Font Size
15px

Randika mbuka matanya dan natap Inggrid yang tidur dengan nyenyak di lengannya. Randika tersenyum dan ncium dahi Inggrid. Namun, Inggrid benar-benar kelelahan karena serangan Randika yang intens dan tanpa henti itu jadi dia masih tertidur dengan lelap.

Ketika Randika mikirkan kejadian tadi malam, semuanya berjalan dengan sempurna. Terlebih, Inggrid manggilnya tuan dan mau makai dress maid yang dia belikan. Tentu saja, roleplay kemarin bukanlah satu-satunya kejadian narik. Randika ncoba beberapa posisi yang tidak biasa dan hasilnya benar-benar bagus.

Apalagi ketika desahan Inggrid lebih keras daripada sebelumnya, Randika ngangguk puas.

Inggrid masih tertidur dengan lelap, Randika mindahkan kepala Inggrid secara perlahan. Namun, tubuh telanjang Inggrid tiba-tiba dapat terlihat. Sambil nelan air liurnya, tangan Randika mulai raba-raba.

skipun sedikit linglung, Inggrid rasakan rangsangan ini dan terbangun.

"Selamat " Bahkan sebelum dia selesai berbicara, Randika sudah nciumnya. Inggrid nyambut ciuman pagi ini dengan baik, mang rutinitas suami istri sesudah bangun adalah ciuman.

Benar-benar situasi yang nghangatkan hati.

Setelah lepaskan bibirnya, Randika berbisik di telinga Inggrid. "Sayang, apa kamu suka posisi kemarin?"

Wajah Inggrid njadi rah ketika dia mikirkan sex reka yang tidak biasa itu, tetapi dia harus ngakui bahwa kemarin malam benar-benar luar biasa.

"Biasa saja tuh." Inggrid malingkan wajahnya, dia malu untuk ngakuinya.

ngetahui sifat istrinya yang malu-malu itu, Randika tersenyum. Tanpa ragu-ragu, dia ncium Inggrid kembali. Pada saat ini, tangannya ikut berenang-renang di tubuh indah Inggrid. Tak lama kemudian, tangannya sudah nuju ke arah paha Inggrid.

"Kamu mau lakukannya lagi?" Inggrid terkejut.

"Kita harus olahraga pagi sebelum mulai hari biar segar." Randika tertawa dan mberikan stimulus agar Inggrid njadi basah. Setelah itu reka kembali berhubungan badan.

.....

Akhirnya perang reka berdua telah selesai. Randika dan Inggrid segera nuju lantai bawah untuk sarapan; Ibu Ipah sudah kembali pagi tadi dan sudah nyiapkan sarapan untuk reka berdua. lihat makanan yang layak makan itu, Randika nghela napas lega. Untungnya saja dia tidak perlu makan masakan buatan istrinya lagi.

Di ja makan, Ibu Ipah natap wajah Inggrid lekat-lekat. Dia lalu berkata sambil tersenyum. "Nona, Anda terlihat cantik hari ini."

"Benarkah?" Inggrid langsung gang wajahnya. Kemudian dia natap Randika dan dia nyadari bahwa Randika berkedip ke arahnya. Sepertinya protein yang disuruh telan oleh Randika mbuat wajahnya makin kencang? Tidak, tidak, tidak mungkin!

Wajah Inggrid terlihat rah dan dia makan sarapannya sambil nundukan kepalanya.

Setelah sarapan, Inggrid langsung bergegas nuju kantor karena ada rapat pagi-pagi. Setelah mberi Randika sebuah ciuman, Inggrid langsung pergi. Randika sendiri tidak terburu-buru dan mandi terlebih dahulu.

Setelah keluar, Randika berniat untuk jalan-jalan. Suasana hatinya sedang baik karena kejadian semalam dan juga dia belum beristirahat sejak kembali dari Jepang.

Ketika dia berjalan di area mall, Randika mperhatikan perempuan-perempuan cantik yang lewatinya. Pada saat ini, seorang lelaki muda lewati dirinya dan nutupi pemandangannya. Sambil maki dalam hatinya, tiba-tiba ada mobil yang berhenti di sisi jalan. Sesudahnya pintu mobil terbuka, pria berbadan besar makai topeng kain berjalan keluar dan nghampiri dirinya.

Ekspresi Randika sama sekali tidak berubah, matanya masih tertuju pada kaki-kaki perempuan yang berjalan itu. Sedangkan pemuda yang lewati dirinya itu sudah ketakutan setengah mati, apa reka datang untuk nculikku?

Kecepatan jalan para pria berbadan besar itu cepat, tidak perlu waktu lama bagi reka untuk ngepung target reka. Anehnya, reka ngeluarkan kain hitam dan mbungkusnya ke kepala Randika.

