skipun peluang keberhasilannya rendah, itu layak dicoba.

Itu adalah harapan terbaik untuk raih keberhasilan. Semua mantra yang ngikat Leah saling terhubung seperti rantai. Jika dia bisa mulihkan ingatan dan emosinya sendiri, bahkan mungkin untuk nembus pencucian otak.

—Hal -hal yang harus dilakukan dapat rangsang ingatannya.

Rencananya adalah pergi ke Estia dan mbantu Leah ngingat. Dan tepat saat hal ini telah diputuskan, reka nerima pesan dari istana, yang ngundang reka ke sebuah pesta pernikahan.

Sebagai satu kesatuan, orang-orang Kurkan nahan napas. Namun Ishakan tidak marah. Ia tenang saat berbicara.

—Saya tidak akan lihat istri saya nikah dengan orang lain.

Tetapi semua orang tahu ini hanyalah ketenangan sebelum badai.

— Saya akan mbuat keputusan pada hari pernikahan. Sampai saat itu, saya akan berusaha sebaik mungkin untuk ngembalikan ingatannya.

Sekalipun dia tidak bisa ngembalikan ingatan Leah, dia tetap akan mbawanya kembali ke padang pasir.

— Aku yakin dia bisa lakukannya. Dengan bantuanku, dia akan berhasil. Aku percaya padanya.

Kepercayaan Ishakan padanya begitu besar sehingga bahkan Morga, yang tahu lebih baik daripada orang lain betapa sulitnya hal itu, tidak dapat nahan perasaan berharap.

"Aku sudah selesai," kata Morga saat dia nyelesaikan mantranya, berdiri dan lepaskan pakaiannya. Genin dan Haban berdiri di sampingnya saat dia nambahkan, "Ada yang ingin kutanyakan padamu..."

skipun di permukaan semuanya berjalan baik, Ishakan mulai hancur. Hal ini telah ndorong Raja reka hingga batas kemampuannya. Jadi Morga mikirkan cara lain untuk mbantu Leah ndapatkan kembali ingatannya.

"Apakah kau tahu seseorang yang dikenal Leah yang tidak dicuci otaknya?" tanyanya. Seseorang yang tidak terperangkap dalam cengkeraman Ratu tentu dapat mbantu rangsang ingatan Leah.

"Ada seorang wanita yang bekerja di istananya yang pergi sebelum pemakaman," kata Genin njawab pertanyaan itu. Dia ngerutkan kening, ncoba ngingat nama itu.

"Eh... Cinael?" teriak Haban. "Baroness Cinael!"

You are reading Predatory Marriage : Leah & Raja Kurkan Chapter 202: Ide 2 on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.