Setelah ndengar perkataan nona Leirion, aku pun langsung terkejut.
"Great Holy War’ yang terjadi lebih dari 100 tahun yang lalu ?! Maksud anda perang besar antara ras Malaikat dengan ras Iblis yang libatkan seluruh kerajaan, negara ataupun ras yang ada di seluruh dunia ini ?!," tanyaku.
"Iya," ucap nona Leirion.
"Tetapi kenapa Raja Iblis ingin ndeklarasikan perang lagi ? Perang besar ratusan tahun yang lalu telah berakhir setelah ras Malaikat dan ras Iblis sepakat untuk lakukan gencatan senjata. Dari hasil gencatan senjata itulah dunia saat ini terbagi njadi 2, yaitu Benua Utara yang dikuasai oleh ras Malaikat dan Benua Selatan yang dikuasai oleh ras Iblis. Kenapa Raja Iblis ingin ndeklarasikan perang kembali setelah dirinya sepakat untuk lakukan gencatan senjata dengan ras Malaikat ?," tanyaku.
"Gencatan senjata yang dilakukan saat perang besar itu rupakan sebuah pilihan yang terpaksa diambil oleh Yang Mulia Raja Iblis. Ras Iblis sudah kehilangan banyak kekuatan tempur dan juga sumber daya selama perang itu. Maka dari itu, Yang Mulia Raja Iblis terpaksa lakukan gencatan senjata dengan ras Malaikat. Ras Malaikat juga sepertinya berada dalam situasi yang sama dengan ras Iblis, maka dari itu reka pun nyetujui ajakan gencatan senjata itu,"
"Jika ras Iblis tidak kehilangan banyak kekuatan tempur dan sumber daya di perang itu, aku yakin Yang Mulia Raja Iblis tidak akan ngajukan gencatan senjata itu. Gencatan senjata yang terjadi sampai saat ini bukan untuk nghentikan perang untuk selamanya, lainkan hanya untuk sentara saja. Perang besar itu pasti akan terjadi lagi dan Yang Mulia Raja Iblis berniat untuk ndeklarasikan perang besar itu setelah beliau ngumpulkan lebih banyak kekuatan tempur dan juga sumber daya untuk mulai perang itu. Selama kekuatan tempur dan sumber daya yang beliau butuhkan belum terpenuhi, beliau tidak akan mulai untuk ndeklarasikan perang itu," ucap nona Leirion.
"Hmmm begitu ya," ucapku.
Setelah itu, aku pun terdiam sejenak sambil mikirkan perkataan nona Leirion. Tidak lama kemudian, setelah mikirkan perkataan nona Leirion, aku pun langsung ngatakan sesuatu kepada nona Leirion.
"Barusan anda bilang kalau selama kekuatan tempur dan sumber daya yang Raja Iblis butuhkan belum terpenuhi, Raja Iblis tidak akan mulai untuk ndeklarasikan perang itu kan ?," tanyaku.
"Iya, itu benar," ucap nona Leirion.
"Lalu, anda sebagai salah satu komandan pasukan iblis datang ke kerajaan ini bertujuan untuk rebut kerajaan ini secara diam-diam. Setelah kerajaan ini berhasil direbut, kerajaan ini pun akan njadi tambahan kekuatan tempur dan sumber daya yang Raja Iblis butuhkan," ucapku.
"Itu benar," ucap nona Leirion.
"Kalau begitu....," ucapku.
~Light Magic : Movent of Light~
Setelah itu, aku lesat dengan cepat ke arah nona Leirion.
"....Aku akan ngalahkan anda sehingga anda tidak akan bisa rebut kerajaan ini lagi. Dengan anda yang tidak bisa rebut kerajaan ini, Raja Iblis pun tidak akan ndapatkan tambahan kekuatan tempur dan sumber daya dari kerajaan ini. Dengan begitu, dia tidak akan bisa mulai untuk ndeklarasikan perang besar itu lagi," lanjutku.
Kemudian, aku pun kini sudah berada di hadapan nona Leirion. Lalu, aku pun langsung ngayunkan pedangku dengan cepat ke arah nona Leirion. Tetapi sebelum pedangku ngenainya, nona Leirion berhasil nghindari ayunan pedangku dengan mudahnya. Setelah nghindari serangan pedangku, nona Leirion pun langsung nendangku dengan cepat tepat di perutku. Tendangan yang dia lancarkan sangat kuat sehingga mbuatku terhempas hingga nghantam beberapa kursi dan dinding yang ada di belakangku.
*BUMMMMM
Beberapa kursi dan dinding itu pun langsung hancur setelah terkena hantaman tubuhku. Sentara itu, setelah nendangku, nona Leirion terdengar mulai ngatakan sesuatu kepadaku.
