Font Size
15px

Lengan kanan Raja Albert pun layang setelah terpisah dari tubuhnya. Raja Albert lihat ke lengan kanannya itu yang sedang layang tanpa respon apa-apa. lihat Raja Albert yang sedang fokus lihat lengan kanannya itu, aku berniat untuk lancarkan serangan lagi ke arah Raja Albert. Serangan yang akan ku lancarkan ini rupakan serangan terakhir yang akan dapat langsung ngalahkan dan mbunuh Raja Albert.

~Secret Sword Art - Dragon Slayer Technique : Dragon Beheading Slash~

Aku dengan cepat langsung ngayunkan pedangku ke leher Raja Albert. Tetapi sebelum pedangku ngenai leher Raja Albert, tiba-tiba ada sebuah angin tornado yang muncul di tengah-tengah antara aku dan Raja Albert. Aku yang lihat munculnya angin tornado itu langsung mbatalkan seranganku dan lesat mundur untuk nghindari angin tornado itu. Setelah aku sudah mundur untuk nghindari angin tornado itu, angin tornado itu pun mulai mbesar.

"Angin tornado itu, sepertinya senior Florian sudah bangkit kembali," pikirku.

Aku lalu noleh ke arah dinding pohon tempat senior Florian bersandar. Benar saja, senior Florian terlihat sudah berdiri kembali dengan kondisi lengan kiri yang sudah terpotong dan terdapat luka tusukan di bawah dadanya itu. Darah terlihat masih ngucur deras dari lengan kiri yang telah terpotong itu dan juga dari luka ditusukan di bawah dadanya.

"ski darah sudah ngucur deras dari kedua bagian tubuhnya itu, dia masih bisa bergerak. Yah itu wajar karena dia adalah iblis yang sedang dikendalikan oleh seseorang, dia pastinya tidak rasakan sakit sedikitpun dari kedua lukanya itu. Sepertinya aku harus motong badannya atau kepalanya agar dia, tidak, maksudnya agar reka tidak bergerak kembali," pikirku sambil lihat ke arah komandan Marshall yang juga sudah berdiri kembali.

Kondisi tubuh komandan Marshall saat ini sangat ngkhawatirkan karena sebagian besar tubuhnya sudah terbakar akibat serangan yang aku lancarkan kepadanya sebelumnya. ski begitu, dia masih bisa berdiri dengan luka bakar parah pada tubuhnya itu.

Setelah itu, tiba-tiba angin tornado yang sudah mbesar itu lalu mulai bergerak ke arahku. lihat itu, aku langsung bersiap untuk nebas angin tornado itu. Namun, saat aku sedang bersiap untuk nebas angin tornado itu, muncul angin tornado lainnya di sekitarku. Terlihat ada 3 angin tornado yang baru muncul di sekitarku. Ketiga angin tornado itu pun secara perlahan mulai mbesar hingga ukuran reka sama dengan angin tornado yang sudah muncul terlebih dahulu. Setelah itu, ketiga angin tornado itu pun juga langsung bergerak ke arahku ngikuti angin tornado sebelumnya. Jadi kini ada empat angin tornado yang sedang bergerak ke arahku dari arah yang berbeda-beda seolah reka sedang ngepungku. Tetapi aku tidak gelisah ketika lihat keempat angin tornado itu sedang ndekat ke arah ku dari arah yang berbeda. Aku bersiap untuk nebas keempat angin tornado itu sekaligus. Aku nunggu terlebih dahulu sampai keempat angin tornado itu berada dalam jarak yang dekat denganku. Lalu beberapa detik kemudian, disaat keempat angin tornado itu sudah berada dalam jarak yang dekat denganku, aku langsung lancarkan sebuah serangan.

~Secret Sword Art : Wind Slayer - Full Moon Slash~

Aku lakukan serangan dengan mbentuk pola lingkaran penuh. Serangan yang aku lancarkan itu pun berhasil nebas keempat angin tornado itu sekaligus dan mbuat angin tornado itu langsung nghilang secara perlahan setelah terkena tebasan itu.

Setelah nebas keempat angin tornado itu, aku lihat komandan Marshall sedang nancapkan pedang besarnya di tanah. Pedang besarnya itu terlihat sedang diselimuti oleh sihir listrik. Tetapi listrik yang nyelimuti pedangnya itu terlihat berbeda dengan sihir listrik biasanya karena listrik itu terlihat berwarna hitam.

