Peace Hunter Chapter 407 : Efek Samping

Novel: Peace Hunter Author: Rizdhan Updated:
Font Size
15px

Beberapa saat sebelumnya, di atap gedung tengah akademi, tempat Rid berada.

Tepat setelah nona Leirion pergi dari tempatku berada saat ini, aku lihat ada puluhan objek bercahaya yang sedang terbang di langit yang sebelumnya dilihat oleh nona Leirion.

"Objek bercahaya itu....apakah itu para Malaikat yang sebelumnya dibilang oleh wanita itu ?," pikirku.

Aku baru bisa lihat objek-objek bercahaya itu ketika objek itu sudah berada dekat dengan tempatku berada saat ini. Objek-objek bercahaya itu kini semakin dekat dengan tempatku berada.

Saat objek bercahaya itu baru terlihat olehku, aku tidak bisa lihatnya dengan jelas. Di mataku, objek bercahaya itu hanya terlihat seperti sebuah cahaya yang bersinar terang yang sedang terbang nuju kemari. Namun ketika jarak objek bercahaya itu sudah semakin dekat denganku, aku baru bisa lihat objek itu dengan jelas skipun agak samar-samar.

"Objek-objek bercahaya itu samar-samar terlihat seperti manusia yang miliki sayap. Ternyata benar kalau objek-objek bercahaya itu adalah para Malaikat yang sedang nuju kesini. Ini pertama kalinya aku lihat ras Malaikat secara langsung skipun masih samar-samar," ucapku.

lihat para Malaikat itu yang semakin ndekat ke tempat ini, aku pun bersiap dengan nggunakan pedangku. Aku bersiap untuk nghadapi atau nahan serangan reka apabila reka tiba-tiba nyerang tempat ini.

"Selain pertama kali lihat reka, ini juga pertama kalinya aku berhadapan dengan reka. Aku tidak tahu apakah aku dapat nahan serangan reka apabila reka tiba-tiba nyerang tempat ini, tetapi aku tetap harus ncoba untuk nahan reka," ucapku.

Lalu, disaat aku sedang bersiap untuk berhadapan dengan reka, para Malaikat yang sebelumnya sedang terbang lesat untuk ndekati tempat ini, secara tiba-tiba mulai berhenti. Para Malaikat itu saat ini hanya berdiam saja sambil layang di atas langit yang berada jauh dari daratan. Aku pun bingung ketika lihat reka yang sebelumnya masih terbang lesat tiba-tiba langsung berhenti dan hanya terdiam saja di atas langit.

"Kenapa reka tiba-tiba berhenti ?," pikirku.

Aku terus lihat dan mperhatikan para Malaikat yang hanya berdiam saja di atas langit itu. Setelah aku perhatikan dengan lebih teliti, di depan para Malaikat itu, ada sebuah cahaya yang bersinar lebih terang daripada para Malaikat itu.

"Cahaya itu, sepertinya para Malaikat itu berhenti karena di depan reka ada cahaya yang bersinar itu. Tetapi cahaya apa itu ?," pikirku.

Aku lalu lihat dan mperhatikan ke arah cahaya yang bersinar lebih terang itu. Ketika aku lihat ke arah cahaya itu, samar-samar aku lihat seorang wanita yang miliki 2 pasang sayap.

"Sepertinya cahaya yang bersinar itu juga rupakan Malaikat. Apa dia rupakan pemimpin dari para Malaikat itu ?," pikirku.

Setelah mikirkan itu, aku terus lihat ke arah para Malaikat yang masih terdiam itu. Sekitar 5 nit kemudian, para Malaikat itu tiba-tiba kembali bergerak. Tetapi reka bergerak bukan untuk ndekat ke tempatku berada, lainkan reka bergerak untuk pergi njauh dari tempatku berada. Para Malaikat itu sedang terbang nuju ke arah yang sebelumnya reka lalui untuk sampai ke tempat ini. Aku pun kembali bingung ketika lihat para Malaikat yang sedang terbang njauh itu.

"Kenapa reka malah terbang njauh ? Apa reka mutuskan untuk tidak jadi nghancurkan tempat ini setelah rasakan sihir kegelapan tingkat tinggi yang dilancarkan oleh tuan Duke Remy dan milih untuk kembali ke tempat asal reka ? Tetapi, apa alasan reka milih untuk pergi kembali ke tempat asal reka ?," pikirku.

Setelah lihat para Malaikat yang terbang njauh itu, aku kembali lihat ke langit tempat para Malaikat itu terdiam sebelumnya. Di langit itu masih ada satu Malaikat yang bersinar lebih terang daripada para Malaikat yang pergi njauh itu.

"Malaikat itu masih ada disana ? Kenapa dia tidak pergi bersama dengan para Malaikat itu ?," pikirku.

Aku terus lihat ke arah Malaikat itu. Entah kenapa ketika aku sedang lihat ke arah Malaikat itu, aku rasa kalau Malaikat itu juga sedang lihat ke arahku. Tetapi aku tidak bisa mastikannya karena jarak aku dengan malaikat itu cukup jauh. Aku saja hanya bisa lihat sosok Malaikat itu dengan samar-samar. Lalu beberapa saat kemudian, Malaikat itu tiba-tiba langsung pergi njauh ke arah para Malaikat yang sebelumnya sudah pergi lebih dulu.