"Aku sudah bilang sebelumnya kalau kamu saat ini belum cukup kuat untuk ngalahkanku. Bahkan kamu juga belum cukup kuat untuk bisa lukaiku," ucap nona Leirion.
Setelah ndengar perkataan nona Leirion itu, aku yang baru saja terhempas nghantam dinding langsung kembali bangkit dan lesat kembali ke arah nona Leirion. Setelah sudah berada di hadapannya, aku kembali nyerangnya dengan cepat nggunakan pedangku. Namun lagi-lagi nona Leirion dapat nghindari seranganku dengan mudah. Setelah nghindari seranganku, nona Leirion kembali nyerangku dengan cepat dengan nggunakan tendangannya itu. Aku pun kembali terhempas nghantam kursi-kursi dan juga dinding yang ada di arena turnan ini. Setelah kembali berhasil nghempaskanku, nona Leirion kembali ngatakan sesuatu.
"Tidak peduli berapa kali kamu ncoba, kamu yang sekarang tidak akan bisa lukaiku," ucap nona Leirion.
Sentara itu, setelah dihempaskan oleh nona Leirion, aku pun langsung nyembuhkan luka-luka yang aku dapat setelah nghantam kursi-kursi dan juga dinding.
~Full Healing~
Luka-luka itu pun langsung hilang setelah berhasil aku sembuhkan dengan nggunakan sihirku. Setelah itu, aku pun lihat ke arah nona Leirion yang sedang berdiri sambil lihat ke arahku.
"Wanita itu selalu berhasil nghindari seranganku dengan mudah. Selain itu, wanita itu juga berhasil nyerangku dengan mudah tanpa bisa aku hindari. Wanita itu bahkan tidak terlihat serius ketika nghindari seranganku ataupun ketika sedang nyerangku. Jika perkataan wanita itu benar kalau dia rupakan salah satu komandan pasukan Iblis, apa itu berarti komandan pasukan iblis mang sekuat ini ? Dia bilang kalau komandan pasukan iblis itu ada 8 orang, itu berarti masih ada 7 orang lagi yang sekuat dirinya. Ternyata dunia ini benar-benar luas. Masih ada banyak orang yang sangat kuat di dunia ini," pikirku.
Saat aku sedang mikirkan itu, nona Leirion yang sebelumnya sedang berdiri tiba-tiba mulai berjalan secara perlahan ke arahku. Aku yang lihatnya mulai berjalan ke arahku pun mulai berdiri kembali setelah sebelumnya berhasil dihempaskan olehnya. Setelah aku sudah berdiri, aku kembali bersiap untuk nyerangnya. Nona Leirion yang sedang berjalan ke arahku pun mulai ngatakan sesuatu lagi setelah dia lihat aku yang bersiap kembali untuk nyerangnya.
"Sepertinya kamu tidak ada niat untuk nyerah ya, padahal aku sudah bilang kalau kamu saat ini belum cukup kuat untuk bisa lukaiku, apalagi ngalahkanku,"
"Selain itu, skipun kamu berhasil ngalahkanku dah ncegahku untuk rebut kerajaan ini, kemungkinan akan ada komandan iblis yang lain yang akan datang untuk rebut kerajaan ini. Tidak hanya itu saja, Yang Mulia Raja Iblis bukanlah satu-satunya yang ingin ndeklarasikan perang kembali. Aku ndapatkan informasi kalau ada suatu organisasi yang ingin ndeklarasikan perang dengan ras Malaikat juga. Tidak hanya reka, aku yakin ras Malaikat juga sedang rencanakan untuk ndeklarasikan perang kembali dengan ras Iblis. Intinya, skipun kamu ingin nghentikanku untuk rebut kerajaan ini yang mbuat deklarasi perang yang akan dilakukan oleh Yang Mulia Raja Iblis tertunda, masih ada banyak pihak yang ingin ndeklarasikan perang kembali. Entah perang besar ataupun perang kecil, perang pasti akan terjadi lagi di dunia ini," ucap nona Leirion.
"Kalau begitu, aku hanya perlu untuk nghentikan atau ngalahkan orang-orang atau pihak-pihak yang ingin ndeklarasikan atau mulai perang kembali di dunia ini. Baik anda, komandan pasukan iblis lainnya, suatu organisasi besar, ras Malaikat ataupun Raja Iblis sekalipun, aku akan nghentikan atau ngalahkan reka agar reka tidak mulai perang lagi. Aku tidak akan mbiarkan perang terjadi lagi di dunia ini karena impianku adalah untuk mbuat dunia ini njadi damai!," ucapku.
Setelah ndengar perkataanku, nona Leirion terlihat sangat terkejut. Dia pun langsung nghentikan langkahnya yang sebelumnya sedang berjalan untuk ndekatiku.
"mbuat dunia ini njadi damai ?!," tanya nona Leirion yang terkejut.