"Perpaduan sihir listrik dan sihir kegelapan ya. Jika dia nancapkan pedangnya yang sudah diselimuti sihir listrik itu ke tanah, maka tujuannya sudah jelas," pikirku.

Setelah itu, sihir listrik yang nyelimuti pedang besar milik komandan Marshall mulai rambat di tanah. Sihir itu rambat dengan cepat di tanah dan sihir listrik itu pun sudah hampir rambat ke tanah tempatku berpijak. Tetapi aku sudah tahu tujuan komandan Marshall nancapkan pedang yang diselimuti listrik itu di tanah. Aku pun dengan cepat langsung lompat dan layang di udara agar sihir listrik itu tidak ngenaiku. Ketika aku sedang layang di udara, aku lihat sihir listrik yang berasal dari pedang yang ditancap oleh komandan Marshall sudah rambat ke seluruh tanah di tempat itu.

"ndarat di tanah saat ini akan sangat berbahaya jika seluruh tanah masih dialiri oleh sihir listrik itu. Untuk sentara, lebih baik aku layang di udara saja sampai sihir listrik itu hilang. Sihir listrik itu pastinya tidak akan hilang dengan sendirinya, aku harus ncabut pedang milik komandan Marshall yang sedang nancap di tanah atau aku harus mbunuh komandan Marshall agar sihir listrik itu hilang skipun pedang itu masih nancap di tanah. Tentu saja aku akan ngambil pilihan kedua karena aku mang harus mbunuh dia. Tidak hanya dia, aku juga harus mbunuh Raja Albert dan senior Florian agar reka berhenti lakukan penyerangan ini. Aku tidak boleh mbuang-buang waktu, aku harus segera akhiri ini," pikirku.

Setelah itu, aku langsung lesat ke arah komandan Marshall yang sedang fokus untuk terus ngalirkan sihir listriknya ke pedangnya yang sedang tertancap di tanah.

"Komandan Marshall saat ini sedang fokus ngalirkan sihirnya ke pedang miliknya yang tertancap di tanah. Itu mbuat pertahanannya sangat lemah saat ini. Karena itu, aku akan mbunuh dia terlebih dahulu," pikirku.

Aku lesat sambil bersiap untuk lancarkan serangan ke arah komandan Marshall. Namun ketika aku sedang lesat ke arah komandan Marshall, datang Raja Albert dan senior Florian ke arahku. reka lesat dengan cepat ke arahku sambil gang pedang milik reka. Raja Albert gang pedang yang sudah diselimuti oleh api berwarna hitam dengan nggunakan tangan kirinya. Sentara senior Florian gang pedang yang sudah diselimuti oleh sihir angin dengan nggunakan tangan kanannya. reka berdua kemudian ngayunkan pedang reka ke arahku. Aku pun dengan cepat langsung nahan serangan pedang reka dengan nggunakan pedang milikku. Pedang kami bertiga pun saling beradu. Kami bertiga lalu saling beradu kekuatan dengan pedang kami untuk saling nghempaskan. Saat ini, posisiku sedang terdesak karena aku harus nahan dan beradu kekuatan dengan Raja Albert dan senior Florian. Aku secara perlahan mulai terdorong dari adu kekuatan ini. Aku kemudian ncoba untuk ningkatkan kekuatanku agar bisa nang atau setidaknya imbang dalam adu kekuatan dengan reka berdua. Agar aku bisa fokus ningkatkan kekuatanku, aku secara perlahan mulai jamkan mataku. Saat aku jamkan mataku, aku rasa kalau kekuatanku lebih kuat dari sebelumnya dan aku juga rasa kalau aku bisa nang dalam adu kekuatan ini. Dan benar saja, setelah itu aku mulai ndorong balik Raja Albert dan senior Florian dalam adu kekuatan ini. Saat ini, reka berdua lah yang sedang dalam posisi terdesak dalam adu kekuatan ini. Setelah itu, aku yang rasa kalau kekuatanku sudah ningkat, langsung mbuka kedua mataku. Aku kemudian langsung nghempaskan Raja Albert dan senior Florian dalam adu kekuatan itu.

"Kalian berdua nghalangi saja. Sekarang nyingkirlah," ucapku.

