Font Size
15px

Kantor Raja sangat cocok untuk Ishakan. Segala sesuatunya dibangun sesuai dengan ukurannya dan tampaknya ncerminkan sifatnya, yang terdiri dari warna-warna gelap, tenang dan dingin, dengan titik-titik kecil dekorasi berwarna. Orang normal akan rasa agak tidak nyaman duduk di sana.

Namun hari ini ada sebuah vas kecil di janya, yang tampak tidak serasi di tempat yang terlarang itu. Sesekali, Ishakan akan mandangi bunga peony di dalam vas itu dan tersenyum sendiri.

Bulu putih di tangannya terbuat dari sayap kiri seekor angsa. Bulu biasa terbuat dari bulu angsa, dan bulu angsa dianggap lebih unggul kualitasnya, sedangkan sayap kiri umumnya lebih mahal. Bulu pada sayap kiri angsa miring ke kanan dan lebih mudah digunakan oleh orang yang tidak kidal.

Harganya juga tergantung pada ukurannya, dan kumpulan bulu angsa ini sedikit lebih kecil dari biasanya. Dengan belati kecil, Ishakan dengan cekatan motong ujung bulunya.

"Di mana Lea?" tanyanya.

"Saya mbawanya ke kamarnya," jawab Haban cepat. "Dia terlalu lelah. Dia langsung tertidur."

Dia berdiri di depan Ishakan untuk mbuat laporannya. reka telah nggunakan mantra untuk ncoba ncari tahu jenis mantra apa yang telah diberikan kepada Leah. skipun beban pada tubuhnya yang lemah agak berlebihan, reka tidak punya pilihan lain.

"Morga bilang dia mungkin akan tidur selama tiga atau empat hari."

Suara bilah tajam yang motong ujung bulu pena nuhi kantor.

"Berita itu," kata Haban setelah lama terdiam. "Apakah kau akan mberitahunya saat dia bangun?"

"Mungkin."

Raja Estia telah ninggal. Berita itu datang pagi itu lalui burung pembawa pesan. Ishakan telah mberi tahu Leah bahwa ketegangan pagi itu disebabkan oleh Byun Gyeongbaek, tetapi skipun Leah mungkin tidak dekat dengan Raja Estia, dia tetaplah ayahnya. Ishakan tahu dia harus mberi tahu Leah, dan dia benar-benar bermaksud lakukannya hari ini. Setelah mberinya makan siang yang lezat, dia bermaksud untuk nyampaikan berita itu dengan hati-hati.

Tetapi kemudian Leah minta untuk njadi istrinya, dan Ishakan tidak sanggup untuk ngatakannya.

Dia tampak sangat bahagia saat tersenyum. skipun hanya sehari, dia ingin dia tersenyum. Terlebih lagi, ngetahui betapa tidak stabilnya dia.

Haban mahami pikiran Ishakan dan lanjutkan laporannya.

"reka telah masuk jauh ke padang pasir, tetapi tentu saja reka tidak akan berani nyerang kita. Kemungkinan besar para pengikut mantan Raja akan ncoba nculik Leah, lalu larikan diri nggunakan prajurit sebagai tang," kata Haban ngejek. "Saat reka masuki padang pasir, keberuntungan Byun Gyeongbaek akan berakhir."

Ishakan riksa ujung pena bulunya. Ujungnya terpotong halus, lalu ia ngambil pena bulu berikutnya.

"Saya pikir saya akan mberikan ini kepada Genin," katanya.

Haban nelan ludah.

"Ini sedikit mbuatku khawatir," katanya hati-hati. Haban tahu luka lama Genin. Dia khawatir Genin mungkin akan mbuat kesalahan, keputusan yang emosional. Ini bukan hanya tentang mbasmi pengikut Raja lama. Ini libatkan Leah.

"Aku harus mberinya kesempatan," jawab Ishakan. "Aku telah mbunuh mantan Raja. Aku akan pergi bersamamu."

"Aku akan rencanakannya. Apa yang akan kau lakukan dengan Byun Gyeongbaek?"

Ishakan dengan rapi ngambil bulu-bulu halus yang telah runcing itu.

"Tidaklah beradab jika nunggu hingga malam pernikahan untuk mberikan hadiah kepada istriku."

Haban ngerjap ndengar jawaban yang tak terduga itu, lalu nyadari apa maksudnya. Ishakan tersenyum lembut.

"Aku harus mberinya yang lebih kecil lebih awal."

You are reading Predatory Marriage : Leah & Raja Kurkan Chapter 165: Rencana Byun Gyeongbaek on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

The Lucky Farmgirl cover
Similar genre

The Lucky Farmgirl

Bamboo Rain ·Romance

TheFourthBrotherhadsquanderedhiswealththroughgambling,leavingtheirmotherinacriticalstate.Tomakemattersworse,thecreditorsevenaskedthemtosellManbaoto...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.