"Dari awal, aku mang ingin mbuat dunia ini njadi damai sekaligus nyatukan dunia ini. Saat ini dunia terbagi njadi 2 yang terdiri dari Benua Utara yang dikuasai oleh ras Malaikat dan Benua Selatan yang dikuasai oleh ras Iblis. Aku berniat untuk nyatukan dunia ini dan mbuat dunia ini tidak dikuasai oleh siapa-siapa. Tetapi sebelum wujudkan impian yang besar itu, aku harus mulai dari bawah dulu yaitu dengan ngubah kerajaan ini terlebih dahulu. Sebelumnya kerajaan ini masih nggunakan sistem perbudakan. Selain itu, antara rakyat biasa dan beberapa bangsawan juga sering kali terjadi persilisihan. Tetapi kali ini, kerajaan ini sedikit demi sedikit mulai berubah dengan dilarangnya sistem perbudakan dan nurunnya perselisihan yang terjadi antara rakyat biasa dan beberapa bangsawan. Bisa dibilang, aku sudah hampir rubah kerajaan ini,"
"Lalu setelah berhasil rubah kerajaan ini, aku akan mulai untuk rubah atau mbantu kerajaan lain di sekitar kerajaan ini. Kemudian kerajaan yang jauh dari kerajaan ini sampai akhirnya aku berhasil rubah dan mbantu semua kerajaan atau negara yang berada di benua ini. Jika semua kerajaan yang telah aku ubah dan bantu milih untuk mihakku, rubah dunia ini bukanlah hal yang mustahil lagi. skipun setelah itu, aku harus berhadapan dengan kedua ras terkuat saat ini yaitu ras Malaikat dan ras Iblis karena reka rupakan hambatan terbesar untukku agar aku bisa rubah dunia ini,"
"Kemudian, setelah ndengar perkataan anda tentang adanya orang-orang atau pihak-pihak yang ingin mulai perang lagi di dunia ini, aku njadi semakin ingin mbuat dunia ini njadi damai. Aku tidak akan mbiarkan ada orang-orang atau pihak-pihak yang ingin mulai perang lagi di dunia ini," ucapku.
Nona Leirion terlihat masih terdiam sambil terkejut setelah ndengar perkataanku. Lalu tidak lama kemudian, nona Leirion kembali ngatakan sesuatu kepadaku.
"Kenapa kamu ingin mbuat dunia ini njadi damai ? Apakah ada sesuatu atau seseorang yang njadi alasanmu ingin mbuat dunia ini njadi damai ?," tanya nona Leirion.
"Alasannya ya.....ndiang kakekku dulu berpesan kepadaku agar aku bisa rubah dunia ini suatu saat nanti. Selain itu, di dalam pikiranku, entah kenapa aku seperti ndengar ada suara seseorang yang berpesan agar aku bisa rubah dunia ini. Aku tidak tahu suara siapa itu, yang pasti suara itu bukanlah suara ndiang kakekku ataupun suara dari orang yang aku kenal selama ini. skipun suara yang kudengar di pikiranku itu terdengar samar-samar, tetapi aku tahu kalau suara itu bukanlah suara dari orang yang aku kenal selama ini. Suara di pikiranku itu mbuatku terdorong untuk bisa rubah dunia ini,"
"Tetapi tanpa alasan itu pun aku mungkin juga akan rubah dunia ini njadi damai karena aku nyukai hidup di dunia yang tenang dan damai. Tidak hanya aku saja, kebanyakan orang dari ras manapun juga pastinya nyukai hidup di dunia yang tenang dan damai," ucapku.
Nona Leirion kembali terdiam setelah ndengar perkataanku. Wajah terkejutnya itu masih terlihat hingga saat ini. Tidak lama kemudian, nona Leirion kembali ngatakan sesuatu kepadaku.
"Tetapi, rubah dunia ini njadi damai bukanlah sebuah hal yang mudah. Itu adalah hal yang sangat sulit, bahkan mungkin mustahil. Apa kamu yakin kalau kamu ingin lakukan itu ?," tanya nona Leirion.
"Iya. Seperti perkataan anda, rubah dunia ini njadi damai mang rupakan hal yang sangat sulit, atau bahkan hampir mustahil, tetapi aku tetap akan lakukannya. Lagipula, tidak ada yang tahu hasilnya sebelum aku ncobanya," ucapku.
Setelah ndengar perkataanku itu, nona Leirion kembali terdiam. Wajahnya tampak terlihat semakin terkejut daripada yang sebelumnya. Aku hanya diam saja sambil lihat ke arah nona Leirion yang sedang terdiam sambil terkejut setelah ndengar perkataanku. Tidak lama kemudian, ekspresi nona Leirion yang terlihat sedang terkejut tiba-tiba langsung berubah. Nona Leirion tiba-tiba langsung tersenyum sambil lihat ke arahku. Senyumannya itu terlihat seperti senyuman yang tulus, bukan senyuman yang jahat. Aku sedikit terkejut begitu lihat nona Leirion yang tiba-tiba tersenyum sambil lihat ke arahku. Tidak lama setelah nona Leirion tiba-tiba tersenyum, nona Leirion kembali ngatakan sesuatu.