"Malaikat itu juga ikut pergi nyusul para Malaikat yang telah pergi lebih dulu. Sepertinya reka hanya mantau saja dan tidak berniat untuk nghancurkan tempat ini atau bahkan seluruh ibukota kerajaan ini. Itu berarti setidaknya situasi saat ini telah aman,"

"Karena para Malaikat itu telah pergi, lebih baik aku kembali ke bawah. Tetapi sebelum itu, aku harus nyimpan pedang ini terlebih dahulu," ucapku.

Setelah itu, aku naruh kembali pedang berwarna putih dan bercahaya yang sedang aku pegang ke ~storage~. Kemudian, aku langsung pergi kembali ke arena turnan akademi dengan lewati langit-langit yang sebelumnya dihancurkan oleh nona Leirion. Setelah aku sudah sampai di arena turnan akademi, aku lalu nghampiri Duke Remy yang sudah tergeletak dengan kondisi yang sangat ngenaskan. Kemudian, aku lalu lihat ke arah Duke Remy yang tergeletak itu.

"skipun aku tidak berhasil mbunuh tuan Duke Remy dengan tanganku sendiri, tetapi yang terpenting beliau sudah tewas. Dengan ini, penyerangan yang dilakukan oleh tuan Duke Remy pun telah berakhir," ucapku.

Setelah ngatakan itu, aku masih mikirkan tentang nona Leirion yang tiba-tiba datang ke tempat ini.

"Wanita itu sepertinya mang tidak berniat untuk mbunuhku. Saat serangan yang dia lancarkan pertama kali kepadaku, dia seharusnya bisa langsung nusuk jantungku yang berada di dada kiriku, tetapi dia malah milih untuk nusuk dada bagian tengahku. Setelah itu, wanita itu pun hanya nyerangku dengan santai dan tidak serius seperti nandakan kalau wanita itu mang tidak berniat untuk mbunuhku. Apa karena wanita itu ngenal orang tuaku maka dari itu wanita itu tidak mau mbunuhku ? Wanita itu bahkan juga mberikan saran kepadaku. Ini benar-benar mbuatku bingung," pikirku.

Aku mikirkan itu selama beberapa detik, setelah itu aku pun berhenti untuk mikirkan itu.

"Yah sudahlah, daripada terus mikirkan itu, lebih baik aku keluar dari gedung ini untuk nemui Yang Mulia Ratu dan nona Karina untuk mberitahu kalau tuan Duke Remy sudah dikalahkan," ucapku.

Setelah ngatakan itu, aku pun langsung berjalan ninggalkan Duke Remy yang masih tergeletak untuk nuju tangga yang ngarah ke lantai bawah. Tetapi baru sebentar aku berjalan, tiba-tiba tubuhku terasa lelah.

"Ada apa ini ? Kenapa tubuhku tiba-tiba terasa lelah ?," tanyaku.

Setelah itu, aku yang sebelumnya mutuskan untuk berjalan ke tangga, beralih ke dinding yang ada di sebelah tangga itu. Setelah sampai di dinding itu, aku langsung duduk bersandar di dinding itu.

"Rasa lelah ini, apa karena aku terlalu lama dalam nggunakan sihir cahaya ? Aku juga nggunakan beberapa sihir cahaya yang belum sempat aku kuasai karena sebelumnya aku hanya berlatih dengan nggunakan sihir-sihir ini sebentar saja. Sepertinya ini efek samping dari itu,"

"Sesuai dugaanku sebelumnya kalau sihir ini miliki efek samping apabila nggunakan kekuatannya secara berlebihan karena sebelumnya aku tidak pernah berlatih dengan nggunakan kekuatan sihir ini dengan berlebihan. Padahal aku tidak pernah rasa lelah apabila nggunakan sihir lain dalam jumlah banyak, tetapi hanya dengan nggunakan sihir ini secara berlebihan dalam waktu yang cukup lama sudah mbuatku lelah. skipun efek sampingnya hanya mbuat lelah saja, tetap saja efek samping ini dapat mbuatku dirugikan,"

"Sepertinya aku harus ngikuti saran wanita itu untuk terus berlatih nggunakan sihir cahaya agar aku lebih terbiasa lagi dalam nggunakan sihir cahaya. Selain sihir cahaya, aku juga harus terus berlatih dalam nggunakan sihir kegelapan. mang selama di akademi ini, aku tidak pernah berlatih nggunakan kedua sihir itu sama sekali. Aku harus ningkatkan kemampuanku pada kedua sihir ini karena seperti yang wanita itu bilang, akan ada beberapa orang yang sangat kuat yang mungkin akan nghalangiku dalam nggapai impianku. Untuk lawan reka, aku harus nggunakan kedua sihir ini,"

"Untuk sekarang, lebih baik aku kembali beristirahat saja," ucapku.

Setelah itu, aku terus bersandar di dinding yang berada di samping tangga selama beberapa nit.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 407 : Efek Samping on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Dragon God Supreme cover
Similar genre

Dragon God Supreme

Seven Luan ·Action

Theordinaryyouthlackedtheexceptionaltalentsofhispeers,yethepossessedashockingheritage,bearingamysteriousbloodlineandharboringthespiritoftheEvilDrag...

On the Path to the Great Dao cover
Trending now

On the Path to the Great Dao

Pig Nerd ·Action

【Fromtheauthorof''!】Mygrandfatherisverypeculiar.Everyday,helightsincenseforhimselfandeatscandlesinfrontofhisownancestraltablet.Thevillagersareallte...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.