Raja Albert dan senior Florian pun langsung terhempas dan nghantam dinding pohon yang ada di belakang reka. Setelah itu, aku kembali lesat ke arah komandan Marshall yang saat ini aku lihat sudah ncabut pedang besarnya dari tanah dan bersiap untuk nyerangku. Komandan Marshall kemudian lancarkan beberapa tebasan listrik ke arahku yang sedang lesat ke arahnya. Aku yang lihat hal itu pun juga bersiap untuk lancarkan serangan. ski beberapa tebasan listrik itu sedang ngarah kepadaku, aku tidak mperdulikannya dan tetap lesat ke arah komandan Marshall. Aku kemudian lesat dan nembus beberapa tebasan listrik itu untuk ndekati komandan Marshall. Setelah berhasil nembus beberapa tebasan listrik itu dan ndekati komandan Marshall, aku pun langsung nyerangnya dengan ayunan pedang yang sangat cepat.

~Secret Sword Art : Dragon Slayer Technique - Electric Dragon Slayer Slash~

Aku kemudian nyerang komandan Marshall tepat di lehernya. Kepala dari komandan Marshall pun langsung terputus setelah aku nyerang lehernya itu. Bersamaan dengan terputusnya kepala komandan Marshall, beberapa tebasan listrik yang sebelumnya aku tembus pun juga ikut terbelah njadi dua. Lalu, kepala komandan Marshall yang telah terputus pun layang selama beberapa detik di udara sampai akhirnya kepala komandan Marshall pun jatuh ke tanah. Tubuh komandan Marshall yang sudah tidak miliki kepala pun secara perlahan juga jatuh dan terbaring di tanah.

Setelah berhasil mbunuh komandan Marshall, aku langsung lesat ke arah senior Florian yang mulai bangkit setelah terhempas nabrak dinding pohon. Senior Florian yang sudah bangkit itu langsung lancarkan beberapa tebasan yang terlihat seperti tebasan yang berasal dari sihir angin kepadaku. ski tebasan angin itu sedang ngarah kepadaku, aku tetap lesat ke arah tebasan angin itu tanpa nghindarinya. Aku lesat dan nembus tebasan angin itu sama seperti yang kulakukan dengan tebasan listrik yang dilancarkan oleh komandan Marshall kepadaku sebelumnya. Setelah berhasil nembus tebasan angin yang dilancarkan oleh senior Florian, aku pun akhirnya berhasil ndekati senior Florian. Setelah itu, aku langsung nyerang senior Florian dengan cepat sehingga dia tidak dapat bereaksi dengan seranganku.

~Secret Sword Art - Dragon Slayer Technique : Wind Dragon Slayer Slash~

Aku nyerang senior Florian tepat di lehernya. Kepala senior Florian pun langsung terpisah dari tubuhnya dan layang di udara. Bersamaan dengan itu, beberapa tebasan angin yang ku tembus sebelumnya pun juga ikut terbelah njadi dua. Lalu, kepala senior Florian yang layang di udara pun mulai jatuh ke tanah. Tubuh senior Florian pun juga secara perlahan mulai jatuh dan terbaring di tanah.

"Aku tidak nyangka kalau komandan Marshall dan senior Florian akan nggunakan pola serangan yang sama. Entah karena reka tidak bisa nyerang sesuka hati reka akibat reka sedang dalam kendali seseorang atau bukan, tetapi karena hal itu, aku jadi bisa ngalahkan reka dengan mudah. skipun reka telah njadi iblis yang miliki kulit yang lebih tebal dari ras-ras lainnya, tetapi kulit reka tidaklah setebal atau sekeras dari ras Naga. nggunakan ~Teknik Pembunuh Naga~ sudah cukup untuk mbunuh reka,"

"Sekarang hanya tersisa Raja Albert saja. Aku penasaran apakah dia akan nggunakan pola serangan yang sama dengan yang digunakan oleh komandan Marshall dan senior Florian atau tidak. Jika dia nggunakan pola serangan yang sama, itu akan mudahkanku," pikirku.

Setelah itu, aku lesat dengan cepat ke arah Raja Albert yang sudah bangkit kembali setelah sebelumnya terhempas nghantam dinding pohon. Raja Albert yang lihatku sedang lesat ke arahnya pun juga langsung lesat ke arahku. Aku pun sedikit terkejut lihat hal itu.

"Dia tidak nyerang dengan tebasan jarak jauh seperti komandan Marshall dan senior Florian. Dia lebih milih untuk lesat ke arahku. Sepertinya Raja Albert akan nggunakan pola serangan yang berbeda," pikirku.