"Begitu ya," ucap nona Leirion dengan singkat.
Sepertinya perkataannya yang singkat itu rupakan tanggapan dari perkataanku sebelumnya. Saat nona Leirion nanggapi perkataanku dengan singkat itu, dia terlihat masih tersenyum. Hal itu mbuatku semakin bingung.
Lalu, tidak lama kemudian, nona Leirion tiba-tiba berhenti tersenyum. Kemudian, dia tiba-tiba noleh ke kanannya dan lihat ke langit-langit yang ada di kanannya itu. Nona Leirion terus lihat ke arah langit-langit itu. Aku yang lihat nona Leirion yang sedang lihat ke arah langit-langit itu pun rasa bingung.
"Apa yang sedang dilakukan wanita itu ?," pikirku.
Setelah itu, nona Leirion kembali ngatakan sesuatu.
"Padahal sebelumnya aku hanya ngatakan adanya kemungkinan kalau ’reka’ akan datang. Tetapi siapa sangka kalau ’reka’ akan benar-benar datang," ucap nona Leirion.
Aku pun rasa bingung dengan apa yang dikatakan oleh none Leirion. Aku lalu mutuskan untuk bertanya kepadanya.
"’reka’ akan datang ? Siapa yang anda maksud ?," tanyaku.
"Sebelumnya aku sudah ngatakan hal ini dengan Remy, seharusnya kamu ndengarnya juga. ’reka’ yang datang ini rupakan alasan aku nghentikan sihir tingkat tinggi yang dilancarkan oleh Remy," ucap nona Leirion.
Setelah nona Leirion ngatakan itu, aku pun langsung terkejut. Itu karena aku ngingat tentang percakapan nona Leirion dengan Duke Remy ketika reka mbahas tentang masalah sihir tingkat tinggi yang dilancarkan oleh Duke Remy.
"Jangan bilang kalau ’reka’ yang datang itu adalah-," ucapku.
Tetapi sebelum aku nyelesaikan perkataanku, nona Leirion tiba-tiba motong perkataanku.
"Iya. Para Malaikat," ucap nona Leirion.
-
Sentara itu, di suatu gua yang ada di pegunungan Orokho.
Terlihat seorang wanita yang miliki sepasang tanduk di kepalanya dan juga miliki ekor sedang tertidur di sebuah kursi yang terlihat seperti sebuah singgasana. Wanita itu rupakan wanita yang dilawan oleh Duchess Arlet 11 tahun yang lalu. Lalu ketika wanita itu sedang tertidur, wanita itu tiba-tiba langsung mbuka matanya dan terbangun. Wanita itu kemudian lihat ke atas, tepatnya ke langit-langit gua tempat dia berada.
"Hawa keberadaan ini...," ucap wanita itu.
Wanita itu kemudian langsung berdiri dari singgasananya dan bergegas keluar dari gua tempatnya berada saat ini. Tidak lama kemudian, wanita itu pun telah keluar dari gua tempatnya berada sebelumnya. Setelah itu, wanita itu langsung lihat ke arah langit. Di langit yang dilihat oleh wanita itu, terlihat ada puluhan objek yang bercahaya terang yang sedang terbang lesat nuju suatu tempat. Wanita itu terlihat terus lihat ke arah puluhan objek bercahaya yang sedang terbang lesat itu.
"Tumben sekali ’reka’ lakukan pergerakan seperti ini. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi yang mbuat ’reka’ bergerak. Lalu arah yang dituju oleh ’reka’ itu adalah kerajaan itu," ucap wanita itu.
Setelah wanita itu lihat ke arah puluhan objek bercahaya yang sedang terbang lesat di langit itu, wanita itu lalu lihat ke arah kota yang berjarak cukup jauh dengan pegunungan Orokho tempatnya berada saat ini. skipun kota itu berjarak cukup jauh, kota itu dapat terlihat dari pegunungan Orokho. Kota yang dilihat oleh wanita itu rupakan kota San Lucia. Itu berarti kerajaan yang dimaksud oleh wanita itu rupakan kerajaan San Fulgen.
"Sepertinya ada sesuatu yang narik yang terjadi di kerajaan itu," ucap wanita itu sambil lihat ke arah kota San Lucia.
Sentara itu, puluhan objek bercahaya yang terbang di langit itu pun kini sudah lintas di langit kota San Lucia. ski begitu, puluhan objek bercahaya itu tidak berhenti dan terus terbang lesat. Puluhan objek bercahaya itu kini sedang terbang lesat nuju ibukota San Estella.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)