"Akhirnya aku bisa nangkapmu Richard! Kamu kira bisa kabur seperti sebelumnya?"

Pria berbadan besar itu berteriak di samping telinga Randika, dia dengan cepat ngikat tangan Randika dengan tali rafia.

Tidak tahu apa-apa, tiba-tiba kepalanya sudah tertutup oleh kain hitam dan tangannya diikat, Randika benar-benar bingung. Namaku Randika bukan Richard!

Tetapi Randika sendiri tidak bisa berhenti tertawa, dia baru pertama kali lihat penculik yang salah tangkap orang. Mana mungkin dirinya tidak tertawa?

Randika sama sekali tidak lawan, dia dengan cepat diseret oleh penculiknya ke mobil.

Proses penculikan ini berlangsung beberapa detik dan tidak ngundang terlalu banyak perhatian. Setelah ngikat dan nutup kepala korbannya, reka segera pergi dari tempat itu.

Pemuda yang sebelumnya berjalan lewati Randika itu berdiri kaku di tempat dengan wajah yang bingung.

Setelah dipikir-pikir, kejadian ini benar-benar terjadi terlalu cepat dan hal ini mbuat hatinya justru gelisah.

Kenapa begitu? Dia adalah anak dari orang terpenting di kota ini dan tidak ada orang yang tidak ngenal keluarganya. Tetapi dia telah dididik dengan baik dan selalu ngutamakan kerendahan hati. Oleh karena itu, orang-orang banyak nyukai sifat tuan muda satu ini. Dan sekarang penculik itu salah nangkap orang? Dia sama sekali tidak ingin orang tidak bersalah terlibat dalam masalah hidupnya.

Richard langsung ngeluarkan HP miliknya dan nelepon. "Halo ayah? Bisa minta tolong? Aku barusan lihat orang lain diculik dan sekarang aku butuh..."

Di lain sisi, mobil para penculik itu laju kencang. Randika yang duduk di tengah-tengah oleh pria berbadan besar ini masih tertawa dalam hatinya. Sedangkan para penculik itu terus mperhatikan keadaan. Setelah beberapa saat, reka nghela napas lega karena tidak ada yang ngejar reka.

"Hahaha! Kita kaya!"

Salah satu penculik tertawa dan teman-temannya ikut tertawa. Selama bocah bernama Richard ini diserahkan pada klien reka, reka akan njadi kaya raya.

"Aku tidak nyangka bocah kaya sepertimu ternyata penurut seperti ini. Hahaha, ini juga salahmu berjalan sendirian di siang bolong seperti ini. Kau kira rumahmu itu tidak ada yang ngawasi?" Kata salah satu penculik.

Namun, Randika sama sekali tidak njawab.

Pria paruh baya yang duduk di samping kursi pengemudi itu nyalakan rokoknya. "Sudah kau diam saja, kita tidak dibayar untuk ngoceh."

"Maaf." Kata penculik itu.

Selama perjalanan, suasana benar-benar hening. Setelah beberapa saat, seorang di antara reka itu rasa ada yang salah. Kenapa bocah bernama Richard ini terlihat tenang? Apa karena dia ketakutan sampai-sampai tidak punya suara lagi? Atau jangan-jangan dia tidak bisa bernapas?

Kalau bocah ini sampai mati, bukan hanya saja uang komisi reka lenyap, kejadian ini akan narik perhatian dia.

"Hei, cepat lepaskan topengnya! Jangan sampai dia mati karena tidak bisa bernapas."

ndengar kata-kata ini, reka semua nahan napas reka. reka tidak boleh mbiarkan target reka ini mati.

Ketika kain hitam itu terlepas dari kepala Randika, wajah Randika dapat terlihat dengan jelas.

Eh?

Seorang penculik yang duduk di samping Randika terkejut. Kenapa wajahnya beda dengan yang ada di foto?

Penculik lainnya juga nampak bingung ketika lihat foto yang telah dibagikan sebelumnya.

Randika natap para penculik yang sedang linglung itu dan tidak bisa berhenti tertawa. "Kerja yang bagus."

Tiba-tiba, wajah para penculik itu njadi rah karena malu dan berkata pada bos reka yang sedang rokok. "Bos, sepertinya kita salah nculik orang."

CKIT!

Mobil yang laju kencang ini langsung ngerem ndadak dan mbuat orang di dalamnya terkejut.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 250: Salah Tangkap on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

All MILFs are Mine cover
Similar genre

All MILFs are Mine

Night_phantom ·Harem

*Caution* *TABOOCONTENT* *STRONGSEXUALCONTENT* THISCONTENTISVERYHARMFULFORANORMALPERSON'SMIND. __________________________________ LeonisaMILFlover,...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.