Raja Albert lesat sambil gang pedang miliknya yang sudah diselimuti oleh api berwarna hitam. Setelah itu, Raja Albert langsung nyerangku dengan pedangnya itu. Aku pun dengan cepat langsung nahan serangan itu dengan pedangku. Tetapi Raja Albert terus nyerangku dari jarak dekat dengan nggunakan pedangnya itu. ski Raja Albert terus nyerangku dari jarak dekat, aku berhasil nahan serangan-serangan itu dengan pedang milikku. Saat aku nahan serangan-serangan itu, aku rasakan ada yang aneh dengan kekuatan serangan Raja Albert. Aku rasa kekuatan serangan Raja Albert saat ini lebih lemah daripada sebelumnya.

"Serangan Raja Albert terasa lebih lemah daripada sebelumnya. Apa itu karena dia saat ini sedang nyerangku dengan tangan kirinya ? Raja Albert sebelumnya gang pedang dengan tangan kanannya, tetapi lengan kanannya itu sebelumnya sudah berhasil aku potong dan karena itu dia terpaksa nggunakan lengan kirinya untuk gang pedangnya. Sepertinya Raja Albert tidak terbiasa nggunakan tangan kirinya untuk gang pedang karena itu serangannya saat ini sangat lemah,"

"Jadi karena itu juga Raja Albert tidak lancarkan serangan jarak jauh ke arahku. Raja Albert bukannya tidak mau lancarkan serangan jarak jauh, lainkan tidak bisa karena dia saat ini sedang nggunakan tangan kiri yang bukan tangan dominannya ketika nggunakan pedang," pikirku.

Aku mikirkan itu sambil terus nahan serangan pedang yang dilancarkan oleh Raja Albert dalam jarak dekat.

"Dengan serangan lemahnya itu, Raja Albert saat ini bukanlah ancaman. Aku akan segera ngakhiri ini," pikirku.

Raja Albert terus nyerangku dengan tebasan pedang dalam jarak dekat itu. Lalu beberapa saat kemudian, ketika Raja Albert sedang ngayunkan pedangnya ke arahku, aku dengan cepat langsung ngayunkan pedangku juga dan mbenturkan pedangku dengan pedang milik Raja Albert. Pedang Raja Albert pun langsung terpental setelah aku mbenturkan pedangku dengan pedang miliknya. Setelah pedang milik Raja Albert terpental, aku langsung bersiap untuk lancarkan serangan kepada Raja Albert.

"Selamat tinggal, Raja Albert. Sekarang anda sudah bisa pergi dengan tenang karena anda tidak akan dikendalikan lagi oleh orang yang ngendalikan anda," ucapku.

~Secret Sword Art - Dragon Slayer Technique : Dragon Beheading Slash~

Aku lancarkan sebuah tebasan dengan cepat ke arah leher Raja Albert. Tebasan itu pun langsung motong lehernya dan mbuat kepalanya terlempar dan layang di udara. Kepala Raja Albert layang beberapa detik di udara sampai akhirnya jatuh ke tanah. Tubuh Raja Albert pun juga secara perlahan mulai jatuh dan terbaring ke tanah. Setelah itu, aku lihat ke arah tubuh Raja Albert yang sedang terbaring di tanah dengan banyak darah yang ngucur deras dari lehernya yang sudah terpotong itu.

"Sepertinya aku harus minta maaf kepada Yang Mulia Ratu karena sudah mbunuh Raja Albert. Yang Mulia Ratu sebelumnya bilang kalau beliau sendiri yang akan nghukum Raja Albert, tetapi aku malah ngambil tanggung jawabnya,"

"Selain itu, kira-kira yang akan Charles dan Chloe rasakan kalau reka ngetahui atau lihat aku yang telah mbunuh ayah reka ?," ucapku.

Setelah ngatakan itu, aku baru nyadari kalau ada 2 orang yang sedang mperhatikanku dari salah satu jalan penghubung yang ada di tempat aku berada saat ini. Karena sebelumnya aku sedang fokus lawan Raja Albert, komandan Marshall dan senior Florian, aku jadi tidak nyadari adanya keberadaan dua orang ini. Hawa keberadaan dua orang ini terasa sangat familiar. Aku pun langsung noleh ke arah reka berdua yang sedang mperhatikanku. Setelah aku noleh, aku lihat Charles dan Chloe yang sudah ngalami beberapa luka di tubuh reka. Charles dan Chloe saat ini sedang lihatku dengan ekspresi yang sangat terkejut.

"R-Rid, A-apa yang baru saja telah kamu lakukan ?!," tanya Chloe.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 355 : Rid vs Raja Albert, Komandan Marshall & Floria on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.